Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENDAMPINGAN PERSIAPAN PEMBENTUKAN SEKOLAH AMAN BENCANA DI TK AISYIYAH KHADIJAH BANGUNJIWO TIMUR KASIHAN BANTUL Al Afik; Azizah Khoiriyati; Novita Kurnia Sari; Arif Wahyu Setyo Budi; Riski Oktafia
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol. 7 No. 2 (2025): DedikasiMU Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v7i2.9883

Abstract

Indonesia memiliki lebih dari 250.000 sekolah yang berada di daerah rawan bencana atau sekitar 75% dari total jumlah sekolah, sehingga diperlukan upaya pengurangan risiko bencana guna meminimalkan risiko dan dampak bencana. Kesiapan sekolah sebagai fasilitas dan tempat yang aman menghadapi ancaman bencana harus terus diupayakan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membentuk sekolah aman bencana di tingkat PAUD dan TK. Metode kegiatan pendampingan melalui beberapa tahapan sesuai dengan tahapan standar program sekolah aman atau di Indonesia disebut "Satuan Pendidikan Aman Bencana" (SPAB). Lokasi kegiatan di TK Aisyiyah Khadijah Bangunjiwo Timur, yang melibatkan pihak internal sekolah, yaitu kepala sekolah, guru, karyawan, pengurus (pimpinan cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Bangunjiwo Timur), serta pihak eksternal seperti guru TK lain di DIY dan LLHPB Aisyiyah DIY. Hasil kegiatan terdiri dari 4 tahapan pendampingan, yaitu: persiapan (FGD & self-assessment), Implementasi 10 langkah SPAB (Penyusunan SPO & Table top Exercise, Latihan lapangan pencegahan gempa bumi sesuai dengan Hazards dalam assessment), workshop SPAB dan Evaluasi.
PENERAPAN HEAD UP 30˚ TERHADAP PERFUSI SEREBRAL DAN HEMODINAMIK PASIEN POST-CRANIECTOMY HARI KE-7 DI RUANGAN INTENSIVE CARE UNIT RSUD TEMANGGUNG Agustin, Yosinta; Khoiriyati, Azizah; Purwanti, Rini
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45354

Abstract

Cedera kepala berat sering menyebabkan gangguan perfusi serebral dan ketidakstabilan hemodinamik, terutama setelah tindakan dekompresi seperti kraniektomi. Posisi head-up 30° kerap digunakan dalam manajemen neurointensif untuk membantu menurunkan tekanan intrakranial (TIK) dan memperbaiki aliran darah otak, namun efektivitasnya pada hari ke-7 pasca operasi masih perlu dikaji lebih lanjut. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui pengaruh posisi head-up 30° terhadap perfusi serebral dan parameter hemodinamik pada pasien pasca kraniektomi akibat cedera kepala berat di hari ke-7 perawatan di ruangan ICU RSUD Temanggung. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan menerapkan proses keperawatan mulai dari tahap pengkajian hingga evaluasi pada pasien dengan cedera kepala berat pasca kraniektomi. Data dikumpulkan melalui observasi klinis dan pencatatan parameter hemodinamik serta tanda perfusi serebral selama penerapan posisi head-up 30°. Sebelum intervensi, ditemukan fluktuasi tekanan darah, nadi, dan penurunan saturasi oksigen hingga 80%. Setelah penerapan posisi head-up 30°, terjadi peningkatan saturasi oksigen (hingga 100%), stabilisasi denyut nadi dan frekuensi pernapasan, serta perbaikan skor Glasgow Coma Scale (GCS) dari E4M3VETT menjadi E4M5VTT. Meskipun tekanan darah sedikit menurun, hemodinamik pasien tetap dalam batas normal. Penerapan posisi head-up 30° pada pasien pasca kraniektomi hari ke-7 menunjukkan dampak positif terhadap perfusi serebral dan stabilitas hemodinamik. Intervensi ini dapat direkomendasikan dalam praktik keperawatan neurointensif untuk mendukung pemulihan fungsi otak.  
PENGARUH HANDHELD FAN UNTUK MENGURANGI SESAK NAFAS PADA PASIEN CHF DI RUANG IGD RSUD TEMANGGUNG Setyoningsih, Nabila; Khoiriyati, Azizah; Krisyanto, Widayat Priyo
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45520

