Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Pemberian Air Rebusan Daun Binahong Terhadap Proses Penyembuhan Luka Perinium Pada Ibu Post Partum Cahya Tri Agustin; Norman Wijaya Gati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 7 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i7.1799

Abstract

Luka perineum pasca persalinan merupakan kondisi umum yang dialami oleh ibu post partum dengan prevalensi di Indonesia mencapai 75% pada persalinan pervaginam yang disebabkan adanya ruptur spotan ataupun episiotomi. Luka perinium dapat menimbulkan terjadinya risiko infeksi jika tidak dilakukan perawatan yang tidak tepat. Penanganan luka perinium dapat menggunakan terapi nonfarmakologis seperti penggunaan air rebusan daun binahong untuk mempercepat proses penyembuhan luka dan mencegah terjadinya infeksi karena senyawa aktif yang dikandungnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan daun binahong terhadap proses penyembuhan luka perineum pada ibu post partum. Metode penelitian ini menggunakan studi kasus deskriptif dengan penerapan 2 responden ibu post partum luka perinium derajat II. Intervensi berupa kompres luka menggunakan air rebusan daun binahong selama 8 hari berturut-turut dengan pengukuran skala REEDA. Hasil penelitian sebelum dilakukan penerapan, skor REEDA Ny.S dan Ny.E menunjukkan kondisi luka buruk yaitu skor 10 dan 9, setelah pemberian air rebusan daun binahong selama 8 hari berturut-turut didapatkan hasil skor 0 pada Ny.S dan Ny.E yang menunjukkan penyembuhan luka baik. Penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh pemberian air rebusan daun binahong dalam mempercepat proses penyembuhan luka perinium.
Penerapan Relaksasi Otot Progresif Pada Tekanan Darah Lansia Dengan Hipertensi Choirotun Nisak; Norman Wijaya Gati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i8.1840

Abstract

Lansia rentan mengalami hipertensi akibat proses penuaan yang menurunkan fungsi kardiovaskuler. Kasus hipertensi di Puskesmas Gambirsari terus meningkat meskipun layanan pengobatan dan pemeriksaan rutin telah diberikan. Karena penggunaan obat jangka panjang berisiko menimbulkan efek samping, maka terapi nonfarmakologi seperti relaksasi otot progresif diperlukan sebagai alternatif yang efektif untuk menurunkan tekanan darah melalui relaksasi otot dan penurunan aktivitas saraf simpatis. Tujuan: Mengetahui hasil implementasi teknik relaksasi otot progresif pada tekanan darah lansia dengan hipertensi. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus, yaitu dengan melakukan observasi pada 2 responden. Intervensi dilakukan 2 kali sehari setiap pagi dan sore selama 3 hari. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan adanya penurunan tekanan darah pada kedua responden. Dari hasil yang telah didapatkan oleh peneliti tekanan darah pada Ny. L yang sebelumnya 161/97 mmHg menurun menjadi 141/83 mmHg Dan Ny. N yang sebelumnya 161/82 mmHg menurun menjadi 135/76 mmHg. Kesimpulan: Teknik relaksasi otot progresif dapat dijadikan sebagai salah satu teknik non-farmakologi yang mampu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Tekanan Darah, Teknik Relaksasi Otot Progresif
Penerapan Terapi Dzikir Terhadap Penurunan Tanda Dan Gejala Halusinasi Pada Pasien Halusinasi Pendengaran Di RSJD Dr. Arif Zainudin Provinsi Jawa Tengah Nuky Ramandhani Pertiwi; Norman Wijaya Gati; Wahyu Yuniati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i8.1842

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang ditandai dengan gangguan persepsi sensori, seperti halusinasi pendengaran. Terapi dzikir sebagai pendekatan psikospiritual diyakini mampu mengurangi intensitas gejala tersebut. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi dzikir terhadap penurunan tanda dan gejala halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia di RSJD dr. Arif Zainudin Provinsi Jawa Tengah. Metode: Menggunakan desain studi kasus deskriptif pada dua responden yang mengalami halusinasi pendengaran. Intervensi dilakukan selama 3 hari, dua kali sehari dengan durasi waktu 10–15 menit. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi pretest dan posttest untuk menilai tingkat halusinasi. Hasil: Menunjukkan bahwa skor halusinasi pada responden pertama menurun dari 28 (kategori berat) menjadi 19 (sedang), dan pada responden kedua dari 14 (sedang) menjadi 7 (ringan). Terapi dzikir memberikan efek menenangkan secara emosional dan spiritual, serta membantu pasien lebih mampu mengontrol respons terhadap halusinasi. Kesimpulan: Terapi dzikir efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan tanda dan gejala halusinasi pendengaran, serta dapat dijadikan alternatif dalam praktik keperawatan jiwa berbasis spiritual.
Penerapan Range of Motion (ROM) Aktif Kaki Untuk Meningkatkan Sensitivitas Kaki Pada Penderita Diabetes Mellitus Syerlita Eka Rahmawati; Norman Wijaya Gati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i8.1843

