Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : POSITRON

Penentuan Kejadian El-Nino dan La-Nina Berdasarkan Nilai Southern Oscilation Indeks Muh. Ishak Jumarang, Heni Maulidiya, Andi Ihwan,; Ihwan, Andi; Jumarang, Muh. Ishak
POSITRON Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.889 KB) | DOI: 10.26418/positron.v2i2.986

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai prediksi kejadian El-Nino dan La-Nina, berdasarkan  nilai tekanan udara di Tahiti dan Darwin (nilai SOI) menggunakan Metode ARIMA. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa data tekanan udara di Tahiti dan tekanan udara di Darwin selama 12 tahun mulai dari tahun 2000-2011. Hasil simulasi diperoleh, model yang paling cocok digunakan untuk prediksi tekanan udara Tahiti adalah (1,2,0)(0,2,2)12 dan Darwin adalah (1,2,2)(0,2,1)12. Model tekanan udara di Tahiti dan Darwin tersebut kemudian digunakan untuk memprediksi kejadian El-Nino dan La-Nina pada tahun 2012, yang dapat menunjukkan bahwa pada tahun 2012 terjadi El-Nino lemah sampai sedang, hal ini dapat mengakibatkan penurunan tingkat curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Analisis Pola Sirkulasi Arus di Perairan Pantai Sungai Duri Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat Suandi, .; Jumarang, Muhammad Ishak; Apriansyah, .
POSITRON Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1433.347 KB) | DOI: 10.26418/positron.v6i2.16882

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menganalisis pola sirkulasi arus di Perairan Pantai Sungai Duri Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat. Data pasang surut dan angin tahun 2014 digunakan sebagai input untuk menentukan pola sirkulasi arus.Metode numerikyang digunakan untuk menentukan pola sirkulasi arus adalah metode volume hingga. Sementara data angin dan pasut digunakan sebagai nilai input model. Analisis pola sirkulasi arus dilakukan pada empat kondisi musim yang ada di Indonesia, yaitu musim Barat, peralihan I, musim Timur dan peralihan II. Hasil simulasi model menunjukkan elevasi muka air laut pada musim Barat berkisar antara -0,30 s.d. 0,44 m. Kecepatan arus pada musim Barat berkisar antara 0,02 s.d. 0,65 m/s, dengan arah arus cenderung ke Utara hingga Barat Daya. Elevasi muka air laut pada kondisi peralihan I berkisar antara -0,19 s.d. 0,29 m. Kecepatan arus pada kondisi peralihan I berkisar antara 0,02 s.d. 0,30 m/s, dengan arah arus cenderung ke Timur Laut hingga Tenggara. Elevasi muka air laut pada musim Timur berkisar antara -0,23 s.d. 0,34 m. Kecepatan arus pada musim Timur berkisar antara 0,02 s.d. 0,44 m/s, dengan arah arus cenderung sama dengan musim Barat yakni ke Utara hingga Barat Daya. Elevasi muka air laut pada kondisi peralihan II berkisar antara -0,10 s.d. 0,09 m. Kecepatan arus pada kondisi peralihan II berkisar antara 0,02 s.d. 0,72 m/s, dengan arah arus cenderung ke Barat hingga Tenggara. Hasil kecepatan arus tertinggi berada pada kondisi peralihan II yaitu 0,72 m/s.
Pola Sirkulasi Arus Dan Salinitas Perairan Estuari Sungai Kapuas Kalimantan Barat Jumarang, Muhammad Ishak; Dian Martha, Muliadi, Nining Sari Ningsih, Safwan Hadi,; Ningsih, Nining Sari; Hadi, Safwan; Martha, Dian
POSITRON Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1185.455 KB) | DOI: 10.26418/positron.v1i1.1569

