Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENERIMAAN DIRI PADA PEREMPUAN DENGAN HIV/AIDS (PDHA) Gresya Agung Rakasiwi; Nurchayati Nurchayati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i9.41915

Abstract

Abstrak Penyandang HIV/AIDS kerap mengalami stigmatisasi masyarakat. Mereka dianggap penyebar penyakit mematikan dan penganut pola hidup negatif. Dengan menerapkan pendekatan studi kasus, riset psikologi kualitatif ini menggali penerimaan diri perempuan penyandang HIV/AIDS dan mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Studi ini melibatkan empat responden perempuan penyandang HIV/AIDS. Setelah terkumpul melalui wawancara dengan mereka, data riset ditafsirkan dengan teknik analisis tematik. Ditemukan bahwa perempuan penyandang HIV/AIDS mengalami stigmatisasi negatif dan diskriminasi. Akibatnya, mereka merasa cemas, bersalah dan tak berharga. Mereka juga sukar menerima kondisi baru sebagai orang ber-HIV/AIDS. Namun, melalui proses bervariasi, mereka akhirnya berhasil menerima diri. Penerimaan diri dimudahkan oleh dukungan keluarga dan masyarakat dan dihambat oleh lemahnya ekonomi dan rendahnya pendidikan. Kata Kunci: penerimaan diri, perempuan, HIV/AIDS. Abstract People with HIV are often stigmatized. They are seen as spreaders of a deadly disease and practitioners of socially reprehensible lifestyles. Using the case-study approach, this qualitative psychological research examines the self-acceptance of women with HIV/AIDS, seeking to identify those factors that facilitate and impede its development. Interviews were conducted with four HIV-positive women as research participants. A thematic analysis of the interview data revealed that these women were discrimination against and stigmatization. As a result, they suffered from anxiety, were burdened by guilt, and felt worthless. They finally succeeded in achieving self-acceptance through various processes, which were enabled by support from family and society and which were hindered by economic troubles and poor education. Keywords: self-acceptence, women, HIV/AIDS.
DINAMIKA PSIKOLOGIS REMAJA PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN DALAM PACARAN YANG MEMILIH MEMPERTAHANKAN HUBUNGAN PACARANNYA Firsta Hernie Kartika Prameswari; Nurchayati Nurchayati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i7.42609

Abstract

Abstrak Kekerasan dalam pacaran merugikan perempuan secara fisik dan psikis. Studi ini menganalisis dinamika psikologis pada remaja perempuan yang mempertahankan hubungan toksik dan sarat kekerasan dan bahkan menikahi sang pacar yang telah menyakiti mereka. Kajian ini mencoba mengungkapkan sebab-sebab di balik dan dampak-dampak dari keputusan problematik itu. Penelitian kualitatif ini berpendekatan studi kasus dan berfokus pada dua remaja perempuan. Data dihimpun dengan teknik wawancara semi-terstruktur dan dianalisis dengan teknik analisis naratif. Riset ini menemukan bahwa kedua responden mempertahankan hubungan toksik dan penuh kekerasan dengan sang pacar karena 1) mereka telanjur mencintai sang pacar; 2) mereka sudah berhubungan seks pranikah dengan sang pacar; 3) mereka ingin sang pacar menikahi mereka; 4) mereka berharap perilaku sang pacar akhirnya membaik; 5) mereka berstatus ekonomi lebih rendah daripada sang pacar; dan 6) mereka cenderung ber-self-esteem rendah. Kata Kunci: kekerasan dalam pacaran, remaja perempuan, dinamika psikologis. Abstract Although dating violence causes physical and psychological damage to women victims, there are abused teenage girls who choose to stay in their violent relationships. Some of them even marry their abusive boyfriends. Designed as a qualitative case study, and focusing on two teenage women subjects, this psychological research examines the reasons for such a puzzling decision. Data was collected through semi-structured interviews and interpreted through narrative analysis. This investigation discovers the six reasons why the two subjects stay in their abusive relationships: 1) they feel they have already gone too far in loving their violent boyfriends; 2) they have had premarital sex with their partners; 3) they hope their boyfriends will marry them; 4) they hope their partners will change for the better; 5) they have a lower economic status than their boyfriends; and 6) they seem to be low in self-esteem. Keywords: dating violence, teenage women, psychological dynamics.
Reintegrasi Mantan Narapidana Teroris Ismi Mauliya Shodiq; Nurchayati Nurchayati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.44863

Abstract

KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS LANSIA TERLANTAR BERJENIS KELAMIN LAKI-LAKI: SEBUAH STUDI FENOMENOLOGI Ila Nurdianti; Nurchayati Nurchayati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.44865

