Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Covid-19 dengan Tingkat Kecemasan pada Lansia di Kelurahan Jebres Isnaini Nur Faatihah; Norman Wijaya Gati
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v1i4.960

Abstract

Coronavirus Disease as known as Covid-19 is an infectious disease caused by Sars Cov-2. Covid-19 can be transmitted in direct through saliva, droplets, and bad air.The prevalence of Covid-19 cases in the elderly in Indonesia the age range of ≥60 years, which is 47.3% of cases and the number of elderly deaths due to Covid-19 is 15,023 people. The decline of the immune system in elderly can increase the risk of Covid-19, even to death. One of the effect of Covis-19 is psychological disorders of anxiety. To know relationship between levels of knowledge of covid-19 and levels of anxiety among elderly at kelurahan jebres. The design of this research used quantitative and analytical cross sectional study design, and the number of samples was determined using Slovin’s formula, there are 98 respondents. Data results were analyzed using statistical software with a Spearman Rank test. The results showed that relation between level of knowledge of Covid-19 and level of anxiety among elderly at Kelurahan Jebres was found (p-value = 0,001 (p<0,05)). So, there was relation observed between the level of knowledge and level of anxiety. Data results showed that the level of knowledge about Covid-19 is classified good (54,1%) and the level of anxiety is mild anxiety (58,2%). There is a relationship between level of knowledge of Covid-19 and level of anxiety among elderly at Kelurahan Jebres.
Penerapan Kompres Jahe Merah untuk Mengurangi Nyeri Osteoarthritis pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Pucangsawit Attyya Putri Azizah; Norman Wijaya Gati
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 2 No. 4 (2024): October : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v2i4.758

Abstract

Background: Osteoarthritis often occurs in the elderly aged more than 60 years which is characterized by pain in the joints when moved. In Indonesia, 65% of elderly people aged 60 years and over experience osteoarthritis. Red ginger compress is an alternative nonpharmacological treatment to reduce joint pain in the elderly with osteoarthritis. Objectives: Knowing changes in pain scale in the elderly before and after doing red ginger compresses. Method: This application uses descriptive methods on 2 respondents, with pretest and posttest in the observation sheet of pain scale measuring instruments in the form of NRS (Numeric Rating Scale). Red ginger compress is given 2x a day in the morning and evening for 14 consecutive days within 20 minutes Result: There was a change in the intensity of the pain scale in both respondents. Mrs. P from moderate scale to mild scale and Mrs. E from moderate scale to painless scale. Conclusion: The application shows that there are changes in the pain scale before and after the red ginger compress, both in the first respondent and the second respondent. Red ginger compress can reduce osteoarthritis joint pain in the elderly.
Penerapan Terapi Psikoreligius : Dzikir pada Pasien Halusinasi Pendengaran di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Dr. Arif Zainudin Surakarta Siti Sundari; Norman Wijaya Gati
Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi Vol. 2 No. 4 (2024): November : Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/observasi.v2i4.623

