Koesriharti Koesriharti
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 143 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN PENGGUNAAN MACAM MULSA ORGANIK PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI BESAR (Capsicum annuum L.) Damaiyanti, Dewi Ratih Rizki; Aini, Nurul; Koesriharti, Koesriharti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.176 KB) | DOI: 10.21776/15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis mulsa organik terhadap pertumbuhan dan hasil cabai merah, serta untuk menentukan mulsa organik terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah. Penelitian dilaksanakan di Kota Pasuruan pada bulan Maret sampai Agustus 2012, dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan mulsa organik dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemulsaan organik dapat meningkatkan secara nyata tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun, jumlah buah, jumlah panen total per tanaman, bobot segar buah per tanaman dan diameter buah.  Perlakuan mulsa batang jagung, mulsa jerami dan mulsa orok-orok lebih baik dibandingkan dengan mulsa kayu apu, mulsa eceng gondok, mulsa kara benguk dan perlakuan tanpa mulsa karena dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen buah pada tanaman cabai besar. Peningkatan hasil pada mulsa batang jagung sebesar 79%, pada mulsa jerami 64% dan pada mulsa orok-orok sebesar 56% dibandingkan dengan kontrol.
RESPON TIGA VARIETAS SAWI (Brassica rapa L.) TERHADAP CEKAMAN AIR Moctava, Mohammad Aries; Koesriharti, Koesriharti; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.805 KB) | DOI: 10.21776/23

Abstract

Kebutuhan air tanaman berbeda-beda tergantung pada jenis tanamannya. Ketersediaan air bagi tanaman yang tidak mencukupi akan mempengaruhi morfologi dan fisiologis sehingga pertumbuhan dan hasil tanaman. Tujuan dari penelitian mendapatkan varietas sawi (Brassica rapa L.) yang tahan terhadap cekaman air. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2012. Tempat penelitian Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Brawijaya, Desa Jatikerto, Kabupaten Malang.Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan dua faktor yaitu Faktor I varietas sebagai petak utama : V1 = Pak choy white, V2 = Pak Choy Green, V3 = Choi Sim dan Faktor II :  Tingkat cekaman air (C) sebagai anak petak yang terdiri dari 4 taraf kapasitas lapang (KL), yaitu 100% KL, 70% KL, 50% KL, 30% KL. Total kombinasi 12 perlakuan dengan 3 (tiga) kali ulangan tiap perlakuan dan 5 (lima) sampel tanaman tiap ulangan. Hasil penelitian menunjukkan tiga varietas sawi mempunyai respon yang berbeda terhadap perlakuan cekaman air. Pada bagian akar varietas Pak Choy Green dan Choi Sim perlakuan cekaman air tidak mempengaruhi bobot kering akar. Masing-masing varietas mempunyai karakter pertumbuhan tanaman yang berbeda. Tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot kering daun, diameter bonggol, bobot segar konsumsi dan bobot segar total tanaman menurun seiring dengan penurunan kapasitas lapang.
PENGARUH PENAMBAHAN UNSUR HARA MIKRO (Fe dan Cu) DALAM MEDIA PAITAN CAIR DAN KOTORAN SAPI CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) DENGAN SISTEM HIDROPONIK RAKIT APUNG Adelia, Prita Fatma; Koesriharti, Koesriharti; Sunaryo, Sunaryo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.56 KB) | DOI: 10.21776/30

