Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Perancangan Aplikasi Manajemen Perangkat Mikrotik Dengan Memanfaatkan Application Programming Interface RouterOS Menggunakan Metode Waterfall Rudi Hartono; Dzulfiqar Rafid Adhitya Pratama; Fendi Aji Purnomo
IJAI (Indonesian Journal of Applied Informatics) Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijai.v7i2.73048

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengembangkan aplikasi manajemen perangkat MikroTik menggunakan Application Programming Interface (API) RouterOS dengan metode waterfall. Aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan pengelolaan dan konfigurasi perangkat jaringan MikroTik, dengan fitur-fitur utama seperti konfigurasi perangkat, pemantauan perangkat, dan manajemen pengguna, serta fitur tambahan seperti pengelolaan log, manajemen firewall, dan manajemen hotspot. Proses pengembangan dimulai dengan analisis kebutuhan yang melibatkan identifikasi kebutuhan pengguna dan fitur yang diperlukan. Desain sistem mencakup perancangan arsitektur sistem, database, dan antarmuka pengguna. Implementasi melibatkan pengembangan kode program, integrasi dengan API RouterOS, dan pengujian menyeluruh menggunakan metode black box untuk memastikan semua fungsi berjalan sesuai kebutuhan fungsional. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi ini berfungsi dengan baik dan dapat memenuhi kebutuhan pengguna. Dengan demikian, aplikasi ini diharapkan dapat membantu organisasi dan bisnis dalam mengelola perangkat MikroTik secara lebih efisien dan efektif.=================================================AbstractThis study presents the development of a MikroTik device management application using the RouterOS Application Programming Interface (API) and the waterfall methodology. The primary goal of the application is to facilitate the management and configuration of MikroTik network devices. It features essential functionalities such as device configuration, device monitoring, and user management, along with additional features like log management, firewall management, and hotspot management. The development process commenced with a needs analysis, identifying user requirements and necessary features. The system design phase included the architectural design, database design, and user interface design. Implementation involved coding, integration with the RouterOS API, and comprehensive testing using the black box method to ensure all functions met the specified requirements. The testing results demonstrated that the application functions effectively and meets user needs. Consequently, this application is expected to assist organizations and businesses in managing MikroTik devices more efficiently and effectively.
Implementation of the Lokananta Records Surakarta Virtual Museum as a Promotional and Educational Media Taufiqurrakhman Nur Hidayat; Fendi Aji Purnomo; Aoron Sulistyono; Ovide Decroly Wisnu Ardhi; Yudho Yudhanto
IJAI (Indonesian Journal of Applied Informatics) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijai.v6i1.57963

Abstract

Abstract : A museum is a non-profit institution tin the service of society and its development, open to the public, which acquires, conserves, researches, communicates and exhibits both tangible and intangible heritage of humanity and its environment for the purposes of education, study and enjoyment. A virtual museum is a digital entity that refers to the characteristics of a museum, in order to enhance or add to the experience of a museum through interactivity, richness of content and personalization. The creation of a virtual museum from the Lokananta Records Surakarta museum is needed as an effort to improve and add to the experience of the Lokananta Records Surakarta museum. The Lokananta Records Surakarta virtual museum application has been successfully developed as a virtual museum with the feature of being able to explore the virtual museum, interact with 3-dimensional objects in it such as vinyl record, cassette tape, videotape, compact disc and the Lokananta Records Surakarta Production Process Tool Collection.Abstrak : Museum adalah lembaga nirlaba yang melayani masyarakat dan perkembangannya, terbuka untuk umum, yang memperoleh, melestarikan, meneliti, mengkomunikasikan, dan memamerkan warisan manusia dan lingkungannya baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud untuk tujuan pendidikan, studi, pendidikan dan hiburan. Museum virtual adalah entitas digital yang mengacu pada karakteristik museum, untuk meningkatkan atau menambah pengalaman museum melalui interaktivitas, kekayaan konten, dan personalisasi. Pembuatan virtual museum dari museum Lokananta Records Surakarta diperlukan sebagai upaya untuk meningkatkan dan menambah pengalaman museum Lokananta Records Surakarta.Penelitian ini berfokus pada pengembangan museum virtual untuk merepresentasikan Lokananta Records Surakarta. Desain aplikasi mengikuti siklus hidup pengembangan multimedia.Aplikasi museum virtual Lokananta Records Surakarta telah berhasil dikembangkan sebagai museum virtual dengan fitur dapat menjelajahi museum virtual, berinteraksi dengan objek 3 dimensi di dalamnya seperti piringan hitam, kaset, kaset video, compact disc dan Lokananta Mencatat Koleksi Alat Proses Produksi Surakarta.
Rancang Bangun Aplikasi GoHRD Online untuk Start-Up Yudho Yudhanto; Winita Sulandari; Taufiqurrakhman Nur Hidayat; Fendi Aji Purnomo
IJAI (Indonesian Journal of Applied Informatics) Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijai.v7i2.68072