Abstract

Hallucinations are a mental disorder in which clients experience disturbances in perception, sensory, taste, touch, sight or smell. Auditory hallucinations are where clients hear voices commanding and calling them to carry out activities in the form of two or more voices commenting on a person's behavior or thoughts. (Abdurakhman & Maulana, 2022). According to WHO (World Health Organization, 2020) there are 300 million people worldwide experiencing mental disorders such as depression, bipolar disorder, dementia, including 24 million people experiencing schizophrenia. Schizophrenia is one of the 15 major causes worldwide. APA data (American Psychiatric Association, 2020) states that 1% of the world's population suffers from schizophrenia. (Dwijayanti, 2022). In this study, the way to see the increase in the ability to control hallucinations is by using the AHRS scale which is used to measure auditory hallucination scores. To determine the results of applying dhikr psychoreligious therapy to patients with auditory hallucination disorders. Applying dhikr psychotherapy therapy using a descriptive case study method for 2 respondents for 2 years. consecutive days. The instrument used was the Auditory Hallucinations Rating Scale. Results: Based on the results of applying psychoreligious dhikr therapy to 2 respondents, there was a decrease in the symptoms of auditory hallucinations in patients. Psychoreligious dhikr therapy can be used as an implementation of independent nursing to control and overcome the emergence of hallucinations.
Penerapan Terapi Dzikir Dalam Penurunan Tingkat Halusinasi Pendengaran Pada Pasien Skizofrenia RSJD Dr. RM. Soedjarwadi Klaten Provinsi Jawa Tengah Putro Muhchin Agung Prasetyo; Norman Wijaya Gati; Wahyu Rekno
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan jiwa di Indonesia mencapai 15,3% dari 259,9 juta jiwa penduduk Indonesia terutama skizofrenia dengan gejala halusinasi yang biasanya disebabkan karena ketidakmampuan pasien dalam menghadapi stresor dan kurangnya kemampuan dalam mengenal dan mengontrol halusinasi, sehingga diperlukan penatalaksanaan non-farmakologis yang salah satunya adalah dengan terapi dzikir untuk mengontrol halusinasi yaitu memberikan koping kepada pasien halusinasi atau mengatasi masalah karena dengan berdzikir dapat membersihkan pikiran secara psikologis, menimbulkan ketenangan batin dan keteduhan jiwa sehingga pasien halusinasi dapat terkontrol. Mengetahui hasil penerapan terapi dzikir untuk mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia. Penerapan dilakukan dengan metode deskriptif studi kasus kepada 2 responden pada pasien skizofrenia selama 5 hari dengan frekuensi 2 kali sehari selama 15-30 menit. Berdasarkan hasil penerapan yang sudah dilakukan, terdapat perkembangan kontrol halusinasi sebelum dan sesudah dilakukan penerapan terapi dzikir. Terapi dzikir dapat dijadikan sebagai salah satu teknik non-farmakologis atau intervensi mandiri pada skizofrenia dalam mengontrol halusinasi pendengaran.
Penerapan Berjemur Terhadap Regulasi Emosi Pasien Dengan Resiko Perilaku Kekerasan Di RSJD Dr. Arif Zainudin Ragil Lutfhiana Nursakinah; Norman Wijaya Gati; Wahyu Yuniati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 9 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku kekerasan adalah masalah utama yang sering terjadi pada pasien skizofrenia. Risiko Perilaku Kekerasan adalah jenis perilaku yang ditunjukkan oleh seseorang yang mengancam orang lain dalam bentuk ancaman fisik, emosional, atau seksual. Untuk memperbaiki regulasi emosi pasien yang rentan terhadap perilaku ini, terapi non-farmakologis termasuk menggunakan berjemur. Ditemukan bahwa vitamin D yang kita peroleh saat berjemur membantu mengatur transmisi neuro serotonergik dan metabolisme.Salah satu neurotransmiter yang paling penting untuk mengatur emosi adalah serotonin.Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan regulasi emosi pasien resiko perilaku kekerasan. Penerapan dilakukan dengan metode deskriptif studi kasus. Berdasarkan hasil penerapan yang sudah dilakukan, terdapat perkembangan regulasi emosi sebelum dan sesudah dilakukan penerapan berjemur
Penerapan Terapi Afirmasi Positif Terhadap Quality of Life Pasien Harga Diri Rendah Diruang Srikandi Di RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta Narisa Wahyu Surantini; Norman Wijaya Gati; Suyatno
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harga diri rendah adalah perasaan negatif terhadap dirinya sendiri menyebabkan kehilangan rasa percaya diri, pesimis, dan tidak berharga di kehidupan. Kualitas hidup yang tidak baik sering dikaitkan dengan perasaan tertekan, kurangnya kontrol atas gejala yang timbul dan kehidupan individu, maka kualitas hidup akan menyebabkan seseorang menderita harga diri rendah yang beresiko muncul masalah gangguan jiwa lain. Salah satu terapi generalis yang dapat menjadi terapi untuk pasien harga diri rendah yaitu terapi afirmasi positif yang mampu meningkatkan kualitas hidup. Tujuan : Mengetahui hasil implementasi Penerapan Terapi Afirmasi Positif Terhadap Quality Of Life Pasien Harga Diri Rendah. Metode : Jenis penelitian ini studi kasus yang menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan alat ukur WHOQOL dan SOP afirmasi positif. Hasil : Kualitas hidup sebelum dilakukan terapi afirmasi positif pada kedua responden termasuk dalam kualitas hidup sedang, kualitas hidup setelah dilakukan terapi afirmasi positif termasuk kualitas baik dan sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kualitas hidup pada responden dengan kualitas hidup sebelum dan sesudah dilakukan intervensi terapi afirmasi positif. Kesimpulan : Terdapat peningkatan perkembangan pada responden dengan kualitas hidup sebelum dan sesudah dilakukan intervensi terapi afirmasi positif pada pasien harga diri rendah
PEMBERDAYAAN GURU TK AISYIYAH SURAKARTA DALAM PENDAMPINGAN PSIKOLOGIS PASKA BENCANA Gati, Norman Wijaya; Joko Sri Pujiyanto; M. Zainul Arifin
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): NOPEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gemassika.v8i2.1580

