Claim Missing Document
Check
Articles

Pemodelan Banjir ROB di Wilayah Pesisir Mataram, Nusa Tenggara Barat Menggunakan Delft3D (Studi Kasus pada Bulan Desember 2021) Ilyas, Riyanti Maharani; Ismanto, Aris; Indrayanti, Elis
Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 3 (2023): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v5i3.19660

Abstract

Bencana banjir, menjadi salah satu bencana yang kini cukup sering melanda di berbagai kawasan di Indonesia terutama di wilayah Pesisir laut dan wilayah sekitar sungai. Salah satu bencana yang kerap terjadi ialah kenaikan muka air laut ke wilayah pesisir laut (banjir rob). Salah satu wilayah terdampak adalah wilayah pesisir bagian barat Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, khususnya di sekitar pesisir pantai Pesisir Bagik Kembar. Tanjung Karang. Banjir rob melanda kawasan pesisir pantai Pesisir Bagik Kembar pada tanggal 4-8 Desember 2021. Pemodelan dilakukan untuk mengidentifikasi area yang terdampak dan pengaruh pasang surut terhadap fenomena banjir tersebut. Pemodelan dilakukan menggunakan software open source Delft3D dengan 2 skenario, yaitu skenario pertama menggunakan set up angin dan konstanta pasang surut, sedangkan set up kedua dengan inputan gelombang. Hasil model menunjukkan adanya kenaikan elevasi muka air laut pada 4 titik observasi yang berada di darat dengan ketinggian berkisar 0.9-1 m setiap pasang di setiap tanggal kejadian. Hasil model lainnya berupa grafik elevasi muka air laut, hasil menunjukkan kesesuaian yang yang cukup baik dengan data elevasi pasang surut di lapangan yang diperoleh dari Badan Informasi Geospasial (BIG), nilai verifikasi sebagai validasi RMSE didapatkan 0.1080. 
Sebaran Horizontal Silikat dan Hubungannya Dengan Klorofil-A Di Perairan Pesisir Pantai Tirang Semarang Astuti, Rohmatun Dwi; Muslim, Muslim; Ismanto, Aris
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i4.24334

Abstract

Pantai Tirang menerima aliran nutrien dari Sungai Silandak yang hulunya berada di kawasan perumahan, tambak, pariwisata, dan aktivitas antropogenik. Hal tersebut menghasilkan limbah maupun nutrien salah satunya silikat. Silikat adalah nutrien yang dapat meningkatkan produktivitas primer suatu perairan yang ditandai dengan meningkatnya klorofil-a. Dinamika arus berpengaruh terhadap persebaran nutrien secara horizontal sesuai dengan pergerakan massa air.  Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran horizontal dan menentukan tingkat hubungan dari konsentrasi silikat dan klorofil-a. Metode penelitian yaitu kuantitatif dengan analisis deskriptif. Penelitian dilakukan pada bulan September 2022 dengan metode purposive sampling untuk pengambilan sampel. Analisis konsentrasi silikat menggunakan metode molybdosilicate, konsentrasi klorofil-a menggunakan metode spektrofotometri dan analisis hubungan keduanya dengan korelasi pearson. Hasil dari penelitian menunjukkan nilai konsentrasi silikat berkisar antara 0,3337 – 1,0836 µM dan konsentrasi klorofil-a berkisar antara 0,7147- 118,1891 mg/m3. Hasil uji korelasi menunjukkan signifikansi positif (P < 0,001; r = 0,989; R2 = 0,978) dan memiliki hubungan sangat kuat. Sementara itu, tinggi rendahnya konsentrasi silikat dan klorofil-a tidak dipengaruhi oleh arus melainkan dipengaruhi oleh sumber masukan di muara sungai.
Sebaran Material Padatan Tersuspensi di Laguna Perairan Pekalongan Erfando, Wahyu; Ismanto, Aris; Wulandari, Sri Yulina
Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 3 (2023): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v5i3.19858

