Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search
Journal : PRISMA FISIKA

Adsorbsi Logam Fe Menggunakan Adsorben Karbon Kulit Durian Teraktivasi Larutan Kalium Hidroksida Bahtiar, Abdurrahman; Faryuni, Irfana Diah; Jumarang, Muhammad Ishak
PRISMA FISIKA Vol 3, No 1
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v3i1.9123

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pembuatan karbon aktif dari kulit durian dengan aktivator larutan Kalium Hidroksida (KOH) dengan konsentrasi 25%. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas adsorbsi terhadap logam Fe pada beberapa karbon aktif dari kulit durian yang dikalsinasi pada suhu berbeda. Sampel air yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Sungai Menyuke yang terletak di Kecamatan Menyuke Hilir dengan titik koordinat pengambilan sampel pada 0°23’14.21” LU dan 109°57’41.8” BT. Pembuatan karbon aktif terdiri dari dua tahap, yaitu tahap karbonisasi dan aktivasi. Proses karbonisasi dilakukan pada suhu 400°C selama dua jam. Sedangkan pada tahap aktivasi diberikan kalsinasi pada suhu 800°C dan 900°C selama dua jam. Dari penelitian yang telah dilakukan, karbon aktif kulit durian yang dihasilkan pada suhu kalsinasi 900°C paling efektif menurunkan kadar logam Fe. Pada karbon aktif yang dikalsinasi pada suhu 900°C, logam Fe berkurang dari 6,67 mg/L menjadi 0,403 mg/L dengan efektivitas adsorbsi sebesar 93,95%. Kata Kunci : Kulit durian, Karbon aktif, Kalsinasi, Adsorbsi, Fe
Prediksi Curah Hujan Bulanan Di Wilayah Sambas Kalimantan Barat Berdasarkan Metode Newton Raphson Nurfarahin, .; Ihwan, Andi; Jumarang, Muh. Ishak
PRISMA FISIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v2i1.5147

Abstract

Untuk memodelkan data yang bersifat non-linier termasuk data curah hujan diperlukan pendekatan fungsi matematika yang bersifat non-linier juga. Pada penelitian ini dibangun model inversi untuk memprediksi curah hujan bulanan di wilayah Sambas menggunakan metode Newton Raphson. Dari hasil simulasi diperoleh bahwa curah hujan di wilayah Sambas didekati dengan Deret Fourier orde 16 dengan koefisien korelasi validasi yaitu 0,7 dan di wilayah ini memiliki pola curah hujan monsoon. Hasil prediksi untuk tahun 2013 menunjukkan bahwa curah hujan maksimum terjadi pada bulan Desember (527,5 mm) dan curah hujan minimum yang terjadi pada bulan April (176,9 mm). Kata Kunci :Deret Fourier, Ekuatorial, Monsun, Newton Raphson.
Analisis Tingkat Kekeringan Menggunakan Parameter Cuaca di Kota Pontianak dan Sekitarnya Susanti, Susi; Ihwan, Andi; Jumarang, Muhammad Ishak
PRISMA FISIKA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Department of Physics, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis tingkat kekeringan di Kota Pontianak dan sekitarnya menggunakan parameter cuaca yaitu curah hujan dan suhu udara maksimum harian selama 3 tahun (2006, 2007, dan 2008). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Keetch-Byram Dryness Index (KBDI). Berdasarkan perhitungan, tingkat KBDI dipengaruhi oleh peningkatan dan penurunan jumlah curah hujan. Penurunan jumlah curah hujan dapat memicu terjadinya hotspot. Dari 3 tahun pengamatan koefisien korelasi antara KBDI dengan hotspot yang tertinggi terdapat pada tahun 2006 yakni sebesar 0,87. Besarnya koefisien korelasi ini karena pada tahun 2006 terjadi fenomena El-Nino. Sebagian besar hotspot yang terjadi pada tahun 2006 disebabkan karena pengaruh alam. Korelasi KBDI terhadap hotspot pada tahun 2007 dan 2008 sangat rendah (0,31 dan 0,35). Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh alam pada pembentukan hotspot sangat kecil. Kata kunci : KBDI, curah hujan, suhu udara, hotspot
Kajian Elevasi Muka Air Laut di Perairan Indonesia Pada Kondisi El Nino dan La Nina Oktaviani, Niken Ayu; Jumarang, Muh. Ishak; Ihwan, Andi
PRISMA FISIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang elevasi muka air laut di perairan Indonesia pada kondisi ENSO. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ENSO terhadap elevasi muka air laut di beberapa perairan Indonesia, yaitu Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Makassar dan Laut Banda. Penentuan kondisi ENSO menggunakan data Southern Oscillation Index (SOI) selama 31 tahun dari tahun 1980 2010. Sedangkan data prediksi pasang surut diperoleh dari Tidal Model Driver (TMD). Pengaruh ENSO yang diamati adalah elevasi rata-rata muka air laut pada kondisi El Nino dan La Nina. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa hampir di semua titik pada saat terjadi El Nino elevasi rata-rata muka air laut lebih rendah dibandingkan pada kondisi La Nina. Elevasi rata-rata muka air laut dari keempat titik tersebut menunjukkan pengaruh El Nino semakin berkurang ke arah Barat, kecuali di Selat Karimata. Elevasi rata-rata muka air laut di Selat Karimata pada saat El Nino cenderung lebih rendah dari titik lainnya. Kata kunci : El Nino, La Nina, elevasi muka air laut, perairan Indonesia
Kesesuaian Persamaan Pola Intensitas Curah Hujan Sebagai Fungsi dari Durasi Hujan di Balai Pengamatan Dirgantara Pontianak Kartin, Anna; Jumarang, Muhammad Ishak
PRISMA FISIKA Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v3i2.11683

