Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search
Journal : Pastura

EFEK SUBSITUSI PUPUK UREA DENGAN PUPUK BIO SLURRY TERHADAP PRODUKTIVITAS RUMPUT BENGGALA (Panicum maximum cv. Trichoglume) Witariadi N. M.; N. N. C. Kusumawati
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 8 No 2 (2019): Pastura Vol. 8 No. 2 Tahun 2019
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.282 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2019.v08.i02.p05

Abstract

This experiment to determine the effect of substitution of urea fertilizer with bio slurry fertilizer on productivity of Panicum maximum cv. Trichoglume grass. The experiment was conducted in a greenhouse for 3 months. The design was used completely randomized design (CRD), with seven treatments and each treatment repeated five times. The treatment was dosage of 200 urea kg/ha (A); 150 kg urea/ha + 10 tons cow bio slurry /ha (B); 100 kg urea/ha + 20 tons cow bio slurry/ha (C); 50 kg urea/ha + 30 tons cow bio slurry/ha (D); 150 kg urea/ha + 10 tons pig bio slurry/ha (E); 100 kg urea/ha + 20 tons pig bio slurry/ha (F); 50 kg urea/ha + 30 tons pig bio slurry/ha (G). Variables observed were plant height, number of tillers, number of branches, number of leaves, leaf dry weight, stem dry weight, total forage dry weight, leaf area per pot, and leaf dry weight ratio with stem dry weight. The results showed that the effectiveness of urea fertilizer substitution with pig bio slurry gave the best growth and production of grass Panicum maximum cv. Trichoglume, where treatment (G) with substitution of 50 kg urea/ha + 30 tons pig bio slurry/ha gave the highest yield. It can be concluded increasng of growth and production of grass Panicum maximum cv. Trichoglume can be substituted with 50 kg urea/ha + 30 tons pig bio slurry/ha. Keywords: substitution, urea, bio slurry, productivity, Panicum maximum
GROWTH AND YIELD OF Indigofera zollingeriana AND Moringa oleifera Lam ON DIFFERENT BIOURINE FERTILIZER DOSAGES Huge Fajri Al - Fath; Ni Made Witariadi; Ni Nyoman Candraasih Kusumawati
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 11 No 1 (2021): Pastura Vol. 11 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2021.v11.i01.p10

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapat informasi tentang pertumbuhan dan hasil tanaman indigofera(Indigofera zollingeriana) dan kelor (Moringa oleifera Lam) pada dosis pupuk biourin berbeda. Penelitiandilaksanakan di Rumah Kaca, Stasiun Penelitian Sesetan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayanaselama 12 minggu. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) polasplit plot. Main plot/petak utama yaitu jenis tanaman terdiri dari tanaman indigofera (Indigofera zollingeriana) dan kelor (Moringa oleifera Lam). Subplot/anak petak yaitu dosis pupuk biourin terdiri dari: 0 l ha-1 (D0), 2.500 l ha-1 (D1), 5.000 l ha-1 (D2), 7.500 l ha-1 (D3) dan 10.000 l ha-1 (D4). Terdapat 10 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 30 unit percobaan. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bintil akar, jumlah cabang, berat kering daun, berat kering batang, berat kering akar, berat kering total hijauan, nisbah berat kering daun dengan berat kering batang, nisbah berat kering total hijauan dengan berat kering akar (top root ratio) dan luas daun per pot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara jenis tanaman dengan dosis pupuk biourin terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah cabang, dan berat kering batang. Jenis tanaman indigofera (Indigofera zollingeriana) memberikan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan kelor (Moringa oleifera Lam). Pemberian pupuk biourin dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil pada kedua jenis tanaman. Pemupukan biourin dengan dosis 10.000 l ha-1 menghasilkan pertumbuhan dan hasil lebih tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terjadi interaksi antara jenis tanaman dengan dosis pupuk biourin terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah cabang, dan berat kering batang dan dosis 10.000 l ha-1 menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang terbaik. Kata kunci: biourin, hasil, Indigofera zollingeriana, Moringa oleifera Lam, pertumbuhan
GROWTH AND PRODUCTION OF WARU (HIBISCUS TILLIACEUS L.) POST-CLONING PLANTED ON DIFFERENT SOIL TEXTURES I W. Wirawan; N. N. Candraasih Kusumawati; N. M. Witariadi; N. L. G. Sumardani
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 9 No 2 (2020): Pastura Vol. 9 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.571 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2020.v09.i02.p07

