Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DAN EKONOMI DI KOTA SURABAYA: STUDI PADA PROGRAM KAMPUNGE AREK SUROBOYO RAMAH PEREMPUAN DAN ANAK (KAS - RPA) Lovi Agvitarina Putri; Endang Indartuti; Muhammad Roisul Basyar
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 6 No. 03 (2026): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/praob.v6i03.2850

Abstract

Pemberdayaan perempuan adalah salah satu strategi penting untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat . Di Surabaya, pemerintah meluncurkan Program Kampunge Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak (KAS–RPA) sebagai bentuk intervensi komunitas yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas serta kemandirian perempuan. Namun, ada sejumlah tantangan dalam pelaksanaannya , termasuk rendahnya partisipasi perempuan dan ketidakmerataan akses terhadap sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk menyoroti aspek pemberdayaan perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi melalui program KAS–RPA di Surabaya. Metodologi yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif , dengan pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi, dan penggunaan dokumen . Analisis didasarkan pada teori pemberdayaan perempuan yang dikemukakan oleh Naila Kabeer, meliputi aspek sumber daya, keagenan, dan prestasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program KAS–RPA berhasil meningkatkan akses perempuan terhadap sumber daya melalui pelatihan serta pendampingan usaha. Program ini juga berkontribusi pada peningkatan partisipasi perempuan dalam pengambilan Keputusan ,serta mendukung peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi. Namun, pelaksanaan program masih menghadapi tantangan terkait pemerataan akses dan keinginan usaha. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa program KAS-RPA memiliki peran yang signifikan dalam pemberdayaan perempuan, meskipun program penguatan masih diperlukan agar dampaknya dapat dirasakan lebih meluas.
Implementation of Free Nutritious Meal Policy to Improve Student Nutrition in Sidoarjo Regency, Indonesia Schools Adinda Illah Imanda; Qatrunada Suci Salsabila; Arinta Gustinantari Astridia Santosa; Muhammad Roisul Basyar
Jurnal Mengkaji Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): July
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jmi.v5i1.1942

Abstract

Abstract: Nutritional adequacy is a crucial factor in supporting student health, cognitive development, and academic achievement. In Indonesia, nutritional problems among school-aged children continue to be a significant challenge that affects the quality of human resources. To address this issue, the Indonesian government launched the Free Nutritious Meal Program (Program Makan Bergizi Gratis/MBG) in 2025 as a national policy aimed at improving student nutritional intake. Although the program carries strategic objectives, its implementation across regions demonstrates varying dynamics and challenges. Previous studies have largely emphasized the impact of school feeding programs on nutritional status and learning outcomes, while research focusing on policy implementation processes at the local level in Indonesia remains limited. Purpose: This study aims to analyze the implementation of the Free Nutritious Meal Program as an effort to fulfill student nutritional needs in Sidoarjo Regency. The research adopts a qualitative approach, with data collected through observations, in-depth interviews, and document analysis. Research informants include program beneficiary students, school administrators, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), and relevant local government agencies. Data analysis is conducted using the Mazmanian and Sabatier policy implementation model, which emphasizes problem characteristics, policy characteristics, and environmental variables. Design/Methodology/Approach: This study employs a qualitative research approach using observations, interviews, and document analysis, guided by the Mazmanian and Sabatier policy implementation framework. Findings: The findings indicate that the implementation of the MBG program in Sidoarjo Regency has generally been conducted fairly well and has received positive responses from students and schools. The program contributes to improving student nutritional intake and reducing their daily expenses. However, several challenges remain, including delays in food distribution, inaccuracies in target school selection, weak inter-institutional coordination, the absence of detailed standard operating procedures, and limited human resource capacity. These issues affect the consistency and effectiveness of program implementation. Originality/value: This study contributes to the development of public policy studies in Indonesia, particularly in relation to the implementation of nutrition fulfillment policies in the education sector. The findings are expected to serve as a reference for evaluation and provide policy recommendations for enhancing the effectiveness and sustainability of the Free Nutritious Meal Program in Indonesia.
EVALUASI PROGRAM BANTUAN LANGSUNG TUNAI DANA DESA (BLT DD) DALAM UPAYA MENURUNKAN ANGKA KEMISKINAN DI KECAMATAN LEKOK KABUPATEN PASURUAN Lizha Rufahniyah; Endang Indartuti; Muhammad Roisul Basyar
Jurnal Nirta : Inovasi Multidisiplin Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Nirta : Studi Inovasi
Publisher : Nirta Learning Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61412/jnsi.v5i2.455

Abstract

Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan sosial yang masih menjadi tantangan dalam pembangunan nasional. Untuk membantu masyarakat miskin dan rentan miskin memenuhi kebutuhan dasar, pemerintah melaksanakan Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Program BLT-DD dalam upaya menurunkan angka kemiskinan di Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas pihak Kecamatan Lekok, pemerintah desa, dan masyarakat penerima manfaat BLT-DD. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña, sedangkan evaluasi program dianalisis menggunakan teori William N. Dunn yang meliputi efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program BLT-DD di Kecamatan Lekok telah berjalan cukup baik. Program ini mampu membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar dan mengurangi beban ekonomi rumah tangga. Proses penyaluran bantuan juga telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku dan diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria penerima manfaat. Namun demikian, besaran bantuan yang diterima masih belum sepenuhnya mampu memenuhi seluruh kebutuhan hidup masyarakat sehingga dampaknya terhadap penurunan angka kemiskinan masih terbatas. Secara keseluruhan, Program BLT-DD berperan sebagai jaring pengaman sosial yang membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kerentanan ekonomi rumah tangga penerima manfaat.
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA PANTAI PASIR PUTIH SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN KAWASAN PESISIR DI DESA REMEN KECAMATAN JENU KABUPATEN TUBAN Siti Sutria; Anggraeny Puspaningtyas; Muhammad Roisul Basyar
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 5 No. 06 (2025): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/praob.v5i06.2544

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi potensi dan dinamika pengembangan Pantai Pasir Putih Remen sebagai destinasi wisata berbasis komunitas di Kabupaten Tuban. Fokus analisis meliputi keunggulan alam, peluang ekonomi-sosial bagi masyarakat lokal, peran komunitas dalam pengelolaan, serta tantangan lingkungan dan sosial yang mungkin muncul. Hasil menunjukkan bahwa pantai memiliki daya tarik alam pasir putih, garis pantai, dan laguna air tenang yang mendasari peluang usaha lokal seperti warung, kios, jasa wisata, dan akomodasi sederhana. Keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam penyediaan layanan dan pengelolaan wisata memperkuat rasa memiliki dan keberlanjutan sosial. Namun, risiko seperti degradasi lingkungan, fluktuasi kunjungan, dan potensi ketimpangan ekonomi tetap membutuhkan strategi pengelolaan terpadu. Dengan pengembangan fasilitas, partisipasi masyarakat, diversifikasi produk wisata, dan penerapan konservasi lingkungan, pantai ini memiliki peluang menjadi destinasi unggulan yang memberi manfaat ekonomi, sosial, dan ekologis bagi komunitas lokal.