Claim Missing Document
Check
Articles

Sosialisasi Senam Lansia di Kelurahan Balowerti RW 6 Kota Kediri Etika, Arif Nurma; Sulistyawati, Wiwin; Agnes, Yeni Luviana Novita; Jayani, Indah; Prasetyo, Rudi Tri; Mirasa, Yudied Agung; Yunalia, Endang Mei; Suharto, Idola Perdana Sulistyoning; Nurseskasatmata, Satria Eureka
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 6 No 2 (2022): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v6i2.17510

Abstract

The elderly are vulnerable individuals, so their health needs to be improved. Knowledge of the elderly about maintaining health also needs to be improved. One way to improve the health of the elderly is through elderly exercise. The purpose of this implementation is to increase the knowledge of elderly about elderly exercise. The implementation method is divided into three stages. The first stage is to make preparations (coordination with partners, for example, caregivers), the next stage is to carry out activities (implementing counseling and simulation of elderly exercise), and the last stage is evaluation. The implementation was carried out in RW 6 Balowerti on 2-7 June 2021. This implementation was followed by 38 elderly. Based on the results, pretest were obtained almost half (47.4%) of the elderly had less knowledge levels, in the posttest it was found that most (57.9%) of the elderly had a good level of knowledge. From the results of the test, it can be concluded that there is an influence of health education and simulation of elderly exercise on the level of knowledge of the elderly.
Faktor yang berhubungan dengan kejadian speech delay Suharto, Idola Perdana Sulistyoning; Karingga, Devangga Darma; Yunalia, Endang Mei; Jayani, Indah
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/87b2xh74

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan adalah proses bertambahnya fungsi dan struktur tubuh yang lebih kompleks pada gerak kasar, halus, bicara, bahasa, dan sosialisasi kemandirian. Lebih dari 200 juta anak di bawah usia lima tahun diperkirakan mengalami keterlambatan perkembangan. Gangguan bicara serta bahasa merupakan salah satu gangguan perkembangan yang sering ditemukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian speech delay.Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik korelasi dengan jumlah populasi dan sampel sebanyak 70 responden. Teknik sampling yang dilakukan adalah accidental sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2025 di Trimulia Fisioterapi. Variabel independennya adalah jenis kelamin, durasi penggunaan gadget, dan pola asuh. Variable dependennya adalah kejadian speech delay. Uji statistic yang digunakan adalah uji chi suare dan spearman rank.Hasil: Berdasarkan hasil uji chi square didapatkan hasil ada hubungan jenis kelamin dan pola asuh dengan kejadian speech delay dengan nilai p 0,001 dan 0,000. Berdasarkan hasil uji spearman rank didapatkan hasil ada hubungan durasi penggunaan gadget dengan kejadian speech delay  dengan nilai p 0,000.Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara jenis kelamin, durasi penggunaan gadget, pola asuh dengan kejadian speech delay.
Psikoedukasi Family Therapy Sebagai Upaya Membangun Komunikasi Sehat Bersama Anak Yunalia, Endang Mei; Suharto, Idola Perdana Sulistyoning; Ramayanti, Indah Jayani, Eva Dwi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.17522

Abstract

Latar Belakang: Komunikasi yang baik antara orangtua dengan anak merupakan pondasi dalam interaksi dalam keluarga. Komunikasi yang baik antara orangtua dengan anak, akan membantu orangtua memahami perkembangan anak, dapat memberikan stimulasi dengan tepat sehingga dapat membantu menumbuhkan rasa percaya diri, membangun harga diri ataupun konsep diri positif. Pola komunikasi yang tidak tepat antara orangtua kepada anak dapat menyebabkan permasalahan dalam hubungan antara anak dengan orangtua, sehingga perlu dilakukan upaya preventif untuk mencegah terjadinya permasalahan komunikasi antara orangtua dengan anak. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan ibu tentang pentingnya menerapkan komunikasi yang tepat kepada anak. Metode: Kegiatan dilakukan dalam 3 tahap pelaksanaan, yang terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah dilakukan psikoedukasi family therapy, sebanyak 13 orang (72,2%) memiliki tingkat pengetahuan baik, dan hampir setengah peserta lagi yaitu sebanyak 3 responden (27,8%) memiliki pengetahuan cukup. Hasil analisis data menunjukkan terdapat 15 peserta yang mengalami peningkatan pengetahuan setelah dilakukan psikoedukasi family therapy, yaitu sebanyak 15 responden (83,3%). Hasil nilai p yang diperoleh yaitu 0,000 (<0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian psikoedukasi family therapy terhadap pengetahuan ibu. Kesimpulan: Ada peningkatan pegetahuan ibu sebelum dan sesudah dilakukan psikoedukasi family therapy.
Hubungan Durasi Penggunaan Gawai dengan Kecerdasan Emosional Anak Usia Sekolah Endang Mei Yunalia; Idola Perdana Sulistyoning Suharto; Wahyu Sukma Samudera; Eva Dwi Ramayanti; Rian Elva Wulandari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.9