Abstract

Paitan dan kotoran sapi cair berpotensi cukup tinggi sebagai alternatif media dan nutrisi dalam produksi tanaman bayam merah pada sistem hidroponik. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media ekstrak paitan (Tithonia diversifolia L.) dan kotoran sapi cair pada konsentrasi yang berbeda dengan penambahan unsur hara Fe dan Cu terhadap pertumbuhan  dan hasil tanaman bayam merah secara sistem hidroponik rakit apung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 9 perlakuan media hidroponik. Percobaan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, secara keseluruhan perlakuan pupuk A-B Mix Joro (P0) sebagai kontrol, menunjukkan hasil tertinggi  pada semua variabel pertumbuhan dan hasil tanaman dibandingkan dengan perlakuan media cair paitan dan media cair kotoran sapi pada berbagai perlakuan. Hasil tertinggi didapat pada pada perlakuan A-B mix Joro diikuti perlakuan paitan +Fe (P3) dan kotoran sapi+Fe+Cu (P8) pada variabel jumlah daun, diameter batang, panjang akar, panjang tanaman, bobot segar total tanaman,bobot segar konsumsi, bobot segar totatal per m2 dan bobot segar konsumsi per m2.
PEMANFAATAN TEPI BEDENGAN TANAMAN TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.) DENGAN BERBAGAI TANAMAN SELA DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS LAHAN Pratiwi, Novinda; Koesriharti, Koesriharti; Maghfoer, Mochammad Dawam
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.596 KB) | DOI: 10.21776/78

Abstract

Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) adalah sayuran yang banyak dibudidayakan di dunia. Budidaya tomat memiliki risiko kegagalan dan biaya produksi yang tinggi dan untuk mengurangi risiko kegagalan panen dan biaya produksi adalah dengan menanam tomat dengan sistem tum-pangsari. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis ta-naman sela dan jarak antar tanaman sela pada pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada sistem tumpangsari serta produktivitas lahan dan pendapatan petani. Dilaksanakan pada bulan September - Desember 2012 di Desa Wonomulyo, Kecamatan  Ponco-kusumo - Malang. Penelitian meng-gunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 9 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan ialah tomat monokultur (T0), tanaman tomat ditumpangsarikan dengan pakchoy dengan jarak 20 cm (T1), tanaman tomat di-tumpangsarikan dengan pakchoy dengan jarak 40 cm (T2), tanaman tomat ditumpangsarikan dengan selada keriting dengan jarak 20 cm (T3), tanaman tomat ditumpangsarikan dengan selada keriting dengan jarak 40 cm (T4), tanaman tomat ditumpangsarikan dengan petsai dengan jarak 40 cm (T5), tanaman tomat ditumpangsarikan dengan petsai dengan jarak 60 cm (T6), tanaman tomat ditumpangsarikan dengan bawang daun dengan jarak 20 cm (T7), tanaman tomat ditumpangsarikan dengan bawang daun dengan jarak 40 cm (T8). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman tomat yang ditumpangsarikan dengan selada keriting dengan jarak tanam 20 dan 40 cm (T3 dan T4) menghasilkan hasil panen buah lebih tinggi yaitu 66,99 dan 73,43 t.ha-1 dengan nilai R/C rasio 2,54 dan 2,08. Kata kunci: tomat, tumpangsari, produktivitas, bedengan
PENGARUH WAKTU APLIKASI DAN KONSENTRASI NAA (NAPTHALENE ACETIC ACID) PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI BESAR (Capsicum annuum L.) VARIETAS JET SET Satriowibowo, Erlen Agus; Nawawi, Mochammad; Koesriharti, Koesriharti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.839 KB) | DOI: 10.21776/108

Abstract

Kendala terbesar pada budidaya tanaman cabai besar ialah kerontokan bunga dan buah yang terbentuk. Upaya untuk mengatasi terjadinya kerontokan  tersebut dapat dilakukan dengan pemberian zat pengatur tumbuh seperti NAA (Napthalene Acetic Acid). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu aplikasi dan konsentrasi NAA (Napthalene Acetic Acid) pada pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar, serta untuk memperoleh perlakuan yang memberikan hasil buah terbaik pada tanaman cabai besar.  Penelitian ini dilak-sanakan di Desa Kepuharjo, Kecamatan Kepuharjo, Kabupaten Malang pada bulan April–Agustus 2013. Percobaan ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 ulangan. Petak utama adalah taraf waktu aplikasi, terdiri atas 3 perlakuan yaitu Fase  berbunga (F 38), Fase berbuah (F 61), Fase berbunga dan berbuah (F 38+61). Anak petak adalah kon-sentrasi NAA, terdiri atas 5 konsentrasi yaitu 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kombinasi perlakuan waktu aplikasi pada fase berbunga dengan konsentrasi NAA 150 ppm dan 200 ppm dapat meningkatkan jumlah buah terbentuk, berbeda halnya dengan bobot per buah. Bobot per buah tertinggi terdapat pada kombinasi waktu aplikasi pada fase berbunga dan berbuah  dengan konsentrasi NAA 200 ppm. Perlakuan waktu aplikasi NAA pada fase berbunga  menunjukkan presentase fruit set 33,20%, persentase buah rontok 28,61% dan jumlah buah panen 36,48%. Pemberian NAA dengan konsentrasi 200 ppm mampu meningkatkan 7,84% diameter buah dan mengurangi jumlah biji hingga 27,55%. Kata kunci: fruit set, waktu aplikasi NAA, konsentrasi NAA, tanaman cabai besar
PENGARUH PERBEDAAN WAKTU APLIKASI DAN KONSENTRASI GIBERELIN (GA3) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI BESAR (Capsicum annuum L.) Yasmin, Shofiah; Wardiyati, Tatik; Koesriharti, Koesriharti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.729 KB) | DOI: 10.21776/123

