Sri Redjeki
Department Of Marine Science, Faculty Of Fisheries And Marine Science, Diponegoro University

Published : 43 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Simpanan Karbon Pada Padang Lamun di Teluk Awur dan Pantai Prawean, Jepara, Jawa Tengah Rachmaneta Novitasari; Ita Riniatsih; Sri Redjeki
Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i3.44788

Abstract

Perubahan iklim dapat diakibatkan oleh aktivitas manusia yang melepaskan karbon dioksida (CO2) dalam jumlah besar atmosfer di bumi. Hal ini menyebabkan pemanasan global yang berdampak pada peningkatan suhu air laut. Upaya mengurangi perubahan iklim dapat dilakukan dengan melindungi ekosistem lamun yang dapat menyerap karbon dalam jumlah besar dari atmosfer dan mengangkut serta menyimpannya dalam jaringan dan sedimen dalam jangka waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan kerapatan lamun, persentase tutupan lamun, dan nilai biomassa dan estimasi simpanan karbon yang terdapat pada jaringan lamun (daun, rhizoma, dan akar) yang ada di Perairan Teluk Awur dan Pantai Prawean, Jepara. Metode yang digunakan dalam penentuan lokasi ialah metode purposive sampling yang mempertimbangkan distribusi jenis lamun pada tiap stasiunnya. Sedangkan pengambilan data dilakukan menggunakan metode line transect quadrant, yang mengacu pada buku Panduan Monitoring Padang Lamun LIPI. Nilai kandungan karbon pada lamun diperoleh melalui metode LOI (Loss of Ignition). Jenis lamun yang ditemukan pada lokasi penelitian di Teluk Awur terdapat 2 jenis yaitu Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii. Lamun yang terdapat Pantai Prawean terdapat 5 jenis yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Oceana serrulata dan Halodule uninervis. Nilai estimasi kandungan karbon diatas substrat pada lokasi Teluk Awur yaitu 12,19-205,16 gC/m2 dan pada lokasi Pantai Prawean yaitu 5,35-129,26 gC/m2. Nilai estimasi kandungan karbon dibawah substrat pada Teluk Awur adalah 21,90-243,18 gC/m2 dan pada Prawean yaitu 4,72-38,21 gC/m2.
Variasi Morfometrik dan Distribusi Ukuran Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Perairan Mangkang, Semarang Auliya Afrianti; Sri Redjeki; Nirwani Soenardjo
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.45099

Abstract

Kepiting Bakau merupakan salah satu komoditas perikanan Indonesia yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Mangkang Wetan merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Salah satu hasil tangkapan yang berpotensi di Mangkang Wetan yaitu kepiting bakau. Produksi kepiting bakau sebagian besar berasal dari sektor penangkapan. Permintaan terhadap komoditi kepiting bakau di pasar lokal maupun mancanegara dari tahun ke tahun meningkat. Tingginya permintaan pasar mengakibatkan terjadinya peningkatan penangkapan tanpa memperhatikan ukuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi ukuran karapas, hubungan lebar dan berat karapas, serta nisbah kelamin kepiting bakau yang dilaksanakan pada tanggal 09 Februari – 07 Maret 2024 di Desa Mangkang Wetan, Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara random sampling. Pengamatan kepiting bakau dilakukan pada salah satu pengepul di Desa Mangkang Wetan. Hasil penelitian diketahui dari 950 ekor kepiting bakau paling banyak ditemukan dengan ukuran lebar karapas 72-81 mm dan berat tubuh berkisar 73-114 gram. Pola pertumbuhan kepiting bakau yang didapatkan yaitu allometrik negatif pada jantan dan isometrik pada betina. Nisbah kelamin kepiting bakau jantan dan betina memiliki nilai 0.99:1.01 yang menandakan seimbang.  Mangrove crabs are one of Indonesia's fisheries commodities that have high economic value. Mangkang Wetan is a village located in Tugu District, Semarang City. One of the potential catches in Mangkang Wetan is mud crab. Most of the mud crab production comes from the fishing sector. Demand for mud crab commodities in local and foreign markets increases from year to year. High market demand results in an increase in fishing regardless of size. This research aims to determine the distribution of carapace size, the relationship between carapace width and weight, and the sex ratio of mud crabs which was carried out on 09 February - 07 March 2024 in Mangkang Wetan Village, Semarang City. This research uses a survey method with random sampling techniques. Observations of mangrove crabs were carried out at one of the collectors in Mangkang Wetan Village. The results of the research showed that from 950 mud crabs, the most common ones were found with a carapace width of 72-81 mm and a body weight ranging from 73-114 grams. The growth pattern of mud crabs obtained is negative allometric in males and isometric in females. The sex ratio of male and female mud crabs has a value of 0.99:1.01 which indicates balance.
Inventarisasi dan Analisis Keanekaragaman Moluska Kelas Gastropoda dan Bivalvia di Habitat Mangrove Karimunjawa Marsella Ivon Citra Ningrum; Sri Redjeki; Rudhi Pribadi; Elsa Lusia Agus
Journal of Marine Research Vol 13, No 3 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i3.38803

