Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penerapan Teknologi Rotary Dryer untuk Meningkatkan Kualitas Biji Kopi “Van Dillem” pada Kelompok Masyarakat Dilem Wilis Trenggalek Widiyanti Widiyanti; Titi Mutiara Kiranawati; Nunung Nurjanah; Tri Wahyu Hardaningrum; Muhammad Idris Effendi; Venny Anggraeni; Irsyad Andhika Ariadi
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.5254

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa Rotary Dryer untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas proses pengeringan biji kopi, sekaligus meningkatkan kapasitas mitra dalam mengelola proses pascapanen. Kegiatan dilaksanakan pada 22 Juli 2026 dengan subjek kegiatan berupa anggota Kelompok Masyarakat Dilem Wilis yang terlibat dalam proses pengolahan pascapanen kopi. Metode pelaksanaan dilakukan secara bertahap, meliputi identifikasi kebutuhan dan permasalahan mitra, perancangan dan fabrikasi Rotary Dryer, pengujian fungsi dan kinerja alat, pelatihan pengoperasian melalui ceramah, demonstrasi dan praktik langsung, pendampingan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), pengukuran kadar air dan pengendalian mutu, serta serah terima alat kepada mitra. Hasil uji coba menunjukkan Rotary Dryer mampu mengeringkan ±20 kg biji kopi per proses pada rentang suhu 45–60°C selama 5–7 jam dengan kadar air akhir 11–12%, disertai stabilitas putaran, kemudahan pengoperasian, dan keamanan penggunaan yang baik. Penerapan teknologi ini terbukti mempercepat waktu pengeringan, mengurangi ketergantungan terhadap cuaca, menghasilkan kadar air yang lebih seragam, serta meningkatkan kapasitas dan pengetahuan mitra dalam pengoperasian dan pemeliharaan mesin. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong keberlanjutan usaha pengolahan kopi “Van Dillem” berbasis teknologi tepat guna di Kawasan Wisata Dilem Wilis.
Penerapan Teknologi Cocoa DryTech sebagai Inovasi Pengeringan Presisi Biji Kakao untuk Meningkatkan Kualitas Produksi Coklat di Rumah Coklat Kabupaten Trenggalek Nunung Nurjanah; Titi Mutiara Kiranawati; Cassandra Permata Nusa; Muhammad Ilman Nur Sasongko; Muhammad Idris Effendi; Venny Anggraeni
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.5262

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan teknologi tepat guna Cocoa DryTech, yaitu mesin pengering presisi berbasis sirkulasi udara panas dengan pengendalian suhu, sekaligus mendampingi mitra dalam diversifikasi produk, penyusunan label gizi, dan penentuan umur simpan. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, perancangan dan fabrikasi alat, uji fungsi, pelatihan operasional melalui ceramah, demonstrasi dan praktik langsung, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa Cocoa DryTech mampu mengeringkan sepuluh kilogram biji kakao fermentasi pada suhu tujuh puluh derajat Celsius dalam waktu sekitar dua puluh jam hingga kadar air akhir enam sampai tujuh persen, jauh lebih cepat dibandingkan penjemuran konvensional, dengan warna, aroma, dan tekstur biji yang seragam. Program juga menghasilkan produk diversifikasi berupa cokelat karakter Legenda Menak Sopal yang dilengkapi informasi nilai gizi dan pendugaan umur simpan menggunakan metode Accelerated Shelf-Life Testing model Arrhenius. Kegiatan ini membuktikan bahwa penerapan teknologi tepat guna yang dipadukan dengan pendampingan partisipatif mampu meningkatkan efisiensi produksi, mutu produk, serta daya saing UMKM kakao berbasis kearifan lokal. Untuk keberlanjutan program, mitra direkomendasikan menerapkan SOP secara konsisten, melakukan perawatan berkala Cocoa DryTech, mengembangkan variasi bentuk, rasa, dan kemasan produk, serta memperkuat jejaring pemasaran melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi.
Penggunaan Grain Dryer untuk Pengolahan Biji Durian sebagai Diversifikasi Kuliner dalam Upaya Pengurangan Food Waste di Desa Jombok, Kabupaten Malang Nunung Nurjanah; Titi Mutiara Kiranawati; Widiyanti Widiyanti; Teti Setiawati; Muhammad Idris Effendi; Venny Anggraeni
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.5263

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan teknologi Grain Dryer sebagai teknologi tepat guna untuk pengeringan biji durian, meningkatkan kapasitas mitra dalam mengolah tepung biji durian, serta mendukung diversifikasi produk pangan berbasis limbah lokal. Kegiatan dilaksanakan pada 22 Juli 2026 di Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, dengan mitra Kelompok Kuseri sebagai subjek kegiatan yang terlibat dalam proses pengolahan hasil pertanian. Metode pelaksanaan meliputi (1) identifikasi kebutuhan dan permasalahan mitra, (2) perancangan, fabrikasi, instalasi, dan uji fungsi Grain Dryer untuk mengevaluasi kestabilan suhu, distribusi panas, kapasitas, dan efisiensi waktu pengeringan, (3) pelatihan melalui ceramah, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan lapangan, (4) praktik pengolahan biji durian melalui pencucian, perebusan, pengupasan, pengirisan, pengeringan, penepungan, dan pengayakan, serta (5) pendampingan pengembangan usaha melalui penyusunan SOP, pengemasan, branding, dan strategi pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Grain Dryer mampu mempercepat proses pengeringan dari 2–3 hari (metode penjemuran konvensional) menjadi sekitar 15 jam pada suhu 60°C, menghasilkan tepung biji durian berwarna krem muda dengan tekstur halus dan homogen, serta kadar air yang lebih seragam dan higienis. Program ini berkontribusi terhadap pengurangan food waste, peningkatan nilai tambah ekonomi komoditas lokal, dan penguatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan usaha berbasis pangan lokal, sekaligus mendukung pencapaian SDG 2, SDG 8, SDG 9, SDG 12, dan SDG 17.