Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

EFEKTIFITAS KOMBINASI TERAPI MUSIK DAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP PENURUNAN NYERI PASIEN POST KATETERISASI JANTUNG Nanik Sri Khodriyati; Arlina Dewi; Azizah Khoiriyati
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.354 KB) | DOI: 10.36577/jkkh.v6i1.288

Abstract

Latar belakang : Tindakan kateterisasi jantung dapat menimbulkan ketidaknyamanan / nyeri, nyeri dapat diturunkanmenggunakan terapi musik dan teknik relaksasi nafas dalam. Terapi musik adalah Pemberian tindakan mandirikeperawatan menggunakan MP3 dan headphone dengan mendengarkan musik yang telah dipilih oleh responden sesuaistandar terapi musik selama 15 menit minimal satu kali dan teknik relaksasi nafas dalam adalah pemberian metodebernafas secara mendalam dengan frekuensi kurang dari 10 x/menit yang dilakukan sambil mendengarkan musikselama 15 menit dengan mengacu panduan kombinasi terapi musik dan relaksasi nafas dalam yang dibimbing olehpeneliti/asisten peneliti.Tujuan : Untuk menganalisis efektivitas kombinasi terapi musik dan teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunanintensitas nyeri pada pasien post kateterisasi jantung.Metode: Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pre - post test with control group design, denganpendekatan consecutive sampling. Jumlah sampel 38 responden. Penilaian nyeri menggunakan Numeric Rating Scale(NRS), analisa data menggunakan uji statistik wilcoxon, dan mann-whitney.Hasil: Hasil uji statistik wilcoxon menunjukkan p value < 0.05 sehingga kombinasi terapi musik dan teknik relaksasinafas dalam secara signifikan dapat menurunkan intensitas nyeri pasien post kateterisasi jantung, kemudian dilakukananalisis perbedaan masing-masing variabel ditambah dengan protap rumah sakit sebagai kontrol dengan uji mannwhitney, hasil p value < 0.05 dan dilanjutkan uji mann-whitney tes untuk melihat perbandingan penurunan dua variabeldengan masing-masing p value < 0.05 dengan demikian secara statistik ada perbedaan antara kelompok intervensi dankelompok kontrol.Kesimpulan: Kombinasi terapi musik dan teknik relaksasi nafas dalam efektif dalam menurunkan nyeri pada pasienpost kateterisasi jantung.
Kejadian Komplikasi Vaskuler Pasien Pasca Intervensi Koroner Perkutan di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Azizah Khoiriyati; Helwiyah Ropi; Cecep E Kosasih
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v13i3.2485

Abstract

Pasien pasca intervensi koroner perkutan (IKP) mempunyai risiko komplikasi vaskuler. Perawat di unit keperawatan kritis mempunyai peran penting dalam deteksi dini komplikasi vaskuler dengan melakukan pemantauan secara ketat pada pasien menggunakan lembar monitor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian komplikasi vaskuler pasien pasca intervensi koroner perkutan. Penelitian ini bersifat deskriptif  dengan  jumlah sampel 46 pasien pasca-IKP yang dirawat di ruang Cardiac Intensive Care Unit (CICU) RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Pemantauan dilakukan selama 6 jam periode tirah baring pasca-IKP pada semua pasien. Hasil pemantauan menunjukkan adanya komplikasi vaskuler yang meliputi komplikasi pada tempat pungsi dan vaskuler perifer. Komplikasi pada tempat pungsi meliputi sedikit perdarahan 45.7%, memar kecil 28.3% dan hematoma 1 cm 17.4%. Komplikasi vaskuler perifer meliputi akral dingin 21.73%, pucat pada ekstremitas 6.5%, kesemutan 8.7%, nadi distal lemah 10.9% dan CRT 2 detik 8.7%. Komplikasi yang terjadi pada pasien pascaintervensi koroner perkutan selama periode 6 jam yaitu komplikasi pada tempat pungsi (sedikit perdarahan, memar kecil dan hematom 1 cm, sedangkan komplikasi vaskuler perifer yang muncul yaitu  akral dingin,pucat pada ekstremitas, kesemutan, nadi distal lemah dan CRT 2 detik. Pemantauan pasien pada tempat pungsi dan komplikasi vaskuler perifer sebagai langkah deteksi dini komplikasi vaskuler pasien pasca intervensi koroner perkutan perlu dilakukan. Post percutaneous coronary intervention (PCI) patients are at risk for vascular complications. Nurses in critical care nursing unit have a vital role such as closely monitor post PCI patients for early detection of vascular complications. The purpose of the study was to know  the incidence of vascular complications of post PCI patients. This was a descriptive study with sample size of 46 post PCI who were treated in the Cardiac Intensive Care Unit (CICU) RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Each patient was monitored over a period of bed rest (6 hours) after PCI procedure. The incidence of vascular complications including complication at the puncture site and peripheral vascular complications. Complication at the puncture site including little bleeding 45,7%, small bruise 28,3% and hematoma 1 cm 17,4%. Peripheral vascular complication including cold in lower extremities 21,7%, pale in extremities 6,5%, tingling 8,7%, weak distal heart rate 10,9%, Capilarry Reffil Time 2 second  8,7%. Complications that occur in patients with post percutaneous coronary intervention over a period of 6 hours are complications at the puncture site including little bleeding,  small bruise, and hematoma. Peripheral vascular complication including cold in lower extremities, pale in extremities,tingling, weak distal heart rate, capilarry reffil time 2 detik. The monitoring of puncture site and peripheral vascular complications as an early detection effort to minimize the incidence of vascular complications of post PCI patients.
EFEKTIFITAS KOMBINASI TERAPI MUSIK DAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP PENURUNAN NYERI PASIEN POST KATETERISASI JANTUNG Nanik Sri Khodriyati; Arlina Dewi; Azizah Khoiriyati
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : Jurnal Kesehatan Karya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v6i1.288

