S Nurlaily Kadarini
Unknown Affiliation

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

EVALUASI KINERJA PENERAPAN ZONA SELAMAT SEKOLAH (ZOSS) DAN PENATAAN ULANG AREA PARKIR PERGURUAN BAWAMAI DI KOTA PONTIANAK Widayanti, Riris Dwi; Said, Said; Kadarini, S Nurlaily
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i1.76239

Abstract

Kurangnya tempat parkir di Perguruan Bawamai mengakibatkan kendaraan pengantar atau penjemput murid memarkirkan kendaraan di badan jalan yang mana daerah tersebut merupakan area ZoSS. Kondisi tersebut menimbulkan masalah terhadap kelancaran arus lalu lintas serta penumpukan kendaraan yang mengakibatkan terganggunya fungsi ZoSS. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi fasilitas perlengkapan jalan pada ZoSS, mengevaluasi kecepatan kendaraan, mengevaluasi perilaku pengguna jalan, mengevaluasi efektivitas ZoSS dan menganalisis karakteristik parkir serta kebutuhan parkir di Perguruan Bawamai. Metode penelitian ZoSS menggunakan metode statistik distribusi normal (Uji Z) berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Tahun 2006, sedangkan metode parkir dengan melakukan survei langsung di Perguruan Bawamai. Hasil penelitian ZoSS adalah penerapan Zona Selamat Sekolah di Perguruan Bawamai mempunyai kondisi fasilitas perlengkapan jalan tidak lengkap dan tidak sesuai Peraturan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Tahun 2018, rerata kecepatan kendaraan adalah 31 km/jam dimana kecepatan masih diatas kecepatan maksimum yang telah ditetapkan yaitu 30 km/jam, perilaku pengguna jalan tergolong perilaku yang "Belum Selamat", ZoSS tergolong cukup efektif berdasarkan kecepatan kendaraan dengan persentase 49,032%, perilaku penyeberang jalan (khusus siswa) tergolong kurang efektif dengan persentase 22,272% dan cukup efektif berdasarkan perilaku pengantar dengan persentase 42,045%. Sedangkan kebutuhan petak parkir mobil sebanyak 34 SRP dan sepeda motor sebanyak 121 SRP.
ANALISIS KINERJA PELAYANAN DI TERMINAL TIPE A ALBN SEI AMBAWANG Parindu, Ragil Satria; Kadarini, S Nurlaily; Mukti, Elsa Tri
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.84860

Abstract

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 40 Tahun 2015, standar pelayanan adalah pedoman dan tolak ukur dalam penyelenggaraan pelayanan dan acuan dari penilaian kinerja pelayanan sebagai bagian dari kewajiban penyelenggara terminal kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian standar pelayanan, menganalisis kinerja pelayanan berdasarkan persepsi pengguna, dan memberikan rekomendasi perbaikan kinerja pelayanan. Data yang telah didapatkan kemudian dianalisis dengan analisis kesesuaian standar pelayanan dan dengan metode Importance Performance Analysis (IPA). Berdasarkan hasil analisis didapatkan kesesuaian dari 41 jenis pelayanan sebanyak 22 (54,66%) jenis pelayanan yang sesuai dengan standar pelayanan, 12 (29,27%) jenis pelayanan kurang sesuai dengan standar pelayanan, 7 (17,07%) jenis pelayanan yang tidak sesuai dengan standar pelayanan dan kinerja pelayanan berdasarkan persepsi penumpang ALBN terdapat 4 (9,76%) indikator pada kuadran I, Sedangkan berdasarkan persepsi penumpang AKAP dan AKDP terdapat 7 (17,07%) indikator pada kuadran I. Dan rekomendasi untuk perbaikan kinerja pelayanan pada fasilitas keselamatan jalan (rambu, marka, dan penerangan jalan), jalur evakuasi, toilet, ruang terbuka hijau minimum 30% dari luas lahan, drainase, area dengan jaringan internet (hotspot area), dan fasilitas pengisian baterai (charging corner).Kata Kunci: Importance Performance Analysis, Kinerja Pelayanan, Standar Pelayanan Terminal.
ANALISIS LOKASI RAWAN KECELAKAN (STUDI KASUS JALAN GUSTI SITUT MAHMUD PONTIANAK) Widowati, Vanni Retno; Kadarini, S Nurlaily; Azwansyah, Heri
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i4.85168