Abstract

Abstrak Keterlantaran lansia dapat menyebabkan berbagai permasalahan, baik persoalan sosial maupun persoalan psikis bagi yang mengalaminya. Salah satu langkah yang ditempuh untuk mengatasi persoalan ini adalah dengan menampung para lansia terlantar tersebut di penampungan sosial. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kesejahteraan psikologis lansia yang tinggal di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian ini adalah 5 lansia lak-laki terlantar. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lansia terlantar memiliki kesejahteraan psikologis yang mereka peroleh melalui berbagai kegiatan yang mereka ikuti di Liponsos. Melalui kegiatan tersebut, para lansia terlantar dapat menghilangkan rasa bosan, kesepian, kejenuhan dan pikiran negatif yang ada di dalam diri. Kata Kunci: kesejahteraan subjektif, lansia terlantar, Liponsos Abstract Neglection of the elderly lead to social and psychological problems. One of the way to deal with these problems is to put the neglected elderly to a shelter. This research explores the psychological wellbeing of the elderly who live in Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Sidoarjo. It uses a qualitative research method with a phenomenological approach. The subject of this study are 5 neglected male elderly. It employs semi-structured interview to collect data. The study reveals that neglected elderlies experience psychological well-being which they obtain from participation in various acitivies in Liponsos. These activities enable them to get rid of boredom, loneliness, and negative thoughts. Keywords: psychological well being, abandoned elderly, Liponsos
KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA REMAJA PEREMPUAN YANG MELAKUKAN TINDAK PEMBUNUHAN Dayangku Fanny Padillah; Nurchayati Nurchayati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.44867

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to describe the psychological well-being of a teenage girl who committed a murder. This research applies qualitative case study method. The subject in this study is a teenage girl who killed her own baby. It uses interviews to collect data. Based on analysis narrative, this study reveals that the subject of the study has a fair good psychological well-being which is represented from self-acceptance, positive relationship with others, autonomy or independence, environmental mastery, life goals and personal development. Keywords: psychological well being, teenager, murderer Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan kesejahteraan psikologis remaja perempuan yang terjerat kasus pembunuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatatif studi kasus. Subjek dalam penelitian ini yaitu seorang remaja perempuan yang pernah melakukan tindak pembunuhan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara. Analisis data menggunakan teknik analisis naratif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek memiliki kesejahteraan psikologis yang cukup baik. Dimensi kesejahteraan psikologis yang terlihat dari diri subjek penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, otonomi atau kemandirian, penguasaan lingkungan, tujuan hidup dan pengembangan pribadi. Kata kunci : kesejahteraan psikologis, remaja, pelaku pembunuhan
Gambaran Diri Perempuan Pengguna Second Account Instagram Gandes Kurnia; Nurchayati Nurchayati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.44893

Abstract

Abstrak Media sosial membawa pengaruh cukup signifikan pada kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran diri individu pada akun kedua Instagram. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan 3 partisipan dengan karakteristik perempuan berusia 18-24 tahun yang memiliki akun Instagram lebih dari satu, serta aktif menggunakannya. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil menunjukkan bahwa individu yang memiliki second account di Instagram merasa lebih percaya lebih percaya diri, terbuka, dan apa adanya di akun keduanya ketimbang di akun pertamanya. Abstract Social media influences social life significantly. This research seeks to uncover self-image of women who own second account of Instragram. It uses a case study approach. It employs semi-stuctured interviews with three women aged 18-24 years who have more than one Instagram account. The data are analyzed by thematic analysis. This research shows that women who own second Instagram feel more confidence, outspoken, and present themselves as they are in their second account than their first one.
KEPUASAN HIDUP MANULA YANG TERLANTAR Risna Khoirunnisa; Nurchayati Nurchayati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.44985

