Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

The IMMUNOMODULATORY  EFFECT OF ENDURANCE EXERCISE (EE) AND RESISTANCE EXERCISE (RE) THROUGH THE KYNURENINE PATHWAY IN HEALTHY AND CANCER SUBJECT Sienny Muliaty Sumali; Marta Wangsadinata Wong; Ireene Hillary Artauli Sinurat; Indira Vidiari Juhanna; I Putu Adiartha Griadhi
Sport and Fitness Journal Vol 11 No 2 (2023): Volume 11, No.2, May 2023
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Introduction: Kynurenine pathway is a process that breaks down tryptophan, an amino acid found in many foods. One of the products of this pathway is kynurenine, which has been shown to affect the immune system.Acute and resistance exercise can alter the kynurenine pathway and enhance immune function by modifying immune cell mediators. Methods: This systematic review analyzed the effects of acute and resistance exercise on the kynurenine pathway and immune system. The study collected information through a computerized publication database search using specific text words and MeSH-Terms, limited to original articles published in English between 2016-2021. Results: From 10 clinical trials were summarized Exercise influences the kynurenine pathway and immune system, according to three studies acute and chronic endurance training in healthy patients resulted in higher kyn clearance and lower kyn levels. And two studies through a reduction in kyn levels and a downregulation of the kynurenine tryptophan ratio, cancer patients can modify their immune systems. Meanwhile one study had no effect on kyn levels in depressed patients who had undergone both short-term and long-term endurance and strength training. One study had increased their levels of kyn and their kyn:trp ratio. One study examined the short-term impacts of resistance and endurance training found that both types of exercise increased the expression of increase in CD3+ lymphocytes after both EE and RE and an increase in PD-1+ CD8+ T-cells after EE. Proportions of T-cell populations changed only after EE but without explicitly examining metabolites of the kynurenine pathway. Conclusion: By changing immune cell mediators, endurance exercise (EE) and resistance exercise (RE) can affect the kynurenine pathway and improve immunological function. Exercise therapies can result in cancer patients having lower levels of kynurenine and higher levels of tryptophan and kynurenic acid, both of which are linked to enhanced immune function and decreased inflammation. According to this research, exercise can be a non-pharmacological intervention to improve immune function and possibly prevent chronic illnesses linked to inflammation and immunological dysfunction. Keywords : physical activity, Exercise,aging, immunosenescence, innate immune system, adaptive immune system
GANGGUAN FUNGSI KOGNITIF BERHUBUNGAN DENGAN KESEIMBANGAN POSTURAL PADA LANSIA Ni Luh Veni Rahayu; Ni Komang Ayu Juni Antari; Ari Wibawa; Indira Vidiari Juhanna
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 2 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i02.p09

Abstract

Pendahuluan: Lansia atau lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia lebih dari 60 tahun. Lansia tidak lepas dari proses degenerasi. Akibat dari proses penuaan atau proses degenerasi pada kondisi tubuh lansia menyebabkan menurunnya fungsi tubuh lansia, salah satunya adalah gangguan fungsi kognitif. Gangguan fungsi kognitif menyebabkan penurunan visuospasial, fungsi eksekutif, memori, atensi, dan kecepatan pengolahan informasi yang dapat menyebabkan penurunan kemampuan mempertahankan keseimbangan postural pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gangguan fungsi kognitif dengan keseimbangan postural pada lansia di Desa Pejeng Kaja, Tampaksiring, Gianyar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan crossectional yang dilakukan pada bulan pada bulan September 2021 sampai dengan Maret 2022. Pengambilan subjek dilakukan dengan teknik purposive sampling. Jumlah subjek dalam penelitian ini sebanyak 56 subjek yang merupakan lansia di Desa Pejeng Kaja, Tampaksiring, Gianyar. Peneliti mengukur tingkat fungsi kognitif subjek dengan kuisoner Montreal Cognitive Assessment (MoCA-Ina) yang dilakukan dengan wawancara secara langsung. Setelah itu, subjek diminta untuk mengikuti tes Time Up Go Test (TUGT) yang digunakan untuk mengukur keseimbangan postural. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis bivariat dengan uji korelasi spearman rho. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai signifikansi p value=0,001, p<0,05 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,427. Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara gangguan fungsi kognitif dengan keseimbangan postural pada lansia di desa Pejeng Kaja, Tampaksiring, Gianyar. Kata kunci: lansia, gangguan fungsi kognitif, keseimbangan postural.
PROFIL KEBUGARAN JASMANI PADA ATLET GATEBALL DI KABUPATEN KLUNGKUNG I Gusti Ayu Awidiya Putri Wulandari; Indira Vidiari Juhanna; Ari Wibawa; NI Komang Ayu Juni Antari
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 1 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i01.p15

