Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA PECANDU NARKOBA YANG MENJALANI REHABILITASI RAWAT INAP DI BNNK SURABAYA Yani Maya Pratiwi; Nurchayati Nurchayati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 04 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v7i04.36533

Abstract

PERAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DALAM PROSES PENYEMBUHAN ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) Octavia Indri Puspita Dewi; Nurchayati Nurchayati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 1 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i1.38498

Abstract

SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PANDEMI COVID-19 Tio Kusuma; Nurchayati Nurchayati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i4.41156

Abstract

DINAMIKA PSIKOLOGIS PEMUDA YANG BERPINDAH AGAMA: SEBUAH STUDI KASUS DESKRIPTIF Dimas Angga Wahid; Nurchayati Nurchayati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i4.41174

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian psikologis ini, yang bermetode kualitatif dan berpendekatan studi kasus, adalah menggali dan memahami dinamika psikologis orang yang berpindah agama. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis dengan teknik analisis tematik. Partisipan studi ini adalah dua pemuda yang berganti agama sebagai sebuah keputusan spiritual yang tidak dimotivasi oleh pernikahan. Ditemukan bahwa keputusan partisipan untuk berpindah agama adalah produk dari konflik spiritual dalam diri mereka. Keputusan ini dikuatkan oleh dukungan sosial dari keluarga. Perpindahan agama membuahkan kebahagiaan dalam diri kedua subjek: mereka kemudian merasa telah meraih kebenaran sejati dan merasakan indahnya kehidupan. Perpindahan agama juga mendorong mereka untuk berbuat lebih baik pada sesama. Di samping itu, mereka mengalami juga perubahan relasi dengan teman sebaya dan tetangga. Kata Kunci: dinamika psikologis, pengalaman religius, pindah agama, orang yang pindah agama Abstract Using the qualitative, case-study approach, this research aims to describe and understand the psychological dynamics at work in the experience of religious conversion. Data was collected through semi-structured interviews and then interpreted with the thematic analysis technique. Serving as research participants were two young men who had changed their religion for spiritual reasons and not for marriage purposes. It was discovered that the decision to convert resulted from a spiritual crisis. Supported by family members, the act of conversion brought about happiness in the lives of the two subjects: they felt they had found truth, thereby experiencing the beauty of life. In addition to motivating them to do good to others, the religious conversion had also transformed their relationships with friends and neighbors. Keywords: psychological dynamics, religious experience, conversion, converts
GRATITUDE PADA CAREGIVER KELUARGA YANG MERAWAT LANSIA Lukas Onny Setiyoko; Nurchayati Nurchayati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i3.41209

Abstract

Abstrak Sebagai salah satu syarat kesejahteraan lansia, perawatan lansia kerap dibebankan pada anggota keluarga sebagai caregiver. Merawat lansia tak jarang merupakan beban berat. Gratitude menjadi salah satu faktor yang dapat membantu caregiver menghindari kondisi kewalahan. Riset ini mengkaji dua fenomena: 1) tantangan para caregiver keluarga dalam merawat lansia berketerbatasan fisik, dan 2) gratitude dalam diri mereka sebagai perawat lansia dan peran gratitude dalam membantu mereka menyiasati dan memaknai tantangan tugas perawatan. Dengan berpendekatan studi kasus, riset psikologi kualitatif ini mengolah data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara semi-terstruktur. Partisipan penelitian ini adalah dua perempuan yang minimal telah satu tahun merawat lansia berketerbatasan fisik yang tinggal serumah dengan mereka. Ditemukan bahwa dalam merawat lansia, para caregiver ini menghadapi dua tipe tantangan, yaitu objektif dan subjektif. Tantangan objektif mereka mencakup bagaimana menjaga kebersihan pribadi lansia dan memenuhi kebutuhan lansia akan gizi berimbang. Adapun tantangan subjektif mereka adalah campur-aduk emosi terhadap lansia yang mereka rawat, yaitu kesedihan, kejengkelan, dan belas kasihan. Tersingkap pula dalam riset ini bahwa gratitude membantu para caregiver dalam menanggung beban sehari-hari merawat lansia dan menemukan makna di dalamnya. Gratitude mengandung tiga komponen, yaitu sense of abundance, appreciation for others, dan simple appreciation. Kata kunci: gratitude, caregiver keluarga, lansia Abstract Elder care is one of the necessities of life for the elderly to enjoy well-being. Usually, the onus is on families to look after their elderly relatives. A sense of gratitude helps these family carers to avoid physical and mental burnout. Using the case-study approach, this qualitative, psychological research examines the challenges confronting family carers of elderly relatives with physical limitations. The study also explores the role of gratitude in helping the family caregivers to manage and find meaning in the day-to-day challenges of elder care. Semi-structured interviews were conducted with two adult women who had looked after their physically challenged, elderly relatives for more than a year. Analysis of the interview data shows that they were faced with two types of challenges, objective and subjective. Objective challenges included nourishing the elderly and keeping their personal hygiene, while the subjective ones involved the mixed feelings of sorrow, pity, and exasperation toward the elderly under their care. These caregivers exhibited a sense of gratitude, which consisted of a sense of abundance, simple appreciation, and appreciation for others, and which had helped them cope with the daily burden of elderly care. Keywords: gratitude, family caregiver, elderly
PENGALAMAN PEREMPUAN MUSLIM YANG MELEPAS JILBAB Kamilah Anggraeni Kusuma Firdaus; Nurchayati Nurchayati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i3.41293

