Komang Ayu Kartika Sari
Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas Dan Ilmu Kedokteran Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Published : 47 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Archive of Community Health

EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN SEKSUAL MELALUI MEDIA KOMIK DAN LEAFLET UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU DALAM UPAYA MENCEGAH KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK DI SD NEGERI 12 PADANGSAMBIAN DENPASAR BARAT Ni Kadek Wiwik Dwipayanti; Komang Ekawati; Komang Ayu Kartika Sari
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 4 No 2 (2017): Desember (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.524 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2017.v04.i02.p10

Abstract

ABSTRAKInformasi mengenai kesehatan seksual sangat penting diberikan untuk anak- anak, agar mereka tahu akan kondisi tubuhnya, kondisi lawan jenisnya dan pemahaman untuk menghindarkan dari kekerasan seksual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui media mana yang efektif digunakan untuk anak SD dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku tentang upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Eksperiment Design dan teknik pengambilan subjek purposive sampling. Metode pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan memberikan intervensi dengan menggunakan media komik dan leaflet. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5 SD dengan rentang umur 10-12 tahun sebanyak 86 responden. Dianalisis dengan uji T sampel berpasangan (paired sampel T test) dan Independent T test. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pengetahuan responden meningkat setelah diberikan media komik sebanyak 12,98 dan perilaku siswa meningkat sebanyak 11,23. Adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan siswa SD sebanyak 9,60 dan peningkatan rata-rata skor perilaku siswa SD sebanyak 8,66 mengenai tindakan yang lakukan untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual dengan menggunakan media leaflet. Kesimpulan adanya peningkatan pengetahuan dan perilaku siswa SD mengenai pencegahan kekerasan seksual pada anak menggunakan media komik maupun leaflet. Saran yang dapat diberikan adalah diharapkan kepada sekolah, orang tua, dan pemegang kebijakan yakni (P2TP2A) untuk memberikan informasi terkait pencegahan kekerasan seksual dan menggunakan media yang efektif seperti media komik dan leaflet.Kata Kunci : Kekerasan seksual, Media komik, Media leaflet. ABSTRACTSexual health information is very important to be given to the children in order to give them knowledge on their body, their opposite gender body and to give understanding on how to prevent them from sexual violence. The aim of this research was to know which media that effective to be used to improve knowledge and behavior of student in one primary education in Bali on how to prevent sexual violence. This is a quantitative research using a Quasi Experiment design to understand the effectiveness of the comic and leaflet on improving knowledge of the research subject on sexual violence. Subject of the research was selected using purposive sampling and data gathered using questioners. Subject of the research were primary school’s student year 5 with aged 10-12 years old with total number was 86 respondents. Data analysis using T test with paired sample and Independent T test. Finding indicated that the knowledge of the subject improves after given information on sexual violence using comic as media health promotion. There are 12.80 and the behavior of the children also improve to 11, 23. The mean score of knowledge of the students also increase as much as 8,66 on the action to prevent the occurrence of the sexual violence by using leaflet. To conclude, there is an increase in knowledge and behavior of the student about the prevention of the sexual violence among children using comic and leaflet as health promotion media. It is suggested that for schools, parents and District of Protection of Women and Children Right to give information on prevention of sexual violence using comic and leaflet as media education.Keywords : Sexual Violation, Comic, leaflet
DETERMINAN PERILAKU SADARI PADA WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH PUSKESMAS KUTA UTARA TAHUN 2017 Ketut Sri Astuti; Komang Ayu Kartika Sari; Desak Putu Yuli Kurniati
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 4 No 2 (2017): Desember (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.993 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2017.v04.i02.p07