Abstract

Pada era globalisasi mulai terjadi pergeseran penyakit menular ke penyakit tidak menular, semakin banyak penyakit degeneratif salah satunya yaitu Diabetes Mellitus yang merupakan penyakit metabolik ditandai dengan kadar glukosa darah tinggi akibat adanya gangguan sekresi insulin. Hiperglikemia yang berlangsung lama akan mengakibatkan berbagai komplikasi, salah satu komplikasi yang paling sering terjadi yaitu Neuropati Perifer yang mengakibatkan penurunan sensitivitas kaki. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Range Of Motion (ROM) Aktif Kaki Terhadap Sensitivitas Kaki Pada Penderita DM Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Ngoresan. Metode Penelitian: Menggunakan rancangan penelitian Diskriptif dengan pendekatan studi kasus, sampel yang digunakan sebanyak 2 orang. Instrument penilaian skor sensitivitas kaki menggunakan Monofilament Test 10g. ROM Aktif Kaki dilakukan setiap hari selama 7 hari dengan 2 kali pertemuan (pagi, sore) dengan durasi 25 menit. Hasil: Sebelum dilakukan penerapan ROM Aktif Kaki kedua responden mengalami penurunan sensitivitas kaki dilihat dari hasil pengukuran skor sensitivitas kaki rendah, Setelah dilakukan penerapan ROM Aktif Kaki skor sensitivitas kaki kedua responden mengalami peningkatan. Hasil analisis menunjukan adanya pengaruh ROM Aktif Kaki terhadap tingkat sensitivitas kaki pada penderita DM. Kesimpulan: Range Of Motion (ROM) Aktif Kaki dapat meningkatkan sensitivitas kaki pada penderita Diabetes Mellitus
Penerapan Teknik Relaksasi Genggam Jari Terhadap Nyeri Luka Perneum Pada Ibu Post Partum Syafira Rizqi Ramadhani; Norman Wijaya Gati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i8.1872

Abstract

Angka kelahiran dengan luka perineum di wilayah Sukoharjo pada tahun 2024 sebanyak 14.865 orang. Sekitar 80% dari proses persalinan spontan dapat menimbulkan luka pada perineum. Salah satu terapi non farmakologi yang efektif untuk mengurangi nyeri luka perineum yaitu relaksasi genggam jari. Tujuan: Mendeskripsikan hasil implementasi penerapan terapi relaksasi genggam jari terhadap nyeri luka perineum pada ibu post partum. Metode: Jenis penelitian ini studi kasus deskriptif terhadap 2 responden dengan lembar pengukuran skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS) yang dilakukan selama tiga hari selama 20 menit dengan menggenggam tiap jari-jari pada tangan selama 2 menit. Hasil: Setelah dilakukan genggam jari, kedua responden menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri, Ny. N dari skala nyeri 5 turun menjadi 2 dan Ny. Y dari skala nyeri 6 turun menjadi 3. Kedua responden mengalami penurunan skala nyeri dari sedang menjadi ringan. Kesimpulan: Penerapan relaksasi genggam jari dapat menurunkan skala nyeri luka perineum pada ibu post partum.
Application of Positive Affirmation Therapy to Improve The Quality of Life in Patients with Low Self-Esteem at dr. RM Soedjarwadi Mental Hospital Klaten Anggraini, Intan; Gati, Norman Wijaya; Reknoningsih, Wahyu
Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia Vol 5 No 2: August 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/jkki.v5i2.512

