Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Analisis Pengendalian Risiko Kualitas Pada Produk Kayu Lapis Menggunakan Metode Six Sigma: (Studi Kasus: Idec Abadi Wood Industries) Akbar, Muhammad Ilham; Utomo, Dutho Suh; Gunawan, Suwardi
Jurnal Teknik Industri (JATRI) Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Teknik Industri (JATRI)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatri.v2i1.1013

Abstract

Kayu lapis adalah salah satu produk kayu yang paling umum digunakan. Kayu lapis bersifat fleksibel, murah, mudah dibentuk, dapat didaur ulang dan tidak memerlukan teknik pembuatan yang rumit. PT. Idec Abadi Wood Industries adalah perusahaan manufaktur kayu lapis yang 95% diekspor ke Jepang. Salah satu produknya adalah produk Usumono. Berbagai cacat produk terjadi selama proses pembuatan kayu lapis. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengurangi penyebab cacat produk dan meningkatkan kualitas produk. Pengendalian mutu adalah kegiatan pengendalian proses yang mengukur karakteristik mutu suatu produk, membandingkannya dengan spesifikasi atau persyaratan, dan mengambil tindakan korektif yang tepat ketika terdapat ketidaksesuaian antara kinerja aktual dan standar. Dalam studi ini, kami mengadopsi metode Six Sigma, yang mengimplementasikan lima fase yang disebut DMAIC, dimulai dengan define, measure, analyze, improve, dan control. Studi yang dilakukan menunjukkan bahwa berbagai faktor seperti orang, metode, mesin, dan bahan menyebabkan kegagalan produk di bidang Rotary, Dryer dan Glue Spreader, Hot Press dan Finishing. Produksi ini memiliki sejumlah besar produk cacat dari 83.826 produk. Nilai DPO yang dihitung adalah 0,556503216, sehingga nilai DPMO adalah 556.503 untuk 1 juta peluang, masih cukup besar karena target yang diinginkan adalah 3,4 untuk 1 juta peluang. Nilai rendemen yang dicapai untuk menghasilkan produk kayu lapis bebas cacat periode Februari 2023 hingga April 2023 adalah sebesar 92%. Nilai sigma yang dicapai untuk produksi Kayu Lapis ini adalah 2.
Analisis Human Error Dengan Metode SHERPA Dan HEART Pada Budidaya Telur Burung Puyuh Hendrawan, Aldi; Dutho Suh Utomo; Suwardi Gunawan
Jurnal Teknik Industri (JATRI) Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Teknik Industri (JATRI)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatri.v3i1.1367

Abstract

Lovepuyuh UMKM is a business located in Bangun Rejo Village, Tenggarong Oppo District, Tenggarong City, East Kalimantan. This business is engaged in production related to quail such as meat, seeds and quail eggs. Based on LovePuyuh MSME data for each quail egg production process, 80% of the products are classified as perfect products. Meanwhile, 5% of the products were seriously damaged and the other 15% were moderately damaged. This research uses the method Systematic Human Error Reduction and Prediction Approach (SHERPA) and the Human Error Assessment and Reduction Technique (HEART) method. The results of this research show that human error can occur, namely that there are 14 things that can occur in the human error ceramic production process. Human error occurs in 5 main work processes in each sub-job. In the cage preparation process there are 3 human errors, in the breeding process there are 3 human errors, in the cage maintenance process there are 3 human errors, in the health inspection process there are 2 human errors, and in the harvesting process there are 3 human errors. Classification Errors The total work is divided into 9 errors in the action category (action errors), 3 errors in the checking category (checking errors), and 2 errors in the selection category (selection errors). The largest HEP value is found in the quail egg production process, namely in the cage temperature calculation sub-work with a value of 0.99 and the smallest HEP is in the seed type selection process with a value of 0.0000888. Potential errors The biggest problem occurs in the sub-work of cleaning cages from dirt, so special attention is needed from the operator to prevent errors.
Analisis Kualitas Pelayanan dengan Metode Servqual (Service Quality) dan IPA (Importance Performance Analysis) Gerson, Tarigan Ian; Safar, La Ode Ahmad; Utomo, Dutho Suh
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 2 (2025): April
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i2.45130