Abstract

ABSTRAKPuskesmas Kuta Utara merupakan salah satu puskesmas perkotaan di Kabupaten Badung yang memiliki proporsi tertinggi (18,8%) wanita usia subur positif tumor atau benjolan pada payudara. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa perilaku Periksa Payudara Sendiri (SADARI) pada wanita usia subur masih rendah. Tujuan penelitian untuk mengetahui determinan perilaku SADARI pada wanita usia subur di wilayah Puskesmas Kuta Utara. Penelitian analitik ini menggunakan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada 62 sampel wanita usia subur melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat (uji chi-square) dan multivariat (regresi logistik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (54,8%) wanita usia subur melakukan perilaku SADARI dengan baik. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa pendidikan (RP= 2,563; p=0,003; 95%CI: 1,174-5,594), tingkat pengetahuan (RP=2,143; p=0,003; 95%CI: 1,208-3,801), dan dukungan sosial (RP= 1,812; p=0,033; 95%CI: 1,266-2,594) memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku SADARI pada wanita usia subur. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap perilaku SADARI adalah tingkat pengetahuan (AOR=6,107; p=0,003; 95%CI: 1,879-19,851) dan dukungan sosial (AOR=11,807; p=0,033; 95%CI: 1,216-114,683). Simpulan dari penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan dan dukungan sosial merupakan faktor yang berpengaruh terhadap perilaku SADARI. Petugas kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pemberian komunikasi, informasi, edukasi (KIE) dan dukungan peer group, khususnya bagi kelompok wanita usia subur yang memiliki perilaku SADARI yang masih rendah. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperdalam penelitian ini dengan menggunakan berbagai variabel yang belum diteliti.Kata kunci: SADARI, Wanita Usia Subur, Kualitatif ABSTRACTKuta Utara Health Center is one of the health centers in urban areas of Badung Regency that has the highest proportion (18,8%) of women of childbearing age who have positive breast tumors or lumps. The results of a preliminary study showed that the behavior of Breast Self-Examination (BSE) in women of childbearing age is still poor. The purpose of this study was to determine the determinants of BSE behavior in women of childbearing age in the North Kuta Health Center area. This analytic study used a cross sectional approach which was conducted on 62 samples of women of childbearing age through interviews using a questionnaire. Data was analysed using univariate, bivariate (chi-square test) and multivariate (logistic regression) analysis. The results showed that the majority (54,8%) of women of childbearing age performed BSE behavior well. Chi-square test results showed that education (PR = 2,563; p = 0,003; 95% CI: 1,174-5,594), level of knowledge (PR = 2,143; p = 0,003; 95% CI: 1,208-3,801), and social support (PR = 1,812; p = 0,033; 95% CI: 1,266-2,594) have a significant relationship with BSE behavior in women of childbearing age. Results of multivariate analysis showed that level of knowledge (AOR = 6,107; p = 0,003; 95% CI: 1,879-19,851) and social support (AOR = 11,807; p = 0,033; 95% CI: 1,216- 114,683) were the determinants of BSE behavior. The conclusion of this research is level of knowledge and social support are factors that influence BSE behavior. Health workers are expected to improve the provision of information, education and communication (IEC) and also peer groups support, especially for groups of women of childbearing age who have poor BSE behavior. Further researcher is expected to deepen this research by using various variables that have not been studied.Keywords: BSE, Women of childbearing age, Qualitative
PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK BERHENTI MENGGUNAKAN NARKOBA PADA MANTAN PECANDU NARKOBA DI WILAYAH DENPASAR Merry S Afriani; Komang Ayu Kartika Sari
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 4 No 2 (2017): Desember (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.33 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2017.v04.i02.p03

Abstract

ABSTRAKBerhenti menggunakan narkoba merupakan kesulitan terberat bagi seorang pecandu karena sering sekali pecandu mengalami sugesti serta rasa sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku penggunaan, pemulihan kecanduan narkoba, dan proses pengambilan keputusan untuk berhenti. Metode kualitatif dengan rancangan studi kasus digunakan dalam penelitian ini, dimana lima orang informan dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan thematic analysis. Teknik pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara peer debriefing dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya dua informan yang melewati semua tahapan proses berhenti yang dimulai dari tahapan menilai informasi baru, melihat alternatif-alternatif yang ada, mempertimbangkan alternatif, membuat komitmen, dan bertahan meskipun ada feedback negatif. Faktor terbesar yang dapat mempengaruhi keberhasilan untuk berhenti menggunakan narkoba adalah niat kuat dalam diri dan adanya dukungan keluarga yang positif. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan berhenti menggunakan narkoba dipengaruhi oleh niat dan adanya dukungan positif dari keluarga.Kata Kunci : Pengguna Narkoba, Proses Pengambilan Keputusan, Dukungan Keluarga ABSTRACTQuitting drugs is one of the most challenging goal for a drug addict because the addicts frequently face withdrawal and pain. This study aims to describe drugs use behavior, rehabilitation of drug addiction and decision-making process to quit drugs. Qualitative method with case study approach was applied on this study. Five informants were selected by purposive sampling. Data were collected by in-depth interviews which then analysed with thematic analysis. Data validity techniques applied for the study were peer debriefing and literature review. Study result revealed only two informants went through all stages of quitting process, starting from receiving new information, exploring available alternatives, making commitment and sustaining despite presence of negative feedbacks. The biggest factors that influence success of quitting drugs are strong internal motivation and positive family supports. This study showed that strong internal motivation and positive family supports are influential to the success of quitting drugs.Keywords: Drug, Decide, Family support
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DI RSU BHAKTI RAHAYU DENPASAR Ni Made Rahayu Pradnyasari; Dinar Saurmauli Lubis; Ni Komang Ekawati; Komang Ayu Kartika Sari; Desak Putu Yuli Kurniati
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 9 No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2022.v09.i02.p01