Abstract

Abstrak Lanjut usia rentang mengalami permasalahan yang berasal dari keluarga melakukan pengabaian penelantaran yang pada akhirnya memutuskan untuk tinggal di panti sosial. Perubahan yang dialami lansia akan mengakibatkan permasalahan psikologis. Fenomena pengabaian lansia ini sering terjadi di kalangan masyarakat. Berdasarkan hal tersebut tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kepuasan hidup manula yang tidak tinggal dengan keluarga. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dengan wawancara semiterstruktur. Berdasarkan analisis data yang diperoleh dari tiga responden berusia lebih dari 60 tahun dan tinggal di Griya Werdha Surabaya, ditemukan bahwa kehidupan masa lalu, masa sekarang dan harapan masa depan menentukan kepuasan hidup lansia. Kehidupan masa lalu yang mencakup pencapaian, pengalaman pekerjaan, pernikahan, hubungan keluarga dan hubungan pertemanan. Kehidupan saat ini yaitu responden tinggal di panti sosial dengan kegiatan panti, pelayanan panti dan hubungan antar penghuni serta petugas. Harapan masa depan responden menginginkan hidup dengan layak dan memiliki umur panjang. Kepuasan hidup responden memunculkan emosi negatif dan positif serta cara mengatasi permasalahan dengan coping strategi. Kata Kunci: kepuasan hidup, lanjut usia, panti sosial, terlantar Abstract Elderly are very vulnerable can cause problems comes from the family neglect and elderly who live in the retirement home. Changes experienced by the elderly will lead to psychological problems. This phenomenon of neglect of the elderly often occurs in society, therefore one of the important roles for the elderly is life satisfaction. The purpose of this study was to determine life satisfaction elderly from that are not one's own home. The approach in this qualitative research is a case study. . The respondent of this study amounted to 3 neglected elderly people, who are more than 60 years old woman and male, and live in the Griya Werdha Surabaya. The results of this study found that past life, present and future expectations determine the life satisfaction of the elderly. Past life that includes accomplishments, work experiences, marriage, family relationship and friendships. Present condition namely the respondent lives in a social institution with retirement home activities and the relationship among the elderly and officers. Future expectations of respondents want to live decently and have a long life. Respondents' life satisfaction raises negative and positive emotions and they overcome their problems by the coping strategies. Keywords: life satisfaction, elderly, retirement home, neglect
GAMBARAN INTENSI MENIKAH PADA DEWASA MADYA BERJENIS KELAMIN PEREMPUAN: SEBUAH STUDI KASUS Febby Listya Ekayanti; Nurchayati Nurchayati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.44988

Abstract

CITRA DIRI PEROKOK WANITA BERJILBAB: SEBUAH STUDI FENOMENOLOGI Septinia Handayani; Nurchayati Nurchayati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.44989

Abstract

Smoking is seen as male behaviour since it is men who usually smoke. Therefore, smoking behaviour among women is considered as inapropriate, let alone women who wear headscarf for it serves as muslims symbol for piety. This research seeks to describe self-image among muslim women who smoke. It also examines factors that affect their self-image. It employs qualitative phenomenological approach. The subject of this research are five muslim women who wear headscarf and have been smoking for at least one year. Based on Interpretive Phenomenological Analysis, this research finds out that the subject of the research has both positive and negative self-image. They began to smoke due to psychological tension from family and friends. Keywords: Self-Image, female smoker with headscarf, cigarette ABSTRAK Perilaku merokok umumnya dilakukan oleh pria, sehingga perokok wanita akan mendapat penilaian berbeda di masyarakat terutama jika wanita tersebut berjilbab. Hal ini disebabkan karena jilbab merupakan simbol ketaatan beragama. Penelitian ini bertujuan menggambarkan citra diri perempuan berjilbab yang merokok serta mengungkap apa saja faktor yang mempengaruhi citra mereka. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan fenomenologi dengan subjek penelitian berjumlah lima orang perempuan berjilbab yang merokok setidaknya setahun lamanya. Analisis data yang digunakan ialah analisis Interpretive Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memiliki citra diri positif maupun negatif. Seluruh subjek memulai kebiasaan merokok akibat adanya tekanan yang mereka alami baik berasal dari keluarga maupun teman. Kata Kunci: Citra Diri, Wanita Berjilbab, Rokok
PENYESUAIAN DIRI PADA ORANG TERLANTAR DI TEMPAT PEMBINAAN SOSIAL: SEBUAH STUDI KASUS Aulia Rachmah Rizqiyah; Nurchayati Nurchayati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.44992

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyesuaian diri pada gelandangan dan pengemis yang mendapatkan pembekalan dan pembinaan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan empat orang terlantar yang berada di rehabilitasi dengan jenis kelamin pria dan perempuan dengan rentang usia 25-60 tahun. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Berdasar analisis data, ditemukan bahwa penyesuaian diri dari para orang terlantar ini berbentuk penyesuaian diri dengan pegawai dan kegiatan. Peneliti juga menemukan bahwa penyesuaian diri pada orang terlantar dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan, latar belakang tingkat ekonomi, dan usia. Kata Kunci: Penyesuaian Diri, Orang Terlantar, Pembinaan Sosial Abstract. This study examine the adjustment of homeless and beggars who receive social security programme. It uses a case study qualitative method. Four female and male homeless, age 25-60, serve as subject of this research. It employs semi-structure interview to collect data. Based on descriptive analysis, this research finds out that homeless make personal adjustment to activities and social workers. It also discovers that their adjustment is affected by educational background, economic status background, and age. Keywords: Adjustment, Abandoned People, Social Development