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengkaji pola sirkulasi arus dan salinitas perairan estuari sungai Kapuas yang dibangkitkan oleh pasang surut, gaya pembangkit angin dan discharge sungai. Pada studi ini digunakan model numerik hidrodinamika MIKE 21 yang dikembangkan oleh DHI Water & Environment untuk mensimulasikan pola sirkulasi arus dan salinitas. Pola sirkulasi arus hasil simulasi menunjukkan pada kondisi pasang tertinggi, massa air bergerak dari utara ke selatan hingga masuk ke badan sungai sedangkan pada kondisi dan surut terendah massa air bergerak ke arah yang berlawanan (dari selatan ke utara) dan air mengalir dari sungai ke luar menuju lepas pantai. Pergerakan massa air pada kisaran kecepatan 0,05 sd 0,7 m/s. Pola sirkulasi arus baik saat purnama maupun perbani menunjukkan kesesuaian pola dan yang membedakan adalah besarnya kecepatan arus. Sebaran salinitas pada kondisi purnama (pasang tertinggi dan surut terendah) cenderung memiliki pola dan nilai yang sama dengan nilai salinitas dominan pada kisaran 33,2 s.d 33,4 PSU. Demikian pula pada kondisi perbani.
Rancang Bangun Timbangan Digital Berbasis Sensor Beban 5 Kg Menggunakan Mikrokontroler Atmega328 Yandra, Edwar Frendi; Lapanporo, Boni Pahlanop; Jumarang, Muhammad Ishak
POSITRON Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.596 KB) | DOI: 10.26418/positron.v6i1.15924

Abstract

Telah dibangun sebuah prototipe alat untuk mengukur massa, gaya berat dan massa jenis menggunakan mikrokontroler ATMega328. Sistem pengukuran massa dan gaya berat berdasarkan prinsip kerja sensor beban 5 Kg. sedangkan untuk pengukuran massa jenis menggunakan prinsip kerja sensor beban dan sensor ultrasonik PING HC SR04. Pada pengukuran massa jenis benda digunakan prinsip perubahan volume air dalam tabung. Selanjutnya digunakan mikrokontroler ATMega328 sebagai pengolah data secara keseluruhan. Tahapan penelitian meliputi proses perancangan, pembuatan dan pengujian alat. Hasil eksperimen menunjukan bahwa kinerja alat ini mampu mengukur massa 5 gram sampai dengan 4000 gram dengan error pengukuran sebesar 1,05%. Sedangkan error pengukuran massa jenis yang dibaca alat ini sebesar 1,64%. Hasil pembacaan dari alat memerlukan waktu sekitar lima detik  untuk dijadikan acuan identifikasi data yang dihasilkan. 
Estimasi Keadaan Cuaca di Kota Pontianak Menggunakan Aplikasi Jaringan Syaraf Tiruan (JST) Algoritma Hopfield Retnawati, .; ihwan, andi; Jumarang, Muh. Ishak
POSITRON Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.224 KB) | DOI: 10.26418/positron.v3i2.5136

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang estimasi keadaan cuaca, menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Algoritma Hopfield. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah suhu udara, kelembaban udara, tekanan udara, dan arah angin jam-jaman pada bulan Mei, Juni, dan November 2012. Berdasarkan simulasi model yang dilakukan, diperoleh nilai estimasi keadaan cuaca pada bulan Mei sangat baik (82%), dan pada bulan Juni dan November masing-masing pada tingkat ketepatan baik (79% dan 75%).
Estimasi Curah Hujan Bulanan Kota Pontianak Dengan Suhu Permukaan Laut Sebagai Estimator Berdasarkan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation Herkulana Ferdianti Aprianti; Andi Ihwan; Muh. Ishak Jumarang
POSITRON Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (920.989 KB) | DOI: 10.26418/positron.v3i1.5121