Abstract

Abstrak Startup adalah perusahaan rintisan yang belum lama beroperasi. Dengan kata lain, startup artinya perusahaan yang baru masuk atau masih berada pada fase pengembangan atau penelitian untuk terus menemukan pasar meupun mengembangkan produknya. Problem klasik dalam Startup adalah perihal pengelolaan SDM (Sumber Daya Manusia), ini adalah penting sebagai elemen perusahaan dalam mencapai kesuksesan visi misinya. Sering terjadi tumpang tindih tugas dan kewenangan dikarenakan penghematan perusahaan. Selain itu juga proses manajemen SDM dari tugas dan penggajian belum menjadi prioritas karena mengejar pertumbuhan produk yang harus segera diselesaikan. HR (Human Resources) dalam StartUp sangat membutuhkan otomatisasi sehingga bisa berjalan dengan baik tanpa harus memberikan effort yang banyak dikarenakan semua dipusatkan untuk menyelesaikan produk. Aplikasi GoHRD dibuat sebagai solusi mudah dalam mengelola SDM Startup, dibangun dengan menggunakan PHP, MySQL dan Framework PHP. Metode pengembangan yang digunakan adalah Agile Scrum dengan tujuan penyelesaian yang cepat dan singkat. Model pengujian dilakukan dengan teknik Black box, hasilnya adalah dari 30 skenario pengujian mendapatkan 95% berjalan dengan baik sedangkan sisanya memerlukan kustomisasi agar lebih mudah untuk digunakan dan dikenali oleh user dengan baik.====================================================AbstractStartup is a start-up company that has not been operating for a long time. In other words, a startup means a company that has just entered or is still in the development or research phase to continue to find markets and develop its products. The classic problem in startups is the management of HR (Human Resources), this is important as an element of the company in achieving the success of its vision and mission. Overlapping duties and authorities often occur due to company savings. Apart from that, the HR management process of assignments and payroll has not been a priority due to the pursuit of product growth which must be completed immediately. HR (Human Resources) in StartUp really needs automation so that it can run well without having to put in a lot of effort because everything is focused on completing the product. The GoHRD application was created as an easy solution for managing Startup HR, built using PHP, MySQL and the PHP Framework. The development method used is Agile Scrum with the goal of fast and short completion. The testing model was carried out using the Black box technique, the result is that 95% of the 30 test scenarios run well while the rest require customization to make it easier to use and well recognized by the user.
Virtual Reality Exposure Therapy for Acrophobia: Designing a Game Application Ovide Decroly Wisnu Ardhi; Taufiqurrakhman Nur Hidayat; Fendi Aji Purnomo; Yudho Yudhanto; Masbahah Masbahah; Darmawan Lahru Riatma; Nur Azizul Hakimi; Josua Arnatal Hutabarat
IJAI (Indonesian Journal of Applied Informatics) Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijai.v6i2.56268

