Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Media Literasi Karikatur dalam Pengajaran Bahasa bagi Siswa TPQ Al-Hidayah Kelurahan Meruyung Limo Depok Atmapratiwi, Heppy; Wiyanti, Endang; Sudrajat, Yayan
Presisi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): 2023
Publisher : PT. Lancar Media Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of community service is to socialize and improve literacy skills in student in order to produce optimal results due to the lack of assistance and training to increase awareness and literacy skills.  Through initial observations and interviews with the Foundation, it was revealed that the students had not fully understood the importance of language literacy in the context of global communication, which resulted in a lack of maturity in oral culture. Therefore, this community service activity aims to enable the students of TPQ Al-Hidayah to integrate language literacy in daily life, increase community knowledge through access to information, and develop a positive attitude towards the interpretation of the information obtained. The results of this service activity include the preparation of materials or studies to help students understand and apply language literacy and measure the learning outcomes of these literacy skills. In addition, the team will create a published article to convey the achievements of this abdimas activity to the wider community, with the hope that the information disseminated can provide significant benefits. Thus, this effort is expected to make an effective contribution in overcoming social problems, especially the education gap in society.    
Pelatihan Pemanfaatan Akun Tiktok dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Remaja di Lingkungan RW 03 Kelurahan Meruyung Limo Depok Atmapratiwi, Heppy; Wiyanti, Endang; Sudrajat, Yayan
Presisi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): 2024
Publisher : PT. Lancar Media Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this community service is to socialize the use of TikTok social media in teenagers' Indonesian language learning. Through initial observations and interviews with the people of RW 03 Meruyung, Limo, Depok, it was revealed that local teenagers do not fully understand many things and Indonesian language materials. Even though the teenager is a junior high school student who also has to learn Indonesian at school. Therefore, this community service activity aims to ensure that teenagers in the RW 03 Meruyung, Limo, Depok area can understand Indonesian through the media that is currently most frequently used. In this way, it is hoped that teenagers will be more enthusiastic and quickly understand Indonesian language material through content that is more contemporary and not boring. The results of this service activity include preparing materials or studies to help teenagers understand and utilize Tiktok social media in learning Indonesian. Apart from that, the team will create a published article to convey the achievements of this community service activity to the wider community, with the hope that the information disseminated can provide meaningful benefits. Thus, it is hoped that this effort can make an effective contribution in overcoming social problems, especially educational gaps in society.
KESALAHAN PENGGUNAAN KATA DALAM POSTINGAN AKUN X @PANTUNGALIMAR IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Syaharani, Devina; Wiyanti, Endang; Agustin, Yulia
Alegori: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 4, No 2 (2024): Alegori : Jurnal Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/alegori.v4i2.11472

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk untuk memperoleh data empiris, menjelaskan, dan mendeskripsikan tentang apa saja kesalahan penggunaan kata dalam postingan akun X @pantungalimar menggunakan teori ejaan menurut Santoso. Data dalam penelitian ini meliputi postingan akun X @pantungalimar selama tiga bulan dimulai dari Januari hingga Maret. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskritif kualitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah analisis isi. Metode pengumpulan data yang dilakukan meliputi mengumpulkan data, mencatat, menganalisis, menghitung persentase, menginterpretasikan hasil analisis, dan membuat hasil simpulan kesalahan penggunaan kata pada postingan akun X @pantungalimar. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data. Instrumen penelitian yang digunakan, yaitu penelitian sendiri. Hasil dari penelitian ditemukan bahwa kesalahan penggunaan kata berjumlah 200. Kesalahan penggunaan kata pada kata sebanyak 149 data, kata depan sebanyak 14 data, partikel sebanyak 14 data, dan kata ganti sebanyak 23 data. Data yang paling dominan adalah kesalahan penggunaan kata. Artinya, pemilik akun tersebut masih kurang dalam pengetahuan mengenai bahasa dan memilih untuk menetap pada kebiasaannya dalam menggunakan kata sehari-hari. Penggunaan kata, kata depan, partikel, dan kata ganti yang terjadi juga disebabkan oleh kurangnya pengetahuan mengenai bahasa dan kebiasaan yang dilakukan.
Eksistensi Nyanyian Gending “Lingsir Wengi” dalam Membentuk Pendidikan Karakter Wiyanti, Endang; Dinihari, Yulian; Solihatun, Solihatun; Atmapratiwi, Heppy
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 2 (2024): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v8i2.3436

