Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Optimasi Penentuan Rute Distribusi Air Minum Dalam Kemasan dengan Algoritma Clarke & Wright Saving Heuristic dan Sequential Insertion (Studi Kasus: Depot PT. Sariguna Primatirta Tbk) Israh, Israh; Isharyani, Muriani Emelda; Utomo, Dutho Suh
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 4 (2025): October
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i4.50145

Abstract

Distribution is a key activity in the supply chain as it is directly related to product delivery to customers. PT Sariguna Primatirta Tbk, the producer of Cleo bottled drinking water, distributes 19-liter gallons from its Samarinda depot using a single vehicle with a maximum capacity of 100 gallons. However, fluctuating demand often leads drivers to choose routes based on perceived shortest distance, which may cause inefficient fuel usage. This study applies the Vehicle Routing Problem approach using the Clarke & Wright Saving Heuristic and Sequential Insertion algorithms. The results show that the Sequential Insertion algorithm reduced the total distance to 294.70 km, achieving fuel savings of Rp57.400.00 (16.30%). In comparison, the Clarke & Wright Saving Heuristic reduced the distance to 320.10 km with fuel savings of Rp32.000.00 (9.09%).
Pengambilan Keputusan Pemilihan Supplier Tepung untuk UMKM Roti Menggunakan Metode Multikriteria ANP-TOPSIS Suh Utomo, Dutho; Asdi, Ridzky Zul
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 7 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v7i2.2102

Abstract

Usaha mikro dalam bidang pembuatan roti sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku berkualitas, terutama tepung, untuk memastikan kualitas produk dan efisiensi produksi. Pengambilan keputusan dalam pemilihan supplier tepung yang tepat menjadi sangat penting karena setiap supplier memiliki perbedaan dalam hal kualitas, harga, dan kriteria lainnya. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan pengambilan keputusan mutikriteria yang terstruktur dan objektif. Penelitian melakukan pemilihan supplier tepung pada UMKM roti menggunakan metode ANP-TOPSIS dengan hanya mengacu pada kriteria dan alternatif tanpa menggunakan subkriteria seperti yang sering digunakan dalam studi sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Analytical Network Process (ANP) berhasil menentukan bobot prioritas dari lima kriteria utama dalam pemilihan pemasok tepung untuk usaha roti XYZ, yakni kualitas produk, harga, respon, fleksibilitas, dan pengiriman. Kualitas memperoleh bobot tertinggi sebesar 0,228, diikuti oleh harga (0,225), respon (0,191), fleksibilitas (0,190), dan pengiriman (0,166). Hal ini menegaskan bahwa kualitas bahan baku dan harga menjadi dua faktor terpenting dalam proses seleksi supplier. Selanjutnya, metode TOPSIS diterapkan untuk mengevaluasi dan memeringkat tiga alternatif supplier berdasarkan bobot kriteria tersebut. Toko A memperoleh skor tertinggi sebesar 1,000, menjadikannya supplier terbaik, diikuti oleh Toko B (0,428) dan Toko C (0,357). Toko A dianggap paling mendekati solusi ideal positif dan paling jauh dari solusi negatif, sehingga menjadi pilihan utama. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa integrasi metode ANP-TOPSIS merupakan pendekatan efektif dan sistematis dalam mendukung pengambilan keputusan multikriteria, khususnya dalam pemilihan pemasok. Pendekatan ini tidak hanya mempertimbangkan bobot kriteria secara struktural dan interdependen, tetapi juga memberikan pemeringkatan objektif terhadap alternatif yang tersedia.
Penerapan Metode Kansei pada Perancangan Mebel Fasilitas Belajar Utomo, Dutho Suh; Widada, Dharma; Guntara, Reezha Alva; Wahyudi, Khairunnisa; Siagian, Siagian; Gloria, Jevandra Vablo
ANDIL Mulawarman Journal of Community Engagement Vol. 1 No. 1 (2024): ANDIL Mulawarman J Comm Engag
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/andil.v1i1.1178

Abstract

Pekerjaan Mebel adalah membuat berbagai produk mebel, salah satunya fasilitas belajar. Produk fasilitas belajar perlu memiliki desain yang melibatkan pengguna sehingga lebih user friendly. Untuk dapat memfasilitasi faktor emosi konsumen maka dapat digunakan metode kansei. Penggunaan rancangan yang sesuai dengan konsumen ini diharapkan menjadikan produk yang dihasilkan mempunyai daya saing terhadap produk serupa dari luar. Tim pengabdian masyarakat sebelumnya telah melakukan penelitian perancangan produk fasilias belajar dengan metode Kansei. Dan kegiatan pelatihan dari tim ini diharapkan dapat menambah pengetahuan para industri kecil mebel di Samarinda cara memproduksi mebel yang melibatkan persepsi konsumen dan mempunyai daya saing
Analysis of the Application of the Six Sigma Method in Quality Control of Floating Equipment Products (Case Study: Manufacturing Industry) Pratiwi, Meilisa Ayu; Utomo, Dutho Suh
IJIEM - Indonesian Journal of Industrial Engineering and Management Vol 6, No 3: October 2025
Publisher : Program Pascasarjana Magister Teknik Industri Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/ijiem.v6i3.30670

