Kombucha adalah minuman fermentasi teh yang kaya senyawa bioaktif dan berdampak positif pada kesehatan. Teh hijau (Camellia sinensis) digunakan sebagai substrat karena mengandung fenolik dan antioksidan tinggi. Penelitian ini mengevaluasi perubahan sifat fisikokimia, kandungan fenolik, aktivitas antioksidan, dan asam organik selama fermentasi 18 hari dengan SCOBY pada 37°C. Analisis dilakukan terhadap pH, keasaman, Brix, warna, serta kandungan fenolik total dan spesifik (Folin–Ciocalteu dan HPLC), dan aktivitas antioksidan (FRAP & DPPH). Hasil menunjukkan kandungan fenolik total menurun dari 0,41 mg/mL menjadi 0,25 mg/mL, sedangkan aktivitas FRAP meningkat dari 3,79 mg/mL menjadi 4,02 mg/mL, dan DPPH sedikit menurun dari 85,90% menjadi 81,39%. Fermentasi menurunkan sebagian besar senyawa fenolik spesifik, termasuk asam kafeat (0,95 → 0,55 µg/mL), katekin, dan (-)-epicatechin gallate, sedangkan asam p-kumarat stabil (≈0,06 µg/mL) dan kafein menurun (78 → 46 µg/mL). Asam asetat dan tartarat meningkat. Secara keseluruhan, fermentasi mengubah senyawa bioaktif, meningkatkan aktivitas reduktif (FRAP), dan menghasilkan asam organik berperan dalam rasa.