Abstract

Perairan Laguna Pekalongan merupakan wilayah hilir sungai yang terintegrasi dengan muara Kali Pencongan. Kondisi Perairan Laguna Pekalongan dipengaruhi oleh fenomena hidrodinamika perairan dan aktivitas masyarakat sekitar. Aktivitas masyarakat daerah hulu mempengaruhi inputan material Material Padatan Tersuspensi (MPT) ke Laguna tersebut. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi dan pola persebaran MPT di Perairan Laguna Pekalongan. Pengambilan data MPT dilaksanakan secara in-situ pada 19 Juni 2022. Analisis MPT menggunakan metode gravimetri. Persebaran MPT dan sebaran pola arus diolah dan dianalisa menggunakan Mike 21 Flow Model dan ArcGis 10.8 yang selanjutnya dilakukan overlay pada peta. Hasil penelitian di Perairan Laguna Pekalongan didapat nilai rata-rata MPT sebesar 120 mg/L. Nilai MPT pada stasiun e4 merupakan nilai tertinggi yakni sebesar 165 mg/L dan stasiun e1 sebagai stasiun dengan nilai MPT terendah sebesar 64 mg/L. Persebaran MPT didukung oleh pola dan besaran arus pasang surut. Faktor lain yang mempengaruhi konsentrasi MPT adalah presipitasi hujan yang membawa sumber aktivitas antropogenik / buangan dari industri sekitar, serta letak lokasi dan dasar lokasi yang berada pada dua cekungan diantara gosong pasir.
Analisis Dampak Rencana Perluasan Reklamasi Akibat Perubahan Karakteristik Arus Dan Gelombang Di Perairan Kota Semarang, Jawa Tengah Mahinsha, Amryl Naufal Ilham; Helmi, Muhammad; Ismanto, Aris
Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 3 (2023): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v5i3.16575

Abstract

Kota Semarang merupakan salah satu contoh dengan wilayah pantai yang telah mengalami reklamasi. Reklamasi akan berpengaruh terhadap karakteristik arus dan gelombang di laut yang selanjutnya dapat berakibat terhadap pergerakan sedimen dan salah satu sebagai penyebab terjadinya sedimentasi atau adanya proses abrasi di wilayah sekitarnya. Pemerintah Kota Semarang akan merencanakan kembali perluasan reklamasi dengan tujuan untuk pemenuhan fasilitas umum, perumahan, dan kawasan pelabuhan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji dampak perluasan reklamasi pada perubahan karakteristik arus dan gelombang laut serta pengaruh perubahan tersebut terhadap proses pantai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan melakukan pemodelan hidrodinamika 2D sebelum dan sesudah perluasan reklamasi menggunakan perangkat lunak Mike 21. Data yang yang digunakan adalah data pasang surut Tahun 2021-2022, data angin periode 2021-2022, peta Rupabumi Indonesia dan rencana utama reklamasi Kota Semarang. Pengambilan data lapangan menggunakan Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) sebagai bahan validasi data pemodelan. Hasil yang didapatkan adalah terjadi penurunan kecepatan arus sebesar 0,003-0,007 m/det, pembelokan arah arus sejauh 1,4-2,5 km disekitar area perluasan reklamasi, penurunan tinggi gelombang sebesar 0,05-0,06 m dan penurunan periode gelombang sebesar 0,33-0,39 detik yang menjalar sejauh 0,4-0,9 km, dan penurunan tinggi gelombang pecah sebesar 0,1 m dengan area yang mendekat ke daratan. Perubahan ini berpotensi menyebabkan terjadinya sedimentasi pada beberapa titik terutama pada area perluasan reklamasi yang berbatasan dengan muara sungai.
Dinamika Sedimentasi-Erosi Menggunakan Delft3D di Muara Sungai Lasem, Kabupaten Rembang Perwira, Akmal Yazid; Ismanto, Aris; Widada, Sugeng; Widiaratih, Rikha
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i1.17242