Abstract

ABSTRAK IMD adalah meletakkan bayi diatas dada atau perut ibu dan membiarkan bayi mencari puting susu ibu pada satu jam pertama kelahiran. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan implementasi kebijakan IMD di RSU Bhakti Rahayu. Desain penelitian adalah deskriptif kualitatif. Informan utama penelitian yaitu bidan pelaksana dan perawat Unit Bedah Sentral. Informan pendukung yaitu ibu hamil dan ibu bersalin. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan observasi. Strategi keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Terdapat SOP sebagai petunjuk kerja unit pelaksana, monitoring dilakukan setiap persalinan dan pembagian tugas dilakukan secara situasional. Jumlah, kompetensi dan pelatihan Sumber Daya Manusia sudah terpenuhi, ketersediaan fasilitas sudah baik. SOP disampaikan saat pelatihan dan KIE mengenai IMD diberikan saat ANC. Bidan sudah memiliki sikap mendukung tetapi ditemukan kesalahpahaman tatalaksana IMD. Hambatan pelaksanaan IMD adalah tidak ada ruang observasi khusus persalinan SC, kondisi ibu dan bayi dengan tindak lanjut medis dan kurangnya dukungan suami mendampingi saat bersalin. Kesimpulannya adalah implementasi kebijakan IMD sudah berjalan sesuai SOP walaupun terdapat kesalahpahaman tatalaksana IMD dan hambatan pada pelaksanaannya. Peran rumah sakit dapat dimaksimalkan untuk mendukung implementasi IMD sesuai SOP yang berlaku, bagi peneliti selanjutnya agar memilih topik serupa terkait implementasi IMD di fasilitas kesehatan dengan metode yang berbeda. Kata kunci : Implementasi, IMD dan rumah sakit ABSTRACT EIB is placing the baby on the mother's chest or stomach and letting the baby look for the mother's nipple in the first hour of birth. The purpose of this study is to describe the implementation of the EIB policy at Bhakti Rahayu General Hospital. The research design is descriptive qualitative. The main informants of the study were midwives and nurses of the Central Surgical Unit. Supporting informants are pregnant women and mothers giving birth. Data collection by in-depth interviews and observations. The data validity strategy uses source triangulation. There are SOPs as work instructions for the implementing unit, monitoring is carried out every delivery and the division of tasks is carried out situationally. The number, competence and training of Human Resources have been met, the availability of facilities is good. The SOP was delivered during the training and information about EIB was given during the ANC. Midwives already have a supportive attitude but there are misunderstandings about the management of EIB. Barriers to the implementation of IMD are that there is no special observation room for cesarean delivery, the condition of the mother and baby with medical follow-up and the lack of husband support during delivery. The conclusion is that the implementation of the EIB policy has been running according to the SOP, although there are misunderstandings in the management of EIB and obstacles to its implementation. The role of the hospital can be maximized to support the implementation of EIB according to the applicable SOP, for further researchers to choose a similar topic related to the implementation of EIB in health facilities with different methods. Keywords : Implementation, Early Initiation of Breastfeeding (EIB), hospital
GAMBARAN KONDISI PSIKOLOGIS SISWA SMA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DENPASAR BARAT Ni Made Rai Sintya Devi; Komang Ayu Kartika Sari
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 9 No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2022.v09.i02.p10