Abstract

Latar belakang : Tindakan kateterisasi jantung dapat menimbulkan ketidaknyamanan / nyeri, nyeri dapat diturunkanmenggunakan terapi musik dan teknik relaksasi nafas dalam. Terapi musik adalah Pemberian tindakan mandirikeperawatan menggunakan MP3 dan headphone dengan mendengarkan musik yang telah dipilih oleh responden sesuaistandar terapi musik selama 15 menit minimal satu kali dan teknik relaksasi nafas dalam adalah pemberian metodebernafas secara mendalam dengan frekuensi kurang dari 10 x/menit yang dilakukan sambil mendengarkan musikselama 15 menit dengan mengacu panduan kombinasi terapi musik dan relaksasi nafas dalam yang dibimbing olehpeneliti/asisten peneliti.Tujuan : Untuk menganalisis efektivitas kombinasi terapi musik dan teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunanintensitas nyeri pada pasien post kateterisasi jantung.Metode: Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pre - post test with control group design, denganpendekatan consecutive sampling. Jumlah sampel 38 responden. Penilaian nyeri menggunakan Numeric Rating Scale(NRS), analisa data menggunakan uji statistik wilcoxon, dan mann-whitney.Hasil: Hasil uji statistik wilcoxon menunjukkan p value < 0.05 sehingga kombinasi terapi musik dan teknik relaksasinafas dalam secara signifikan dapat menurunkan intensitas nyeri pasien post kateterisasi jantung, kemudian dilakukananalisis perbedaan masing-masing variabel ditambah dengan protap rumah sakit sebagai kontrol dengan uji mannwhitney, hasil p value < 0.05 dan dilanjutkan uji mann-whitney tes untuk melihat perbandingan penurunan dua variabeldengan masing-masing p value < 0.05 dengan demikian secara statistik ada perbedaan antara kelompok intervensi dankelompok kontrol.Kesimpulan: Kombinasi terapi musik dan teknik relaksasi nafas dalam efektif dalam menurunkan nyeri pada pasienpost kateterisasi jantung.
GAMBARAN HASIL PENGOBATAN TBC PADA LANSIADI PUSKESMAS GOMBONG I Hendri Tamara Yuda; Elsye Maria Rosa; Azizah Khoiriyati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 11, No 1 (2015): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v11i1.99

Abstract

Life expectancy becomes higher and higher is one of successful indicators in development. Pulmonary system diseases, especially tuberculosis is the common disease that attacks elderly.  The aim of this research  is Obtaining comprehension about tuberculosis treatment result in elderly This research used retrospective study using non-experimental descriptive analysis designThe treatment results of the tuberculosis sufferer in Gombong Public Health Center is about 50% elderly had recovered from tuberculosis, 18,75% of elderly passed away, 6,25% moved to other health center and 6,25% had dropped out of drugs / default. There are 4 themes identified from the family consist of changes the elderly, the ability to carry out the health task of family, life quality, values and beliefs in caring for the elderly with tuberculosis. Keywords: family, caring, elderly, tuberculosis.
Pemberian Water Tepid Sponge Untuk Menurunkan Hipertermia Pada Anak dengan Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) Dwi Wulandari; Azizah Khoiriyati; Widayat Priyo Kristanto
Jurnal Ventilator Vol. 2 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Ventilator
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ventilator.v2i2.1112