Abstract

Gagal jantung kongestif (Congestive Heart Failure) adalah sindrom klinis yang terjadi akibat ketidakmampuan jantung dalam memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh, sehingga menyebabkan gangguan perfusi jaringan dan penumpukan cairan, terutama di paru-paru. Salah satu gejala yang paling sering dialami pasien CHF adalah sesak napas (dyspnea), yang dapat terjadi bahkan saat istirahat dan sangat memengaruhi kualitas hidup pasien. Penatalaksanaan sesak napas umumnya dilakukan melalui terapi oksigen dan pengaturan posisi, namun intervensi nonfarmakologis kipas angin genggam (handheld fan) juga dibutuhkan sebagai terapi tambahan yang mudah dan dapat dilakukan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kipas angin genggam (handheld fan) terhadap tingkat sesak napas pada pasien CHF di RSUD Temanggung. Desain studi kasus pada satu pasien perempuan yang didiagnosis CHF dengan keluhan utama sesak napas. Intervensi dilakukan dengan menggunakan handheld fan selama 5 menit yang diarahkan ke area wajah, dan pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah terapi menggunakan alat bantu seperti saturasi oksigen, frekuensi napas, dan Modified Borg Scale (MBS). Hasil terapi handheld fan menunjukkan adanya peningkatan saturasi oksigen dari 91% menjadi 96%, penurunan frekuensi napas dari 27x/menit menjadi 23x/menit, serta penurunan tingkat dyspnea dari MBS skala 3 menjadi skala 1. Hasil ini menunjukkan bahwa terapi handheld fan efektif untuk menurunkan sesak nafas pada pasien CHF.
Pemberian Pursed Lip Breathing terhadap Saturasi Oksigen dan Frekuensi Napas Pasien Post Ekstubasi Mahanani, Wilastu Suci; Khoiriyati, Azizah; Purwanti, Rini
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 2 (2025): April 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i2.6463

Abstract

Pasien post ekstubasi yang mengalami gagal napas memerlukan proses adaptasi fisiologis untuk mengembalikan fungsi paru secara optimal dari ketergantungan ventilasi mekanik. Latihan pursed lip breathing dapat dijadikan terapi non farmakologis untuk memulihkan sistem pernapasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan pemberian pursed lip breathing terhadap saturasi oksigen dan frekuensi napas pada pasien post ekstubasi. Metode penelitian menggunakan metode studi kasus. Data dikumpulkan sebelum dan sesudah intervensi melalui observasi dan pencatatan hasil. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan selisih hasil sebelum dan sesudah intervensi, yang kemudian disajikan dalam bentuk grafik untuk menggambarkan perubahan yang terjadi. Subyek penelitian sebanyak 1 pasien post ekstubasi yang telah dilakukan craniotomy dengan gagal napas. Intervensi dilakukan sebanyak 2 kali sehari dengan durasi 10 menit selama 3 hari di ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Temanggung. Hasil penelitian menunjukkan setelah dilakukan intervensi pursed lip breathing terjadi peningkatan saturasi oksigen sebanyak 3% dari 94% menjadi 97%, serta frekuensi napas menurun dari 26x/menit menjadi 20x/menit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian pursed lip breathing dapat meningkatkan saturasi oksigen dan menurunkan frekuensi napas pada pasien post ekstubasi.
Effectiveness of Fall Prevention Education on Nurses' Compliance and Patient Safety Attitude: Experimental Study in Elderly Kimberly, Liany; Khoiriyati, Azizah
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 7, No 1 (2025): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v7i1.23764