Abstract

Telah dilakukan estimasi untuk mengetahui pengaruh Suhu Permukaan Laut (SPL) terhadap curah hujan bulanan wilayah kota Pontianak tahun 2001 s.d 2012 menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan (JST) algoritma Backpropagation. Pada penelitian ini Backpropagation dibangkitkan dengan arsitektur            [15 10 5 1]. Terdapat 16 titik SPL dari 24 titik pengamatan yang dijadikan sebagai fokus pengamatan. Dari hasil simulasi diperoleh bahwa pada proses training koefisien korelasi antara output dan target berkisar dari 0,99 s.d 1,00 sedangkan pada proses testing diperoleh 3 koefisien korelasi tertinggi yaitu 0,70; 0,71 dan 0,75, yang masing-masing berada disekitar garis equator. 2 wilayah di perairan Samudera Hindia dan 1 di wilayah Samudera Pasifik. Koefisien Korelasi ini menunjukkan bahwa pola SPL mendekati pola curah hujan di Pontianak (pola equatorial).
Identifikasi Zona Reservoir Panas Bumi Gunung Ijen Jawa Timur Berdasarkan Pemodelan 2 Dimensi Anomali Geomagnetik Alimuddin Muchtar; Zelica K. M. Manurung; Rustadi Rustadi; Yasa Suparman; M. Ishak Jumarang
POSITRON Vol 12, No 1 (2022): Vol. 12 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.979 KB) | DOI: 10.26418/positron.v12i1.49130

Abstract

Komplek Gunung api Ijen merupakan prospek panas bumi yang terletak di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Sistem panas bumi Gunung api Ijen ditandai oleh kawah danau berfluida asam dan solfatara bertemperatur tinggi. Beberapa batuan teralterasi di dekat Gunung Kukusan dan sekelompok mata air panas Blawan di bagian utara kaldera. Pengukuran magnetik dilakukan pada 175 titik tersebar di dalam kaldera melingkupi kawah Gunung Ijen hingga Gunung Merapi. Anomali intensitas magnetik total diperoleh melalui koreksi standard IGRF dan variasi diurnal. Metode reduksi ke kutub (RTP) diterapkan dengan inklinasi geomagnet sekitar -32°. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa anomali magnetik tinggi berasosiasi dengan jalur patahan yang menghasilkan pembentukan gunung api baru di bagian selatan, Sedangkan anomali magnetik rendah berada berdekatan dengan kawah Ijen dan Gunung Merapi di bagian timur. Anomali yang rendah ditafsirkan oleh dua kemungkinan pengaruh demagnetisasi batuan akibat kontak termal atau pengaruh remanen batuan dengan umur geologi tertentu menghasilkan polaritas reversal. Anomali intensitas magnet total tinggi pada komponen regional berada 50 hingga 114 nT dan anomali rendah berada di kisaran -850 hingga –750 nT, hal ini ditafsirkan bahwa potensi batuan panas di Komplek Gunung api Ijen tersebar sesuai keberadaan kaldera dan jalur gunung api muda. Prospek batuan panas berkorelasi dengan Formasi batuan gunung api muda dan intrusi magmatic hasil proses pembentukan gunung api berumur Kuarter.
Rancang Bangun Sistem Monitoring Ketinggian Permukaan Air Menggunakan Mikrokontroler ATMEGA328P Berbasis Web Service Rausan Fikri; Boni Pahlanop Lapanporo; Muhammad Ishak Jumarang
POSITRON Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.457 KB) | DOI: 10.26418/positron.v5i2.11666

Abstract

Telah dilakukan pembuatan alat sistem monitoring ketinggian permukaan air dengan menggunakan mikrokontroler ATmega328P berbasis web service. Sistem perangkat secara garis besar terdiri atas mikrokontroler ATmega328P, sensor ultrasonik HC-SR04, sensor suhu dan kelembaban  DHT-11, modul bluetooth HC-05 dan modul ethernet ENC28J60. Sistem juga dilengkapi dengan panel surya dan baterai berkapasitas 35Ah sebagai sumber energi listrik.  Setelah dilakukan pengujian, alat ini memiliki keakuratan rata-rata sebesar 96,48% dalam menentukan ketinggian permukaan air. Hasil dari pengukuran dapat diakses secara online dan realtime pada sebuah halaman web yang ditampilkan dalam bentuk grafik dan tabel. Ketinggian maksimum yang dapat diukur alat ini sebesar 2,5 m dengan rentang waktu pengukuran setiap 10 menit. Alat ini bisa digunakan untuk mengukur ketinggian permukaan air.
Sebaran Salinitas Perairan Laut Kabupaten Bengkayang pada Musim Kemarau Muhammad Ishak Jumarang; I Wayan Nurjaya; Agus Sholeh Atmadipoera; Dietriech G Bengen
POSITRON Vol 10, No 1 (2020): Vol. 10 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.486 KB) | DOI: 10.26418/positron.v10i1.40113