Abstract

The company engaged in manufacturing with a focus on producing oilfield equipment used for drilling exploration wells, especially the cementing process. One of the tools produced is floating equipment. To identify and maintain the quality of floating equipment products, the Six Sigma and Kaizen 5W1H methods are used. At the define stage, it is determined that the problems that occurred during the 2023 period with a total production of 923 units and 90 units of defects, there are 5 types of defects in the form of, non-conforming cement test results, unmatch components, damaged materials, non-conforming sizes, and non-conforming thread profiles, based on CTQ and Pareto diagrams, the main priority for improvement is the type of defects in non-conforming cement test results, unmatch components, and damaged materials. At the measure stage, the DPMO (defect per million opportunity) calculation is 19,501.625 with a sigma level of 3.5642, this value shows that improvements are still needed in the production process of floating equipment products. The proposed improvements focus on training production operators and overcoming human error, maintenance and inspection of machines and other tooling, increasing inspection and supervision and paying attention to the storage and treatment of the materials used.
Assessment of disassembly difficulty level of lithium battery pack by integrating Ease of Disassembly Metric (eDiM) and difficulty rating approach Muqimuddin, Muqimuddin; Utomo, Dutho Suh; Farid, Nik Mohd; Armia, Iin; Dimyati, Aufar Fikri; Gunawan, Gad; Zamzani, Muhammad Imron
OPSI Vol 18 No 2 (2025): OPSI - December 2025
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/opsi.v18i2.15580

Abstract

The demand for batteries is expected to rise in line with the growing need for electric vehicles. As the number of electric vehicles increases, more battery waste will be generated, considering the average battery lifespan is only 10 to 15 years. If batteries are not recycled, this will lead to a significant accumulation of waste. Therefore, it is important to evaluate the ease of battery disassembly. This assessment can help manufacturers design batteries that are easier to disassemble. This study aims to determine the disassembly ease score and provide improvement recommendations using the Ease of Disassembly approach through eDiM and Difficulty Rating. The disassembly process is analyzed using the Ease of Disassembly Metric (eDiM) to evaluate difficulty levels based on standard disassembly operation time, and Difficulty Rating based on the indicators of Accessibility, Positioning, and Force. Based on the analysis results, the most difficult disassembly operations involve removing screws from the top cover, bottom cover, controller circuit, and BMS circuit, as well as detaching the nickel strip. The research findings indicate the presence of disassembly stages with low time values but high preference-based difficulty levels.
Analisis Strategi Pemasaran Pada Momoo Milk Fresh dengan Menggunakan Metode SWOT dan Analytical Hierarchy Process (AHP) Fadhilah, Noer; Utomo, Dutho Suh; Gunawan, Suwardi
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i2.1091

Abstract

Momoo Milk Fresh merupakan industri kuliner berbasis susu dengan berbagai varian rasa yang beragam salah satunya adalah varian ovaltine momoo. Permasalahan utama yang dihadapi Momoo Milk Fresh adalah penurunan penjualan dan kesulitan dalam menarik konsumen. Strategi pemasaran yang dilakukan belum maksimal, lokasi usaha yang kurang strategis dan pemanfaatan media promosi yang belum optimal. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran pada UMKM Momoo Milk Fresh untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan produk susu tersebut. Pada penelitian ini mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemasaran melalui penyusunan matriks IFE, EFE, kemudian tahap pencocokan menggunakan matriks IE, dan SWOT. Selanjutnya pada tahap keputusan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) untuk menentukan prioritas strategi pemasaran terbaik bagi Momoo Milk Fresh. Pada pengolahan data matriks IFE diperoleh skor 2,751 dan matriks EFE diperoleh skor 2,437. Kemudian dari skor tersebut diolah menggunakan matriks IE yang menunjukkan posisi dari Momoo Milk Fresh berada pada kuadran V, yaitu berada pada posisi hold and maintain atau strategi dalam kondisi yang stabil dan perlu dipertahankan. Usaha Momoo Milk Fresh cocok untuk menerapkan strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. Perumusan strategi pemasaran pada matriks SWOT menghasilkan sepuluh strategi pemasaran. Urutan prioritas strategi pemasaran yang dapat diterapkan Momoo Milk Fresh dalam memasarkan produk menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) adalah strategi mengembangkan kerjasama untuk mendapatkan tempat strategis dengan bobot 0,162, menyesuaikan varian dengan preferensi pelanggan dengan bobot 0,153, menjaga keunggulan kualitas dan pelayanan dengan bobot 0,112.
Pemilihan Supplier Menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan TOPSIS Pada Pengadaan Belt Conveyor (Studi Kasus: PT X) Winarni; Widada, Dharma; Utomo, Dutho Suh
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol.8 No.1 (2026): Edisi April
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v8i1.1906

