Claim Missing Document
Check
Articles

Kecerdasan Emosional dan Mekanisme Koping Berhubungan dengan Tingkat Stres Akademik Mahasiswa Endang Mei Yunalia; Indah Jayani; Idola Perdana Sulistyoning Suharto; Septi Susilowati
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.9.4.2021.869-878

Abstract

Stres akademik juga merupakan suatu kondisi tekanan mental yang berhubungan dengan frustasi atas kegagalan akademik atau kondisi dimana terdapat kekhawatiran terhadap peristiwa kegagalan akademik. Stres akademik ini dipengerahuhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu kecerdasan emosional dan mekanisme koping seseorang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dan mekanisme koping dengan tingkat stres akademik mahasiswa. Penelitian ini adalah penelitian analitik korelasional yang  dilakukan pada 183 responden di Universitas Kadiri yang dipilah menggunakan metode simple random sampling. instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner kecerdasan emosional yang diadaptasi dari Teori Goleman, Cope Scale untuk mengukur mekanisme koping, dan Gadzella Student-life Stress Inventory untuk mengukur tingkat stress akademik. Selanjutnya data yang didapatkan diuji menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil uji statistik tentang hubungan kecerdasan emosional dengan stres akademik mahasiswa diperoleh p-value 0,000 (α = 0,05) yang berarti terdapat hubungan kecerdasan emosional dengan stres akademik mahasiswa. Sedangkan hasil uji statistik hubungan mekanisme koping dengan stres akademik mahasiswa diperoleh p-value 0,007 (α = 0,05) yang berarti terdapat hubungan mekanisme koping dengan stres akademik mahasiswa. 
PENGARUH TERAPI SLOW DEEP BREATHING TERHADAP TINGKAT HIPERTENSI PADA LANSIA Eva Dwi Ramayanti; Endang Mei Yunalia; Wahyu Sukma Samudra
coba Vol 10 No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v10i2.367

Abstract

Pendahuluan:Lanjut usia adalah seseorang yang berusia pada rentang 45 – 60 tahun ke atas. Pada usia ini lansia rentan mengalami hipertensi atau kenaikan tekanan darah akibat proses degeneratif . Slow Deep Breathing merupakan salah satu terapi komplementer dengan melakukan pengaturan nafas untuk memberikan relaksasi pada tubuh sehingga mampu menurunkan tekanan darah. Tujuan Penelitian ini membuktikan apakah adanya pengaruh terapi Slow Deep Breathing terhadap tingkat hipertensi pada lansia. Metode: Penelitian ini merupakan Pre Eksperiment dengan one group pra-post test design Populasi penelitian ini sebanyak 17 orang dan jumlah sampelnya sebanyak 15 orang dengan menggunakan Simple Random Sampling . Hasil: Dari hasil uji statistik dengan Wilcoxon Test didapatkan hasil ada pengaruh terapi Slow Deep breathing terhadap tingkat hipertensi pada lansia. Diskusi: Terapi ini mampu membantu pengeluaran endorphin pada tubuh sehingga membuat tekanan darah mengalami vasodilatasi sehingga tekanan darah bisa menurun.Peningkatan oksigenasi dan kelancaran perfusi pada tubuh membuat tekanan darah menurun. Kata Kunci : Hipertensi, Lansia, Slow deep breathing exercise
MONITORING PARENTAL DAN AKSESIBILITAS PORNOGRAFI PADA REMAJA Endang Mei Yunalia; Muhamad Ridlo
coba Vol 8 No 1 (2019): Nopember 2019
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.539 KB) | DOI: 10.32831/jik.v8i1.223

Abstract

Aksesibilitas pornografi merupakan kemudahan dalam mendapatkan material yang menyajikan hal atau materi seksual yang dapat menyebabkan kerusakan dan masalah pada aspek fisik dan dampak psikososial yaitu berupa ketegangan mental dan kebingungan akan peran sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara monitoring parental dan aksesibilitas pornografi pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Tekhnik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 172 responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hampir setengah dari responden dengan monitoring parental sedang memiliki aksesibilitas pornografi yang rendah (37,79%). Berdasarkan hasil uji analisis Spearman Rank didapatkan data ρ-value sebesar 0,000<0,05 yakni, dengan koefisien korelasi 0,734 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Berarti ada hubungan antara monitoring parental dan aksesibilitas pornografi pada remaja. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan bagi orang tua agar melakukan monitoring parental kepada remaja dengan memenuhi 5 konstruk supaya remaja tidak mengalami penyimpangan akibat mudahnya aksesibilitas pada pornografi. Kata Kunci: Monitoring Parental, Pornografi, Remaja
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Gangguan Citra Tubuh Pada Penderita Kusta Endang Mei Yunalia
coba Vol 5 No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.841 KB) | DOI: 10.32831/jik.v5i2.131