Abstract

Abstract Anxiety disorders are the most common type of mental disorder Almost 18.1% of adults experience anxiety disorders, with the specific phobia subcategory being understudied. Studies indicate that the prevalence of specific phobias ranges from 3% to 15% worldwide, with phobias of heights and animals being the most common. While exposure therapy for anxiety disorders has strong evidence, not many therapists use this method. In this study, we employed an exposure therapy method that involved gradual and repeated exposure to a feared stimulus, resulting in changes in cognition, behavior, and emotional and physical responses. The study developed the exposure therapy method as Virtual Reality Exposure Therapy (VRET), utilizing an interactive and engaging 3D environment to facilitate new learning and provide an immersive experience for users. The research also leveraged VRET technology to assist in training, evaluating, delivering, and supervising psychotherapy skills. Our study resulted in a prototype of VRET that offers a more specific and detailed therapeutic tool for acrophobia in the form of game. The compatibility test results show that the iPhone XR 2021 and Poco X3 Pro 2021 can build applications 5 minutes faster than the Poco M3 2021 and 15 minutes from the Realme 3 2021. The Poco X3 Pro 2021 application installation process is 1 to 2 seconds faster than the iPhone XR 2021 and Poco M3 2021. Realme 3 2021 is 9 seconds slower than Poco X3 Pro 2021.Abstrak Gangguan kecemasan adalah jenis gangguan mental yang paling umum. Hampir 18,1% orang dewasa mengalami gangguan kecemasan, dengan subkategori fobia spesifik sedang dipelajari. Studi menunjukkan bahwa prevalensi fobia spesifik berkisar antara 3% hingga 15% di seluruh dunia, dengan fobia ketinggian dan hewan adalah yang paling umum. Sementara terapi pemaparan untuk gangguan kecemasan memiliki bukti kuat, tidak banyak terapis yang menggunakan metode ini. Dalam penelitian ini, kami menggunakan metode terapi pemaparan yang melibatkan pemaparan bertahap dan berulang terhadap stimulus yang ditakuti, menghasilkan perubahan dalam kognisi, perilaku, dan respons emosional dan fisik. Studi ini mengembangkan metode terapi pemaparan sebagai Virtual Reality Exposure Therapy (VRET), menggabungkan lingkungan 3D yang interaktif dan menarik untuk memfasilitasi pembelajaran baru dan memberikan pengalaman mendalam bagi pengguna. Penelitian ini juga memanfaatkan teknologi VRET untuk membantu melatih, mengevaluasi, menyampaikan, dan mengawasi keterampilan psikoterapi. Studi kami menghasilkan prototipe VRET yang menawarkan alat terapi yang lebih spesifik dan terperinci untuk akrofobia dalam bentuk permainan. Hasil uji kompatibilitas menunjukkan bahwa iPhone XR 2021 dan Poco X3 Pro 2021 dapat membangun aplikasi 5 menit lebih cepat dari Poco M3 2021 dan 15 menit dari Realme 3 2021. Proses instalasi aplikasi Poco X3 Pro 2021 lebih cepat 1 hingga 2 detik dibandingkan iPhone XR 2021 dan Poco M3 2021. Realme 3 2021 lebih lambat 9 detik dari Poco X3 Pro 2021.
Implementasi Literasi Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Peningkatan Kompetensi Guru di SMK Negeri 2 Surakarta Yudho Yudhanto; Eko Harry Pratisto; Fendi Aji Purnomo; Taufiqurrakhman Nur Hidayat; Ovide Decroly Wisnu Ardhi
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.105791

Abstract

Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) memiliki peran yang sangat signifikan dalam pengembangan media ajar modern. AI memungkinkan media ajar dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa. Sistem AI juga dapat memberikan umpan balik secara real-time dan membantu guru memahami kemajuan belajar siswa. Oleh karena itu, dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, tim dosen Prodi D3 Teknik Informatika bermaksud untuk mengadakan Pelatihan Pengembangan Literasi Pemanfaatan Artificial Intelligence (Ai) untuk Kemajuan Guru di SMK Negeri 2 Surakarta. Dengan adanya pelatihan ini, para guru diharapkan mampu memanfaatkan media ajar berbasis AI untuk menunjang proses pembelajaran yang interaktif di dalam kelas. Dalam pengabdian masyarakat ini, terdapat beberapa rangkaian kegiatan yang dilakukan mulai dari perencanaan, survei lokasi, penyusunan modul, pelaksanaan pelatihan, evaluasi acara, dan pembuatan laporan. Dalam pelaksanaannya, terdapat empat sesi acara yaitu penyampaian materi, praktik langsung, tanya jawab dan serah terima produk riset. Pada akhir pelatihan, peserta juga diminta untuk mengisi formulir survei kepuasan untuk menilai keberhasilan pelaksanaan pelatihan. Dari seluruh rangkaian acara pelatihan di SMK Negeri 2 Surakarta, dapat disimpulkan bahwa proses pelaksanaan pengabdian masyarakat telah berjalan dengan lancar dengan jumlah peserta pelatihan mencapai 42 guru. Antusiasme peserta pelatihan juga tergolong sangat baik. Hal ini terlihat saat proses pre dan post-test berlangsung, serta hasil dari pengukuran tingkat kepuasan peserta yang mencapai 83%.