Claim Missing Document
Check
Articles

Kategori Verba Mental dalam Cerita Pendek Pertemuan di Taman Hening Karya Helvy Tiana Rosa Endang Wiyanti
Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/imajeri.v4i2.8748

Abstract

Cerita pendek merupakan sarana kreatif penulisnya. Cara pengungkapan yang beragam membuat cerita pendek menjadi menarik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan kategori verba mental dalam cerpen Pertemuan di Taman Hening berdasarkan tipe verba. Selain itu, diharapkan agar banyak pembaca lebih mengetahui tentang kategori verba mental. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Data penelitian berupa kalimat yang di dalamnya terdapat verba mental, sedangkan sumber datanya adalah cerpen yang berjudul Pertemuan di Taman Hening karya Helvy Tiana Rosa. Metode penyediaan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik catat dan analisis. Teknik penelitian yang dipakai dalam penelitian adalah teknik analisis isi. Hasil penelitian adalah bentuk verba mental yang digunakan pada cerpen Pertemuan di Taman Hening berdasarkan tipe proses verba yang terdiri dari persepsi, afeksi, dan kognisi.
Tipe-Tipe Kesalahan Sintaksis pada Karangan Siswa Kelas XI SMA Bina Spora Mandiri Cigombong Bogor Endang Wiyanti; Sulis Setiawati; Bambang Sumadyo
Deiksis Vol 9, No 03 (2017): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.7 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v9i03.680

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesalahan sintaksis pada karangan eksposisi siswa kelas XI SMA Bina Spora Mandiri Cigombong, Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis isi (content analysis) dengan pendekatan kualitatif. Karangan eksposisi siswa yang diteliti berjumlah 31 karangan. Pada karangan tersebut ditemukan sebanyak 92 kalimat salah. Jenis kesalahan sintaksis yang ditemukan terdiri atas kesalahan pada pilihan kata/diksi sebanyak 64 kalimat atau 24,33%, kalimat yang berstruktur tidak baku sebanyak 62 kalimat atau 23,57%, kesalahan pada ketidaktepatan bentuk kata sebanyak 53 kalimat atau 20,15%, kalimat mubazir atau pleonasme sebanyak 44 kalimat atau 16,73%, %, kalimat yang tidak memiliki logika atau mengalami kesalahan nalar sebanyak 23 kalimat atau 8,75%, kontaminasi atau kerancuan kalimat sebanyak 16 kalimat atau 6,08%, dan kalimat yang ambigu sebanyak 1 kalimat atau 0,38%. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dipergunakan untuk menentukan langkah-langkah dalam proses pembelajaran, menyusun materi pembelajaran secara bertahap dari yang mudah ke yang sukar, dari yang sederhana ke yang rumit, dan sebagainya.Kata Kunci: tipe-tipe kesalahan sintaksis, karangan eksposisi
PERAN MINAT MEMBACA DAN PENGUASAAN KOSAKATA TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INDONESIA Endang Wiyanti
Deiksis Vol 6, No 02 (2014): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.878 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v6i02.519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran minat membaca dan penguasaan kosakata terhadap keterampilan berbicara bahasa Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian suvai dengan populasi peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri di Jakarta Selatan. Sampel diambil dengan teknik random sampling sebanyak 80 orang. Instrumen yang digunakan adalah angket, tes, dan berpidato. Analisis data menggunakan regresi korelasi ganda. Dari pengolahan data diperoleh hasil: (1) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan minat membaca dan penguasaan kosakata secara bersama-sama terhadap keterampilan berbicara; (2) tidak ada pengaruh minat membaca terhadap keterampilan berbicara bahasa Indonesia; (3) terdapat pengaruh yang positif dan sangat signifikan penguasaan kosakata terhadap keterampilan berbicara.Kata Kunci: minat membaca, penguasaan kosakata, keterampilan berbicara bahasa Indonesia
CITRA BAHASA KIASAN PADA PERTUNJUKAN WAYANG KULIT BERBAHASA INDONESIA Yulian Dinihari; Endang Wiyanti
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 10, No 1 (2022): Sasindo Unpam
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v10i1.59-75