Abstract

Sebuah percobaan telah dilaksanakan di Stasiun Penelitian Sesetan Denpasar selama 12 minggu yangbertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi waru (Hibiscus tilliaceus L.) pasca kloning yangditanam pada tekstur tanah berbeda. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri ataslima perlakuan dan enam ulangan sehingga didapatkan 30 unit percobaan. Kelima perlakuan adalah A (lempungberdebudengankadarpasir 43,82%), B(lempung berpasirdengan kadarpasir 63,43%), C(lempungberpasirdengankadarpasir80,36%),D(pasirdengankadarpasir88,22%),danE(pasirdengankadar pasir90,98%).Peubahyang diamati yaitu diameterbatang, jumlah daun, jumlah cabang, luas daun per pot,tinggitanaman,beratkeringdaun, batang, total hijauan,akar, nisbahberat keringdaun denganbatang dan top root ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05)terhadap diameter batang, tinggi tanaman, berat kering daun, batang, total hijauan, dan berat kering akar.Tetapi berbeda tidak nyata terhadap jumlah daun, jumlah batang, nisbah berat kering daun dengan batang,dan top root ratio. Diameter batang, jumlah cabang, jumlah daun, berat kering daun, total hijauan, akardan top root ratio tertinggi diperoleh pada perlakuan B (tekstur tanah lempung berpasir dengan kadarpasir 63,43%). Hasil tertinggi terhadap luas daun, berat kering batang dan jumlah cabang diperoleh padaperlakuan A (tekstur lempung berdebu dengan kadar pasir 43,82%), namun tidak berbeda nyata (P>0,05)dengan perlakuan B. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tekstur tanah lempung berpasir dengankadar pasir 63,43% (perlakuan B) dapat menghasilkan pertumbuhan dan produksi waru (Hibiscus tilliaceusL.) pasca kloning yang lebih baik daripada perlakuan lainnya.Kata kunci: Hibiscus tilliaceus L., kloning, tekstur tanah
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI LEGUMINOSA PADA PEMOTONGAN KEDUA YANG DIPUPUK DENGAN BIO SLURRY Witariadi N.M.; Candraasih K.
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 8 No 1 (2018): Pastura Vol. 8 No. 1 Tahun 2018
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.452 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2018.v08.i01.p10

Abstract

This study aims at determine the growth and production of legume on the second regrowth fertilized with bio slurry. The study was conducted by using a completely Randomized Design (CRD) with two factors. Legume plants are Centrocema pubescens and Clitoria ternatea are the first factor, and the second factor are dosage of bioslurry fertilizer: 10 tons / ha of bio slurry; 20 tons/ha of bio slurry; and 30 tons/ ha of bio slurry. Variables observed were: plant height, number of branches, number of leaves, leaf area, leaf dry weight, dry weight of stem, leaf stem ratio, and total dry weight of forage. The results showed that there was interaction between fertilizer dosage and legume plant species on variables: number of branches, number of leaves, leaf dry weight, total dry weight of production, and leaf stem ratio. Interaction shows that the growth and production of forage legumes can be influenced by both bio slurry fertilizer and legume species either jointly or individually. Increasing of bio slurry dosage can increase growth and production of legume. It can be concluded that the best results were obtained on Clitoria ternatea with 30 tons/ha dosage of bio slurry. Keywords: growth, production, leguminous, bio slurry
PENGARUH JARAK TANAM DAN DOSIS BIO-URIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL RUMPUT Panicum maximum PADA PEMOTONGAN KETIGA Kusumawati N.N.C.; N.M. Witariadi; I K.M. Budiasa; I G. Suranjaya; N.G.K. Roni
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 6 No 2 (2017): Pastura Vol. 6 No. 2 Tahun 2017
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.083 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2017.v06.i02.p05

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui terjadi interaksi antara perlakuan jarak tanam dan dosis bio urin pada pemotongan ketiga serta, bagaimana pertumbuhan rumput dan hasil hijauan rumput Panicum maximum pada pemotongan ketiga.Percobaan ini, dirancang dengan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial, dua faktor dengan tiga ulangan. Dosis pupuk bio urin yaitu 0, 3.750 l ha-1, 7.500 l ha-1 dan 11.250 l ha-1 adalah faktor pertama, sedangkan jarak tanam 10 cm x 20 cm, 20 cm x 20 cm, 40 cm x 20 cm adalah faktor kedua. Hasil percobaan menunjukkan bahwa interaksi jarak tanam dan dosis bio urin berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan rumput Panicum maximum pada variabel tinggi tanaman dan jumlah anakan. Jarak tanam dan dosis pupuk bio urin berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap hasil rumput Panicum maximum pada variabel berat kering stabel, daun, batang, bunga, nisbah daun batang dan berat kering total hijauan. Hasil berat kering hijauan yang paling baik pada jarak tanam J1 (10 cm x 20 cm) dengan dosis bio urin D2 (7.500 l ha-1) pada pemotongan ketiga. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Terjadi interaksi antara jarak tanam dengan dosis bio urin terhadap pertumbuhan dan hasil rumput Panicum maximum pada pemotongan ketiga dengan hasil paling baik pada jarak tanam J1 dengan dosis bio urin D2 dengan total hasil hijauan 7,90 ton ha-1 pada pemotongan ketiga. Kata kunci: jarak tanam, bio urin, Panicum maximum
PERTUMBUHAN KEMBALI DAN PRODUKSI BEBERAPA JENIS RUMPUT YANG DIBERI PUPUK ORGANIK N.G.K. Roni; N.M. Witariadi; N.W. Siti; I.G. Suranjaya
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 5 No 2 (2016): Pastura Vol. 5 No. 2 Tahun 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.343 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2016.v05.i02.p05