Abstract

Ruas jalan Gusti Situt Mahmud merupakan jalan Nasional penghubung kota Pontianak dengan kota lainnya, jalur kendaraan orang dan angkutan barang ke kawasan industri. Padatnya aktivitas lalu lintas ruas jalan ini menyebabkan tingginya angka kecelakaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui lokasi rawan kecelakaan lalu lintas (black spot) pada ruas jalan, mengetahui kondisi jalan, dan kelengkapan fasilitas jalan di black spot serta memberikan upaya penanganan pada lokasi rawan kecelakaan yang sesuai dengan permasalahan yang ada. Studi menggunakan data sekunder dari Kepolisian Resor Kota Pontianak berupa data kecelakaan dari tahun 2018 hingga 2023, kemudian dianalisis dengan mencari angka kecelakaan untuk menentukan daerah rawan kecelakaan (black site) dengan metode Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) dan menentukan titik rawan kecelakaan dengan metode Cusum. Data primer diperoleh melalui survei lapangan titik black spot. Analisis dengan metode AEK diperoleh lima segmen daerah rawan kecelakaan. Pada metode Cusum didapatkan lima segmen titik rawan kecelakaan yaitu segmen 1 hingga segmen 5. Pada metode Frekuensi Kecelakaan didapatkan empat belas titik lokasi rawan kecelakaan yaitu pada Sta 0+000, Sta 0+358, Sta 0+500, Sta 0+701, Sta 0+810, Sta 1+240, Sta 1+390, Sta 1+500, Sta 1+550, Sta 1+810, Sta 1+840, Sta 2+000, Sta 2+104 dan Sta 2+170. Rekomendasi penanganan lokasi rawan kecelakaan yang diberikan berupa pemasangan rambu peringatan hati-hati di setiap titik black spot dan rambu yang sesuai dengan kondisi jalan serta perbaikan marka jalan di sepanjang ruas jalan Gusti Situt Mahmud.
ANALISIS KERUSAKAN JALAN BATAS KOTA KETAPANG - PESAGUAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA DAN PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) Wulandari, Risky; Kadarini, S Nurlaily; Azwansyah, Heri
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.84021

Abstract

Ruas Jalan Batas Kota Ketapang - Pesaguan merupakan jalan kolektor primer 2 yang menghubungkan secara berdaya guna antara ibukota provinsi dan ibukota kabupaten/kota. Banyaknya kerusakan jalan pada lapisan aspal yang terjadi di ruas Jalan Batas Kota Ketapang "“ Pesaguan menyebabkan kurangnya tingkat layanan jalan. Tujuan penelitian ini agar diketahui tipe kerusakan pada perkerasan, mengetahui besarnya nilai kerusakan dan membandingkan hasil analisis berdasarkan dua Metode Bina Marga dan Metode PCI. Hasil penelitian didapatkan 7 jenis kerusakan yang terjadi yaitu retak pinggir, pelepasan butir, pengelupasan, lubang, retak kulit buaya, tambalan dan retak memanjang. Berdasarkan hasil analisis Metode Bina Marga didapat 58 segmen yang memerlukan pemeliharaan rutin. Sedangkan berdasarkan Metode PCI didapat 24 segmen dengan kondisi perkerasan sempurna (excellent), 15 segmen dengan kondisi perkerasan sangat baik (very good), 8 segmen dengan kondisi perkerasan baik (good), 2 segmen dengan kondisi perkerasan sedang (fair), 1 segmen dengan kondisi perkerasan jelek (poor), 7 segmen dengan kondisi perkerasan sangat jelek (very poor), serta 1 segmen dalam keadaan gagal (failed). Sehingga terdapat 37 segmen memerlukan pemeliharaan rutin, 13 segmen memerlukan tambalan dan lapis tambahan serta 8 segmen memerlukan penanganan rekonstruksi.Kata kunci : Bina Marga, Kerusakan Jalan, Pavement Condition Index, Pemeliharaan Rutin.
ANALISIS KERUSAKAN PERMUKAAN JALAN PROVINSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA DAN SURFACE DISTRESS INDEX (SDI) (STUDI KASUS: JALAN BODOK - MELIAU) Yudiestira, Pedro Jefferson; Kadarini, S Nurlaily; Mukti, Elsa Tri
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.83481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi permukaan ruas jalan, mengetahui nilai konsisi jalan, serta penanganan yang akan di lakukan berdasarkan nilai kondisi jalan. Penelitian dilakukan dengan cara melakukan survei kondisi jalan menggunakan metode Bina Marga dan Surface Distress Index (SDI). Dua metode tersebut merupakan metode yang menggunakan penilaian kondisi perkerasan jalan berdasarkan dengan pengamatan visual dan dapat digunakan sebagai acuan dalam usaha pemeliharaan. Setelah pengolahan data, maka didapat nilai akhir dari masing "“ masing metode tersebut, yaitu nilai UP dan SDI yang dapat menunjukkan tingkat kerusakan pada jalan. Penelitian ini dilakukan sejauh 3,1 km di ruas Jalan Bodok-Meliau yang mengalami kerusakan maksimal. Ruas jalan tersebut peneliti bagi menjadi 3 segmen. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, terdapat beberapa jenis kerusakan, seperti lubang, retak memanjang, retak kulit buaya, dan tambalan. Nilai UP yang didapat pada segmen 1, 2, 3 adalah 12, dan Nilai SDI pada segmen 1, 2 adalah 100 dan untuk segmen 3 adalah 90. Dari hasil tersebut, ditemukan penanganan untuk setiap metode yaitu pemeliharaan rutin untuk metode Bina Marga dan rekonstruksi/peningkatan struktur untuk metode Surface Distress Index (SDI).
EVALUASI TARIF OJEK ONLINE SEPEDA MOTOR BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK), ABILITY TO PAY (ATP), DAN WILLINGNESS TO PAY (WTP) DI KOTA PONTIANAK Cantika, Diva Naomira; Kadarini, S Nurlaily; Azwansyah, Heri
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.84490

