Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Penanggulangan Stunting Melalui Pengembangan Usaha Mikro Pangan di Desa Cileles Kecamata Jatinangor Kabupaten Sumedang Dede Kardaya; Mohamad Ali Fulazzaky
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12517

Abstract

Abstract. The existence of food MSMEs is very supportive in efforts to overcome stunting through improving and improving nutritional status by providing food sources of energy, protein, vitamins and minerals. Cileles Village, located in Jatinangor District, Sumedang Regency, is a village designated as a place for the implementation of community service programs for LLDIKTI region IV universities in micro business development. Therefore, Djuanda University, through the Independent College Program Gotong Royong Membangun Desa LLDIKTI Region IV in 2023 carried out Community Service in Cileles Village, Jatinangor District, Sumedang Regency for 4 months. The data collected were tabulated, classified, and analyzed descriptively. Determination of stunting toddlers using the Child Anthropometric Standard Index indicator. The results of the data analysis showed that there was greater growth or weight gain relative to growth or height gain so that the body mass index was high in children aged 1-12 months. There were 16 very short children and 57 children classified as short. There are 3 malnourished children and 4 children at risk of overnutrition. It is concluded that stunting prevention efforts in Cileles Village, Jatinagor Subdistrict, Sumedang Regency can be implemented by providing nutritious food sources of energy, protein, vitamins, and minerals through food UMKM available for both pregnant women and children under five. Abstrak. Keberadaan UMKM makanan sangat mendukung dalam upaya penanggulangan stunting melalui perbaikan dan peningkatan status gizi dengan pengadaan makanan sumber energi, protein, vitamin, dan mineral. Desa Cileles yang terletak di Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang merupakan desa yang ditetapkan sebagai tempat pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat perguruan tinggi LLDIKTI wilayah IV dalam pengembangan usaha mikro. Oleh karena itu, Universitas Djuanda, melalui Program Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa LLDIKTI Wilayah IV tahun 2023 melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Cileles Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang selama 4 bulan. Data yang berhasil dihimpun, ditabulasi, diklasifikasikan, dan dianalisis secara deskriptif. Penentuan balita stunting menggunakan indikator Indeks Standar Antropometri Anak. Hasil dari analisis data memperlihatkan terjadi pertumbuhan atau pertambahan bobot badan yang lebih besar relatif terhadap pertumbuhan atau pertambahan tinggi badan sehingga indeks masssa tubuhnya tinggi pada anak kisaran umur 1 – 12 bulan. Ada 16 anak yang sangat pendek dan 57 anak tergolong pendek . Anak yang kurang gizi ada 3 orang dan 4 anak berisiko gizi lebih. Disimpulkan bahwa Upaya penanggulangan stunting di Desa Cileles Kecamatan Jatinagor Kabupaten Sumedang dapat dilaksanakan dengan penyediaan makanan bergizi sumber energi, protein, vitamin, dan mineral melalui UMKM makanan yang tersedia baik bagi ibu hamil maupun anak balita.
Model Peningkatan Citra dan Penguatan Produk Unggulan Desa Cileles Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Mohamad Ali Fulazzaky; Dede Kardaya
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12522