Abstract

Indonesia is one of the countries that has a geographical location that is adequate for frequent disasters. Indonesia is located in a series of tectonic plates Australia, Pacific Eurasia and the Philippines. This geographical location allows for collisions between tectonic plates. This collision will cause natural disasters. Disasters are events that cannot be predicted and will have physical and psychological impacts. Disasters are stressors. Stressors that occur repeatedly will increase the potential for individuals to experience anxiety problems to depression. Increased anxiety can be experienced by all ages, therefore psychological assistance is needed after a disaster. This psychological assistance is in the form of activities to overcome anxiety and depression and reduce tension due to repeated exposure to stressors. Psychological assistance can be carried out by nurses and cadres. In this case, this PKM activity aims to improve the ability of PAUD and TK teachers in Surakarta City to assist in psychological assistance after a disaster. The method of service used is a 2-day workshop with the first day divided into in-depth theory and the second day in the form of direct simulation of psychological assistance after a disaster. The results of this service found an increase in the level of knowledge about psychological first aid after a disaster by 15.8%.
PENERAPAN TERAPI MUSIK TERHADAP PENURUNAN TINGKAT HALUSINASI PENDENGARAN PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI RSJD dr. ARIF ZAINUDDIN SURAKARTA Kiky Bella Yuniar, Audrey; Suyatno, Suyatno; Wijaya Gati, Norman
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v2i3.32891

Abstract

Halusinasi merupakan gangguan atau perubahan persepsi dengan dimana pasien gangguan jiwa mempresentasikan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. Gangguan halusinasi dapat di obati dengan terapi, khususnya terapi farmakologis dan nonfarmakologi. Salah satu terapi non farmakologi yang efektif untuk mengurangi halusinasi adalah terapi musik. Mengetahui hasil implementasi penerapan terapi musik terhadap penurunan tingkat halusinasi pendengaran pada pasien gangguan jiwa di Rsjd dr. Arif Zainuddin Surakarta. Penerapan bersifat deskriptif, desain penelitian studi kasus Pretest Postest One Group Design, sampel 2 responden, instrument penelitian kuesioner AHRS, penerapan menggunaakn terapi musik yang dilakukan selama 7 hari. Setelah dilakukan terapi musik selama 7 hari terdapat penurunan halusinasi pendengaran. Pada responden I mengalami penurunan dari skor 36 menjadi 11 sedangkan responden II dari skor 39 menjadi 15. Terapi musik dapat menurunakn tingkat halusinasi pendengaran pada pasien gangguan jiwa di RSJD dr. Arif Zainuddin Surakarta.
PELATIHAN PIJAT BAYI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU DENGAN BAYI STUNTING DI KELURAHAN BUMI: BABY MASSAGE TRAINING AS AN EFFORT TO IMPROVE MOTHERS' KNOWLEDGE OF STUNTED BABIES IN BUMI VILLAGE salsabela, lailatul; Wijaya Gati, Norman
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i2.2178

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan bayi. Di Kelurahan Bumi prevalensi stunting masih tinggi. Salah satu penanganan bayi stunting adalah pemberian stimulasi pijat bayi. Pijat bayi diketahui memiliki banyak manfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Namun, masih banyak ibu dengan stunting di Kelurahan Bumi yang memiliki pengetahuan dan keterampilan kurang dalam melakukan pijat bayi. Oleh karena itu, pelatihan pijat bayi perlu dilakukan untuk mendukung tumbuh kembang anak. Hal ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pijat bayi pada ibu dengan bayi stunting sebelum dan setelah dilakukan pelatihan pijat bayi di Kelurahan Bumi. Pelatihan pijat bayi pada ibu dengan bayi stunting di Kelurahan Bumi menggunakan metode ceramah, demonstrasi, dan buzz group discussion. Hasil Kegiatan pelatihan pijat bayi sebagai upaya meningkatkan pengetahuan pijat bayi pada ibu dengan bayi stunting di Kelurahan Bumi menunjukkan hasil yang signifikan. Terjadi peningkatan pengetahuan pijat bayi 73% dengan kategori baik, penurunan 4% kategori cukup, dan penurunan sebesar 69% kategori kurang setelah diberikan pelatihan pijat bayi. Maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan pijat bayi pada ibu dengan bayi stunting mampu meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pijat bayi, manfaat, dan teknik yang baik dan benar.
Hubungan Tingkat Spiritualitas Dengan Tingkat Resiliensi Pada Warga Penyintas Bencana Banjir Di Keluraharan Joyotakan Kota Surakarta Rahmawati, Andri Magfiroh; Gati, Norman Wijaya
Public Health and Safety International Journal Vol. 4 No. 02 (2024): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v4i02.841