Abstract

Pendahuluan: Gateball adalah salah satu olahraga prestasi yang cukup mudah untuk dilakukan. Meskipun termasuk olahraga yang terlihat santai, tidak menutup kemungkinan olahraga gateball membutuhkan kondisi fisik yang bugar untuk mendapatkan hasil permainan yang maksimal. Kondisi fisik yang bugar yang dimaksud adalah tingkat kebugaran jasmani berupa daya tahan paru jantung, kekuatan otot, daya tahan otot, kelentukan serta komposisi tubuh. Tujuan penelitian ini yakni memperoleh gambaran tentang profil kebugaran jasmani atlet gateball di Kabupaten Klungkung. Metode: Rancangan penelitian observasional deskriptif dengan teknik pengambilan data secara non probability purposive sampling. Pengambilan data pada bulan Juni 2022 dengan subjek penelitian berjumlah 16 orang. Variabel adalah komponen kebugaran jasmani dengan instrument stopwatch, leg and back dynamometer, bench sit and reach, timbangan dan stadiometer yang kemudian akan ditemukan seberapa besar persentase untuk masing-masing kategori dengan menggunakan rumus persentase. Hasil: Klasifikasi data didominasi dengan persentase daya tahan paru jantung responden berada dalam kategori sangat kurang (68,75%), kekuatan otot punggung dan tungkai pada kategori kurang sekali (56,25% serta 31,25%), daya tahan otot perut, lengan dan punggung berada dalam kategori baik sekali dan baik (18,75% dan 43,75%), kelentukan berada dalam kategori baik (37,5%), komposisi tubuh berada dalam kategori berimbang antara ideal dan gemuk (37,5%). Simpulan: Terdapat gambaran profil kebugaran jasmani yang paling dominan berada pada daya tahan paru jantung dengan kategori sangat kurang dimiliki oleh atlet gateball. Kata kunci: atlet, gateball, kebugaran jasmani
POSISI DUDUK DAN BERAT BEBAN TAS TERHADAP KEJADIAN SKOLIOSIS PADA ANAK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Desak Made Dwi Kesumayanti; Indira Vidiari Juhanna; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; I Wayan Gede Sutadarma
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 1 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i01.p03

Abstract

Pendahuluan: Skoliosis disebabkan oleh beberapa faktor yaitu gender atau jenis kelamin, usia, antopometri tubuh anak, lifestyle atau kebiasaan posisi duduk, kesesuaian peralatan sekolah dengan posisi ergonomis tubuh. Posisi duduk yang salah dan berat beban tas yang berlebih dapat mengakibatkan adanya peningkatan deviasi pada tulang belakang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan posisi duduk dan berat beban tas dengan kejadian skoliosis pada anak Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Banjarangkan, Klungkung. Metode: Studi observasional analitik dengan pendekatan potong lintang ini berlangsung pada April 2021. Jumlah sampel studi 182 (84 laki-laki, 98 perempuan) yang diambil dengan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah posisi duduk dengan alat ukur Questionnaire on Body Awareness of Postural Habits in Young People (Q-BAPHYP) dan berat beban tas dengan alat ukur timbangan gantung digital. Variabel dependen adalah skoliosis yang diukur dengan test Adam’s Forward bending test dan plumb line test. Hasil: Hasil uji antara posisi duduk atau kebiasaan postur duduk yang diuji dengan kuisioner Q-BAPHYP dengan kejadian skoliosis menunjukkan nilai p=0,000 atau p<0,05 yang artinya adanya hubungan yang signifikan antara kedua variabel. Ada hubungan yang signifikan yang dihasilkan pada penelitian ini dengan nilai p=0,000 dimana ada hubungan yang signifikan antara berat beban tas dengan kejadian skoliosis. Ada hubungan yang signfikan antara berat tas dengan kejadian scoliosis (p<0,05) pada sampel perempuan dan berbanding terbalik (p>0,05) pada sampel laki-laki. Simpulan: Terdapat hubungan antara posisi duduk dan kejadian skoliosis pada siswa laki-laki dan perempuan, serta ada hubungan antara berat tas dengan skoliosis pada laki-laki sedangkan pada siswa perempuan terdapat hubungan yang signifikan.
RELATIONSHIP BETWEEN EXERCISE AND ANDROGENIC ALOPECIA Frida Angelina; Clorinda Chandra; Indira Vidiari Juhanna; I Putu Adiartha Griadhi
Sport and Fitness Journal Vol 11 No 3 (2023): Volume 11, No. 3, September 2023
Publisher : Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Androgenic alopecia is a common cause of thinning hair whose prevalence increases with age and aging. The incidence of alopecia is also related to genetic and non-genetic factors, including exercise, although research is still limited. Therefore, this literature review was organized to examine the relationship between androgenic alopecia and exercise in more detail. An article search was conducted in five electronic journal databases (Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, MEDLINE, and EMBASE) to find scientific articles on the relationship between exercise and androgenic alopecia published within the last ten years (2013-2023), without language restrictions, with criteria inclusion as follows: 1) respondents with androgenic alopecia; 2) an explanation of the relationship between exercise and androgenic alopecia; and 3) description of the effect of intensity, frequency, and form of exercise on the incidence of androgenic alopecia. In total, there were two cross-sectional studies used in this literature review. This study found that an increase in the frequency of low-intensity exercise in the group with or without a family history of androgenic alopecia increased the proportion. However, progressivity can be reduced, and symptom improvement can occur in the group that does any exercise lasting more than 60 minutes with a frequency of 5-7 times per week, so this exercise method can be recommended. Thus, this literature review has answered that there is a relationship between exercise and the incidence of androgenic alopecia, which can increase or decrease the progression and symptoms depending on the type, intensity, duration, and frequency of exercise. Keywords: aging; androgenic alopecia; exercise; progressivity
Kualitas Tidur dengan Memori Jangka Pendek pada Lansia Wanita Di Kelurahan Ubung Kota Denpasar Ni Kadek Ardya Shinta Alverina; Indira Vidiari Juhanna; Anak Agung Gede Eka Septian Utama; Ari Wibawa
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 2 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/mifi.2024.v12.i02.p18