Abstract

Background: Low self-esteem is a psychological problem commonly experienced by patients with mental disorders, particularly schizophrenia, which can negatively impact their quality of life. Positive affirmation therapy is one effective non-pharmacological intervention to enhance both quality of life and self-esteem. This therapy works by embedding positive thoughts through repeated self-statements to shape a better self-perception, boost self-confidence, and reduce negative thinking patterns. Objective: This study aims to determine the effectiveness of positive affirmation therapy in improving the quality of life of patients with low self-esteem at the Flamboyan Ward of dr. RM Soedjarwadi Mental Hospital Klaten. Method: This research employed a descriptive case study approach involving two patients diagnosed with low self-esteem. The positive affirmation therapy was administered twice daily for three consecutive days. The patients’ quality of life was assessed before and after the intervention using the WHOQOL-BREF instrument. Results: The results showed increased quality of life in both patients. Patient B improved from a WHOQOL score of 50 (moderate) to 75 (good), while patient A improved from 50 (moderate) to 100 (excellent) after receiving the positive affirmation therapy. Conclusion: Positive affirmation therapy has proven to be an effective, safe, and simple non-pharmacological method for improving the quality of life in patients with low self-esteem. This intervention can be a supportive therapy in mental health nursing, especially in strengthening patients' self-concept.
Application of Classical Music Therapy to Reduce the Level of Auditory Hallucinations in Patients with Psychiatric Disorders at Dr. RM Soedjarwadi Regional Mental Hospital Sholihah, Amalia Radhiyah; Gati, Norman Wijaya; Reknoningsih, Wahyu
Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia Vol 5 No 2: August 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/jkki.v5i2.514

Abstract

Background: Hallucinations are perceptual disturbances that occur without external stimuli, affecting one or more of the five senses while the individual is fully conscious. In 2024, schizophrenia patients experiencing hallucinations accounted for 2,335 (54.2%) of total admissions at Dr. RM Soedjarwadi Regional Mental Hospital, Central Java Province, making them the largest patient group treated at the facility. Non-pharmacological interventions play a vital role in managing psychiatric symptoms, and music therapy, particularly classical music has shown potential in reducing psychological distress and improving cognitive and emotional functioning. Objective: This study aims to evaluate the effectiveness of classical music therapy in reducing the severity of auditory hallucinations among patients with psychiatric disorders at Dr. RM Soedjarwadi Regional Mental Hospital. Methods: A descriptive case study design was employed, with two respondents undergoing classical music therapy based on the pretest-posttest method. The Auditory Hallucinations Rating Scale (AHRS) questionnaire was used to assess changes in the frequency, intensity, and impact of hallucinations before and after the intervention. Results: Prior to the intervention, both respondents exhibited severe levels of auditory hallucinations, with baseline AHRS scores of 23 and 26, respectively. Following the implementation of classical music therapy, scores decreased significantly to 8 and 9, both falling within the mild category. Conclusion: The findings indicate that classical music therapy, particularly the use of Mozart compositions, is effective in reducing the severity of auditory hallucinations in patients with psychiatric disorders. This suggests that music therapy can serve as a valuable non-pharmacological adjunct in the management of hallucinatory symptoms in clinical psychiatric settings.
Gambaran Tingkat Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Boja 1 Kendal Rahma Fajrin Novitasari; Ida Nur Imamah; Norman Wijaya Gati
Jurnal Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): September - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jfkes.v3i2.3420