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sebaran salinitas perairan laut Kabupaten Bengkayang pada musim kemarau. Penelitian ini dilakukan dengan melalukan pengambilan data salinitas, suhu dan konduktivitas massa air berdasarkan kedalaman di 23 stasiun pengukuran.  Lokasi penelitian berada pada koordinat 107,68 s.d 108,93 BT dan 0,69 LS s.d 0,87 LU. Lokasi penelitian terdiri atas lima lintasan yang membentang dari timur ke barat dan setiap lintasan terdiri atas empat stasiun pengamatan serta penambahan tiga stasiun pengukuran di sisi timur, barat dan selatan Pulau Lemukutan. Analisis dan visualisasi data massa air (suhu, salinitas, dan densitas) dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Ocean Data View (ODV) versi 4.7.6. Hasil analisis dan visualisasi data massa air menunjukkan bahwa salinitas massa air di perairan laut Kabupaten Bengkayang pada musim kemarau berada pada rentang 28,96 s.d 32,5 psu. Sebaran salinitas permukaan di daerah penelitian terbagi atas tiga bagian yaitu bagian utara, bagian tengah dan bagian selatan daerah penelitian, dengan tiap bagian membentang dari timur ke barat atau tegak lurus garis pantai. Massa air bersalinitas rendah (MABR) yang terjebak di bagian tengah diduga berasal dari massa air dari sungai yang terletak di bagian selatan pesisir Kalimantan yaitu Sungai Kapuas dan Sungai Mempawah. MABR tersebut terdorong dan bergerak ke arah utara sesuai dengan arah arus yang terjadi di pesisir Kalimantan Barat pada musim kemarau. Stratifikasi kolom air dalam kondisi stabil di seluruh daerah penelitian. Massa air yang bersalinitas kurang dari 30,5 psu ditemukan hingga kedalaman 4,5 meter di bagian barat daya, bagian selatan dan bagian tenggara Pulau Lemukutan. Massa air dengan salinitas 30,75 s.d 31,75 psu dapat dijumpai dari garis pantai hingga mencapai bagian barat Pulau Lemukutan dengan kedalaman sampai 10 meter dari permukaan.
Studi Variabilitas Tinggi dan Periode Gelombang Laut Signifikan di Selat Karimata . Mulyadi; Muhammad Ishak Jumarang; . Apriansyah
POSITRON Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.57 KB) | DOI: 10.26418/positron.v5i1.9737

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengkaji varibilitas tinggi dan periode gelombang laut signifikan di Selat Karimata. Metode yang digunakan adalah Sverdrup Munck Bretschneider (SMB) dengan variasi empat musim, yaitu musim barat, musim peralihan I, musim timur, dan musim peralihan II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi dan periode gelombang laut signifikan berkisar 0,79 s.d 1,49 meter dan 4,43 s.d 6,25 sekon pada musim barat ; 0,34 s.d 0,73 meter dan 2,49 s.d 3,94 sekon pada musim peralihan I ; 0,50 s.d 1,42 meter dan 3,13 s.d 6,09 sekon untuk musim timur ; sedangkan musim peralihan II adalah 0,51 s.d 1,05 meter dan 3,16 s.d 5,17 sekon. Tinggi dan periode gelombang laut signifikan tertinggi saat musim barat.