Abstract

Leprosy is cronic disease caused by Mycobacterium leprae. Leprosy is not only physical disease but it also influence patien’s mental, social and economic. The purpose of this research was to identify the correlation between family support with body image disturbance on leprosy patients. This research is analytic correlation research wich used a cross sectional design. Sampling technique used purposive sampling and the sample consisted of 78 respondent. The result of this research most a half from respondent who has minimal family support have a negative body image (34,6%). Based on Contingency Coefficient test can get P-value 0,04< 0,05, with Coefficien Correlation 0,353, so H0 is refused and H1 accepted , it means that there is any correlation between family support with body image disturbance on leprosy patients. Based on the result of this research, its expected the family should be given a good support. Because with good family support patients can be motivated, so that patients receive the conditions that occur and not impaired body image. Key word: Leprosy, Body Image, Family Support
HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI NADI DENGAN DERAJAT DEHIDRASI PADA ANAK DENGAN DIARE Sri Haryuni; Idola Perdana; Endang Mei Yunalia; Wiwik Handayani
coba Vol 10 No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v10i2.411

Abstract

Pendahuluan: Diare merupakan kondisi dimana meningkatnya jumlah buang air besar lebih dari 4 kali pada bayi serta lebih dari 3 kali pada anak anak, yang ditandai dengan perubahan konsistensi feses, dimana feses lebih cair, berwarna kehijauan dan adakalanya bercampur dengan lendir, darah atau lendir saja. Komplikasi yang biasa terjadi akibat diare adalah dehidrasi, syok hipovolemik, hipokalemia, hipoglikemia, intoleransi sekunder yang diakibatkan karena kerusakan pada vili mukosa usus dan kekurangan enzyme laktase, kejang biasanya terjadi pada dehidrasi hipertonik, Kekurangan energi protein (akibat adanya muntah serta diare, jika lama atau kronik). Kondisi dehidrasi biasa ditandai dengan perubahan tanda-tanda vital, seperti suhu tubuh, frekuensi nadi, frekuensi pernapasan, dan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi nadi dengan derajat dehidrasi pada Anak dengan diare di IGD RSUD Wamena. Metode: Desain penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analitik korelasi melalui pendekatan cross sectional. Pengambilan data sekunder menggunakan lembar pengumpul data dengan jumlah responden sebanyak 380 orang. Variabel independen adalah frekuensi nadi, sedangkan variabel dependennya adalah derajat dehidrasi. Hasil: Berdasarkan hasil uji spearman rank didapati bahwa ada hubungan antara frekuensi nadi dengan derajat dehidrasi dengan nilai p =0.013 dan kekuatan hubungannya adalah sangat lemah. Diskusi: Disarankan untuk peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian lebih lanjut tentang factor lain terkait diare. Kata kunci : derajat dehidrasi, diare, frekuensi nadi
PENGARUH TERAPI KELOMPOK TERAPEUTIK TERHADAP KEMAMPUAN ORANG TUA TUNGGAL DALAM MEMBERIKAN STIMULASI PERKEMBANGAN ANAK USIA PRA SEKOLAH Endang Mei Yunalia
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.784 KB) | DOI: 10.33366/cr.v4i1.470

Abstract

Pengetahuan dan kemampuan orang tua dalam memberikan stimulasi perkembangan pada anak usia pra sekolah sangat penting untuk dimiliki, karena usia pra sekolah merupakan masa kritis bagi anak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kelompok terapeutik terhadap peningkatan kemampuan orang tua tunggal dalam memberikan stimulasi perkembangan anak usia pra sekolah. Desain penelitian adalah quasi experimental, dengan rancangan pre-post test with control group. Sampel adalah ibu yang berperan sebagai orang tunggal yang memiliki dan mengasuh anak usia pra sekolah, terdiri 28 responden pada kelompok intervensi dan 31 responden pada kelompok kontrol, dimana tekhnik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cluster sampling. Uji yang digunakan adalah Uji dependent sample t-test (paired t-test), diperoleh nilai p value sebesar 0,000 (p < 0,05) sehingga H1 diterima berarti ada pengaruh terapi kelompok terapeutik terhadap peningkatan kemampuan orang tua tunggal dalam memberikan stimulasi perkembangan anak usia pra sekolah. Peningkatan kemampuan kognitif dan psikomotor lebih tinggi pada kelompok yang mendapatkan terapi kelompok terapeutik Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlu diterapkannya terapi kelompok terapeutik pada tatanan pelayanan kesehatan jiwa di masyarakat pada kelompok orang tua tunggal yang memiliki anak usia pra sekolah
HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN DENGAN KEJADIAN ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI PADA LANSIA Endang Mei Yunalia
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.177 KB) | DOI: 10.33366/cr.v3i3.611