Abstract

Ojek online sepeda motor merupakan sarana transportasi berbasis aplikasi online, dimana konsumen menggunakan gadget sebagai alat untuk memesan layanan ojek online dan terhubung kepada driver. Di Kota Pontianak terdapat 3 jenis ojek online, yaitu Gojek, Grab, dan Maxim. Gojek, Grab, dan Maxim memiliki tarif yang berbeda, penentuan besaran tarif ojek online sepeda motor dapat dikaji dengan metode Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Ability To Pay (ATP), dan Willingness To Pay (WTP). Biaya Operasional Kendaraan (BOK) adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan kendaraan, Ability To Pay (ATP) merupakan kemampuan seseorang untuk membayar jasa pelayanan yang diterimanya, dan Willingness To Pay. Hasil analisis data yang diperoleh menunjukkan tarif berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) pada Gojek sebesar Rp. 2.821,87kilometer, pada Grab sebesar Rp. 2.751,70/kilometer, dan pada Maxim sebesar Rp. 2.308,28/kilometer. Berdasarkan Ability To Pay (ATP) pada penumpang Gojek sebesar Rp. 3.413,71/kilometer, pada penumpang Grab sebesar Rp. 3.413,60/kilometer, dan pada penumpang Maxim sebesar Rp. 3.360,08/kilometer. Berdasarkan Willingness To Pay (WTP) pada penumpang Gojek sebesar Rp. 2.557,94/kilometer, pada penumpang Grab sebesar Rp. 2.764,71/kilometer, dan pada penumpang Maxim sebesar Rp. 2.774/kilometer.Kata Kunci : Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Kemampuan Membayar, Kemauan Membayar, Tarif, Ojek Online Sepeda Motor
KAJIAN PEMBAGIAN LAJUR JALAN TERHADAP KINERJA JALAN DI JALAN SUTAN SYAHRIR PONTIANAK Handayani, Pretty Ramdhawuri; Widodo, Slamet; Kadarini, S Nurlaily
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.36 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v17i1.23145