Abstract

Production, quality and availability of forage one of which is determined by soil fertility and soil health. The use of chemical fertilizers (inorganic) in a period of time is one of the causes of land degradation (Kartini, 2007), application of organic fertilizers is the right step in maintaining soil fertility and soil health, and reduce the negative impact of the use of inorganic fertilizers. The study aimed to evaluate the response of regrowth and production of several species of grass to organic fertilizer conducted in a greenhouse using a completely randomized design split plot pattern 3 x 4 with three replications. The first factor (main plot / main plot) is a type of grass is Panicum maximum var. trichoglume (R1), Setaria splendida (R2), and Pennisetum purpureum (R3); The second factor (sub-plot / subplot) is a type of organic fertilizer that is without fertilizer (P0), manure (P1), compost (P2), and vermicompost (P3). The results showed that there was no interaction effect between type of grass with the type of organic fertilizer on the regrowth and production of grass Panicum maximum var. trichoglume, Setaria splendida, and Pennisetum purpureum. Treatment types of grass significant (P <0.05) on all observed variables, while the treatment of organic fertilizers only significant (P <0.05) in the variable number of tillers, number of leaves, stem dry weight, total dry weight of forage and leaf area per pot. Based on the results of this study concluded that there was no interaction effect between type of grass with organic fertilizer. The three types of grass have different productivity, highest growth in grass with vermicompost fertilizer and highest production in grass with compost fertilizer.Key words: Organic fertilizers, panicum grass, Setaria grass, elephant grass
PEMANFAATAN BAKTERI PELARUT FOSFAT UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KUDZU TROPIKA (Pueraria phaseoloides Benth.) N. G. K Roni; N.M. Witariadi; N.N Candraasih K.; N. W Siti
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 3 No 1
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.397 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2013.v03.i01.p04

Abstract

Phosphorus (P) is one of the essential nutrients for plants that availability is strongly influenced by soil pH. In acid soils, most of the P is given will form insoluble compounds and is not available to plants. Phosphate solubilizing bacteria is a soil microorganism that can improve the provision ofP in acid soils. The study aimed to determine the effect of Phosphate solubilizing bacteria on the productivity of tropical kudzu was conducted using a completely randomized design with four treatments ie without isolate (I0), standard isolate (I1), isolate B.80.1649-1 (I2) and isolate B.80.1649-8 (I3), each treatment was repeated four times. The results showed that both isolates were isolated and selection were able to increase the length of the plants, number of leaves, shoot dry weight, root dry weight, shoot P content,  N uptake, P uptake, and production of crude protein of tropical kudzu (Pueraria phaseoloides Benth.). The ability of isolates B.80.1649-1 higher than isolates B.80.1649-8, and comparable with standard isolate.
GROWTH AND YIELD OF DWARF ELEPHANT GRASS (Pennisetum purpureum cv. Mott) FERTILEZED WITH DRAGON FRUIT WASTE LIQUID FERTILIZER WITH DIFFERENT DOSAGE D. E. Dwipa Prasadana; N. M. Witariadi; I K. Mangku Budiasa
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 11 No 1 (2021): Pastura Vol. 11 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2021.v11.i01.p12