Abstract

Pendahuluan: Banyak orang mengalami masalah kualitas tidur, yang terkait dengan berbagai dampak negatif. Orang dewasa yang lebih tua memiliki kualitas tidur lebih buruk daripada yang lebih muda, terutama wanita. Gangguan tidur dapat menyebabkan gangguan kognitif seperti konsentrasi, kinerja fungsional, dan penurunan daya ingat. Memori adalah bagian penting dari kognitif karena kemampuan menjalani hidup bergantung pada ingatan. Gangguan kognitif merupakan faktor prognostik negatif pada lansia, meningkatkan risiko kecacatan, mempersulit rehabilitasi, dan mempengaruhi kemanjuran pemulihan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kualitas tidur dan memori jangka pendek pada lansia wanita di Kelurahan Ubung, Kota Denpasar. Metode: Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Total subjek 50 lansia wanita, berusia 60-74 tahun, terdata di Kelurahan Ubung dan bersedia menjadi sampel penelitian dengan kriteria tidak mengonsumsi alkohol dan obat-obatan hipnotik sebelum pengambilan data, serta tidak memiliki kondisi klinis seperti stroke. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara untuk pemilihan kriteria. Pengukuran menggunakan kuesioner Pittsburgh Quality Index (PSQI) versi Bahasa Indonesia untuk mengukur kualitas tidur, dan Digit Span Test untuk mengukur memori jangka pendek. Hasil: Sebagian besar sampel memiliki kualitas tidur buruk (58%) dan memori jangka pendek sangat buruk (44%). Analisis non-parametrik Spearman rho menunjukkan hasil signifikan (p<0,05) dengan nilai korelasi (-0,324), yang berarti terdapat korelasi cukup dan negatif antara kualitas tidur dengan memori jangka pendek. Semakin buruk kualitas tidur, semakin buruk memori jangka pendek. Simpulan: Terdapat hubungan antara kualitas tidur dan memori jangka pendek pada lansia wanita di Kelurahan Ubung. Kata Kunci: lansia wanita, kualitas tidur, memori jangka pendek
Effectiveness of Combination Flexi-Bar Shoulder Exercise to the Kinesiotaping Application on Increasing Upper Extremity Proprioceptive Ability and Shooting Accuracy in Archery Athletes at Gandawa Archery Club Dinihari, Embun; Indira Vidiari Juhanna; Syahmirza Indra Lesmana
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 5 No. 1 (2025): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v5i1.1511

Abstract

Kinesiotaping is passive stabilisator, so it is necessary to have a combination of one intervention such as adding Flexi-bar Shoulder Exercise (FSE) as an active proprioceptor stimulator to optimize joint stability and optimalize shooting accuracy for archery. The research method used was a quasi experiment pre and post-test group control with 22 archery athlete, divided into a control group that only received kinesiotaping, and a intervention group that received kinesiotaping and FSE 3 times a week for 4 weeks. Subjects were assessed for proprioceptive ability using the joint position sense test (JPS) of abduction and flexion and shooting accuracy. Based on the difference test pre and post the control group, there were significant differences in flexion JPS (p=0.00), abduction JPS (p=0.00), and shooting accuracy (p=0.03), for the treatment group, there were significant differences in flexion JPS (p=0.00), abduction JPS (p=0.00), and shooting accuracy (p=0.03). Based on the comparison test between the control and treatment groups, there were no significant differences proprioceptive abilities in flexion (p=0.151) and abduction (p=0.00) as well as in shooting accuracy (p=0.163). Combination of FSE with kinesiotaping, can improve proprioceptive abilities and shooting accuracy but did not provide a different effect than the Kinesiotaping group
Differences in Effect of High-Intensity Interval Training and Moderate-Intensity Continuous Training on Cardiorespiratory Fitness and Waist-to-Hip Ratio in Overweight Adolescents in Denpasar Djuliana, Salsabila Fernanda; Luh Putu Ratna Sundari; Nur Basuki; I Putu Adiartha Griadhi; I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti; Indira Vidiari Juhanna
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 5 No. 1 (2025): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v5i1.1515