Abstract

Giving a Water Tepid Sponge or giving a warm compress can be used to reduce hyperthermia by increasing the evaporation process through the skin. Giving Water Tepid Sponge can also provide comfort, reduce pain and anxiety. Objective: To determine the administration of Water Tepid Sponge to reduce hyperthermia in pediatric patient with Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Method: This study used a case study method with the intervention of giving Water Tepid Sponge for 60 minutes to pediatric patient with Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Results: The results of this study show that administration of Water Tepid Sponge can reduce hyperthermia in pediatric patient with Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) by 1.2oC after treatment for 60 minutes. Conclusion: Water Tepid sponge can reduce hyperthermia in pediatric patient with Dengue Hemorrhagic Fever (DHF).
PENGARUH PENERAPAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF, AFEKTIF DAN PSIKOMOTOR MAHASISWA Hikmawati, Anna Nur; Huriah, Titih; Khoiriyati, Azizah
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 9 No 1 (2018): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.899 KB)

Abstract

Pendahuluan : Mahasiswa keperawatan yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan profesi ners harus melakukan uji kompetensi perawat sesuai dengan standar kompetensi perawat. Upaya yang dapat dilakukan mahasiswa untuk dapat mencapai hasil yang kompeten perlu kemandirian belajar. PjBL merupakan metode pembelajaran yang memperkenankan peserta didik untuk bekerja secara mandiri, kreatif dan pembelajaran yang inovatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan PjBL terhadap peningkatan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor mahasiswa. Metode penelitian ini adalah Quasy-eksperiment dengan pendekatan Pretest-Posttest With Control Grup Design. Penelitian dilakukan pada bulan Mei – Juni 2017, N adalah mahasiswa STIkes Surya Global Yogyakarta semester V dan n kelompok intervensi 40 dan n kelompok kontrol 40. Analisis data penelitian ini menggunakan Uji Paired sample t-test dan Uji statistik Independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dengan kelompok intervensi setelah dilakukan metode pembelajaran dengan PjBL (p<0.00) pada kemampuan kognitif, (p<0.001) pada kemampuan afektif dan (p<0.001) pada kemampuan psikomotor. Kesimpulan penelitian adalah PjBL berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor mahasiswa.
Case Report : Pengaruh Pemberian Kompres Hangat Untuk Menurunkan Tingkat Nyeri Pada Pasien Dengan Abdominal Pain Ema Suprianti; Azizah Khoiriyati; Widayat Priyo Krisyanto
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Juli: Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v2i3.1155

Abstract

Nyeri perut adalah rasa tidak nyaman pada area perut yang dirasakan secara tiba-tiba dikarenakan faktor pertahanan organ dalam tubuh untuk sebisa mungkin mencegah kerusakan pada organ-organ tertentu khususnya didalam perut. Salah satu manajemen nyeri non-farmakologis yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah nyeri perut ini adalah dengan menggunakan terapi kompres hangat menggunakan buli-buli panas. Tujuan dari case report ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi kompres hangat terhadap penurunan skala nyeri pada pasien dengan abdominal pain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus (case report). Sampel dalam case report ini adalah seorang pasien dengan keluhan utama nyeri perut yang sudah berlangsung berhari-hari, instrument dalam penelitian ini adalah Numeric Rating Scale, alat dan bahan yang digunakan adalah buli-buli dan air panas dengan suhu 40-45◦C. Hasil intervensi yang sudah dilakukan menunjukkan pada evaluasi 10 menit pertama terjadi penurunan skala nyeri menjadi 5, 10 menit kedua evaluasi didapatkan penurunan skala nyeri menjadi 4, dan evaluasi 10 menit ketiga skala nyeri tetap 4 dan dilakukan evaluasi 20 menit berikutnya terhitung 30 menit setelah pemberian analgesik didapatkan skala nyeri menjadi 3. Kesimpulan dari case report ini terdapat pengaruh pemberian terapi kompres hangat menggunakan buli-buli untuk menurunkan tingkat nyeri perut pasien.
Penerapan Terapi Musik Klasik Terhadap Status Hemodinamik Pada Pasien Dengan Stroke Hemoragik Di Intensive Care Unit (ICU) : Case Report Muhammad Rofiq Nurhidayat; Azizah Khoiriyati; Hartoyo
An-Najat Vol. 2 No. 2 (2024): MEI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i2.1147