Abstract

Sungai Lasem merupakan sungai yang berada di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Masyarakat memanfaatkan sungai tersebut sebagai sumber pengairan tambak, mengambil ikan, dan juga sebagai jalur untuk lalu lintas perahu nelayan. Muara Sungai Lasem mengalami dinamika sedimentasi dan erosi. Pada saat terjadi sedimentasi, nelayan harus mempertimbangkan waktu pasang untuk melaut karena ketika surut perahu nelayan tidak bisa melewati muara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pasang surut dan debit sungai yang terjadi di Muara Sungai Lasem menggunakan Delft3D. Pengambilan data lapangan pasang surut dan sampel MPT dilakukan pada tanggal 12 – 31 Oktober 2020 untuk menggunakan metose random sampling. Muara Sungai Lasem memiliki tipe pasang surut harian tunggal dan memiliki pasang tertinggi dalam satu tahun yaitu 0.76 m sedangkan surut terendah dalam satu tahun yaitu -0.59 m dari 0 MSL. Sungai Lasem memiliki kisaran debit sungai 0.4 – 19.88 m3/det. Nilai debit Sungai Lasem terendah yaitu pada bulan Juli dan Agustus, sedangkan debit sungai tertinggi pada bulan April. Dinamika sedimentasi-erosi mengikuti pasang surut dan debit sungai, dimana semakin tinggi debit sungai, dinamika muara cenderung untuk erosi dan semakin rendah debit sungai, maka cenderung untuk terjadi sedimentasi. Pasang surut dan arus mempengaruhi dinamika yang terjadi di luar muara sungai. 
Analisis Pengaruh Arus Sejajar Pantai (Longshore Current) Terhadap Potensi Abrasi di Perairan Kecamatan Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah Putri, Nia Oktaviani Annisa; Ismanto, Aris; Handoyo, Gentur
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i1.18986

Abstract

Pembangunan pelabuhan di Kendal yang berada di Kawasan Industri Kendal (KIK) menyebabkan terjadi perubahan hidro-oseanografi di wilayah tersebut. Akibatnya terjadi dinamika pantai seperti abrasi dan akresi di beberapa pantai di kawasan tersebut. Salah satu peristiwa yang terjadi di Perairan Kecamatan Kaliwungu adalah abrasi yang cukup parah. Adapun salah satu faktor hidro-oseanografi yang mempengaruhinya adalah arus sejajar pantai yang dapat membantu proses transport sedimen dari pesisir pantai maupun arah laut lepas dan mempengaruhi garis pantai. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis laju transport sedimen akibat proses arus sejajar pantai (longshore current) di Perairan Kabupaten Kendal setelah pembangunan pelabuhan Kendal dan dampaknya terhadap abrasi yang terjadi di sepanjang pantai di Kabupaten Kendal. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif, dimana data primer yang digunakan adalah data gelombang dan sedimen, sedangkan data sekunder yang digunakan berupa data angin selama tahun 2011 - 2021 bersumber dari ERA5 ECMWF (European Centre Medium Range-Weather Forecasts) dan diolah menggunakan metode SMB (Sverdrup Munk Bretchneider), data gelombang dan sedimen digunakan sebagai inputan untuk model simulasi arus sejajar pantai menggunakan modul coupled fm dari software MIKE21. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jenis gelombang yang berada di lokasi penelitian merupakan jenis gelombang yang dibangkitkan oleh angin. Kecapatan arus sejajar pantai terbesar pada musim barat yaitu 1 m/det Maka angkutan sedimen terbesar juga terjadi pada musim barat, yaitu sebesar -29,31443349 m3/hari atau -315.150,16  m3/tahun, sedangkan angkutan sedimen terendah terjadi pada musim peralihan II yaitu -25,89979869  m3/hari atau -278.422,8359 m3/tahun. Abrasi terparah sebesar 176.7m yang berada di sekitar kawasan pelabuhan Kendal dengan rata-rata abrasi sebesar 4.15 m/tahun dan memiliki luasan abrasi sebesar 2.891085 ha.
Tinjauan Pengaruh Pasang Surut Terhadap Arus Permukaan Menggunakan Data HF Radar di Perairan Selat Sunda Nadira, Audria Izza; Ismanto, Aris; Hakim, Aradea R.; Ramdhani, Andri
Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2023): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v5i4.16834