Abstract

Overweight has become a serious public health issue, as proven by the increasing morbidity and mortality rates in this population. Therefore, physical exercise interventions such as high-intensity interval training (HIIT) and moderate-intensity continuous training (MICT) are needed as training programs that can improve cardiorespiratory fitness (CRF) and reduce cardiometabolic risk. The aim of this study is to determine the differences in the effects of HIIT and MICT on CRF and the waist-to-hip ratio (WHR). This study used the randomized control group pretest-posttest design research method. The research sample included of 20 adolescents divided into two groups. Group 1 received the HIIT intervention, and Group 2 received the MICT intervention. CRF was assessed using the 20-meter shuttle run test (20m-SRT) also WHR. The mean test on CRF show that in group 1 (p<0.05) and group 2 (p<0.05) there are significant differences pre and post-test training. The Mann-Whitney U-test results show significant difference (p<0.05). Meanwhile, the WHR mean test results show that in group 1 (p<0.05) and group 2 (p<0.05) also has significant differences pre and post-test training. The Independent sample t-test results show no significant difference (p>0.05). This study concluded that HIIT is more effective than MICT in improving cardiorespiratory fitness. Thus, HIIT is as effective as MICT in reducing the waist-to-hip ratio of overweight adolescents.
Co-Authors Agnes Lindrasari Jonathan Anak Agung Gede Angga Puspa Negara Anak Agung Gede Eka Septian Utama Anak Agung Istri Agung Padmi Swari Dewi Angelia Ongko Prabowo Ari Wibawa Ayu Rizkyah Callista Fernanda Chaya Ducinta Ananta Christie Cindy Clorinda Chandra Cynthia Lawrence Dana Daniati Demak Vera Rachelia Desak Made Dwi Kesumayanti Desak Risa Pertiwi Deva Natalia Motik Dewa Ayu Kadek Ari Purnama Dewi Dewa Ayu Ketut Indriani Putri Dewi, Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dhanira Mahaliana Bramantya Suanda Putri Dikes Melati Dinihari, Embun Djuliana, Salsabila Fernanda Elisabeth Raysa Erynne Gracia Monica Sheriman Frida Angelina Grady Daniel Helena Candy I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Gusti Ayu Awidiya Putri Wulandari I Gusti Ayu Mitha Aristya Dewi I Made Niko Winaya I Nyoman Adi Putra I Putu Adiartha Griadhi I Putu Gede Adiatmika I Wayan Gede Sutadarma I Wayan Gede Sutadarma I Wayan Sugiritama Inaroh Qudsiyah Ireene Hillary Artauli Sinurat Jeninha Ilandia Reis Henriques Kenny Augusto Ketut Tirtayasa Komang Embun Dini Hari Komang Tri Yudartha Widnyana Luh Gede Wiwin Witsari Dewi Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Putu Liana Indayana Dewi Luh Putu Ratna Sundari M Widnyana Made Ayu Mirah Wulandari Made Hendra Satria Nugraha Marta Wangsadinata Wong Melin Natalia L Muhammad Agung Satrio Nadia Carolina Notoprawiro Najmi Puspasari Marsabessy Naomi Hutabarat Ni Kadek Angel Puri Asih Ni Kadek Ardya Shinta Alverina Ni Ketut Ayu Maharani Ni Komang Ayu Juni Antari Ni Luh Dian Apsari Ni Luh Nopi Andayani Ni Luh Okta Saktiadewi Tanjung Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati Ni Luh Veni Rahayu Ni Made Anggi Kristiyanti Ni Nyoman Mekar Sari Ni Putu Nirarya Putri Ni Putu Witari Ikayani Ni Wayan Tianing Nila Wahyuni Noor Jumay Maya Nur Basuki Nyoman Rama Kurniawan Peter Djoko Tjahjono Prahasari Darma Prisca Angelina Kanggriani Ratna Tri Permata Rynda Rynda Sayu Aryantari Putri Thanaya Sienny Muliaty Sumali Sri Juniari Stefani Luziani Stella Widjaja Stephanie Wijayanti Syahmirza Indra Lesmana Theressia Handayani Try Christian Sulaeman Tuti Hartati Vida Nanda Chattalia Vidya M. Dewi Tanaka Visca Zerlinda Yenny Boedi Soesanto Yessy Hartono