Abstract

Kondisi ekosistem mangrove di Karimunjawa yang masih alami mempengaruhi kondisi komoditas dan kelimpahan biota yang ada pada ekosistem tersebut, sehingga diperlukan penelitian yang dapat memberikan informasi dan data mengenai kondisi ekosistem tersebut untuk memantau kondisinya secara berkala. Salah satu cara yang dapat dilakukan, yaitu menggunakan Gastropoda dan Bivalvia sebagai bioindikator kondisi mangrove yang ada di lokasi tersebut.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis dan kelimpahan Gastropoda dan Bivalvia yang berasosiasi pada ekosistem mangrove di Kepulauan Karimunjawa. Pengambilan sampel Gastropoda dan Bivalvia dilakukan pada masing-masing transek yang berukuran 1x1 m dalam plot transek 10x10 m yang telah dibuat. Total kedua stasiun ditemukan 14 spesies dari Gastropoda dan 8 spesies dari Bivalvia. Spesies paling melimpah dari Gastropoda adalah Telescopium telescopium sebanyak 52 ind/m2, sedangkan dari Bivalvia adalah Geloina expansa sebanyak 17 ind/m2. Nilai keanekaragaman Gastropoda dan Bivalvia pada kedua stasiun tergolong sedang, yaitu Stasiun I Nyamplungan sebesar 2.019 dan Stasiun II Jati Kerep sebesar 2.259. Nilai Indeks Keseragaman pada kedua stasiun tergolong tinggi, yaitu Stasiun I Nyamplungan sebesar 0,860 dan Stasiun II Jati Kerep sebesar 0,982.  Nilai Indeks Dominansi yang diperoleh pada kedua stasiun menunjukan tidak adanya dominansi, dengan hasil 0,146 pada Stasiun I Nyamplungan dan 0,126 pada Stasiun II Jati Kerep. Terdapat hubungan positif antara kerapatan mangrove dan kelimpahan Gastropoda dan Bivalvia, yang artinya keduanya saling mempengaruhi.  The pristine condition of the mangrove ecosystem in Karimunjawa influences the condition of commodities and the abundance of biota in the ecosystem, so research is needed to provide information and data regarding the condition of the ecosystem to monitor its condition periodically. One way that can be done is to use Gastropods and Bivalves as bioindicators of the condition of the mangroves at that location. This research aims to determine the types and abundance of Gastropods and Bivalves associated with the mangrove ecosystem in the Karimunjawa Islands. Gastropod and Bivalvia sampling were carried out on each transect measuring 1x1 m in the 10x10 m transect plot that had been created. At both stations, 14 gastropod species and eight Bivalves were found. The most abundant species of Gastropods is Telescopium telescopium at 52 ind/m2, while from Bivalvia, it is Geloina expansa at 17 ind/m2. The diversity value of Gastropods and Bivalves at both stations is moderate: Nyamplungan Station I is 2,019, and Jati Kerep Station II is 2,259. The Uniformity Index value at both stations is relatively high: Station I Nyamplungan at 0.860 and Station II Jati Kerep at 0.982. The Dominance Index value obtained at both stations shows no dominance, with a result of 0.146 at Station I Nyamplungan and 0.126 at Station II Jati Kerep. There is a positive relationship between mangrove density and the abundance of Gastropods and Bivalves, which means they both influence each other
Co-Authors Abdul Ghofar Adi Santoso Aditya Dwi Nugroho Agus Sabdono Ahmad Yassin Ali Djunaedi Ali Djunaedi Ambariyanto Ambariyanto Anggit Sapta Raudina Annisa Rahma Firdaus Argina Dewi S Assifa Yusan Anandita Aufa Anam Aulia Dessy Ramadhani Auliya Afrianti Ayu Safitri Azis Nur Bambang Bagas Santosa Bagus Eko Hardiono Bambang Yulianto Bayu Khrisna Yudhatama Bintang Septiarani Cantika Elistyowati Andanar Chrisna Adhi Suryono Delianis Pringgenies Delianis Pringgenies Diah Ayu Mustofa Diah Permata Wijayanti Dyanita Havshyari Putri Andrykusuma Edi Wibowo Edi Wibowo Kushartono Edy Supriyo Elsa Lusia Agus Elsa Lusia Agus Endang Sri Susilo Endika Meirawati Fabian Panji Ayodya Ghani Hakim Hakim Hadi Endrawati Hans Arthur Philips Hargo Seno Wahyu Edi Henrian Rizki Pradana Hudanu Hapsara Ibnu Pratikto Ika Ayuningtyas Ika Desie Wulandari Inggrid Debora Hutagaol Iqbal Maulana Irwani Irwani Irwani Irwani Isa Anzori Ita Riniatsih Ita Widowati Jakfar Shodiq Panatar Jufri Ubay Jusup Suprijanto Kathan Joy Abelino Ken Suwartimah Ken Suwartimah Krisiyanto Krisiyanto Kurnia Adi Nusaputro Laras Kinanti Pinandita Lita Tyesta Addy Listya Wardhani Lutfil Hakim Baidhowie M. Amanun Tharieq M. Amanun Tharieq Marsella Ivon Citra Ningrum Mas’ad Arif Meutia Shibaa Nadaa Michael Abbey Michael Abbey Monica Virgiana Silvi Muhammad Zainuri Muhammad Zainuri Muhammad Zainuri Mustagfirin Mustagfirin Mustagpirin Mustagpirin Nando Arta Gusti Pamungkas Nirwani Soenardjo Nur Taufiq-Spj Panji Ayodya Parameswari Iccha Nirmalabuddhi Wishnuputri Praressha Wizurai R. Noer Pagripto W Rachellia Rose Nugraha Rachmaneta Novitasari Raden Ario Retno Hartati Retno W. Astuti Ria Azizah Ria Azizah Ria Azizah Tri Nuraini Rina Maharani Iksanti Rindika Wahyu Riska Novianti Putri Robertus Triaji Mahendrajaya Robertus Triaji Mahendrajaya Romadhon Romadhon Rudhi Pribadi Satrio Fahrul Ananda Sean Dewa Ramadhan Slamet Suharto, Slamet Sri Sedjati Sri Turni Hartati Sunaryo Sunaryo Surya Fajar Suryono Suryono Tazkia Aulia Kusumadiani Widianingsih Widianingsih Widianingsih Widianingsih Wilis Ari Setyati Yustin Ragil Dewanti