Abstract

Wayang diakui oleh The United Nations Educational, Scientific and Cultural  Organization  (Unesco),  pada  7  November  2013  sebagai World  Masterpiece  of  Oral  and  Intangible  Heritage  of  Humanity. Pengakuan ini penting karena warisan budaya Indonesia diakui dunia. Namun yang lebih penting lagi adalah memperkenalkan wayang yang penuh  nilai  budaya  dan  pesan  moral  kepada  masyarakat  luas,  di seluruh  dunia,  terutama  di  Indonesia.  Saat  ini  pergelaran  wayang masih  terpusat  di  wilayah  Jawa  dengan  bahasa  Jawa  dan  audiens masyarakat  Jawa.  Hal  ini  terjadi  karena  pertunjukan  wayang dilakukan dengan menggunakan bahasa Jawa sehingga banyak  yang tidak  memahami  cerita  yang  disampaikan  oleh  dalang.  Artikel  ini mencoba  mengkaji  bagaimana  bila  pergelaran  wayang  dilakukan dengan  menggunakan  Bahasa  Indonesia  agar  lebih  dapat  dinikmati lebih  banyak  masyarakat.  Penelitian  dilakukan  dengan  mengamati dokumen  rekaman  pertunjukan  wayang  berbahasa  Indonesia  yang disajikan  oleh  Bimo  Sinung  Widagdo  dan  Dhalang  Poer.  Kegiatan penelitian  menggunakan  rancangan  kualitatif  dengan  teknik observasi, perekaman, simak catat, dan rekonstruksi data. Dari hasil penelitian, didapat bahwa ada kesulitan dalam memaknai pesan cerita karena  keterbatasan  kosakata  Bahasa  Indonesia  dalam menggambarkan emosi atau suasana dalam penceritaan. Hal ini dapat mengurangi nilai pesan pada cerita asli. Suatu strategi diperlukan agar penceritaan  wayang berbahasa  Indonesia tidak  mengalami degradasi pesan  yang  terlalu  jauh  sehingga  dapat  dinikmati  oleh  masyarakat, namun pesan budaya dan moral dapat tetap disampaikan dengan baik. Salah  satunya  yaitu  dengan  digunakannya  bahasa  kiasan  oleh  para pedalang.Kata Kunci: bahasa kiasan, wayang kulit, wayang berbahasa Indonesia
REPRESENTASI TOKOH DEWI SINTA DALAM FILM ANIMASI WAYANG INDONESIA JERITAN HATI SINTA (KAJIAN FEMINISME) Endang Wiyanti; Yulian Dinihari
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22077

Abstract

Nama Dewi Sinta merupakan satu tokoh dalam cerita Ramayana. Dewi Sinta adalah isteri dari Prabu Rama Wijaya yang menjadi pewaris tahta Ayodya. Kisah klasik Ramayana ini menjadi berbeda ketika disajikan dalam bentuk animasi film. Animasi sebagai hasil pengolahan gambar tangan menjadi gambar bergerak yang terkomputerisasi. Tujuan  pembahasan  permasalahan  yang  sudah dirumuskan  dalam  rumusan masalah adalah menjelaskan bentuk‐bentuk representasi pada tokoh Dewi Sinta dalam film animasi Jeritan Hati Sinta. Data dikumpulkan dengan cara studi Pustaka dan dianalisis dengan metode analisis deskriptif dengan langkah sebagai berikut; (1) Membaca  karya sastra  secara cermat, (2) Menandai bagian dari karya sastra yang berhubungan dengan representasi tokoh berdasarkan gender, (3) Data dianalisis dengan teori gender dan feminisme, (4) Dilakukan interpretasi data. Kemudian, hasil analisis dan interpretasi dideskripsikan. Hasil dari penelitian ini adalah representasi tokoh Sinta pada film animasi wayang diungkapkan melalui marginalisasi (peminggiran atau pemiskinan ekonomi), subordinasi (penomorduaan), stereotip (citra baku), kekerasan (violence), dan beban kerja ganda  (double burden). Berdasarkan sudut pandang feminism, dapat dikatakan bahwa wanita Indonesia masih mengalami ketidakadilan gender.Kata-kata kunci: Representasi Tokoh, Film Animasi, Wayang, Feminisme
Pemberdayaan Dasawisma dan Kesejahteraan Keluarga Kelurahan Keramat Jati Jakarta Timur Melalui Layanan Informasi Sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Sosial Masyarakat di Masa Pandemi Endang Wiyanti; Solihatun Solihatun; Yulian Dinihari
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v4i3.1136