Abstract

Selat Sunda merupakan perairan yang menghubungkan Laut Jawa dan Samudra Hindia, yang memisahkan Pulau Sumatra dan Pulau Jawa. Arus di perairan Selat Sunda bergerak sepanjang tahun dari Laut Jawa ke Selat Sunda. Pergerakan massa air dari Laut Jawa ke Samudra Hindia yang melewati Selat Sunda terjadi secara kontinu sepanjang tahun dengan kuantitas yang kecil dan sangat erat hubungannya dengan gradien permukaan laut (sea level). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pasang surut terhadap pola arus permukaan perairan Selat Sunda yang memiliki beberapa faktor pembangkit arus seperti angin dan pasang surut. Penelitian ini menggunakan data yang berasal dari High Frequency Radar, yang merupakan teknologi yang digunakan untuk mengukur distribusi tenaga gelombang di laut terbuka dari jarak jauh secara real time dan bersifat kontinu dengan resolusi spasial dan temporal. Data jumlah pengukuran arus dari HF Coastal Ocean Dynamics Application Radar (CODAR) serta data tinggi muka air laut diperoleh dari situs Sea Level Monitoring iPASOET oleh Badan Informasi Geospasial periode bulan Mei – Juli 2019. Data arus permukaan laut dianalissis harmonik untuk memisahkan arus harmonik (pasut) dan arus non harmonik (residu) pada kedua titik penelitian. Berdasarkan pengolahan data, didapatkan persentase arus harmonik yang lebih besar dibandingkan dengan arus residu pada kedua komponen (zonal dan meridional) di kedua titik penelitian. Sehingga, arus permukaan di perairan Selat Sunda pada kedua titik penelitian teridentifikasi memiliki pengaruh pasang surut yang tinggi.
Analisis Kerentanan Pantai di Desa Teluk Awur Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara Radhwarana, Amani Rahutri; Ismanto, Aris; Widada, Sugeng
Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2023): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v5i4.16552

Abstract

Pantai selalu memiliki penyesuaian yang terus menerus menuju keseimbangan alami terhadap dampak yang terjadi sehingga mempengaruhi perubahan garis pantai. Perubahan garis pantai akan mengubah kondisi fisik, morfologi, atau lingkungan pantai sehingga dapat meningkatkan kerentanan pantai tersebut. Di era modern ini banyak pembangunan dilakukan khususnya pada bidang pariwisata. Pantai Teluk Awur merupakan pantai yang cukup terkenal dan memiliki potensi pengembangan pembangunan yang baik. Informasi tentang tingkat kerentanan pantai di kawasan pesisir diperlukan untuk mengantisipasi dan mengurangi kerusakan lingkungan pantai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Indeks Kerentanan Pantai (IKP) di Desa Teluk Awur. Metode dari penelitian ini yaitu menggunakan perhitungan Coastal Vulnerability Index (CVI) dengan skoring tujuh variabel yaitu geomorfologi pantai, perubahan garis pantai, topografi/ elevasi pantai, kemiringan pantai, gelombang, pasang surut, dan kenaikan muka air laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IKP di Pantai Teluk Awur berkisar antara 6,93 hingga 17,32 dari 16 segmen. Kerentanan di Pantai Teluk Awur didominasi oleh pengaruh variabel geomorfologi pantai dan elevasi lahan. Kondisi tersebut akan menyebabkan kerusakan pantai yang lebih besar dibanding dengan area segmen yang lain yang diakibatkan oleh faktor oseanografi seperti gelombangyang dapat mengikis daerah pantai. Oleh karena itu,  Pantai Teluk Awur dikategorikan dalam kerentanan sedang hingga tinggi.
Pengaruh Parameter Oseanografi Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Layang Di Area Rumpon Perairan Pacitan Siswantoputri, Ummy Zulaichah; Rochaddi, Baskoro; Ismanto, Aris
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 2 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i2.17523