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang hubungan intensitas curah hujan sebagai fungsi dari durasi hujan yang paling sesuai dengan kondisi hidrologi di Pontianak. Hubungan intensitas curah hujan sebagai fungsi dari durasi hujan dalam penelitian ini digunakan tiga metode yaitu metode Talbot, metode Sherman, dan metode Ishiguro. Salah satu dari tiga metode tersebut dipilih untuk mendapatkan kondisi yang sesuai dengan kondisi kota Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang mampu menjelaskan hubungan intensitas curah hujan sebagai fungsi dari durasi hujan di kota Pontianak adalah metode Sherman hal ini berdasarkan nilai koefisien korelasinya yang lebih tinggi dan nilai standar deviasi yang lebih rendah dibandingkan dengan 2 metode lainnya, yakni dengan nilai korelasi 0,59 dan nilai standar deviasi 0,12.   Kata kunci : Intensitas Curah Hujan, Durasi Hujan,  Talbot, Sherman, Ishiguro
Analisis Pengaruh Madden Julian Oscillation, Anual Oscillation, ENSO dan Dipole Mode Terhadap Curah Hujan di Kabupaten Kapuas Hulu Yana, Serafi; Ihwan, Andi; Jumarang, Muh. Ishak; Apriansyah, .
PRISMA FISIKA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v2i2.5838

Abstract

Telah dianalisis pengaruh Madden Julian Oscillation (MJO), Annual Oscillation (AO), ENSO dan Dipole Mode (DM) terhadap curah hujan di Kabupaten Kapuas Hulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Fast Fourier Transfrom (FFT). Metode FFT digunakan untuk melihat seberapa besar dan frekuensi atau fenomena atmosfer  yang paling berpengaruh terhadap peningkatan curah hujan daerah pengamatan. Berdasarkan hasil analisis, maka fenomena AO paling kuat pengaruhnya terhadap curah hujan dibandingkan dengan empat fenomena lain. Pengaruh ENSO dan DM diketahui dengan menggunakan data SOI dan DMI yang dikorelasikan dengan data anomali curah hujan. Secara umum fenomena ENSO lebih berpengaruh dibandingkan dengan fenomena DM. Nilai koefisien korelasi pada saat El Nino sebesar 0,13, La Nina 0,25, DM (+) 0,03 dan DM (-) 0,05. Kata Kunci: MJO, AO, SAO, ENSO, DM, pola curah hujan.
Analisis Karakteristik Fisik Sedimen Pesisir Pantai Sebala Kabupaten Natuna Hendromi, .; Jumarang, Muhammad Ishak; Putra, Yoga Satria
PRISMA FISIKA Vol 3, No 1
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v3i1.9571