Abstract

Latar Belakang: Bencana banjir di Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai bencana alam yang sering terjadi. Bencana banjir menimbulkan dampak psikologis pada masyarakat yaitu ansietas, stress, depresi, dan trauma. Awal tahun 2023 banjir di kota Surakarta terjadi di 15 kelurahan dan tertinggi di Joyotakan. Saat musim hujan, Kelurahan Joyotakan sering terendam banjir sehingga dibutuhkan upaya resiliensi. Resiliensi merupakan kemampuan individu dalam mengatasi kesulitan sehingga dapat bangkit dari situasi yang penuh tekanan. Salah satu hal yang membuat individu lebih resilien adalah spiritualitas. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat spiritualitas dengan tingkat resiliensi pada warga penyintas bencana banjir di Kelurahan Joyotakan Kota Surakarta. Metode: penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan jumlah sampel 90 responden dan menggunakan tehnik purposive sampling. Hasil: hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat spiritualitas tinggi (57,8%) dan mayoritas responden memiliki tingkat resiliensi baik (51,1%). Analisis statistik spearman rank didapatkan ɑ = 0.000 < 0.05 dan arah hubungan angka koefisien bernilai 0.753, sehingga hubungan kedua variabel searah. Hal ini menunjukkan bahwa meningkatkanya tingkat spiritualitas individu maka tingkat resiliensi semakin meningkat. Kesimpulan: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara tingkat spiritualitas dengan tingkat resiliensi pada warga penyintas bencana banjir di Kelurahan Joyotakan Kota Surakarta.
Co-Authors Adelia Arina Manasikana Anggraini, Intan Anggraini, Rima Fitria Anjar Nurrohmah Ariyani, Salsabila Putri Attyya Putri Azizah Avica Miftakhul Jannah Ayu Okta Viana Cahya Tri Agustin Choirotun Nisak Darmastuti, Indri Dian Prasetya Saryana Putra Exda Hanung Lidiana Fida’ Husain Hermawati Hermawati Hermawati Ida Nur Imamah Iiq Widowati Suryaning Putri Ika Silvitasari Iqbal Fanani Irma Mustika Sari Isnaini Nur Faatihah Joko Sri Pujianto Joko Sri Pujiyanto Kiky Bella Yuniar, Audrey Kusumadewi, Berlian Nurtyashesti Lafiah Agus Paryani Lestari, Miki Lis Hartanti Luluk Purnomo Luluk Purnomo M. Zainul Arifin Miki Lestari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Nabila Luthfiah Sungkar Nahari Taufika Qomsa Narisa Wahyu Surantini Nazaruddin Latif Nita Febriana Sari Novi Nurmawati Nuky Ramandhani Pertiwi Nunung Tri Wijayanti Nunung Tri Wijayanti Povi Nursiamti Primiandrianza Prorenata Purnomo, Luluk Putri Silvia Dewi Putri Silvia Dewi Putro Muhchin Agung Prasetyo Ragil Lutfhiana Nursakinah Rahma Fajrin Novitasari Rahmawati, Andri Magfiroh Rosita Agung Wicaksono Saftirta Gatra Dewantara salsabela, lailatul Sholihah, Amalia Radhiyah Sigit Setiyanto Siti Sundari Sitti Rahma Soleman Sri Hartutik Suyatno Suyatno Suyatno Syafira Rizqi Ramadhani Syaharani Erika Sulistyana Syerlita Eka Rahmawati Syta Aniza Pralambang Indirasia Tri Andri Pujiyanti Wahyu Rekno Wahyu Reknoningsih Wahyu Yuniati Wahyu Yuniati Waluyo Windha Ellyana Kusuma Hati Windha Ellyana Kusuma Hati Yossie Susanti Eka Putri Zaenal Arifin