Abstract

Abstract. The article aims to explain the model of improving the village image through strengthening village superior products by evaluating typical MSME products of Cileles Village, Sumedang Regency. The study was conducted using empirical studies through observation and mingling with the community and participating in various economic improvement activities, especially in strengthening village products. The results of this study show that Sumedang Regency already has many achievements in government management, especially in handling stunting, which has made Sumedang Regency a model for other regions in Indonesia. The commitment of the Regional Government of Sumedang Regency in improving village economic products which is encouraged by various policies and programs in collaboration with various parties including in Cileles Village, Jatinangor District can support the development of MSMEs and village superior products, one of which is Lesmons. The implementation of a well-planned MSME program will have an impact on improving the community's economy, increasing local taxes and is also expected to improve both the image of Cileles Village and Sumedang Regency. Abstrak. Artikel bermaksud untuk menjelaskan model peningkatan citra desa melalui penguatan produk unggulan desa dengan mengevaluasi produk-produk UMKM khas Desa Cileles Kabupaten Sumedang. Kajian dilakukan dengan menggunakan studi empiris melalui observasi dan berbaur bersama masyarakat serta mengikuti berbagai kegiatan peningkatan perekonomian khususnya dalam penguatan produk desa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kabupaten Sumedang sudah memiliki banyak prestasi dalam pengelolaan pemerintahan terutama dalam penanganan stunting yang menjadikan Kabupaten Sumedang sebagai percontohan bagi wilayah lain di Indonesia. Komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang dalam peningkatan produk ekonomi desa yang didorong dengan berbagai kebijakan dan program berkolaborasi dengan berbagai pihak termasuk di Desa Cileles Kecamatan Jatinangor dapat mendukung pengembangan UMKM dan produk unggulan desa yang salah satu produknya adalah Lesmons. Pelaksanaan program UMKM yang terencana dengan baik akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat, peningkatan pajak daerah dan juga diharapkan dapat meningkatkan baik citra Desa Cileles dan Kabupaten Sumedang.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI MELALUI PENINGKATAN KETRAMPILAN PETANI PETERNAK MELALUI PELATIHAN BUDIDAYA TERNAK KAMBING PERAH Sudrajat, Deden; Kardaya, Dede; Dihansih, Elis; Wahyuni, Dewi
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2018): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.99 KB) | DOI: 10.30997/qh.v4i1.1065

Abstract

Rendahnya produktivitas kambing perah di peternakan rakyat disebabkan karena tata kelola peternakan yang masih minim,dan belum masuknya teknologi dalam manajemen seperti teknologi pakan, reproduksi, dan teknologi hasil ternak. Desa Sukamanah memiliki potensi untuk pengembangan kambing perah karena didukung oleh luas lahan dan cuaca yang cocok untuk budidaya ternak perah dan ketersediaan tenaga kerja. Namun peternak di desa ini masih belum memahami bagaimana manajemen yang baik. Pelatihan dalam bentuk penyuluhan dan praktik langsung mengenai  manajemen budidaya kambing perah dan perbaikan kandang kambing perah telah dilakukan di desa Sukamanah.  Petani peternak antusias mengikuti kegiatan penyuluhan. Materi penyuluhan sebagian besar dapat dipahami karena mereka sudah terbiasa memelihara kambing perah dan memiliki keinginan untuk mengembangkan dan meningkatkan ketrampilan. 
SOSIALISASI GOOD FARMING PRACTICE KAMBING PERAH DI PETERNAKAN BERKAH FAMILY KELURAHAN CIBULUH BOGOR UTARA Handarini, Ristika; Winugroho, Mohammad; Kardaya, Dede; Sudrajat, Deden; Baharun, Abdullah; Jatmiko, Jatmiko
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.835 KB) | DOI: 10.30997/qh.v7i1.3966

Abstract

Peraturan Menteri No.  64/Permentan/OT.140/5/2014 tentang Pedoman Budidaya Kambing Perah yang Baik  (Good Farming Practice) perlu disosialisasikan agar peternak memahami pedoman dan syarat minimal  budidaya kambing perah serta bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan usaha peternakan kambing perah di Indonesia. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mensosialisasikan berbagai aspek tatalaksana budidaya kambing perah meliputi: bibt kambing perah, perkandangan, pemberian pakan, manajemen reproduksi dan biosekuriti kambing perah.  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di  Peternakan Berkah Family di Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor Jawa Barat dengan jarak sekitar 20 km dari Universitas Djuanda selama 5 minggu. Pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat terdiri atas  dosen dari Universitas Djuanda dan lima orang mahasiswa Program Studi Peternakan. Metode pengabdian adalah direct method  dengan bentuk kegiatan penyuluhan dan praktek.  Penyuluhan terkait semua aspek tata laksana kambing perah. Praktek yang dilakukan: penyusunan ransum dan sanitasi kandang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peternak belum pernah mengetahui ada peraturan terkait GFP kambing perah. Peningkatan pemahaman atau pengetahuan setelah dievaluasi berdasarkan kegiatan pre dan post test, hasil dari sosialisasi Peraturan Menteri No.  64/Permentan/OT.140/5/2014 tentang Pedoman Budidaya Kambing Perah yang Baik sebesar 15.65%.   Kesimpulan dari kegiatan PkM adalah adanya peningkatan pengetahuan sebesar 15,65%  terhadap penyuluhan materi yang disampaikan.  Praktek penyusunan ransum dan penerapan sanitasi kandang secara rutin akan diterapkan sebagai upaya menekan biaya pakan dan menjamin kesehatan  bagi peternak dan produk yang dihasilkan terutama pada kondisi pandemic Covid-19.  Disarankan: dilakukan pendampingan secara berkesinambungan untuk memantau penerapan hasil transfer pengetahuan dan praktek yang telah dilakukan oleh peternak mitra Berkah Family.
PELATIHAN PEMBUATAN RANSUM FLUSHING DOMBA Sudrajat, Deden; Handarini, Ristika; Kardaya, Dede; Malik, Burhanudin; anggraeni; Wahyuni, Dewi; Baharun, Abdulah
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.243 KB) | DOI: 10.30997/qh.v8i2.4984