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang karakteristik fisik sedimen pesisir pantai Sebala yang dihubungkan dengan parameter oseanografi dan hutan mangrove di Pantai Sebala. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan ukuran butir sedimen pada pantai  bermangrove dengan sedimen pada pantai yang tidak bermangrove. Parameter oseanografi yang dikaji berupa arus laut dan gelombang laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan arus laut maksimum pada 0,81 m/s  dan kecepatan arus laut minimum pada 0,02 m/s. Tinggi gelombang laut maksimum pada 8,35 cm dan minimum pada         1,59 cm. Material sedimen daerah pantai Sebala terdiri dari beberapa ukuran yaitu: ukuran >1,70 mm (krikil); ukuran 0,09 mm s.d 1,70 mm (pasir); dan ukuran <0,09 mm (lempung). Sampel sedimen pada lintasan yang sejajar garis pantai memiliki ukuran butir yang lebih besar seiring dengan bertambahnya jarak dari kawasan hutan mangrove. Material sedimen sekitar hutan mangrove ukuran butir >1,70 mm memiliki persentase volume 4% s.d 10% dan ukuran <0,09 mm memiliki persentase 28% s.d 29%. Material sedimen yang jauh dari hutan mangrove ukuran >1,70 mm memiliki persentase volume          11% s.d 16% dan ukuran <0,09 mm memiliki persentase 25% s.d 27%.  Sampel sedimen pada lintasan tegak lurus garis pantai memiliki ukuran butir lebih kecil di sepanjang garis pantai dan memiliki ukuran butir semakin besar seiring bertambahnya kedalaman air laut. Material sedimen di daerah garis pantai dengan ukuran >1,70 mm memiliki persentase volume 6% s.d 10% dan ukuran <0,09 mm memiliki persentase volume 25% s.d 28%. Material sedimen yang jauh dari garis pantai dengan ukuran >1,70 mm memiliki persentase volume 4% s.d 6% dan ukuran <0,09 mm memiliki ukuran persentase volume 28% s.d 31%. Kata kunci : sedimen, ukuran butir, Pantai Sebala.
Prediksi Curah Hujan bulanan di Kota Pontianak Berdasarkan Metode Quadratic-Hill Climbing Anggraini, Novia; ihwan, andi; Jumarang, Muh. Ishak
PRISMA FISIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v2i1.4963

Abstract

Telah dilakukan pemodelan inversi untuk mengestimasi curah hujan bulanan di Kota Pontianak menggunakan metode Quadratic-Hill Climbing. Dari hasil simulasi model diperoleh bahwa fungsi matematika yang dianggap dapat mengikuti pola curah hujan bulanan adalah fungsi Deret Fourier orde 18 dengan tingkat koefisien korelasi 0,63 dan memiliki pola curah hujan ekuatorial. Berdasarkan hasil prediksi, pada tahun 2013 curah hujan minimum terjadi pada bulan Juli (127,57 mm) dan maksimum terdapat pada bulan Mei (262,98 mm) dan November (442,81 mm). Kata Kunci: Quadratic-Hill Climbing, Deret Fourier, Curah Hujan
Hubungan Pola Garis Arus Angin (Streamline) denganDistribusi Hujan di Kalimantan Barat Fitriyawita, Mega; Jumarang, Muhammad Ishak; Apriansyah, Apriansyah; Sulistya, Widada; Saepudin, Miming
PRISMA FISIKA Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v8i2.42573

Abstract

Berdasarkan mekanisme pembentukan awan, hujan dibagi menjadi hujan konvektif, hujan orografi, dan hujan konvergensi/frontal. Awan dapat terbentuk apabila uap air mengalami kondensasi di atas permukaan bumi. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh untuk peningkatan uap air di atmosfer adalah angin. Peta normal pola garis arus angin (streamline) dan peta normal hujan di Kalimantan Barat periode tahun1981-2010 digunakan sebagai data untuk mengetahui hubungan pola garis arus angin (streamline)dengan distribusi hujan di Kalimantan Barat menggunakan metode analisis deskriptif. Pengolahan peta streamline menggunakan software GrADS, sedangkan peta normal curah hujan diperoleh dari pengukuranyang dilakukan oleh Stasiun Klimatologi Mempawah. Secara umum puncak hujan di Kalimantan Barat terjadi pada Maret-April dan November-Desember, sedangkan lembah hujan terjadi pada Februari dan Juli-Agustus. Secara spesifik daerah hulu Kalimantan Barat memiliki curah hujan lebih tinggi daripada daerah hilir Kalimantan Barat. Pada Maret-April yang merupakan puncak hujan pertama di Kalimantan Barat, terbentuk daerah konvergensi dan pusaran siklonik di sekitar daerah hulu Kalimantan Barat (Kabupaten Kapuas Hulu dan sekitarnya). Pada puncak hujan kedua yaitu November-Desember, terdapat daerah konvergensidan daerah belokan angin di Kalimantan Barat.