Abstract

Eksistensi Gending “Lingsir Wengi” sebagai lagu yang digunakan dalam film-film Indonesia masa kini, bahkan menjadi latar suara dalam beberapa film, membuktikan eksistensinya sebagai bagian dari folklor lisan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran lagu Gending “Lingsir Wengi” dalam membentuk karakter anak bangsa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui teknik observasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa Gending “Lingsir Wengi” tetap eksis meskipun fungsinya mengalami perubahan, dari awalnya sebagai lagu penolak bala dan pengantar tidur anak-anak hingga kini menjadi mitos lagu yang dianggap mampu mengundang makhluk halus. Keberlanjutan tradisi lisan ini, yang kini berada di ambang kepunahan, membutuhkan revitalisasi demi pelestarian dan pengembangannya. Folklor yang ada menyimpan nilai moral, etika, dan pendidikan karakter yang relevan bagi masyarakat saat ini.Kata Kunci: Folklor; Gending Lingsir Wengi; Pendidikan Karakter
Penguatan Literasi Digital Guru untuk Pencegahan Perundungan di Pondok Pesantren Dinihari, Yulian; Solihatun, Solihatun; Wiyanti, Endang; Nazelliana, Dian
Jurnal PKM: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Jurnal PkM: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v8i1.26405

Abstract

Program pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru di Madrasah Aliyah Al-Fadlliyah Bojonggambir Taraju, Tasikmalaya, tentang anti perundungan dan keterampilan digital sebagai upaya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Para guru dibekali pemahaman mendalam tentang jenis-jenis perundungan dan dampaknya, serta keterampilan pembuatan konten digital, seperti poster, infografis atau video edukasi, sebagai media penyampaian pesan kampanye anti perundungan kepada siswa. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, guru terlibat aktif melalui diskusi dan praktik langsung, menghasilkan peningkatan pemahaman serta keterampilan digital yang signifikan. Hasil survei menunjukkan bahwa 90% guru merasa lebih mampu mengidentifikasi dan menangani kasus perundungan, serta menyatakan pelatihan ini sangat bermanfaat. Sebagai inisiatif lanjutan, para guru membentuk program edukasi anti perundungan berkelanjutan yang akan dilaksanakan secara rutin, menggunakan konten digital yang mereka buat dan disebarkan di sekolah serta komunitas sekitar. Luaran program ini memperlihatkan keberhasilan dalam mendorong kesadaran dan inovasi dalam metode pengajaran guru terkait perilaku positif di sekolah. Dokumentasi dan rekomendasi program ini diharapkan menjadi acuan bagi sekolah lain dalam menjalankan edukasi anti perundungan melalui konten digital.
Morphological Interference in Agak Laen Movie by Muhadkly Acho Endang Wiyanti
Journal of linguistics, culture and communication Vol 3 No 1 (2025): Journal of Linguistics, Culture, and Communication
Publisher : CV. Rustam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61320/jolcc.v3i1.151-180