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis dengan prevalensi tinggi yang memerlukan kepatuhan pengobatan jangka panjang untuk mencegah komplikasi. Namun, ketidakpatuhan pasien terhadap pengobatan masih menjadi tantangan di layanan primer. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Boja 1 Kendal. Desain penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih dengan teknik total sampling, dengan kriteria inklusi pasien DM berusia ≥18 tahun dan telah menjalani terapi minimal tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan sedang yaitu sebanyak 12 orang (40,0%), kepatuhan tinggi sebanyak 10 orang (33,3%), dan kepatuhan rendah sebanyak 8 orang (26,7%). Karakteristik responden didominasi oleh usia pertengahan (40–60 tahun), tingkat pendidikan perguruan tinggi (53,4%), serta status bekerja (53,3%), dengan distribusi jenis kelamin seimbang. Temuan ini mengindikasikan bahwa kepatuhan pengobatan pasien DM di Puskesmas Boja 1 Kendal masih berada pada kategori sedang. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi, motivasi, dan pendampingan oleh tenaga kesehatan untuk mendorong pasien mencapai kepatuhan optimal.
Penerapan Terapi Okupasi Menggambar Terhadap Tanda Dan Gejala Pasien Halusinasi Pendengaran Di Ruang Larasati RSJD Dr. Arif Zainuddin Surakarta Rosita Agung Wicaksono; Norman Wijaya Gati; Luluk Purnomo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halusinasi didefinisikan sebagai terganggunya persepsi sensori seseorang, dimana tidak ada stimulus. Salah satu tipe halusinasi adalah halusinasi pendengaran (auditory-hearing voices or sounds). Dampak yang ditimbulkan pasien halusinasi adalah kehilangan kontrol dirinya. Untuk memperkecil dampak yang ditimbulkan dari halusinasi, salah satu penatalaksanaannya menggunakan terapi okupasi menggambar. Terapi okupasi adalah suatu ilmu dan seni menyesuaikan kemampuan yang pernah disukai dan dimiliki oleh pasien, pengarahan partisipasi seseorang untuk melakukan tugas tertentu dengan tujuan untuk mengembalikan fungsi mental. Tujuan: untuk mengetahui hasil penerapan terapi okupasi menggambar terharap tanda dan gejala pada pasien halusinasi pendengaran dibangsal larasati RSJD dr. Arif Zainuddin Surakarta. Metode: Rancangan penelitian ini mengunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang memfokuskan pada optimalisasi intervensi keperawatan pada pasien ganguan halusinasi pendengaran . Hasil: hasil penerapan menunjukkan kedua responden mengalami perkembangan yang awalnya tergolong dalam halusinasi sangat berat dan berat, menjadi halusinasi sedang dan ringan. Kesimpulan : kondisi kedua responden menunjukkan adanya penurunan tingkat halusinasi
Gambaran Pengetahuan Seks Bebas Di SMP N 3 Jenawi Syta Aniza Pralambang Indirasia; Norman Wijaya Gati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seks bebas atau extramartial intercourse yaitu kegiatan seksual yang melibatkan dua orang yang saling menyukai atau mencintai, yang dilakukan sebelum perkawinan. Menurut Kemenkes di Data Global School Heatlh Survey sebanyak 0,7% remaja perempuan dan 4,5% remaja laki-laki pernah melakukan hubungan seks bebas. Dampak seks bebas di kalangan remaja meliputi bertambahnya kasus penyakit menular seksual terutama HIV-AIDS, kematian ibu muda yang masih sangat tinggi, dan merebaknya praktik aborsi karena kehamilan yang tidak diinginkan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan seks bebas di SMP N 3 Jenawi. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 71 responden. Instrument yang digunakan kuisioner tingkat pengetahuan. Hasi: Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan tentang seks bebas mayoritas cukup dengan jumlah responden 30 dengan presentase 42,3%, sedangkan kategori pengetahuan kurang yaitu 22 responden dengan presentase 31,0% dan tingkat pengetahuan baik yaitu 19 responden atau 26,8%. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan tentang seks bebas mayoritas adalah cukup.
Co-Authors Adelia Arina Manasikana Anggraini, Intan Anggraini, Rima Fitria Anjar Nurrohmah Ariyani, Salsabila Putri Attyya Putri Azizah Avica Miftakhul Jannah Ayu Okta Viana Cahya Tri Agustin Choirotun Nisak Darmastuti, Indri Dian Prasetya Saryana Putra Exda Hanung Lidiana Fida’ Husain Hermawati Hermawati Hermawati Ida Nur Imamah Iiq Widowati Suryaning Putri Ika Silvitasari Iqbal Fanani Irma Mustika Sari Isnaini Nur Faatihah Joko Sri Pujianto Joko Sri Pujiyanto Kiky Bella Yuniar, Audrey Kusumadewi, Berlian Nurtyashesti Lafiah Agus Paryani Lestari, Miki Lis Hartanti Luluk Purnomo Luluk Purnomo M. Zainul Arifin Miki Lestari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Nabila Luthfiah Sungkar Nahari Taufika Qomsa Narisa Wahyu Surantini Nazaruddin Latif Nita Febriana Sari Novi Nurmawati Nuky Ramandhani Pertiwi Nunung Tri Wijayanti Nunung Tri Wijayanti Povi Nursiamti Primiandrianza Prorenata Purnomo, Luluk Putri Silvia Dewi Putri Silvia Dewi Putro Muhchin Agung Prasetyo Ragil Lutfhiana Nursakinah Rahma Fajrin Novitasari Rahmawati, Andri Magfiroh Rosita Agung Wicaksono Saftirta Gatra Dewantara salsabela, lailatul Sholihah, Amalia Radhiyah Sigit Setiyanto Siti Sundari Sitti Rahma Soleman Sri Hartutik Suyatno Suyatno Suyatno Syafira Rizqi Ramadhani Syaharani Erika Sulistyana Syerlita Eka Rahmawati Syta Aniza Pralambang Indirasia Tri Andri Pujiyanti Wahyu Rekno Wahyu Reknoningsih Wahyu Yuniati Wahyu Yuniati Waluyo Windha Ellyana Kusuma Hati Windha Ellyana Kusuma Hati Yossie Susanti Eka Putri Zaenal Arifin