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan layanan informasi terkait dengan meningkatkan kesadaran sosial warga RW 001 Kramat Jati Jakarta Timur. Adapun kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui metode ceramah yang dikombinasikan dengan penampilan gambar. Sasaran dari kegiatan abdimas ini adalah warga RW 001 Kramat Jati Jakarta Timur. Implikasi dari kegiatan ini adalah (1). Warga RW 001 dapat memperoleh wawasan dan pengetahuan terkait dengan kesadaran sosial berkenaan dengan kebermanfaatan dari kesadaran sosial pada pandemik ini; (2). Warga RW 001 dapat memperoleh keterampilan mengenai pentingnya kesadaran sosial yang baik sesuai dengan kebutuhan warga RW 001 pada saat ini; (3). Memungkinkan para warga RW 001 memperoleh kebermaknaan nilai terkait dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakat di masa pandemik ini sehingga kesadaran sosial warga RW 001 diperlukan; (4). Melalui pemberian layanan informasi ini warga RW 001 ini mendapatkan sikap sosial yang baik sehingga dalam kebermasyarakatannya warga RW 001 mampu melewati masa pandemik dengan baik dalam upaya menjaga kesehatan mental masyarakat untuk penanggulangan covid-19 ini.Kata Kunci: Program dasawisma, Layanan informasi, Masa pandemic, Kesadaran sosial
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Web pada Mata Kuliah Bahasa Indonesia sebagai Media Pembelajaran Jarak Jauh Endang Wiyanti; Yulian Dinihari; Dian Nazelliana
Faktor Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 9, No 1 (2022): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/fjik.v9i1.9233

Abstract

Mata Kuliah Bahasa Indonesia adalah Mata Kuliah Umum wajib yang diambil oleh mahasiswa semester satu dan tiga. Permasalahan yang terjadi di Universitas Indraprasta PGRI adalah dilakukannya pembelajaran jarak jauh di masa pandemi ini. Materi yang ada tidak mencakupi keseluruhan hal yang ingin disampaikan oleh dosen. Mahasiswa kesulitan untuk mempunyai pegangan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan media pembelajaran yang dapat memenuhi semua materi yang ada yaitu dengan media pembelajaran berbasis website. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Research and Development (RnD) dengan proses pengembanganya menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation). Penelitian pengembangan yang dilakukan hanya sampai tahap Development (pengembangan) karena tujuan penelitian ini sebatas mengembangkan dan menghasilkan suatu aplikasi media pembelajaran. Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil validasi yang dilakukan diperoleh persentase rata-rata penilaian sebesar 85,59 % dengan kategori valid. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa aplikasi media pembelajaran berbasis website pada Mata Kuliah Bahasa Indonesia valid digunakan dalam PJJ.
Kesalahan Penggunaan Huruf Kapital pada Karangan Deskripsi Siswa Kelas VII SMP Negeri 282 Jakarta Yolanda Yolanda; Endang Wiyanti; Destiriana Destiriana
FOCUS Vol 4 No 1 (2023): FOCUS: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/fcs.v4i1.957

