Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Gambaran Asupan Makronutrien Pada Petugas Kesehatan RSUP Dr. M. Djamil Padang Dengan Indeks Massa Tubuh Obesitas Tahun 2022 Putri, Rahmi Dwi; Anggraini, Fika Tri; Lipoeto, Nur Indrawati; Desmawati, Desmawati; Irawati, Lili; Julizar, Julizar
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 4 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i4.1310

Abstract

Latar Belakang: Kejadian obesitas terus meningkat dari tahun ke tahun termasuk pada kategori pekerjaan petugas kesehatan. Salah satu faktor penyebab obesitas adalah adanya peningkatan asupan nutrisi dan penurunan aktivitas fisik. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran asupan makronutrien pada petugas kesehatan RSUP Dr. M. Djamil Padang dengan IMT obesitas. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain penelitian cross sectional study pada data sekunder penelitian pengembangan diet terhadap petugas kesehatan RSUP Dr. M. Djamil Padang yang obesitas dengan subjek penelitian 40 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Data IMT diukur dengan metode antropometrik dan data asupan makronutrien menggunakan food recall 2x24 jam. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian didapatkan rerata asupan energi, karbohidrat, protein, dan lemak petugas kesehatan RSUP Dr.M. Djamil Padang dengan kategori obesitas 1 secara berurutan adalah 1796,6 kkal/hari, 158,4 gr/hari, 58,44 gr/hari, dan 58,50 g/hari. Untuk rerata asupan asupan energi, karbohidrat, protein, dan lemak pada kategori obesitas 2 secara berurutan adalah 1473,92 kkal/hari, 224,35 gr/hari, 64,12 gr/hari, dan 60,60 g/hari. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah gambaran asupan energi dan makronutrien (karbohidrat, protein dan lemak) pada kategori obesitas 2 lebih tinggi dibandingkan kategori obesitas 1.
GAMBARAN TINGKAT DEPRESI PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2  DI POLI ENDOKRIN RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2023 Fadita, Puteri Ayudia; Yaunin, Yaslinda; Adrial, Adrial; Liza, Rini Gusya; Julizar, Julizar; Pertiwi, Dian
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Juni 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/empiris.v2i2.1259

Abstract

Diabetes mellitus is a syndrome of impaired carbohydrate, fat, and protein metabolism caused by a lack of insulin secretion or reduced tissue sensitivity to insulin. In general, there are several types of diabetes mellitus, one of which is type 2 diabetes mellitus. Depression is a condition of human mood disorders that can affect mind and physical health, characterized by  lack of energy, sadness, insomnia, and an inability to enjoy life. The purpose of this study was to describe the level of depression in patients with type 2 diabetes mellitus at the Endocrine Clinic of Central Public Hospital Dr. M. Djamil Padang.  This study used a quantitative descriptive design. Sampling was done by consecutive sampling technique. Sample in this study were patients diagnosed with type 2 diabetes mellitus who were treated at the Endocrine Polyclinic of Endocrine Clinic of Central Public Hospital Dr. M. Djamil Padang with  total of 60 people. Data were obtained from interviews and medical records of type 2 diabetes mellitus patients in 2023. Data were analyzed univariately.  The result of this study showed the characteristics of T2DM patients, where samples most commonly found in middle adulthood (53,3%), men (56,7%), senior high school (46,7%), housewives (35%), and married status (83,3%). The result also showed that 61,7% of T2DM patients had a normal level of depression, 18,3% of patients had mild depression, 11,7% with moderate depression, and 8,3% with severe depression. Depression mostly occurred in middle adulthood (60,8%), women (65,2%), moderate levels of education (47,8%), housewife (52,2%), married status (73,9%), obese (39,1%), patients with comorbid (69,6%), patients with duration of diagnosis >5 years (69,6%), and patients with complication (52,2%).  The conclusion of this study is that most of the T2DM patients experience normal levels of depression, the highest level of depression found in middle adulthood, women, moderate levels of education, housewife, married status, obese, patients with duration of diagnosis >5 years, and patients with comorbid and complication.
Strategi Peningkatan Pendapatan Nasional Melalui Sektor Industri Kreatif di Indonesia Julizar, Julizar; Riofita, Hendra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.28691

Abstract

Pendapatan nasional merupakan indikator utama dalam menilai kinerja dan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Artikel ini membahas strategi peningkatan pendapatan nasional melalui penguatan sektor industri kreatif di Indonesia. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan, ditemukan bahwa industri kreatif berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), penciptaan lapangan kerja, dan potensi ekspor. Sub-sektor seperti kuliner, fashion, dan kriya mendominasi kontribusi ekonomi kreatif nasional. Meski memiliki potensi besar, tantangan seperti akses pembiayaan, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta literasi dan infrastruktur digital masih menjadi hambatan. Strategi yang disarankan mencakup transformasi digital, kemudahan pembiayaan, penguatan kolaborasi lintas sektor, dan pengembangan wilayah kreatif sebagai upaya peningkatan pendapatan nasional secara berkelanjutan.
Hubungan Pola Penggunaan Hand Sanitizer dengan Kejadian Dermatitis Tangan Pada Mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Zafira, Qory; Akhyar, Gardenia; Rustam, Erlina; Julizar, Julizar; Gustia, Rina; Afdal, Afdal
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i1.1046