Abstract

ABSTRAK Peternak domba di Desa Sukaresmi tergabung dalam Gabungan Kelompok Peternak Sukaresmi dengan sistem pemeliharaan secara tradisional, sehingga berdampak pada produktivitasnya antara lain: pertambahan bobot badannya rendah sehingga pemeliharaan untuk tujuan penggemukan memerlukan waktu yang lebih lama yaitu 8 bulan, kelahiran 1 anak per tahun, bobot lahir anak rendah, mortalitas tinggi dan skor kondisi tubuh ternak rendah. Kondisi ini dapat diperbaiki dengan cara pemberian flushing yaitu pakan dengan kandungan protein dan energi tinggi yang diberikan pada kondisi tertentu sehingga meningkatkan performa produksi dan reproduksi ternak domba pada fase pertumbuhan, menjelang perkawinan, bunting, beranak dan menyusui. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam pembuatan pakan fluhing ternak domba sebagai upaya peningkatan produktivitas ternak domba dan hilirisasi dari hasil penelitian untuk mencapai indikator kinerja utama (IKU) 5 dan 7. Peserta pelatihan adalah: 24 orang peternak domba yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Peternak Sukaresmi (Gapoktan Sukaresmi). Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Desa Sukaresmi Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor. Metode pengabddian adalah: penyuluhan dan praktek pembuatan pakan flushing ternak domba. Sebelum dan sesudah pemberian materi diberikan pre test dan post test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peternak domba setelah diberikan penyuluhan dan praktek pembuatan pakan flushing. Peternak mengikuti seluruh kegiatan yang terbagi atas 5 sesi: survey untuk pemetaan kondisi existing peternakan domba, sosialisasi kegiatan pengabdian, pre test dan penyuluhan pembuatan pakan flushing, praktek pembuatan pakan flushing dan post test, terakhir pemberian pakan flushing pada ternak domba (aplikasi). Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan peternak sebagai proses transfer knowledge dan teknologi sebesar 16.65%. Kegiatan diharapkan akan berlanjut melalui pendampingan bagi peternak untuk menggali potensi sumber pakan yang ada di Desa Sukaresmi sehingga keterampilan peternak lebih baik lagi dalam memanfaatkan sumber-sumber bahan pakan yang ada disekitar peternakan
POTENSI PENINGKATAN PENDAPATAN PETERNAK MELALUI PELATIHAN BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN KARKAS AYAM KAMPUNG Sudrajat, Deden; Handarini, Ristika; Dede, Kardaya; Malik, burhanudin; Wahyuni, Dewi; Anggraeni; Baharun, Abdullah; M. Winugroho; Pujiharyanto, Agung; Rahmi, Annisa; Jatmiko
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v9i1.7300