Abstract

Abstrak Jilbab adalah sebuah simbol penting dalam Islam. Di negara berpenduduk mayoritas muslim seperti Indonesia, tidaklah mudah bagi para muslimah untuk berhenti berjilbab. Penelitian ini menggali dan menafsirkan pengalaman para muslimah yang melepaskan jilbab mereka dan strategi mereka dalam menghadapi berbagai tantangan akibat tindakan itu. Dengan menerapkan pendekatan studi kasus, penelitian psikologi kualitatif ini menggunakan wawancara semi-terstruktur dengan tiga muslimah dewasa awal yang sudah dua tahun berhenti berjilbab. Dengan menggunakan teknik analisis naratif, riset ini menemukan bahwa asal-mula mereka berjilbab adalah faktor kunci yang memudahkan tindakan mereka meninggalkan jilbab. Ditemukan pula bahwa keputusan melepaskan jilbab membuahkan beberapa konsekuensi negatif, misalnya komentar negatif dan pertanyaan tak menyenangkan. Walaupun demikian, sebagian mereka mengalami juga konsekuensi positif, yaitu perasaan lega dan kemudahan memperoleh pekerjaan. Untuk menanggulangi konsekuensi negatif, mereka mengabaikan tanggapan negatif dan menjawab seperlunya saja berbagai pertanyaan tak menyenangkan. Konsep diri positif turut memudahkan adaptasi mereka pada penampilan baru setelah tak berjilbab. Kata Kunci: Jilbab, penyesuian diri, konsep diri Abstract Hijab is one of the key symbols among Muslim women. In Indonesia, a Muslim-majority country, giving up the hijab is a tough decision for them to make. This qualitative, psychological study describes and analyzes the experiences of Muslim women who have made this decision and the ways they manage its impact. Using the case-study approach, the researcher conducted semi-structured interviews with three young Muslim women who had stopped wearing the hijab for two years. Using the narrative analysis technique, this study found that the original decision to start donning the hijab played a vital role in facilitating or inhibiting the subsequent decision to give it up. Giving up the hijab brought about negative consequences, such as disapproving comments and irritating questions. But the same decision also led to positive consequences, including emotional relief and improved job opportunities. To cope with the unfavorable consequences, these women ignored negative comments and gave spare responses to irritating inquiries. Favorable self-concept appears to have helped them adapt to a new life without the hijab. Keywords: hijab, Muslim women, adjustment, self-concept
PENYESUAIAN DIRI PEREMPUAN BEKERJA MENINGGALKAN KARIR UNTUK RUMAH TANGGA Hanifa Rahma; Nurchayati Nurchayati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i6.41418

Abstract

LONELINESS PADA LANSIA YANG TINGGAL SENDIRI Barron Atalarik Sihab; Nurchayati Nurchayati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41699

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengenai rasa kesepian yang dialami responden selama tinggal sendiri. Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman rasa kesepian yang dialami oleh lansia dan bagaimana menghadapi kesepian. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Dalam penelitian terdapat 3 responden yang berjenis kelamin perempuan dengan usia 60, 62, dan 77 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik wawancara semiterstruktur. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ialah Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Berdasarkan dari hasil penelitian mengungkap bahwa, ketiga responden memiliki sebab tinggal sendiri, yaitu responden merasa masih sehat. semua anak dari responden telah berkeluarga dan tidak memiliki beban. Ketiga responden dihadapkan pada persoalan di masa tua yakni masalah kesehatan, masalah psikologis, dan masalah ekonomi. Rasa kehilangan pasangan hidup yang telah bersama berdampak pada rasa ketergantungan dan rasa rindu yang dialami pada ketiga responden. Cara mereka mengatasi kesepiannya terbagi menjadi 3 cara yaitu: melakukan aktivitas untuk mengatasi kesepian, dukungan sosial dari orang terdekat, dan peningkatan religiusitas yang dilakukan oleh ketiga responden. Kata Kunci: Kesepian, Kesendirian, Lansia. Abstract This research is about the feeling of loneliness experienced by respondents while living alone. This study explores the experience of loneliness experienced by the elderly and how to deal with loneliness. The type of research used in this research is qualitative research with a phenomenological approach. In the study, there were 3 female respondents aged 60, 62, and 77 years. The data collection technique used in this research is to use a semi-structured interview technique. The analytical technique used in this research is Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Based on the results of the study revealed that, the three respondents had a reason to live alone, namely the respondents felt they were still healthy. all children of the respondents are married and have no burden. The three respondents were faced with problems in their old age, namely health problems, psychological problems, and economic problems. The feeling of losing a life partner who has been together has an impact on the sense of dependence and longing experienced by the three respondents. The way they overcome their loneliness is divided into 3 ways, namely: doing activities to overcome loneliness, social support from the closest people, and increasing religiosity carried out by the three respondents. Keywords: Loneliness, Alone, Elderly.
PENYESUAIAN DIRI MAHASISWA BATAK YANG MERANTAU DI SURABAYA Elsa Hutabarat; Nurchayati Nurchayati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i7.41734