Abstract

This study aims to measure customer satisfaction with hotel service quality using the SERVQUAL method. Gap analysis was conducted across five service dimensions: tangibles (0.0002), empathy (0.013), reliability (0.016), responsiveness (-0.093), and assurance (-0.008), with an average gap of -0.014. Furthermore, the study employed the Importance Performance Analysis (IPA) method to assess which attributes should be maintained and which require improvement. Based on the IPA method, the Cartesian diagram indicates that attributes prioritized for improvement in Quadrant I include: the size and security of the parking area (AS4) at -0.018, employees providing prompt and accurate service to customers (RES1) at -0.012, the speed of maintenance and repair services by employees (RES2) at -0.029, and the cleanliness of hotel rooms (TA5) at -0.09. Proposed improvements include expanding and installing a roof over the parking area, evaluating the service system, and conducting regular training for employees, particularly housekeeping staff, to ensure optimal room cleanliness. 
The Analysis of Productivity Using The American Productivity Center (APC) and Root Cause Analysis (RCA) Method (Case Study: Shodiq Samarinda Tempe Factory) Sariyani, Dwi Tika; Utomo, Dutho Suh; Sukmono, Yudi
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 2 (2025): April
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i2.45264

Abstract

Productivity is one of the components that must be owned by a company to achieve its goals. This study was conducted at Shodiq Tempe Factory which has constraints in maximizing input to achieve optimal output. The purpose of this study was to analyze the level of factory productivity using the American Productivity Center (APC) method. The results of the lowest productivity index calculation were in period 4, which was -1.737%. Then some input productivity that decreased were labor input in period 2 (-23.062%), material input in period 4 (0.623%), and energy input in period 4 (-12.367%). Based on the analysis of the productivity calculation, improvements were made to the decline in productivity using the Root Cause Analysis (RCA) method. From the RCA analysis, several causes were obtained, namely lack of worker discipline, weak supervision, work fatigue, the addition of unnecessary workers, rising soybean prices, poor quality raw materials, contamination of raw materials, energy waste due to the use of electrical equipment and machines that were not properly controlled.
Identifikasi Risiko Keterlambatan Waktu Penyelesaian Proyek Dengan Fuzzy AHP Harisson, Alfarhan; Suh Utomo, Dutho
Jurnal Industri Samudra Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Industri Samudra
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jis.v5i1.10002

Abstract

Penelitian ini melakukan identifikasi risiko keterlambatan waktu proyek dengan menggunakan metode multi kriteria Fuzzy AHP. Dengan menggunakan Fuzzy AHP dapat melakukan pembobotan tingkat kepentingan dari faktor tersebut dalam mempengaruhi risiko terjadinya keterlambatan waktu proyek. Faktor dengan urutan yang pertama adalah keterlambatan perijinan. Faktor dengan urutan kedua adalah keterlambatan pembebasan lahan. Keterbatasan anggaran menjadi faktor yang terpenting berikutnya. Faktor dengan urutan berikutnya adalah keterlambatan material. Sementara itu urutan berikutnya merupakan faktor yang sama penting adalah pekerja yang tidak kompeten, keterbatasan peralatan dan jumlah pekerja yang kurang. Pada studi ini urutan faktor adalah pengawasan dengan mendapatkan bobot paling kecil
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN DENGAN METODE SERVQUAL DAN KANO MODEL (STUDI KASUS : BENGKEL BINTANG MOTOR TENGGARONG) Azdim, Muchsin Maulana; Utomo, Dutho Suh; Widada, Dharma
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v8i1.16748

Abstract

Bengkel Bintang Motor adalah salah satu pelaku usaha di bidang otomotif di Kabupaten Kutai Kartanegara yang menawarkan pelayanan seperti perawatan mesin, penjualan spare part atau suku cadang sepeda motor, modifikasi, serta service ringan dan service berat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pengguna terhadap layanan yang disediakan oleh Bengkel Bintang Motor. Dengan menerapkan metode SERVQUAL, ditemukan bahwa semua atribut SERVQUAL menunjukkan nilai gap negatif sebesar -0,878, yang mengindikasikan bahwa penyedia layanan belum berhasil memenuhi harapan pelanggan. Selain itu, analisis menggunakan metode Kano menunjukkan bahwa dari 12 atribut, terdapat kategori one-dimensional yang mencerminkan kebutuhan pelanggan yang jelas dan perlu diprioritaskan serta ditingkatkan dalam layanan. Terdapat juga 6 atribut dalam kategori attractive yang menunjukkan bahwa pemenuhan atribut ini dapat berkontribusi pada peningkatan kepuasan pengguna yang signifikan. Sementara itu, 2 atribut termasuk dalam kategori must-be, yang berarti layanan tersebut penting untuk mempengaruhi kepuasan pelanggan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa kepuasan pelanggan terhadap layanan Bengkel Bintang Motor masih rendah dan memerlukan evaluasi serta perbaikan agar dapat lebih efisien dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.Kata Kunci:  Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pelanggan, Service Quality, Kano
Manajemen Risiko pada Distributor Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit: Analisis dan Strategi Mitigasi Asdi, Ridzky Zul; Utomo, Dutho Suh; Daulika, Putri; Sumarna, Deny
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 7 No. 1 (2025): Edisi April
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v7i1.1850