Abstract

Beternak ayam kampung sudah menjadi bagian kehidupan petani dan peternak di pedesaan. Pengembangan ayam kampung berpotensi menjadi usaha utama bagi peternak. Permasalahan usaha ternak ayam kampung, terutama harga pakan yang tinggi dan pemasaran ayam kampung yang sempit. Penggunaan inovasi teknologi melalui intensifikasi budidaya dan memberikan nilai tambah pada produk ayam kampung menjadi solusi mengatasi permasalahan tersebut. Penyuluhan dan pelatihan budidaya dan strategi pemasaran dilaksanakan di Desa Citepus, Palabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi. Peserta kegiatan adalah peternak ayam kampung usaha mandiri maupun yang sudah memiliki kelompok. Metode kegiatan pengabdian melalui penyuluhan, pelatihan dan praktik langsung metode pelabelan dan pengemasan produk karkas ayam menggunakan alat vacuum sealer. Sebelum pelaksanaan kegiatan dilakukan pre-test dan diakhir kegiatan dilakukan post-test, untuk mengetahui kondisi awal dan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan mengenai budidaya dan pemasaran ayam kampung. Materi penyuluhan dan pelatihan disampaikan oleh narasumber yang berkompeten dari dosen-dosen prodi Peternakan. Peserta mengikuti kegiatan pelatihan dengan baik dan antusias. Peserta dapat memahami penyusunan ransum ayam kampung menggunakan pakan lokal sehingga harga ransum menjadi lebih rendah. Pada praktik pelabelan dan pengemasan produk ternak, peserta dapat melakukannya dengan baik. Bagi mahasiswa kegiatan ini menjadi pengalaman dan bentuk best practice dari kegiatan di luar kampus, yang akan diregognisi kedalam sks matakuliah.
KUALITAS SENSORIS DAGING PUYUH YANG DIBERI RANSUM SUBSTITUSI TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG MAGGOT (Hermetia illucens): SENSORY QUALITY OF QUAIL MEAT WHICH WERE FED MAGGOT (Hermetia illucens) MEAL AS A SUBSTITUTE FOR FISH MEAL Fadilla, Audry; Sudrajat, Deden; Wahyuni, Dewi; Kardaya, Dede; Anggraeni
Jurnal Peternakan Nusantara Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jpn.v9i2.10569

Abstract

Protein plays an important role in growth. The protein source that is often used is fish meal. The difficult availability of fish meal makes the price expensive, so an alternative is needed to replace fish meal, namely maggot meal. This research aimed to test the effect of substituting fish meal for maggot meal in feed on the sensory quality of quail meat. This research was carried out for 30 days in the poultry house of the Djuanda University livestock study program. 60 quail aged 7 days were used in this study. The design used was a completely randomized design with 5 treatments and 4 replications. The treatment is R0 = 0% maggot meal + 16% fish meal in the ration. R1 = 4% maggot meal + 12% fish meal in ration, R2 = 8% maggot meal + 8% fish meal in ration, R3 = 12% maggot meal + 4% fish meal in ration, R4 = 16% maggot meal + 0 % fishmeal in ration. Data were analyzed using Kruskall Wallis. The variables observed are the hedonic test and hedonic quality (aroma, colour, taste, tenderness, juiceness). The results of the research on the hedonic test showed that there were real differences in aroma, colour, and juiciness but not significant differences in tenderness and taste. In the hedonic quality test, the results of the analysis showed that there were significant differences in all variables except the colour of quail meat. This research concludes that the substitution of fish meals with maggot meals from 4 to 16% can increase the panellists' preference for quail meat and can improve the sensory quality, especially the tenderness, taste, and juiciness of quail meat. Keywords:  hedonic, BSF larva, hedonic quality      
PERFORMA PEDET SIMMENTAL YANG DIBERI PAKAN SILASE RUMPUT GAJAH DAN RUMPUT GAJAH SEGAR: PERFORMANCE OF SIMMENTAL CALVES FEED WITH ELEPHANT GRASS SILAGE AND FRESH ELEPHANT GRASS Kardaya, Dede; Nasution, Al humam Nur Kholis; Malik, Burhanudin
Jurnal Peternakan Nusantara Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jpn.v10i1.11068