Abstract

Falls pose a significant challenge in elderly hospital care, often resulting in severe injuries and increased morbidity risk. Two critical factors in reducing fall incidence are nurses' adherence to fall prevention protocols and their attitudes toward patient safety. The Fall Tailoring Intervention for Patient Safety (TIPS) toolkit is an innovative tool designed to enhance nurses' awareness and implementation of fall prevention strategies. However, its adoption in Indonesian hospitals remains limited, necessitating further research on its effectiveness. This study aims to evaluate the impact of the Fall TIPS toolkit on fall prevention by assessing its influence on nurse compliance and patient safety attitudes. Using a quasi-experimental pre-posttest design with a control group, this study involved 52 nurses from the adult inpatient unit of a private hospital in Manado, Indonesia. Participants were divided into an intervention group and a control group. Data on compliance and patient safety attitudes were collected through questionnaires. The Wilcoxon test showed no significant difference in nurse compliance before and after the intervention (p > 0.05), but a significant improvement was observed in patient safety attitudes (p < 0.05). Additionally, Mann-Whitney test results indicated a significant difference between the intervention and control groups in both compliance and patient safety attitudes. The findings suggest that the Fall TIPS toolkit is an effective strategy for enhancing nurses' compliance and patient safety attitudes in hospital settings. To ensure sustained adoption and effectiveness in fall prevention, hospitals are encouraged to integrate the toolkit into standard nursing protocols and provide continuous training.Keywords: Compliance, Fall Prevention Education, Safety attitude
Which dialysis modality offers better quality of life for chronic kidney disease patients: CAPD or hemodialysis (HD)? a scoping review S. Ningsih, Hesti; Khoiriyati, Azizah
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1139600

Abstract

In advanced stages of chronic kidney disease (CKD), where kidney function has severely declined, renal replacement therapy becomes essential. This scoping review aims to compare the impact of two common dialysis modalities—hemodialysis (HD) and continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD)—on various aspects of patients' quality of life, including physical, emotional, and social dimensions. This review was conducted using the Population and Concept (PC) framework, which is commonly applied in scoping reviews, and followed the PRISMA-ScR (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses Extension for Scoping Reviews) guidelines for reporting. A comprehensive literature search was performed across four databases: PubMed, ProQuest, ScienceDirect, and Google Scholar. The search focused on full-text, English-language articles published within the last ten years. Inclusion criteria included studies involving adult CKD patients undergoing HD or CAPD with quality of life as the primary outcome. Studies were excluded if they involved pediatric populations, case reports, or were not peer-reviewed. Nineteen studies met the eligibility criteria and were included in this review. The findings suggest that CAPD therapy is potentially associated with better physical quality of life compared to HD. However, results regarding emotional and social aspects were mixed, with some studies indicating comparable outcomes between modalities, while others showed conflicting results. Further research is warranted, particularly regarding emotional well-being and social support in CAPD patients. While CAPD may offer certain advantages in physical quality of life, comprehensive comparisons across emotional and social domains remain inconclusive. Limitations of this review include the small number of eligible studies, variation in study designs, and heterogeneity in patient populations. These limitations highlight the need for more robust and standardized research in this area.
Efektivitas Pemberian Kompres Dingin dalam Mengurangi Rasa Nyeri saat Pemasangan Infus pada Anak di IGD RSUD Temanggung Muhammad Nur Anifan; Azizah Khoiriyati; Widayat Priyo Krisyanto
Sci-tech Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Sci-Tech Journal
Publisher : MES Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56709/stj.v4i3.762

Abstract

Intravenous therapy is a type of therapy that is often given to children who are being treated in the hospital, especially in the intensive care unit. This therapy aims to replace lost fluids, correct electrolyte imbalances, perform blood transfusions, or administer medications. The method used is a case study on pediatric patients who underwent intravenous line installation with the main complaint of dehydration/lack of fluids. Intervention is carried out by administering a cool pack for 5-10 minutes with a cool pack temperature <10 in the area where the intravenous line will be installed. The results showed that in the first patient after the intervention of giving a cool pack with pre-installation with a Pulse result of 128x/minute, Visual Analogue Scale (VAS) value: 3. During installation, the results of the Pulse were 126x/minute, Visual Analogue Scale (VAS): 3. Post-installation, the results of the Pulse were: 120x/minute, Visual Analogue Scale (VAS): 2. In the second patient, the results of pre-installation were a Pulse result of 98x/minute, Visual Analogue Scale (VAS): 2. During intravenous installation, the results of the Pulse were 95x/minute, Visual Analogue Scale (VAS): 1. Post-installation, the results of the Pulse were: 91x/minute, Visual Analogue Scale (VAS): 1. Thus, cool pack therapy can reduce pain when intravenous lines are installed in children.
How prepared are families for patients undergoing continuous ambulatory peritoneal dialysis therapy? Fatimah, Siti; Khoiriyati, Azizah
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 12 No. 4 (2024): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1117500