Abstract

Conveyor system merupakan infrastruktur penting yang menunjang proses produksi batu bara di PT X. Perusahaan sering kali mengeluarkan investasi besar untuk infrastruktur ini guna mempertimbangkan efektivitas sistem dalam menghasilkan produk batu bara. Belt conveyor, sebagai komponen kritis dari sistem ini, memiliki peran penting dalam mengurangi biaya produksi, menghemat waktu, dan meningkatkan laju produksi. Namun, tantangan yang dihadapi mencakup masalah kualitas produk dari supplier yang menimbulkan kerugian finansial bagi perusahaan. Penelitian ini menerapkan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) sebagai pendekatan dalam menentukan supplier belt conveyor terbaik. AHP digunakan untuk mengidentifikasi dan memberi bobot pada empat kriteria utama yaitu cost (0,298), quality (0,522), delivery (0,045), dan service (0,135), dengan sepuluh sub-kriteria termasuk product, price, discount, product specification, quality consistency, success record, lead time, on-time delivery, flexibility in ordering, warranty, dan after sales. Hasil pengolahan data menunjukkan kriteria kualitas memiliki bobot tertinggi. TOPSIS digunakan untuk meranking enam supplier berdasarkan penilaian kinerja. Supplier yang dinilai adalah Supplier A, Supplier B, Supplier C, Supplier D, Supplier E, dan Supplier F. Hasil pengolahan data menunjukkan nilai preferensi supplier sebagai berikut: Supplier C (0,940), Supplier E (0,938), Supplier A (0,805), Supplier F (0,275), Supplier D (0,034), dan Supplier B (0,026). Supplier terbaik yang dapat dipertimbangkan oleh perusahaan secara berurutan adalah Supplier A, Supplier F, Supplier C, Supplier E, Supplier D, dan Supplier B.
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PADA COFFEE SHOP MENGGUNAKAN METODE SWOT DAN AHP (STUDI KASUS: KEDAI RUMAH SEARAH) Aulia Febriyanti; Dharma Widada; Dutho Suh Utomo
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v9i1.20860

Abstract

Kedai Rumah Searah merupakan coffee shop yang terletak di Jalan Raudah III, No. 38, Kota Samarinda. Strategi pemasaran yang ada dirasa kurang optimal, lokasi yang kurang strategis, dan kurangnya pemanfaatan media promosi mengakibatkan penurunan pendapatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran dalam meningkatkan pendapatan menggunakan SWOT dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Formulasi strategi dimulai dengan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal ke dalam matriks IFE dan EFE. Tahap selanjutnya yaitu pencocokan dengan matriks IE dan SWOT untuk merumuskan alternatif strategi. Tahap terakhir yaitu pengambilan keputusan menggunakan AHP untuk mengetahui urutan prioritas sebagai rekomendasi strategi. Berdasarkan analisis posisi, Kedai Rumah Searah berada pada sel 5 yaitu hold and maintain. Sehingga didapatkan prioritas utama yaitu menyusun sistem promosi terjadwal walaupun sederhana (misalnya, promo jumat atau diskon khusus untuk pembelian pertama). Prioritas kedua mengurangi ketergantungan pada pelanggan setia dengan merancang program referral atau loyalty untuk pelanggan baru. Prioritas ketiga membagikan konten edukatif atau interaktif secara berkala.Kata Kunci:  IFE, EFE, IE, SWOT, Analytical Hierarchy Process
Analysis of Factors Influencing the Recycling Behavior of Electric Vehicle Batteries in East Kalimantan Bening Zirah Hasbi; Muriani Emelda Isharyani; Dutho Suh Utomo
Poltanesa Vol 27 No 1 (2026): June 2026
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v27i1.3743

Abstract

The increasing use of electric vehicles poses challenges in managing batteries that have reached the end of their lifespan, making user behavior in recycling an important factor in supporting the sustainability of the electric vehicle system. This study aims to analyze the factors influencing the recycling behavior of electric vehicle batteries among electric vehicle users in East Kalimantan by using part of the Comprehensive Action Determination Model (CADM). The study employs multiple linear regression to examine the effects of Perceived Behavioral Control (PBC), Recycling Intention (RI), and Recycling Habit (RH) on Recycling Behavior (RB). Data were collected from the perceptions of 82 electric vehicle users in East Kalimantan through a questionnaire. The results show that RH significantly affects RB, while PBC and RI do not have a partial effect. However, all three variables simultaneously influence the recycling behavior of electric vehicle batteries. These findings indicate that habit formation plays a crucial role in encouraging recycling behavior. Therefore, improving recycling behavior should begin with forming recycling habits in the community, which can then be strengthened through increased knowledge and intention. The government can support this by promoting awareness of electric vehicle battery waste management and gradually strengthening recycling programs to habituate the public to recycling activities