Abstract

Artikel ini membahas manajemen risiko dalam distribusi Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dengan fokus pada analisis dan strategi mitigasi risiko yang dapat diterapkan oleh distributor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menilai risiko pada distributor TBS, serta memberikan saran mitigasi risiko untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasional. Distribusi TBS merupakan bagian kritis dalam rantai pasok industri kelapa sawit, di mana keterlambatan pengiriman, fluktuasi harga, dan penurunan kualitas TBS dapat berdampak signifikan terhadap pendapatan petani dan kualitas produk akhir seperti Crude Palm Oil (CPO). Penelitian ini menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi risiko-risiko operasional, termasuk kegagalan pada perawatan kendaraan angkut, sistem kepegawaian, dan human error. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima risiko utama dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi adalah kekurangan bahan bakar, kekurangan jumlah pegawai, kualitas pegawai rendah, ketidakdisiplinan pegawai, dan keterlambatan kehadiran pegawai. Langkah mitigasi yang diusulkan meliputi peningkatan pelatihan pegawai, perbaikan proses rekrutmen, pengadaan bahan bakar yang lebih efisien, serta penerapan sistem monitoring yang lebih baik. Dengan menerapkan strategi manajemen risiko yang efektif, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi rantai pasok, mengurangi kerugian, dan memastikan keberlanjutan operasional. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengidentifikasi risiko secara kualitatif dan kuantitatif, serta merancang strategi mitigasi yang tepat sesuai dengan prioritas risiko dan ketersediaan sumber daya perusahaan.
Analisis Produktivitas Kolaborasi Kreator Konten dalam Promosi Produk Kecantikan di TikTok: Menggunakan Metode Objective Matrix (OMAX) dan Analytical Network Process (ANP) (Studi Kasus: PT. XYZ) Nadya Farah Maghdalena; La Ode Ahmad Safar Tosungku; Dutho Suh Utomo
Jurnal Teknik Industri (JATRI) Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Teknik Industri (JATRI)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cm059b43

Abstract

Pemasaran digital melalui TikTok krusial bagi industri kecantikan untuk jangkauan audiens dan visibilitas merek. Kolaborasi merek dengan kreator konten di platform ini menjadi strategi utama peningkatan kesadaran merek dan penjualan. PT. XYZ adalah perusahaan multi-channel network (MCN) yang aktif mempromosikan produk kecantikan merek A melalui kemitraan ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis produktivitas kolaborasi kreator konten di TikTok, mengidentifikasi faktor pemicu, dan mengusulkan perbaikan dengan menggunkan metode Objective Matrix (OMAX) dan Analytical Network Process (ANP). Kriteria produktivitas meliputi pendapatan penjualan, engagement rate, ROI, kesadaran merek, serta jumlah konten. Produktivitas puncak terjadi pada Agustus 2024, mencapai 910,630, meningkat 147,428% dari standar. Namun, September 2024 produktivitas menurun 23,068% menjadi 700,57, terutama akibat rendahnya jumlah konten dan engagement rate. Penyebab penurunan mencakup kualitas konten kurang menarik, konsep monoton, ketidaksesuaian brief, penurunan traffic akun kreator, keterlambatan pengiriman sampel, ketidakkonsistenan kreator, dan ketergantungan pada konten lama yang di-boost. Penelitian ini mengusulkan perbaikan terstruktur, meliputi penjadwalan konten adaptif, sistem monitoring produksi digital, pengiriman produk antisipatif, pelatihan kreator mengenai algoritma dan tren TikTok, serta evaluasi kualitas konten rutin. Pengurangan boost pada konten berkinerja rendah, penetapan target konten baru dengan insentif, pengaturan beban kerja kreator melalui rotasi kampanye, penanganan cepat terhadap pelanggaran konten, dan penggunaan platform kolaboratif seperti Trello atau Notion juga direkomendasikan. Rekomendasi ini diharapkan membantu PT. XYZ meningkatkan konsistensi dan efektivitas kampanye promosi di TikTok.
Perancangan Strategi Pemasaran Produk Parfum Brand Y Melalui Tiktok Menggunakan Metode SWOT dan QSPM Dalam Upaya Peningkatan Penjualan Saleha; Utomo, Dutho Suh; Tosungku, La Ode Ahmad Safar
Jurnal Teknik Industri (JATRI) Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Teknik Industri (JATRI)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/fehqq255