Abstract

Penggunaan ruang jalan yang tidak teratur akibat kurang maksimalnya pembagian lajur akan mengakibatkan tidak efisiennya penggunaan ruang jalan sehingga kapasitas jalan tidak optimal, yang akan berpengaruh terhadap kinerja jalan.Pada kondisi saat ini ruas Jalan Sutan Syahrir terbagi atas enam lajur dua arah, masing-masing arah terdiri dari 1 lajur sepeda dan 2 lajur untuk motor dan mobil. Hal ini mungkin didasarkan agar tidak terjadi konflik antara sepeda yang berkecepatan lambat dengan kendaraan bermotor yang memiliki kecepatan lebih tinggi. Namun gangguan pergerakan lalu lintas akibat adanya arus yang tidak homogen akan berpengaruh terhadap kinerja jalan.Sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka diperlukan studi dan analisa untuk mengetahui nilai kapasitas, derajat kejenuhan, dan tingkat pelayanan ruas jalan, sehingga dapat dicari solusi permasalahannya.Metodologi diawali dengan pendahuluan, studi literaturedengan pengumpulan data (data primer dan data sekunder). Data primer mencakup survei geometrik jalan, lalu lintas, dan kecepatan. Dilanjutkan dengan analisa yaitu: analisa geometrik jalan,analisa volume lalu lintas, kapasitas dan kinerja ruas jalan dengan metode MKJI 1997, analisa kecepatan dengan perbandingan metode MKJI dan waktu antara, dan analisa kapasitas dan kinerja Jalan Sutan Syahrir kondisi eksisting serta dengan kajian beberapa alternatif lajur jalan. Pembahasan serta kesimpulan kajian alternatif terbaik dan proyeksi hingga 5 tahun kedepan.Untuk kondisi eksisting, berdasarkan survei dan analisa kecepatan diperoleh kecepatan tempuh arus bebas kendaraan dengan metode waktu antara (arus bebas kendaraan sesungguhnya) lebih kecil dibandingkan dengan Metode MKJI 1997, yaitu kecepatan tempuh rata-rata kendaraan dengan metode waktu antara diperoleh 42,38 km/jam sedangkan dengan metode MKJI diperoleh 48,07 km/jam, sehingga kecepatan kendaraan bergerak lebih bebas. Pembagian lajur di ruas Jalan Sutan Syahrir yang ada saat ini 6/2 UD (1 lajur sepeda 1,6 m, lajur kendaraan bermotor 3,3 m dan 3,6 m), analisa kinerja jalan diperoleh nilai arus total (Q) volume kendaraan saat jam puncak 2277 smp/jam, kapasitas 2694 smp/jam,   DS 0,85. Nilai derajat jenuh ini menunjukkan pada saat jam puncak pengemudi memiliki kebebasan yang sangat terbatas dalam menjalankan kendaraan, kenyamanan rendah, tetapi kondisi ini masih dapat ditolerir untuk waktu yang sangat singkat.Perbandingan kinerja jalan Sutan Syahrir pada kondisi eksisting (6/2 UD) diperoleh DS 0,85, dan untuk kajian alternatif terbaik alternatif 7 (6/2 D) dengan pemisahan lajur sepeda, sepeda motor, dan roda 4, diperoleh DS 0,55 untuk sepeda motor dan 0,23 untuk roda 4. Nilai derajat jenuh ini menunjukkan pengemudi dapat mempertahankan kecepatan yang diinginkannya tanpa atau dengan sedikit tundaan, dengan prediksi hingga 5 tahun kedepan nilai derajat jenuh (DS) 0,81 untuk sepeda motor dan 0,36 untuk roda 4, mendekati nilai derajat jenuh (DS) kondisi eksisting. Umumnya kajian ruas jalan yang ada mediannya memiliki nilai derajat jenuh yang lebih rendah, namun perbedaan nilai derajat jenuh antara kondisi lajur tanpa median dan median tidak terjadi perbedaan yang signifikan, dengan kondisi terbaik dilakukan pemisahan lajur masing-masing kendaraan (lajur sepeda, sepeda motor, dan roda 4 terpisah) sehingga   dari segi pelayanannya dapat lebih baik.Kata kunci : Kinerja Jalan, Kecepatan Tempuh, Lajur Jalan.
PERENCANAAN ANGKUTAN SEKOLAH DI KECAMATAN MENJALIN, KABUPATEN LANDAK Yolanda, Antonia; Said, Said; Kadarini, S Nurlaily
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.83861

Abstract

Tingginya tingkat penggunaan sepeda motor oleh pelajar di bawah usia yang diijinkan di Kecamatan Menjalin, Kabupaten Landak menjadi permasalahan transportasi yang berpotensi negatif. Hal ini menjadi salah satu agenda yang diusung oleh DPRD Kabupaten Landak berupa tersedianya pelayanan bus sekolah. Hasil penelitian menunjukan jumlah demand pelajar untuk rencana pelayanan bus sekolah di Kecamatan Menjalin, Kabupaten Landak adalah 1,098 pelajar. Direncanakan 2 rute pelayanan bus sekolah, yaitu rute 1 dengan panjang rute 6,9 km melayani zona 6 "“ zona 5 "“ zona 4 "“ zona 3 "“ SMP Negeri 1 Menjalin "“ SMK Pahar Menjalin "“ SMA Negeri 1 Menjalin, sedangkan rute 2 dengan panjang rute 4,2 km melayani zona 1 "“ zona 2 "“ SMA Negeri 1 Menjalin "“ SMK Pahar Menjalin "“ SMP Negeri 1 Menjalin. Waktu operasi bus sekolah selama 120 menit, shift pagi pukul 05:00 "“ 07:00 WIB kemudian shift siang pukul 14:00 "“ 16:00 WIB. Kecepatan bus sekolah direncanakan sebesar 35 km/jam dengan load factor sebesar 100%. Kebutuhan jumlah armada untuk rute 1 berjumlah 17 armada, sedangkan rute 2 berjumlah 3 armada, serta direncanakan 8 titik halte.Kata Kunci: Angkutan Sekolah, Jumlah Armada, Rute
PERENCANAAN ZONA SELAMAT SEKOLAH (ZOSS) DI SDN 39 JALAN GUSTI HAMZAH KOTA PONTIANAK Putri, Sesilia Kethavienda; Kadarini, S Nurlaily; Mukti, Elsa Tri
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.83945