Abstract

Abstrak Penelitian psikologi kualitatif ini mengkaji tantangan-tantangan dan strategi penyesuaian diri pada mahasiswa rantau di kota besar. Empat mahasiswa rantau di Surabaya, yang bersuku Batak dan berasal dari Sumatera Utara, berpartisipasi sebagai responden penelitian ini. Dengan menerapkan pendekatan studi kasus, peneliti mengumpulkan data melalui wawancara semi-terstruktur. Setelah terkumpul, data ditafsirkan dengan teknik analisis tema. Ditemukan bahwa dalam beradaptasi pada studi dan kehidupan di Surabaya, para mahasiswa rantau ini menghadapi tantangan dalam ranah bahasa, pembelajaran, makanan dan keuangan. Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, mereka memakai kombinasi strategi, yaitu memohon agar teman bicara berbahasa Indonesia, meminta kawan bertindak sebagai interpreter, membina jejaring sosial dengan teman kos, rekan kuliah dan warga setempat. Ditemukan pula bahwa pengalaman rantau di masa lalu adalah faktor kunci yang meningkatkan daya adaptasi di perantauan masa kini. Kata kunci: penyesuaian diri, merantau, migrasi pendidikan, mahasiswa Batak Abstract Using the case-study approach, this qualitative psychological research examines the kinds of challenges that migrant university students face in major cities and the ways they handle these challenges. Four Batak migrant college students from North Sumatra, who currently live and study in Surabaya, participated as subjects in this research. Data collected through semi-structured interviews were interpreted using the thematic analysis technique. The study found that the students were faced with challenges in multiple areas, which included language, learning, food culture, and finances. To overcome these challenges, they employed an adjustment strategy composed of several key moves: requesting the locals to speak Indonesian, asking friends to serve as interpreters, networking with housemates, classmates, and local inhabitants. The study also shows that prior migration experience helped the students to better adjust to life and study in the host city. Keywords: adjustment, migration, educational migration, Batak university students
Self-Acceptance Remaja yang Hamil di Luar Nikah Higria Anugrah Samawati; Nurchayati Nurchayati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i9.41770

Abstract

Abstrak Kehamilan di luar nikah, terutama di usia remaja seringkali dianggap sebagai hal yang memalukan. Akibatnya, beberapa remaja akan memilih untuk tidak mengakui kehamilannya karena merasa malu dan takut akan menerima mendapat stigma dan cemoohari masyarakat. Namun, tetap ada perempuan yang hamil di luar nikah yang memutuskan untuk mempertahankan kehamilannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui penerimaan diri pada perempuan yang pernah hamil di luar nikah serta faktor apa saja yang mempengaruhi penerimaan diri. Peneliti melakukan studi kasus pada tiga perempuan yang pernah mengalami kehamilan di usia remaja. Data dikumpulkan melalui wawacara semi-terstruktur kemudian dianalisis menggunakan model analisis naratif. Hasil penelitian menunjukkan remaja perempuan yang hamil di luar nikah memiliki sikap yang membuktikan bahwa mereka dapat menerima keadaan barunya. Penerimaan diri pada ketiga subjek didukung oleh faktor yang beragam seperti pemahaman diri, harapan yang realistis, tidak adanya stress berat, konsep diri Kata Kunci: Hamil di Luar Nikah, Remaja, Self-Acceptance. Abstract Pregnancy out of wedlock, particularly for teenager is often considered as an embarrassment. Therefore, some of them refuse to admit their pregnancy because they feel ashamed and are afraid of getting stigma from society. Despite the aforementioned decision, some teenagers choose to keep their baby. The goal of this paper is to find out self-acceptance among woman who previously suffered from pregnancy out of wedlock. It also explores factors that support self-acceptance. Employing a case study on three women who had pregnancy out of wedlock during their teenage years, it collects data through semi-structured interviews. To analyze it data, it uses narrative analysis. Based on the analysis data, it concludes that women who were pregnant out of wedlock have attitudes that prove that they can accept their new circumstances. Some factors that affect their self-acceptance include self-understanding, realistic expectations, the absence of severe stress, self-concept, social support and positive social attitudes. Keyword: Pregnancy out of wedlock, Adolescence, Self-Acceptance