Abstract

Tujuan penelitian  mengetahui dan memahami lebih dalam kesalahan penggunaan huruf kapital pada karangan deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 282 Jakarta.  Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Objek penelitian ini adalah kesalahan penggunaan huruf kapital pada karangan deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 282 Jakarta. Hasil penelitian yang diperoleh terdapat sebanyak 144 kesalahan dalam penggunaan huruf kapital dari 40 karangan deskripsi siswa kelas VII yang meliputi: 1) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama pada awal kalimat, sebanyak 100 kesalahan 69,44%, 2) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari raya, sebanyak 16 kesalahan 11,11%, 3) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa, sebanyak 5 kesalahan 3,47%, 4) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang termasuk julukan, sebanyak 20 kesalahan 13,90%, dan 5) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata agama, kitab suci, dan Tuhan, sebanyak 3 kesalahan 2,08%. Peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama pada awal kalimat merupakan kesalahan yang paling banyak dari seluruh aspek kesalahan pada penelitian ini. Kesalahan yang ditemukan peneliti  terdapat 100 kesalahan. Selain itu, jika dibuat dalam persentase adalah  69,44%.
KALIMAT PASIF DALAM NOVEL PUDARNYA PESONA CLEOPATRA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Leni Fatmawati; Endang Wiyanti; Yolanda Yolanda
Alegori: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 2, No 1 (2022): Alegori: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.511 KB) | DOI: 10.30998/.v2i01.6606

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kalimat pasif dalam novel Pudarnya Pesona Cleopatra karyaHabiburrahman El Shirazy. Penulis berharap agar pembaca menjadikan temuan kalimat pasif dalam novelsebagai contoh kalimat pasif yang benar. Penulis juga berharap agar penelitian ini berimplikasi padapembelajaran Bahasa Indonesia. Peserta didik lebih mandiri dalam menentukan, mendeskripsikan, danmenyusun kalimat pasif, sedangkan pendidik, dapat lebih mudah menyampaikan materi mengenai kalimatpasif kepada peserta didik. Metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis novel ini adalahmetode pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan untuk menganalisis ini adalah teknik isi.Setelah penulis meneliti novel kalimat pasif dalam novel Pudarnya Pesona Cleopatra karyaHabiburrahman El Shirazy, penulis menemukan kalimat pasif jenis tipe I sebanyak 40, tipe II sebanyak 15dan Tipe III sebanyak 39, sehingga totalnya adalah 94. Jika dipersentasekan, kalimat pasif tipe I sebanyak43%, tipe II sebanyak 16% dan tipe III sebanyak 41 %.Kata Kunci: Kalimat pasif, Novel Pudarnya Pesona Cleopatra
KOHESI GRAMATIKAL PADA RUBRIK EDUKASI SURAT KABAR DARING KOMPAS.COM EDISI MARET 2020 Guspa Leviananda Rusta; Endang Wiyanti; Irwan Siagian
Alegori: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 1, No 1 (2021): Alegori: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.632 KB) | DOI: 10.30998/.v1i1.3828

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur kohesi gramatikal yang digunakan pada surat kabar daring Kompas.com dalam rubrik edukasi dan memberikan gambaran terhadap penggunaan pemarkah kohesi gramatikal yang digunakan oleh penulis di surat kabar daring Kompas.com. Secara teoretis, hasil penelitian ini dapat menambah khazanah ilmu bahasa, khususnya bidang kajian wacana. Secara praktis hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi beberapa pihak, yaitu untuk pembaca, dapat menambah ilmu pengetahuan tentang pemarkah kohesi gramatikal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan dan memaparkan hasil analisis penggunaan kohesi gramatikal pada surat kabar daring Kompas.com. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan unsur bahasa dalam suatu wacana untuk mengetahui adanya bentuk kohesi. Persentase pemakaian kohesi gramatikal pada aspek referensi sebanyak 39% atau sebanyak 57 temuan bentuk referensi, pada aspek substitusi terdapat 47 bentuk temuan atau sebesar 33%, pada aspek elipsis sebanyak 20% atau sebanyak 29 temuan, sementara pada aspek konjungsi terdapat 11 bentuk temuan atau hanya sebesar 8%.