Abstract

Parfum Brand Y merupakan produk dari PT XYZ yang dipasarkan melalui platform TikTok. Namun, strategi pemasaran produk ini menghadapi tantangan seperti sulitnya mendeskripsikan aroma secara visual, lemahnya identitas merek, serta kendala dalam koordinasi dengan kreator konten. Penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi pemasaran yang tepat agar promosi parfum brand Y menjadi lebih efektif. Penelitian ini menggunakan metode analisis SWOT dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM), yang dilakukan melalui tiga tahap: input, pencocokan, dan pengambilan keputusan.Pada tahap input, diperoleh skor Internal Factor Evaluation (IFE) sebesar 2,48 dan External Factor Evaluation (EFE) sebesar 2,76, yang menunjukkan bahwa perusahaan berada dalam posisi strategi pertumbuhan. Berdasarkan Matriks IE, PT XYZ berada pada kuadran V, yang merekomendasikan strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. Hasil serupa juga ditunjukkan oleh Grand Strategy Matrix, di mana perusahaan berada pada kuadran I, yang mendukung strategi pertumbuhan melalui penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk. Strategi-strategi tersebut kemudian dirumuskan menjadi 14 alternatif melalui analisis SWOT dan diprioritaskan menggunakan QSPM. Hasilnya menunjukkan bahwa strategi dengan nilai Total Attractiveness Score (TAS) tertinggi sebesar 5,40 adalah mengoptimalkan kolaborasi dengan kreator berpengalaman melalui TikTok Shop dan Live Streaming. Strategi prioritas lainnya mencakup pengalokasian anggaran khusus untuk Spark Ads bersama kreator dengan ulasan autentik, pengembangan konten storytelling dan edukatif, evaluasi berkala terhadap performa kreator, serta inovasi desain dan ukuran produk. Strategi-strategi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas promosi digital, membangun kepercayaan konsumen, serta memperkuat citra brand.
Analysis of Bottled Drinking Water Distribution Routes Using the Vehicle Routing Problem (Case Study: PT Sabina Tirta Utama Samarinda) Nurlita, Nabila; Wahyuda, Wahyuda; Utomo, Dutho Suh
IJIEM - Indonesian Journal of Industrial Engineering and Management Vol 6, No 2: June 2025
Publisher : Program Pascasarjana Magister Teknik Industri Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/ijiem.v6i2.29021

Abstract

PT Sabina Tirta Utama is a bottled drinking water production company located at Mas Penghulu street, Samarinda city. In addition to producing Bottled Drinking Water, this company also distributes its products to agents and end customers. The company has 4 units of Daihatsu Gran Max Pick Up vehicles that are used in the distribution of bottled drinking water with a maximum capacity of 200 boxes. The company's most customers are in Samarinda City. Because this company distributes its products, it must determine the route traveled to meet customer demand. One solution to overcome the problems at PT Sabina Tirta Utama Samarinda is to use the Vehicle Routing Problem, which is a method of solving distribution problems by considering the limited capacity of vehicles. In solving Vehicle Routing Problem, several methods are used, namely the Saving Matrix, Nearest Neighbor, and Insertion methods. Based on the research results, the total initial distribution distance is 117.53 km with an initial route of 10 routes and distribution costs of IDR979.417/month. In the Saving Matrix method, the total distance can be optimized to 107,55 km with 7 routes. After sorting customers using Nearest Neighbor, the total distance is 103,13 km, while the Insertion method gets a total distance of 90,24 km. Of the three methods, the most optimal total distance is 90,24 km, namely by using the Insertion method. So that the company can save a distance of 23% of the company's initial distance. Therefore, the company can save gasoline fuel costs from IDR979.417 to IDR752.000 with a difference of IDR227.417/month.