Abstract

Stroke hemoragik merupakan penyakit tidak menular (PTM) dan termasuk dalam gangguan neurologi yang disebabkan oleh perdarahan yang terjadi pada otak. Terapi musik memiliki efek terhadap status hemodinamik pada pasien koma, terutama pada pasien yang mengalami stroke. Terapi musik adalah intervensi yang memanfaatkan musik sebagai perantara untuk membantu orang untuk meningkatkan dan mempertahankan kesejahteraan hidup. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus (case report). Penelitian dilaksanakan di ruang ICU pada tanggal 29 April – 3 Mei 2024. Partisipan sejumlah satu pasien dengan diagnosa stroke hemoragik. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi terapi musik klasik menggunakan lembar status hemodinamik pasien yang meliputi Sp O2, respiratory rate (RR), heart rate (HR), tekanan darah, dan Mean Arterial Pressure (MAP). Hasil penelitian di dapatkan hasil rata-rata status hemodinamik pasien setelah diberikan intervensi terapi musik klasik memiliki dampak yang positif. Terjadi peningkatan rata-rata Sp O2 responden dari 97,5% menjadi 99%. Rata-rata respiratory rate pada responden menurun dari 34,5 kali permenit menjadi 29,5 kali permenit. Rata-rata heart rate dari responden menurun dalam rentang 93 kali permenit menjadi 89,2 kali permenit. Rata-rata tekanan darah pada responden menurun dalam rentang 157,5/87,5 mmHg menjadi 147,8/82,3 mmHg. Rata- rata MAP pada responden menurun dalam rentang dari 111 mmHg menjadi 104,5 mmHg. Terapi musik klasik dapat berpengaruh positif terhadap status hemodinamik pasien seperti saturasi oksigen (Sp O2), Respiratory rate (RR), Heart rate (HR), Tekanan darah, dan Mean Arterial Pressure (MAP) pada pasien dengan stroke hemoragik di ruang ICU.
Level of Knowledge and Attitude of Nurses as First esponders in an In-Hospital Cardiac Arrest Event Rafiqi, Sandi Ihsan; Khoiriyati, Azizah
Proceedings of Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Graduate Conference Vol. 4 No. 2 (2025): Renewable Energy, Environment, and Technology for Sustainable Transformation
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/umygrace.v4i2.668

Abstract

Introduction - In-hospital cardiac arrest (IHCA) is an emergency condition that can threaten a person's life if not treated immediately. Sufficient nurses’ knowledge and attitude may lead to successful IHCA prevention and handling. Purpose - This study aims to determine the level of knowledge and attitude of nurses at PKU Muhammadiyah Hospital Yogyakarta in handling IHCA. Methodology - Research method uses a quantitative descriptive research design. One hundred nurses from the adult care ward of a hospital in Yogyakarta, Indonesia were recruited using the purposive sampling technique. This research was conducted from December 2023 to March 2024. The research instrument used was a nurse level of knowledge questionnaire and a nurse attitude questionnaire. Findings - Most of the nurses has good knowledge (73 respondents (73%)) and attitude (94 respondents (94%)) as first responders during cardiac arrest events. There are still errors in answering the BLS algorithm points and airway and breathing management. Conclusion - Level of knowledge and attitude of nurses is in the good category. This research can be used as material for evaluating nurses when treating cardiac arrest patients in hospitals.
KARAKTERISTIK PREDIABETES DI PUSKESMAS PESANTREN I KOTA KEDIRI Erva Elli Kristanti; Titi Huriah; Azizah Khoiriyati
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 2 No 2 (2016): Jurnal Penelitian Keperawatan (Online)
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jurnal.v2i2.273

Abstract

Prediabetes merupakan istilah yang menggambarkan kondisi kadar gula darah diatas normal tetapi belum masuk dalam diagnosis Diabetes Melitus. Prevalensi prediabetes terus mengalami peningkatan. Terdapat beberapa faktor yang bisa berkaitan dengan kejadian prediabetes seperti usia, lingkar lengan atas, lingkar pinggang, pendidikan, pekerjaan, aktivitas fisik, tekanan darah dan indeks massa tubuh. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Populasi penelitian adalah keluarga dengan diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Pesantren I Kota Kediri yang diperoleh melalui skrining dengan menggunakan Diabetes Risk Calculator. Jumlah sampel penelitian sebanyak 52 prediabetes dan telah memenuhi kriteria inklusi penelitian. Variabel dalam penelitian ini  adalah  karakteristik prediabetes. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden prediabetes memiliki karakteristik usia rata-rata 49 tahun, lingkar lengan atas minimal 29 cm dan maksimal 44 cm, lingkar pinggang minimal 94 cm dan maksimal 117 cm, berpendidikan rendah, pekerjaan paling banyak tidak bekerja, jenis kelamin mayoritas perempuan, tidak melakukan aktivitas, tekanan darah normal menuju pre-hipertensi dan dengan indeks masa tubuh paling banyak overweight menuju obesitas.