Abstract

Ikan layang merupakan salah satu komoditas utama tangkapan ikan pelagis di PPP Tamperan, Pacitan. Titik penangkapan ikan layang berada di perairan selatan Jawa Timur. Hasil tangkapan ikan di tahun 2020 mengalami penurunan yang cukup besar dari tahun 2019. Penurunan hasil tangkapan ikan layang diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah cuaca, jumlah trip yang dilakukan, konsentrasi klorofil-a, suhu permukaan laut (SPL) dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan pengaruh konsentrasi klorofil-a dan suhu permukaan laut terhadap Catch Per Unit Effort (CPUE) ikan layang di titik penangkapan ikan. Produktivitas hasil tangkapan dapat diketahui dengan menghitung nilai CPUE. Data yang digunakan yaitu jumlah trip kapal ikan, jumlah tangkapan ikan, SPL, klorofil-a, dan lokasi penangkapan ikan. Data yang sudah didapatkan di overlay dan kemudian di analisis untuk mengetahui hubungan antar variabel (data). Nilai klorofil-a tertinggi dan SPL terendah terjadi pada musim timur. Hasil tangkapan ikan layang pada tahun 2019 adalah 1.285.775 kg dan menurun pada 2020 menjadi 355.024. Penurunan ini terlihat dari nilai CPUE menurun dari kisaran 9 menjadi 4 ton/trip. Korelasi antara klorofil-a dan CPUE sebesar -0,301 dengan tingkat korelasi rendah. Korelasi antara SPL dan CPUE sebesar 0,671 dengan tingkat korelasi tinggi. Nilai determinasi (R2) antara faktor oseanografi (klorofil-a dan suhu permukaan laut) dengan CPUE sebesar 0,502 dengan tingkat sedang.
Evaluasi Algoritma Estimasi Klorofil-A di Muara Sungai Sengkarang, Pekalongan Fajrin, Muhamad Nur Al; Maslukah, Lilik; Ismanto, Aris; Zainuri, Muhammad; Wirasatriya, Anindya
Indonesian Journal of Oceanography Vol 8, No 1 (2026): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v8i1.30228