Abstract

ABSTRAK COVID-19 berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis masyarakat terutama remaja. Tujuan penelitian ini untuk melihat kondisi psikologis siswa SMA pada masa pandemi. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan pada bulan Juli-September 2021. Sampel sebanyak 146 dari SMA Negeri 4 Denpasar dan SMA PGRI 2 Denpasar. Instrumen menggunakan kuesioner dengan teknik analisis data univariat. Hasil penelitian ini diketahui khawatir keluarga tidak menerapkan protokol kesehatan (64,4%), khawatir tidak mampu memahami pelajaran (61,0%), khawatir penghasilan keluarga mengalami penurunan (58,2%), khawatir menerima informasi COVID-19 (63,7%). Perasaan sedih tidak bisa bertemu/berkumpul dengan teman-teman (54,1%). Mayoritas responden berusia ? 16 dan responden berjenis kelamin perempuan mengalami kondisi psikologis dan berada di kategori tinggi. Diharapkan guru dapat bekerja sama dengan Dinas Kesehatan atau Puskesmas untuk memberikan informasi COVID-19, siswa dapat memanfaatkan teknologi videocall untuk memberi kabar teman, siswa dapat membentuk kelompok belajar, pihak sekolah memberikan kesempatan untuk orang tua membayar bulanan dengan mencicil dan guru bekerja sama dengan OSIS menyebarkan informasi terbaru COVID-19. Kata Kunci : Kondisi Psikologis, Covid-19, Siswa ABSTRACT COVID-19 has an impact on the physical and psychological health of the community, especially teenagers. The purpose of this study is to see the psychological condition of high school students during the pandemic. This research is a descriptive cross sectional study with a quatitative approach conducted in July-September 2021. The samples is 146 from SMA Negeri 4 Denpasar and SMA PGRI 2 Denpasar. The instrument uses a questionnaire with univariate data analysis techniques. The results of this study are known to be worried that the family does not apply health protocols (64.4%), worried about not being able to understand the lessons (61.0%), worried that family income has decreased (58.2%), worried about receiving information on COVID-19 (63.7%). Feeling sad not being able to meet/gather with friends (54.1%). The majority of respondents aged 16 and female respondents experienced psychological conditions and were in the high category. It is hoped that teachers can work together with the health office or puskesmas to provide information on COVID-19, students can use videocall technology to inform friends, students can from study groups, the school provides opportunities for parents to pay monthly in installments and teachers work with OSIS to spread the latest information on COVID-19. Keywords : Psychological Condition, Covid-19, Students
Co-Authors Adi Yulianto Ariastuti, Luh Putu Ayu Sugiantari Desak Putu Yulita Kurniati Dewa Nyoman Wirawan Dhanesh Sukumar Nair Dinar Lubis Dinar Lubis Dwi Puji Tiarah Astuti Dyah Pradnyaparmita Duarsa Eka Faizaturrahmi Ernawati Gede Aditya Ersa Krisnawan Gede Anantha Restu Permana Hermawan Hermawan I Dewa Ayu Ari Ritmawati I Gusti Agung Trisna Windiani I Gusti Ngurah Yuda Bagus Aryana I Ketut Suastika I Made Ady Wirawan I Made Sukawinaca I Nyoman Gede Budiana I Nyoman Sutarsa I Wayan Weta Indah Purnama Kadek Ary Surya Putra Wibawa Ketut Adi Jaya Sutana Ketut Sri Astuti Lisanne Gerstel Luh Made Hannisa Sandha Luh Pitriyanti Luh Seri Ani Made Laras Fatmala Eni Mangku Karmaya Manik Parmelia Merry S Afriani Ni Kadek Neza Dwiyanti Ni Kadek Wiwik Dwipayanti Ni Komang Ekawati Ni Luh Putu Ariastuti Ni Luh Putu Suariyani Ni Made Rahayu Pradnyasari Ni Made Rai Sintya Devi Ni Made Sri Nopiyani Ni Rai Sintarini Nicholas Prathama Limalvin Nyoman Yuni Suryani Dharmaputri Pinatih Pande Nyoman Dhandy Wirakesuma Pande Putu Januraga Patricia Stephanie Pradnyaparamita D, Dyah Purnama Sari, I Dewa Ayu Widya Putu Aryani Putu Ayu Ratna Darmayanti Putu Cintya Denny Yuliyatni Putu Eksa Bidja Yudha Putri Putu Emy Suryanti Putu Sindy Reiska Jayanti Raditya Putra Pratama Suryadhi Sari Kusumadewi Sawitri, Anak Agung Sagung Shobana Raveendran Suyasa Adryan Yunanda Thivyaroobini Ramah Wayan Citra Wulan Sucipta Putri Widowati, I Gusti Ayu Rai - Widya Aryati Willem F Scholte Yoga Yatindra, Ida Bagus Gde Tirta