Abstract

This study was conducted to performance of male and female Simmental calves fed elephant grass silage and fresh elephant grass. This research was conducted from April 1 to 30, 2023 at the Center for Superior Livestock Breeding and Animal Feed Greenery Padang Mangatas, West Sumatra. The livestock used in this study were Simmental calves as many as 36. If the treatment results have a significant effect, then the analysis is continued to the Least Significant Difference test. The variables observed in this study were dry matter consumption and body weight gain. Concentrate consumption was significantly different (P<0.05) between males and females only in the silage treatment while for the provision of fresh elephant grass, elephant grass and silage wasnot significantly different (P>0.05). While the FCR of males and females showed results that were not significantly different (P>0.05) between silage, fresh elephant grass, silage and elephant grass. Body weight 14 and body weight 30 on fresh elephant grass rations did not differ significantly (P>0.05) between males and females but for silage, silage and elephant grass there were significant differences (P>0.05) between males and females. For body weight gain in silage and elephant grass, there was a significant difference (P<0.05) between male and female sexes, while male and female sexes did not differ significantly (P>0.05) in silage feed and fresh elephant grass. PBBH showed that the feed treatment gave a significant effect (P<0.05) between males and females on silage feed and elephant grass, while males and females did not differ significantly on silage feed and fresh elephant grass.
FORAGES AMMONIATING TECHNOLOGY TO INCREASE SHEEP PERFORMANCES Kardaya, Dede
Jurnal Pertanian Vol. 1 No. 1 (2010): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.738 KB) | DOI: 10.30997/jp.v1i1.553

Abstract

Research action of society service project in implementing forages ammoniating technology in increasing sheep performances had been conducted in eight months at Desa Gede Pangrango Kecamatan Kadu Dampit Kabupaten Sukabumi. The project was aim to increase practical ability of sheep farmers in forages ammoniating technology, forages quality, and to anticipate forages supply problems in draft season. Methods to attain the project goal included: education, training, demonstrating, practicing, and feeding ammoniated forages. Afterward, the sheep fed ammoniated forages had been weight monthly for three months. Methods to measure attainment of this goal project included questionnaire based interviewing and field monitoring to sheep farmers, parameters to measure ammoniated forages quality based on physical characteristics of ammoniated forages, whereas sheep responses to ammoniated forages measured by palatability and a three-month live weight gain. Results of the research action concluded that sheep farmers accepted well to introduction of forages ammoniating technology and able to ammoniating forages by themselves. Ammoniated forages-molasses mixes with ratio of 1% urea and 1% molasses of dry basis forages increased live weight gain of sheep 0.87 – 1.44 kg/3 months and higher than the weight gain of sheep fed non-ammoniated forages. Feeding ammoniated forages-molasses mixes increased profitability of sheep farmers as high as 18% (Rp78,354.00) whereas feeding ammoniated cassava peel-molasses mixes generated profit up to 51.44% (Rp222,966.00) higher than feeding non-ammoniated forages. Supporting sheep supply and market assurances will maintain the continuity of feeding of ammoniated forages.
RESPONS VARIETAS JAGUNG (Zea mays L.) TERHADAP PUPUK BERZEOLIT Efendi, Muhammad Ratib; Rahayu, Arifah; Kardaya, Dede
Jurnal Pertanian Vol. 7 No. 2 (2016): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.73 KB) | DOI: 10.30997/jp.v7i2.561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas dan kombinasi zeolit dengan berbagai pupuk terhadap pertumbuhan dan produksi jagung semi. Penelitian ini dilaksanakan bulan Mei 2013 sampai September 2013 di Kebun Percobaan Agroteknologi Universitas Djuanda Bogor, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama adalah varietas jagung yang terdiri dari dua taraf yaitu Jambore dan Golden Sweet. Faktor kedua adalah pupuk berzeolit yang terdiri dari enam taraf (urea 3 g/tanaman, zeolit berurea 8 g/tanaman, pupuk kandang 43 g/tanaman, pupuk kandang 43 g/tanaman + zeolit 8 g/tanaman, zeolit 8 g/tanaman, zeolit 8 g/tanaman + urea 3 g/tanaman). Pertumbuhan dan produksi Jambore lebih baik dibanding Golden Sweet. Pemberian zeolit+urea nyata meningkatkan semua peubah kecuali pada jumlah daun umur 3 dan 7 MST. Sementara itu, tanaman yang diberi perlakuan pupuk kandang +zeolit memiliki jumlah daun lebih banyak dibandingkan dengan yang diberi kombinasi pupuk lain. Tanaman yang diberi zeolit+urea memiliki pertumbuhan dan produksi lebih baik dibandingkan dengan yang diberi perlakuan lain kecuali pada pupuk kandang +zeolit.