Abstract

Family readiness is crucial in Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) therapy, as families play a central role as caregivers, helping to maintain care quality and reduce complications. This scoping review aims to systematically assess the literature to identify key aspects of family readiness in supporting patients undergoing CAPD therapy, highlighting its importance for better patient outcomes and its contribution to broader knowledge in patient care. Literature was selected using the Population and Concept (PC) framework, with the population of interest being families of CAPD patients and the concept focused on family readiness. Studies from 2015 to December 2023 were sourced from PubMed, Science Direct, PROQUEST, and Google Scholar, with inclusion criteria focusing on family involvement in CAPD care and exclusion criteria eliminating non-relevant studies. Ten articles met the criteria, revealing critical aspects of family readiness, including caregiving burden, communication with healthcare providers, knowledge of the disease and therapy, material and emotional support, and understanding of the dialysis service system. These factors are essential for ensuring quality care, reducing risks, and improving overall CAPD therapy success.
KETERAMPILAN KOMUNIKASI EFEKTIF DAN KERJA TIM PERAWAT DENGAN INTER PROFESIONAL HUDA, NUR; Fatimatus Zahron Faizin; Lu’lu Luthfiatun Ulinnuha; Zakia Nurul Hikmah; Herlina; Rizki Fadillah; Ikfina Himmati; Nurul Uswiyah Huda; Rana A M Albatta; Azizah Khoiriyati
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 Juni 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i1.1997

Abstract

ABSTRAK Komunikasi yang efektif dan kolaborasi antar profesi merupakan komponen penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan komunikasi efektif dan kerja tim perawat dengan inter profesional. Melalui studi pustaka dari berbagai sumber Google Cendekia, Scopus dan Pubmed, ditemukan bahwa komunikasi yang buruk menyebapkan sebagian besar kesalahan medis, sementara strategi seperti metode SBAR terbukti meningkatkan efisiensi komunikasi dan kerja sama tim. Pelatihan komunikasi terapeutik, penggunaan teknologi digital, serta dokumentasi terintegrasi (CPPT) menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kolaborasi tim kesehatan. Dengan demikian, penguatan keterampilan komunikasi interpersonal dan budaya kolaboratif antar profesi sangat penting untuk menjawab tantangan sistem pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.
STUDI KASUS: PENERAPAN LATIHAN BATUK EFEKTIF DAN MINUM AIR HANGAT PADA PASIEN ASMA BRONKHIAL Nurul Fitria, Anisa; Khoiriyati, Azizah; Widayat Priyo Krisyanto
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 1 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/9z2jb289

Abstract

Asma merupakan suatu keadaan yang ditandai dengan penyempitan serta infeksi pada saluran nafas sehingga memunculkan sesak nafas. Penyakit ini bisa diatasi dengan nebulisasi serta latihan batuk yang efektif untuk membersihkan lendir serta sekret dari saluran napas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas batuk efektif pada penderita asma bronkhial pasca pengobatan nebulisasi. Riset ini menggunakan prosedur case study. Latihan batuk efektif diberikan pada pasien asma bronkhial di IGD RSUD Temanggung setelah mendapat program nebulisasi. Analisis data menggunakan kriteria hasil luaran keperawatan dengan memonitoring pre dan post latihan batuk efektif. Hasil riset ini adalah adanya perbaikan saluran nafas yang dibuktikan dengan kenaikan frekuensi respirasi, penurunan suara nafas tambahan, serta penurunan otot bantu napas. Latihan batuk efektif pada penderita dengan kendala bersihan jalan napas bisa membantu membersihkan sekret.