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil rumput gajah kate (Pennisetum purpureumcv. Mott) yang dipupuk dengan pupuk cair limbah buah naga dengan dosis berbeda. Penelitian dilakukan di Rumah Kaca, Stasiun Penelitian Sesetan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana. Penelitian berlangsung selama 8 minggu, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan enam level dosis dan lima ulangan sehingga terdapat 30 unit percobaan. Perlakuan terdiri atas dosis pupuk cair limbah buah naga yang terdiri atas: 0 l ha-1, 2.500 l ha-1, 5.000 l ha-1, 7.500 l ha-1, 10.000 l ha-1, dan 12.500 l ha-1. Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan, variabel hasil dan variabel karakteristik tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk cair limbah buah naga pada dosis 7.500 l ha-1 dapat meningkatkan jumlah daun, sedangkan pada tinggi tanaman dan jumlah anakan menunjukkan hasil yang sama. Pemberian pupuk cair limbah buah naga juga meningkatkan hasil berat kering daun, berat kering batang, dan berat kering total hijauan, namun pada berat kering akar menunjukkan hasil sama. Karakteristik tumbuh tanaman memberikan hasil sama pada variabel nisbah berat kering daun dengan berat kering batang, nisbah berat kering total hijauan dengan berat kering akar, dan luas daun per pot. Dapat disimpulkan bahwa rumput gajah kate (Pennisetum purpureum cv. Mott) yang dipupuk dengan pupuk cair limbah buah naga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil rumput dan dosis 7.500 l ha-1 memberikan pertumbuhan dan hasil rumput gajah kate (Pennisetum purpureum cv. Mott) paling baik. Kata kunci: hasil, Pennisetum purpureum cv. Mott, pertumbuhan, pupuk cair limbah buah naga
GROWTH AND YIELD OF ELEUSINE INDICA (L) GAERTN. GRASS FERTILIZED WITH DIFFERENT TYPES AND DOSAGE OF BIOURINE I Kadek Suradnyana; Ni Made Witariadi; I Wayan Wirawan
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 10 No 2 (2021): Pastura Vol. 10 No. 2 Tahun 2021
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2021.v10.i02.p12

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui pertumbuhan dan hasil hijauan rumput Eleusine indica (L) gaertn.)yang diberi pupuk biourin dengan jenis dan dosis berbeda, serta mengetahui interaksi antara jenis dan dosis biourin terhadap pertumbuhan dan hasil rumput E. Indica (L) gaertn.). Penelitian dilakukan di Farm Sesetan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana dan berlangsung selama 8 minggu. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor yaitu faktor pertama, jenis biourin: biourin sapi (S) dan kambing (K) dan faktor kedua dosis biourin: 0 l ha-1(D0), 2.500 l ha-1 (D2), 7.500 l ha-1 (D3) 10.000 l ha-1 (D4). Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan, hasil dan karakteristik tumbuh tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi pada semua variabel pengamatan. Perbedaan jenis dan dosis pupuk biourin tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil rumput E. indica (L) gaertn.) kecuali pada variabel berat kering akar diperoleh tertinggi pada dosis 5.000 l ha-1. Dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk biourin dengan jenis dan dosis berbeda tidak dapat memberikan pertumbuhan dan hasil hijauan E. indica (L) gaertn.) yang berbeda. Kata kunci: biourin, dosis, hasil, Eleusin indica, pertumbuhan
PRODUKSI DAN KARAKTERISTIK KACANG PINTO YANG DIBERI PUPUK KANDANG SAPI DAN MIKORIZA Roni N.G.K.; N.N.C. Kusumawati; N.M. Witariadi; S.A. Lindawati; N.W. Siti
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 6 No 2 (2017): Pastura Vol. 6 No. 2 Tahun 2017
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.617 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2017.v06.i02.p11

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui produksi dan karakteristik kacang pinto (Arachis pintoi) yang diberi pupuk kandang sapi dan mikoriza serta kombinasinya dilakukan di rumah kaca menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola factorial dua faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang sapi (tanpa,10 ton/ha, 20 ton/ha dan 30 ton/ha). Faktor kedua adalah dosis mikoriza yaitu (tanpa, 10 g/pot, 20 g/pot dan 30 g/pot), dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pengaruh nyata (P<0,05) interaksi antara pupuk kandang sapi dan mikoriza pada peubah kolonisasi akar. Perlakuan pupuk kandang sapi berpengaruh nyata (P<0,05) pada peubah berat kering batang, berat kering daun, berat kering akar, berat kering tajuk, dan jumlah bintil akar. Perlakuan mikoriza berpengaruh nyata (P<0,05) pada peubah kolonisasi akar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa interaksi antara perlakuan pupuk hayati mikoriza dengan pupuk kandang sapi berpengaruh pada peubah kolonisasi akar, perlakuan pupuk kandang sapi dosis 20 ton/ha meningkatkan berat kering daun, batang, tajuk, akar dan jumlah bintil akar sama dengan dosis 30 ton/ha, dan perlakuan pupuk hayati mikoriza dosis 20 g/pot menghasilkan kolonisasi akar paling tinggi. Kata kunci: Pupuk kandang sapi, mikoriza, kacang pinto (Arachis pintoi)