Abstract

Zona Selamat Sekolah (ZoSS) merupakan program yang dibuat oleh pemerintah bertujuan untuk meningkatkan keselamatan siswa terhadap kendaraan yang melintasi jalan disekitar kawasan sekolah. Tujuan dari penilitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik perilaku penyeberang, karakteristik perilaku pengantar, kecepatan kendaraan, mengidentifikasi fasilitas keselamatan jalan, tingkat pemahaman masyarakat tentang ZoSS, serta melakukan desain ZoSS pada kawasan SDN 39 Pontianak di Jalan Gusti Hamzah Kota Pontianak. Metode yang digunakan yaitu SK.3236/AJ.403/DRDJ/2006 dan SK.3582/AJ.403/DRJD/2018. Analisis data dilakukan dengan Uji Z yaitu membandingkan dua nilai yaitu Zhit dan Ztabel. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan pada SDN 39 Pontianak, karakteristik perilaku penyeberang jalan tidak dapat dianalisa karena tidak ada siswa-siswi di SDN 39 Pontianak yang melakukan perilaku menyeberang jalan, karakteristik perilaku pengantar tergolong belum selamat (ZhitZtabel, -0,4331,645), kecepatan kendaraan pada tanggal 6 Juni 2024 (pukul 10:25 - 10:40) tergolong belum selamat (ZhitZtabel, 4,7831,645), kecepatan kendaraan pada tanggal 7 Juni 2024 (pukul 06:45 - 07:00) tergolong sudah selamat (Zhit˂Ztabel, 0,724˂1,645), dan kecepatan kendaraan pada tanggal 7 Juni 2024 (pukul 08:45 - 09:00) tergolong belum selamat (ZhitZtabel, 1,9011,645). Hasil identifikasi fasilitas jalan menunjukan bahwa SDN 39 Pontianak belum terpasang ZoSS. Kuisioner menunjukan responden sebagian besar mengetahui ZoSS, namun untuk pemahaman tentang ZoSS dan masih sangat kurang.
ANALISIS PENGARUH FAKTOR DRAINASE DAN CBR TERHADAP KONDISI PERMUKAAN JALAN (STUDI KASUS RUAS JALAN SERANTUNG DAN RUAS JALAN DR. WAHIDIN KABUPATEN SINTANG) Gunawan, Gunawan; Said, Said; Kadarini, S Nurlaily
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.90452

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kondisi drainase dan daya dukung tanah terhadap kondisi permukaan jalan pada ruas Jalan Serantung dan Jalan DR. Wahidin. Data dikumpulkan dari 3,8 km jalan, dibagi menjadi 34 segmen sepanjang 100 meter. Kondisi drainase dievaluasi dengan metode Shahin (2005) yang dimodifikasi, dan daya dukung tanah diukur menggunakan Dynamic Cone Penetrometer (DCP) untuk memperoleh nilai California Bearing Ratio (CBR). Data sekunder berupa nilai International Roughness Index (IRI) diperoleh dari studi BAPPEDA Sintang (2023). Hasil menunjukkan 65,79% segmen jalan dalam kondisi baik, 31,58% sedang, dan 2,36% rusak ringan. Drainase dengan tingkat keparahan sedang mendominasi 42,11% segmen, sedangkan 57,89% segmen memiliki daya dukung tanah kategori baik. Analisis regresi logistik ordinal menghasilkan model: Logit [𝑃(𝑌𝑖 ≤ 1|𝒙)] = "“1,635 "“ 1,264X1(1) "“ 0,682X1(2) "“ 2,002X1(3) "“ 1,079X2(1) "“ 2,023X2(2) "“ 1,117X2(3) dan Logit [𝑃(𝑌𝑖 ≤ 2|𝒙)] = 1,635 "“ 1,264X1(1) "“ 0,682X1(2) "“ 2,002X1(3) "“ 1,079X2(1) "“ 2,023X2(2) "“ 1,117X2(3). Hasil menunjukkan kondisi drainase dan nilai CBR hanya berkontribusi 20,7% terhadap kondisi jalan, sementara 79,3% dipengaruhi faktor lain, seperti beban lalu lintas dan material perkerasan.