Abstract

This article examines the form of morphological interference found in the movie Agak Laen by Muhadkly Acho. This research aims to analyze morphological interference, the influence of regional language interference on morphological structure in film dialogue, and the factors behind its use. This research uses a descriptive qualitative approach. The data collection technique in this research uses the documentation method, focusing on the conversation text in the movie. Data analysis was conducted through content analysis. In this study, it is found that the morphological interference that appears most dominant is in the form of the use of affixation which has changed, even omitted. Besides affixation, morphological interference is also found in the form of reduplication, especially in the form of affixed rewords. Meanwhile, there is no morphological interference in the form of compound words. The interference that appears in the dialogs of this film is mostly influenced by the local dialect variations used by the characters, such as the influence of Eastern, Malay, and North Sumatra dialects. The interference also plays a role in enriching the characters, creating an atmosphere of humor, and reflecting the diversity of the Indonesian language. The use of local language variations such as Malay and other local dialects not only gives color to the characters but also brings the audience closer to the existing social reality. The results of the analysis show that morphological interference in this movie strengthens cultural identity and local characters in the context of visual communication.
Profil Literasi Siswa dalam Upaya Mereduksi Perundungan di Pondok Pesantren Aliyah Al-Fadlliyah Solihatun, Solihatun; Dinihari, Yulian; Wiyanti, Endang; Nazelliana, Dian; Musringudin, Musringudin
Nitisara: Jurnal Ilmu Bahasa Vol 3, No 1 (2025): Nitisara: Jurnal Ilmu Bahasa
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/ntsr.v3i1.3937

Abstract

Perundungan di lingkungan pendidikan, termasuk di pondok pesantren, menjadi isu yang memerlukan perhatian serius. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup pemahaman, analisis, serta refleksi terhadap nilai-nilai sosial dan moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil literasi siswa di Pondok Pesantren Aliyah Al-Fadlliyah serta mengkaji perannya dalam mereduksi perilaku perundungan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat literasi yang lebih tinggi memiliki kesadaran lebih besar terhadap dampak negatif perundungan dan cenderung mengembangkan sikap empati serta komunikasi yang lebih baik. Selain itu, program literasi berbasis nilai-nilai keislaman yang diterapkan di pesantren berkontribusi dalam membentuk karakter siswa yang lebih inklusif dan toleran. Studi ini merekomendasikan penguatan program literasi berbasis karakter sebagai strategi preventif untuk mengurangi perundungan di lingkungan pesantren
Profil Literasi Siswa dalam Upaya Mereduksi Perundungan di Pondok Pesantren Aliyah Al-Fadlliyah Solihatun, Solihatun; Dinihari, Yulian; Wiyanti, Endang; Nazelliana, Dian; Musringudin, Musringudin
Nitisara: Jurnal Ilmu Bahasa Vol 3, No 1 (2025): Nitisara: Jurnal Ilmu Bahasa
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/ntsr.v3i1.3937

Abstract

Perundungan di lingkungan pendidikan, termasuk di pondok pesantren, menjadi isu yang memerlukan perhatian serius. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup pemahaman, analisis, serta refleksi terhadap nilai-nilai sosial dan moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil literasi siswa di Pondok Pesantren Aliyah Al-Fadlliyah serta mengkaji perannya dalam mereduksi perilaku perundungan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat literasi yang lebih tinggi memiliki kesadaran lebih besar terhadap dampak negatif perundungan dan cenderung mengembangkan sikap empati serta komunikasi yang lebih baik. Selain itu, program literasi berbasis nilai-nilai keislaman yang diterapkan di pesantren berkontribusi dalam membentuk karakter siswa yang lebih inklusif dan toleran. Studi ini merekomendasikan penguatan program literasi berbasis karakter sebagai strategi preventif untuk mengurangi perundungan di lingkungan pesantren
PENGGUNAAN FRASA DALAM KORAN DIGITAL TVONENEWS.COM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Aprilia, Syifa; Wiyanti, Endang; Ramdani, Irham
Alegori: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 4, No 3 (2024): Alegori : Jurnal Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/alegori.v4i3.11701

