Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Agresi fisik dalam Pacaran pada Perspektif Seksis Gabriel Amara Wijaya; Nurchayati Nurchayati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.44996

Abstract

Abstract Violence in society is manifested in various forms, one of which is physical aggression. Physical aggression is the root of many cases of violence in love relationships which are manifested by sexist attitudes. This study aims to explore that sexist attitudes are one of the triggers for physical aggression that occurs in romantic relationships. This study is a qualitative research using case studies with data collection in the form of structured interviews and observations. The subjects of this study were four perpetrators of physical aggression to their partners. In this study, it was found that sexist attitudes played a major role in physical aggression against partners in romantic relationships. The sexist attitudes found are divided into three, namely paternalism, gender differentiation, and heterosexuality. Keywords: Sexist attitude, Physical aggression in dating, perpetrators of physical aggression. Abstrak Kekerasan di tengah masyarakat diwujudkan dalam berbagai bentuk salah satunya agresi fisik. Agresi fisik menjadi akar banyak kasus kekerasan dalam hubungan percintaan yang dimanifestasikan dari sikap seksis. Studi ini bertujuan untuk menggali bahwa sikap seksis sebagai salah satu pemicu agresi fisik yang terjadi pada hubungan percintaan. Studi ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan studi kasus dengan pengumpulan data berupa wawancara secara terstruktur dan observasi. Subjek dari studi ini adalah empat orang pelaku agresi fisik kepada pasangannya. Pada studi ini ditemukan bahwa sikap seksis berperan besar terhadap agresi fisik yang dilakukan kepada pasangan dalam hubungan percintaan. Sikap seksis yang ditemukan terbagi menjadi tiga berupa paternalisme, diferensiasi gender, dan heteroseksual. Kata Kunci: Sikap seksis, Agresi fisik dalam pacaran, pelaku agresi fisik
EVERYONE DESERVES TO BE HAPPY: STUDI FENOMENOLOGI TENTANG KEBAHAGIAAN PADA ORANG MISKIN KOTA Ikhwan Fadlu Fantazilu; Nurchayati Nurchayati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i5.47349

Abstract

Abstrak Kemiskinan merupakan sebuah kondisi deprivasi, di mana pada umumnya hal tersebut hanya akan membuat manusia tidak bahagia. Namun berdasarkan studi di lapangan ditemukan terdapat orang-orang miskin yang tinggal di perkotaan masih dapat menunjukkan perasaan bahagia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengalaman bahagia di kalangan orang miskin di Kota Surabaya. Melalui penggunaan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, penelitian ini mengkaji lima orang miskin di Surabaya yang berpenghasilan di bawah garis kemiskinan BPS dan merasakan hidup bahagia dibuktikan melalui Oxford Happiness Questionnaires. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur secara mendalam. Hasil dari temuan di lapangan menunjukkan bahwa orang miskin yang hidup di perkotaan masih dapat merasakan bahagia. Faktor yang membuat orang miskin dapat menikmati hidup bahagia beragam, mulai dari dapat berkumpul dengan keluarga, terjalinya relasi positif dengan teman dan tetangga, merasakan adanya kehadiran Tuhan, terhindari dari perselisihan yang berkepanjangan, menerapkan nalar subsistent atau hidup sederhana sehingga terhindar resiko masalah finansial, beserta beberapa life events seperti melihat partisipasi anak dalam pendidikan yang lebih tinggi, hingga adanya bantuan pemerintah. Kata Kunci: Kebahagiaan, Kemiskinan, Kota Surabaya Abstract Poverty is a condition of deprivation which generally makes people unhappy. However, based on field studies, it was found that poor people who live in urban areas can still show feelings of happiness. The purpose of this study was to identify the experiences of happy among the poor in the city of Surabaya. Through the use of qualitative methods with a phenomenological approach, this study examines five poor people in Surabaya who earn less or below than BPS poverty line and feels happy as evidenced by the Oxford Happiness Questionnaires. Data was collected through in-depth semi-structured interviews. The results of the findings in the field show that poor people who live in urban areas can still feel happy. The factors that make them able to enjoy a happy life vary, ranging from being able to gather with family, establishing positive relationships with friends and neighborhood, feeling the presence of God, avoiding prolonged disputes, applying subsistent reasoning (simple living so as to avoid the risk of financial problems), as well as several life events such as seeing children's participation in higher education, to the existence of government assistance. Keywords: Happines, Poverty, Surabaya City
Adjustment in Young Divorced Women Fadhilah Lailatul Maghfiroh; Nurchayati Nurchayati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v10i2.53187

Abstract

Dengan menggunakan pendekatan studi kasus, penelitian psikologi kualitatif ini bertujuan untuk memahami penyesuaian diri pada wanita muda yang bercerai. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan tiga perempuan berusia 20-40 tahun, yang telah bercerai tidak lebih dari tiga tahun, memiliki anak, dan tinggal bersama mereka. Analisis naratif yang dilakukan pada data menunjukkan bahwa selama penyesuaian, para perempuan ini harus menghadapi masalah kesehatan, tantangan keuangan, dan stigmatisasi. Beberapa faktor tampaknya telah membantu dan menghambat proses penyesuaian yang kompleks. Kesimpulannya, responden berhasil menyesuaikan diri dengan realitas baru mereka. Namun, perlu dicatat bahwa stigma janda membuat mereka kesulitan.
Exploring the Issues in the Social Interaction between Immigrant and Host Communities Dia Ristiandar; Nurchayati Nurchayati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v10i2.53278

Abstract

Using the ethnographic approach, this qualitative psychological research explored the issues in the social interaction between immigrants and the host community. Research data was collected through field research, using interviews with and observations of migrants and locals. Open coding was employed to crystallize the resulting data into meaningful categories. This research identified three central issues in immigrant-local social encounter. They were societal stereotypes, intergroup prejudices, and ethnocentrism. These issues resulted from societal categories, social identities, and the particular ways in which people tackled the challenges of social interaction.