Abstract

Klorofil-a merupakan salah satu pigmen yang dimiliki oleh fitoplankton yang berfungsi membantu proses fotosintesis, sehingga dapat dijadikan indikator penting untuk mendeteksi eutrofikasi di perairan. Pengukuran konsentrasi klorofil-a dapat dilakukan dengan memanfaatkan metode penginderaan jauh menggunakan suatu algoritma yang diterapkan untuk mengonversi data nilai numerik reflektan dari citra satelit menjadi nilai estimasi konsentrasi klorofil-a. Metode tersebut memiliki keunggulan hemat waktu dan biaya dibandingkan dengan analisis laboratorium. Penerapan algoritma yang sesuai dibutuhkan untuk memperoleh hasil yang mendekati nilai aktual di lapangan. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi performa tiga algoritma klorofil-a dari penelitian terdahulu, yaitu: algoritma Maslukah; algoritma Case 2 Regional CoastalColour (C2RCC); dan algoritma Putri di perairan Muara Sungai Sengkarang, Pekalongan dengan menggunakan citra Satelit Sentinel 2. Pengambilan sampel lapangan dilakukan pada tanggal 30 Mei 2024 dengan jumlah stasiun sebanyak 37 titik stasiun pengamatan. Konsentrasi klorofil-a in situ memiliki rentang nilai 2,10 - 9,42 µg/L dengan rata-rata 5,78 µg/L. Algoritma Maslukah menunjukkan performa terbaik (RMSE = 4,57 µg/L; MAPE = 99,40; bias = 4,38; R2 = 0,53) dibandingkan dengan algoritma C2RCC (RMSE = 7,17 µg/L; MAPE = 70,39; bias = 2,95; R2 = 0,40) dan algoritma Putri (RMSE = 7,31 µg/L; MAPE = 157,52; bias = 7,10; R2 = 0,28). Variasi spasial-temporal untuk status trofik pada periode bulan April hingga bulan September tahun 2025 didominasi oleh kelas mesotrofik dengan rentang konsentrasi klorofil-a sekitar 5,1 - 20 µg/L.
Co-Authors Adiprabowo, Samuel Radityo Agus Hartoko Agus Indarjo Ahmad Fikri Delardi Akbar Nurrahman Putra Akbar, Luis Figo Sagita Desario Alfi Satriadi Amalya, Afroh Andi Dwi Pramulya Andri Ramdhani Anindya Wirasatriya Aradea Ramadhan Hakim Arintika Widhayanti, Arintika Astuti, Rohmatun Dwi Ayuk Milasari Azhary, Abrar Dalisfasha Azis Rifai Aziz Rifai Aziz Rifai Bambang Yulianto Baskoro Rochaddi Bayu Munandar Bayu Priyono, Bayu Beselly Putra, Sebrian Mirdeklis Candisukma Marsha Serodja Chrisna Adhi Suryono Denny Nugroho Sugianto Dimas Nopriansyah Djoko Rubyanto Durmont Siahaan Dwi Haryanti, Dwi Haryanti Dwi Haryo Ismunarti Dwi Haryo Ismunarti Efendi, Usman Elia Hendri Astuti, Elia Hendri Elis Indrayanti Erfando, Wahyu Erinne Natalie, Erinne Fajrin, Muhamad Nur Al Farid Muldiyatno Fernandito Suryo Hutomo Galuh Permatasari Geby Ayunda Gentio Harsono Gentur Handoyo Gentur Handoyo Ginnia Julianti Utomo Hadi Endrawati Hakim, Aradea R. Hanah Khoirunnisa Hariyadi Hariyadi Hendry Siagian Hendry Siagian Heriyoso Setyono Hermin Pancasakti Kusumaningrum Heryoso Setiyono Ika Bagus Priambodo Ilham Panra, Ilham Ilyas, Riyanti Maharani Indra Budi Prasetyawan Ishak Putra Pangururan, Ishak Putra Jarot Marwoto Jihadi, Muhammad Shulhan Julian Saputra Kunarso Kunarso Kusuma, Prima Danu Lilik Maslukah Lintang Fauzia Ichsari Lusi Swastika Dewi Lutfi Agung Mardiansyah Ma&#039;ariq Badrutamam S. Maharani, Galung Dhiva Mahinsha, Amryl Naufal Ilham Majhic Aryono Maria Kurniawati Lena Liwun Maro, Jahved Ferianto Maya Eria Br Sinurat, Maya Eria Br Muh Dandi Firmansyah Muh Yusuf Muhamad Herdadi Ramadhan, Muhamad Herdadi Muhammad Chusnul Marom Muhammad Helmi Muhammad Helmi Muhammad Zainuri Muhammad Zainuri Muslim Muslim Muslim Muslim Nabilah Rizki Nadira, Audria Izza Nugraha Syafutra Nugroho Agus D Nur Azhar Fahrian Nuriyati Nuriyati Nusratina, Rina Hazrina Ory Kristanto Oscar Agustino Osen Faber Romario Tampubolon Parichat Wetchayont Perwira, Akmal Yazid Petrus Subardjo Pinardo Sidauruk, Pinardo Prahandhy Kusuma, Novian Prayogi Prayogi Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Putranto Kondang Wijaya Putri, Nia Oktaviani Annisa Radhwarana, Amani Rahutri Rahmadiana Andini Rahmat Hidayat Rahmat Yolansyah Putra Ramdhani, Andri Renaning Wulan Mahardika Rifa’i, Aziz Rikha Widiaratih Rina Rina Ritonga, Maura Dhia Khanza Rudhi Pribadi Safikri, Ilham Salman Asatidz Shafira Tsanyfadhila Shidqirrohman, Naufal Siahaan, Eirene Sharon Siddhi Saputro Siddhi Saputro Siswantoputri, Ummy Zulaichah Sri Redjeki Sri Yulina Wulandari Sugeng Widada Suprajitno Munadi Suryani, Oda Gracia Ariela Suwignyo, Tyo Syafiq Muhammad Aziz Tagore, Rafa Fahrezi Talitha Rahma Damayanti Tamara Centong Mandey Taufiq Hidayat Tissa Permatasari Putri Tony Hadibarata, Tony Tri Abdul Hidayat Tridhia Cahyadi, Alifalah Wahyu Budi Setyawan Warsito Atmodjo Widianingsih Widianingsih Widiaratih, Rikha Widyani, Afidhah Puspita Wisman Fabrisse Doloksaribu Wisnu Dewanto Yanthi Sepriana Siagian, Yanthi Sepriana Yoga Yuniadi Zulfa, Istna Nabila