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengidentifikasi penggunaan frasa dalam koran digital tvonenews.com dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif dengan desain penelitian menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penggunaan frasa endosentris koordinatif sebanyak 21 temuan dengan persentase 18%. Penggunaan frasa endosentris apositif sebanyak 18 temuan dengan persentase 16%. Penggunaan frasa endosentris atributif sebanyak 28 temuan dengan persentase 24%. Penggunaan frasa eksosentris direktif sebanyak 24 temuan dengan persentase 21%. Penggunaan frasa eksosentris nondirektif sebanyak 14 temuan dengan persentase 12%. Penggunaan frasa eksosentris sebanyak 11 temuan dengan persentase 9%. Hal ini menunjukkan penggunaan frasa eksosentris memiliki hasil yang tidak banyak dibandingkan dengan frasa endosentris. Penggunaannya dikatakan tidak banyak karena setiap kalimat pada berita dalam koran digital tvonenews.com kurangnya komponen frasa yang berpreposisi, komponen frasa jarang ditemukan artikulus, dan komponen frasa yang jarang menggunakan penghubung seperti lekas, saat, hendak, dan ketika yang dibarengi dengan komponen kedua berupa verba.
STRATEGI LITERASI DAN NUMERASI BAGI GURU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN Dinihari, Yulian; Wiyanti, Endang; Solihatun, Solihatun; Nazellina, Dian; Musringudin, Musringudin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Biologi dan Sains Vol 4, No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Biologi dan Sains
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jpmbio-sains.v4i1.3932

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi literasi guru di SMP - SMA Plus Cendikia Cikeas melalui pelatihan dan pendampingan strategi literasi dalam pembelajaran. Berdasarkan evaluasi dari 17 responden, mayoritas peserta menilai bahwa materi yang disampaikan mudah dipahami (52,9% sangat setuju) dan memberikan wawasan baru tentang literasi dan numerasi (58,8% sangat setuju). Pelatihan ini juga berhasil meningkatkan minat guru dalam menerapkan strategi literasi dan numerasi dalam pembelajaran, dengan 70,6% peserta sangat setuju untuk mengimplementasikannya. Namun, sebagian besar peserta (88,2%) mengindikasikan perlunya pelatihan lanjutan dan pendampingan guna memastikan implementasi yang lebih efektif di dalam kelas. Selain itu, 64,7% peserta merasa bahwa pelatihan ini mendorong mereka untuk lebih inovatif dalam pengajaran, menunjukkan dampak positif terhadap kreativitas dalam menyusun pembelajaran berbasis literasi. Dari segi penyampaian materi, narasumber mendapatkan penilaian positif, dengan mayoritas peserta menilai efektivitasnya pada skala tinggi (52,9% sangat efektif). Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa pelatihan literasi memiliki dampak yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan guru dalam menerapkan strategi literasi yang lebih inovatif. Sebagai tindak lanjut, diperlukan program pendampingan dan pelatihan tambahan guna memastikan keberlanjutan implementasi strategi literasi yang telah diperkenalkan. This community service aims to improve the literacy competence of teachers at SMP - SMA Plus Cendikia Cikeas through training and mentoring on literacy strategies in learning. Based on evaluations from 17 respondents, the majority of participants considered that the material presented was easy to understand (52.9% strongly agreed) and provided new insight into literacy and numeracy (58.8% strongly agreed). This training also succeeded in increasing teachers' interest in implementing literacy and numeracy strategies in learning, with 70.6% of participants strongly agreeing to implement them. However, the majority of participants (88.2%) indicated the need for further training and mentoring to ensure more effective implementation in the classroom. In addition, 64.7% of participants felt that this training encouraged them to be more innovative in teaching, showing a positive impact on creativity in designing literacy-based learning. In terms of material delivery, the resource person received a positive assessment, with the majority of participants assessing its effectiveness on a high scale (52.9% very effective). The conclusion of this activity confirms that literacy training has a significant impact in increasing teachers' understanding and readiness in implementing more innovative literacy strategies. As a follow-up, additional mentoring and training programs are needed to ensure the continued implementation of the literacy strategies that have been introduced.