Abstract

Isolasi sosial: menarik diri adalah suatu pengalaman menyendiri dari seseorang dan perasaan segan terhadap orang lain. Salah satu penyebab menarik diri adalah faktor kepribadian. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara tipe kepribadian dengan kejadian isolasi sosial: menarik diri pada lansia. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Tekhnik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 48 responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tipe kepribadian ekstrovert tidak mengalami kejadian isolasi sosial: menarik diri (84,4%). Berdasarkan uji korelasi Chi – Square diperoleh nilai sig (2 – tailed) sebesar 0,000 sehinggan H0 ditolak dan H1 diterima berarti ada hubungan antara tipe kepribadian dengan kejadian isolasi sosial: menarik pada lansia. Berdasarkan hasil penilitian tersebut diharapkan bagi unit pelaksana teknis panti sosial lanjut usia dan juga keluarga dapat melakukan antisipasi agar kejadian isolasi sosial: menarik diri pada lansia ini tidak terjadi, misalkan dengan melibatkan lansia pada berbagai terapi kelompok.
Autogenic Training Berpengaruh terhadap Tingkat Stres Orang dengan HIV/ AIDS Endang Mei Yunalia; Arif Nurma Etika; Eliya Rohani; Erik Irham Lutfi
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 4 No. 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jikj.v4i1.769

Abstract

Penyakit HIV/AIDS merupakan salah satu stressor psikososial pada penderitanya, karena penyakit HIV/AIDS adalah jenis penyakit kronis dan penyakit yang menimbulkan ancaman kematian. Selain kondisi fisik orang dengan HIV/AIDS yang memburuk, adanya tekanan sosial juga dapat menimbulkan terjadinya stres pada ODHA. Survei awal yang telah dilakukan menunjukkan tingginya kejadian stres pada kalangan ODHA. Stres dapat ditangani secara farmakologis atau non-farmakologis. Salah satu teknik non-farmakologis yang dapat menurunkan stres pada ODHA adalah Autogenic Training. Autogenic Training adalah jenis manajemen stres melalui pendekatan secara holistik. Penelitian ditujukan untuk mengetahui pengaruh Autogenic Training terhadap tingkat stres ODHA. Desain penelitian merupakan one group pre experiment dengan menggunakan rancangan pre-post test design. Sampel dalam penelitian sejumlah 20 orang dipilih menggunakan tekhnik purposive sampling dengan uji statistik data penelitian menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Berdasarkan uji statistik didapatkan kesimpulan adanya pengaruh pemberian Autogenic Training terhadap stres pada ODHA. Autogenic Training diharapkan dapat digunakan sebagai intervensi dalam mengurangi tingkat stres pada Orang dengan HIV/AIDS, sehingga orang dengan HIV/AIDS dapat meningkatkan kualitas kehidupan.
Emotional Intelligence Correlation with Self Efficacy in Adolescent Endang Mei Yunalia; Arif Nurma Etika
Media Keperawatan Indonesia Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1936.636 KB) | DOI: 10.26714/mki.3.3.2020.137-143

Abstract

Adolescence is a transitional stage from the stage of the child to the stage of adult growth and development, wherein this transition there are many changes physical or biological, cognitive, and emotional aspects. As a result of emotional changes in adolescents usually when adolescents are confronted with stressors can cause negative feelings to arise, where negative feelings experienced by adolescents are related to one's belief in one's ability to cope with stressors or so-called self-efficacy. The purpose of this study was to determine the correlation between emotional intelligence with self-efficacy in adolescents. This research is a correlational analytic study through the cross-sectional approach. The population in this study was all students in the Faculty of Health Sciences, Kadiri University. Samples of 191 respondents were selected using a simple random sampling technique. The statistical test of research data uses the Spearman Ranks Test. Statistical test results show p = 0,000 (p-value <0.05), means that there is a correlation between emotional intelligence and self-efficacy in adolescents. The results of this study can be used as a basis for providing intervention for adolescents to further maximize the development of emotional intelligence and achievement of self-efficacy in adolescents so adolescents can manage negative emotions and have confidence in abilities from themselves, so adolescents can overcome negative emotions that arise due to the stressors.
PELATIHAN PENTINGNYA PARENTING STYLE SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN KARAKTER ANAK idola perdana sulistyoning suharto; Endang Mei Yunalia; Satria Eureka Nurseskasatmata; Erik Irham Lutfi; Martianawati martianawati; Novia Ulfa; Fernando Fernando; Edwin Putra Setya Indiarto
Jurnal Abdi Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Abdi Masyarakat November 2021
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v5i1.2142

Abstract

Children are the next generation of families and assets of the nation that must be prepared from an early age so that they become quality successors and have good character. Children's character is a container for various psychological characteristics that can guide children to adapt to various environmental conditions they face. The purpose of this activity is to increase parents' knowledge about Parenting Style as an Effort to Build Children's Character. The method used in this community service is Community Education (Counseling) through the Zoom Meeting media. Based on the results of the Wilcoxon Signed Rank test, it can be seen that the significance value (p value) is 0.00. The significance value is greater than α (0.05) so it can be interpreted that there is a significant difference in the knowledge of parents before and after counseling. Based on the results of this community service, it can be concluded that counseling to the community can increase parents' knowledge about Parenting Style as an Effort to Build Children's Character. Parents' knowledge about parenting needs to be improved, because knowledge about parenting will determine the type of parenting that will be given by parents to their children. So that the child will have a good character and in accordance with the norms of society