Abstract

Kecenderungan penggunaan gawai secara berlebihan akan menjadikan seseorang bersikap tidak peduli pada lingkungannya baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. Pada anak-anak, ketidakpedulian ini dapat menumpulkan kemampuan dalam empati, mengekspresikan emosi dengan tepat, mengelola emosi, dan semua itu merupakan aspek dari kecerdasan emosional. Berdasarkan studi pendahuluan ketika orang tua menghentikan penggunaan gawai pada anak maka anak memunculkan reaksi memukul dan marah – marah. Hal tersebut menunjukkan bahwa adanya permasalahan emosional yang terjadi pada anak usia sekolah akibat penggunaan gawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan gawai dengan kecerdasan emosional pada anak usia sekolah. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi dilakukan secara cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah anak usia sekolah (murid kelas 4 – 6) di sekolah dasar yaitu sebanyak 45 anak, dan jumlah sampel penelitian sebanyak 40 responden, yang ditentukan dengan menggunakan tekhnik simple random sampling. Pengambilan data menggunakan instrument berupa kuesioner. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner durasi penggunaan gawai dan kuesioner kecerdasan emosional anak dan remaja. Instrumen durasi penggunaan gawai r tabel yang menjadi acuan adalah r-hitung > 0,361 dan hasil uji reliabilitas menggunakan Cronbach's Alpha didapatkan hasil 0,880. Instrumen kecerdasan emosional yang terdiri dari 34 item pernyataan setelah diuji menggunakan rumus Product Moment menunjukkan bahwa terdapat 30 item dengan validitas baik dan empat item dengan validitas buruk dan memiliki nilai korelasi >0,401 dan uji reliabilitasnya dengan menggunakan rumus Kuder-Richardson (KR-21) dengan hasil uji reliabiltas sebesar 0,7961, sehingga memenuhi syarat instrumen yang valid dan reliabel. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu hampir seluruh responden yang menggunakan gawai berlebih, maka memiliki kecerdasan emosional yang cukup yaitu sebanyak 32 responden (80%). Berdasarkan hasil uji analisis spearmen rank rho didapatkan  p value = 0,040 <α = 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ada hubungan durasi penggunaan gawai dengan kecerdasan emosional pada anak usia sekolah.
Pengaruh Terapi Okupasi terhadap Stres pada Lansia Eva Ramayanti; Sucipto Sucipto; Endang Mei Yunalia; Devangga Darma Karingga; Ali Mansur
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menua adalah proses alami yang disertai adanya penurunan kondisi fisik, psikologis maupun sosial yang saling berinteraksi satu sama lain. Salah satu masalah psikologis yang dapat dialami oleh lansia adalah stres. Stres adalah reaksi tubuh terhadap sesuatu yang menimbulkan tekanan perubahan dan ketegangan emosi. Salah satu jenis terapi yang dapat digunakan untuk mengurangi stres yaitu terapi okupasi. Terapi ini berfokus pada pengenalan kemampuan yang masih ada pada seseorang, pemeliharaan dan peningkatan bertujuan untuk membentuk seseorang agar mandiri. Tujuan untuk mengetahui pengaruh terapi okupasi terhadap tingkat stres pada lansia di UPT PSTW. Desain Penelitian yang di gunakan pra eksperimental one group pre test post test. Tehnik Penelitian yang di pakai ialah proposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah lanjut usia (lansia) di UPT PSTW sebanyak 15 orang. Instrumen penelitian adalah lembar kuesioner DASS 42 dengan uji validitas dan reliabilitas internal berupa content dan construct. Analisa data bivariat  menggunakan Wilcoxon sign test dengan bantuan komptier. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa sebelum dilakukan terapi okupasi sebagian besar responden mengalami stres berat sebesar 50,0%. Setelah diberikan terapi okupasi sebesar 42,9% tidak mengalami stres. Hasil analisa bivariat pada nilai signifikan a=0,5. Hasil uji statistik yang didapatkan p value  sebesar 0,005. Penelitian ini memberikan hasil adanya pengaruh pemberian terapi okupasi terhadap stres pada lansia.