Abstract

Latar Belakang: Pandemi Covid-19 membuat masyarakat menjalankan pola hidup baru dengan menerapkan protokol kesehatan dengan membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer. Hand sanitizer diformulasikan untuk dapat menghambat dan membunuh mikroorganisme dengan cara mendenaturasi lipid, namun efek dari cara kerjanya ini dapat meningkatkan risiko terjadinya dermatitis tangan. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola penggunaan hand sanitizer dengan kejadian dermatitis tangan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode cross-sectional study dengan teknik simple random sampling pada mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Angkatan 2021 dengan jumlah sampel sebanyak 80 orang. Data responden diperoleh dari kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan sebagian besar mahasiswa menggunakan hand sanitizer lebih dari 6 bulan (82,5%) dengan frekuensi 1 sampai 5 kali dalam sehari (86,3%). Lebih dari setengah mahasiswa menggosok tangan kurang dari 10 detik setiap menggunakan hand sanitizer (75%), dan tidak menggunakan pelembab (57,5%). Sebagian besar mahasiswa tidak mengalami dermatitis tangan (77,5%) dan tidak memiliki riwayat atopi (80%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan, frekuensi penggunaan, durasi scrubbing penggunaan hand sanitizer dan penggunaan pelembab dengan kejadian dermatitis tangan dengan nilai p=0.599 untuk durasi penggunaan, p=0.086 untuk frekuensi penggunaan, p=1.00 untuk durasi scrubbing, dan p=0.316 untuk penggunaan pelembab. Terdapat hubungan antara riwayat atopi dengan kejadian dermatitis tangan dengan nilai p=0,000. Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola penggunaan hand sanitizer dengan kejadian dermatitis tangan khususnya durasi penggunaan, frekuensi, dan durasi scrubbing dan penggunaan pelembab, namun terdapat hubungan antara riwayat atopi dengan kejadian dermatitis tangan. Kata kunci: Pola penggunaan hand sanitizer, dermatitis tangan
HUBUNGAN PELAKSANAAN HIGIENE SANITASI DAN KANDUNGAN BAKTERIOLOGI DEPOT AIR MINUM ISI ULANG  DI  KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN 2021 Yuswir, Atasia Degita; Suharti, Netti; Bahar, Elizabeth; Julizar, Julizar
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 5 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Mei 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i5.1236

Abstract

The Sijunjung District Health Office recorded 152 refill drinking water depots but in 2021 there were only 38 active refill drinking water depots. Of the 38 active refill drinking water depots, 18 refill drinking water depots were not eligible. Of the refill drinking water depots that did not eligible, there were 17 refill drinking water depots contaminated with bacteriology and 1 drinking water depots was not to not eligible the physical requirements. Drinking water contaminated with bacteriology can cause gastrointestinal diseases, one of which is diarrhea. The number of diarrhea sufferers in Sijunjung Regency in the last 3 years has peaked in 2021, 10,974 people. However, until now there has been no data analysis on the results of the implementation of refill drinking water depot’s hygiene and sanitation in accordance with the conditions of each refill drinking water depots so that the counseling carried out has not focused on the priority problems being faced and can have an impact on the quality of drinking water produced. This study is a secondary data survey research from the results of drinking water inspection by the Regional Health Laboratory and the results of the implementation of sanitation hygiene by the Puskesmas at 38 refill drinking water depots in Sijunjung Regency which were analyzed by chi-square test to assess the relationship between variables. The results of this study found that the majority of refill drinking water depots were contaminated with Coliform and E.coli (31.6%). According to the implementation of refill drinking water depot’s sanitation hygiene, only the place aspect (2.6%), the equipment aspect (94.7%), the handler aspect (21.1%), and the raw water aspect (21.1%). In addition, there was no relationship between the equipment aspect (p=0.878) and the handler aspect (p=0.643) and it was not possible to determine the relationship between the place aspect and the raw water aspect to the bacteriological content of refill drinking water depots
KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELAUI MEDIASI KREATIVITAS KERJA KARYAWAN: STUDI EMPIRIS PADA KARYAWAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN ROKAN HILIR Julizar, Julizar; Listihana, Wita Dwika; Junaidi, Junaidi
Jurnal Daya Saing Vol. 11 No. 3 (2025): Transformasi Manajemen, Kepemimpinan, dan Pemasaran Digital di Era Ekonomi Mod
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/dayasaing.v11i3.2380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional terhadap kinerja karyawan dengan kreativitas kerja sebagai variabel mediasi. Fokus studi ini adalah pada karyawan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir, yang memiliki peran penting dalam menjaga kualitas lingkungan daerah. Kecerdasan emosional dipandang sebagai kemampuan individu dalam memahami, mengelola, dan mengekspresikan emosi secara konstruktif yang berpengaruh terhadap produktivitas kerja. Di sisi lain, kreativitas kerja menjadi salah satu bentuk aktualisasi diri yang mampu mendorong solusi inovatif dalam penyelesaian tugas-tugas lingkungan yang kompleks. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner tertutup yang disebarkan kepada sejumlah responden yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kreativitas kerja, serta terhadap kinerja karyawan secara langsung. Selain itu, kreativitas kerja terbukti memediasi secara signifikan hubungan antara kecerdasan emosional dan kinerja karyawan. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan kecerdasan emosional dan stimulasi kreativitas sebagai strategi peningkatan kinerja aparatur pemerintah daerah, khususnya dalam sektor lingkungan hidup yang menuntut fleksibilitas dan solusi inovatif.