Abstract

Upaya peningkatan produksi cabai besar dapat dilakukan salah satunya dengan pemberian zat pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman cabai besar terhadap perbedaan waktu aplikasi dan konsentrasi giberelin (GA3) serta untuk memperoleh waktu aplikasi dan konsentrasi giberelin (GA3) yang tepat bagi pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar terutama dalam pengurangan jumlah biji.Penelitian  dilaksa-nakan di Kebun Percobaan Jatikerto FP-UB, Desa Jatikerto, Kecamatan Kro-mengan, Kabupaten Malang pada bulan Mei – September 2013. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 ulangan. Petak utama, waktu aplikasi GA3 terdiri dari 3 taraf, yaitu W1 : Aplikasi GA3 saat berbunga, W2 : Aplikasi GA3saat berbuah dan W3 : Aplikasi saat berbunga dan berbuah. Anak petak, konsentrasi GA3 terdiri dari 5 taraf, yaitu K0 : 0 ppm, K1 : 25 ppm, K2 : 50 ppm, K3 : 75 ppm, dan K4 : 100 ppm.Aplikasi GA3 pada saat berbunga maupun saat berbuah tidak menunjukkan perbedaan yang nyata seiring dengan penambahan konsentrasi GA3 yang diberikan.Aplikasi GA3 pada saat berbunga dan berbuah dengan konsentrasi 100 ppm menunjukkan persentase fruit set lebih tinggi dibanding-kan perlakuan kontrol. Waktu aplikasi GA3 pada saat awal berbuah dapat meningkatkan jumlah bunga dan panjang buah. Konsentrasi GA3 50 ppm maupun 100 ppm meningkatkan tinggi tanaman cabai. Aplikasi GA3 menurunkan bobot per buah, panjang buah, dan jumlah biji per buah. Kata kunci : fruit set, aplikasi GA3, tanaman cabai besar, biji
PENGARUH PUPUK ORGANIK DAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BUNCIS TEGAK (Phaseolus vulgaris L.) Rachmadhani, Nur Winda; Koesriharti, Koesriharti; Santoso, Mudji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.018 KB) | DOI: 10.21776/129

Abstract

Salah satu usaha yang dapat dilakukan agar diperoleh hasil panen tanaman buncis yang optimal ialah dengan mengusahakan agar tanaman mendapat unsur hara yang cukup. Penelitian ini bertujuan untuk mem-peroleh efisiensi pemakaian pupuk organik dan anorganik yang ditambahkan dengan biokultur guna mengoptimalkan partumbu-han dan hasil tanaman buncis tegak. Pene-litian dilaksanakan di Desa Sumberejo, Ke-camatan Batu, Kota Batu, pada bulan Mei - Juli 2013. Penelitian disusun menggunakan RAK. Perlakuan yang diberikan ialah: (P1) tanpa pupuk, (P2) biokultur, (P3) kompos ko-toran sapi 5 ton ha-1, (P4) kompos kotoran sapi 5 ton ha-1 + biokultur, (P5) kompos ko-toran sapi 10 ton ha-1, (P6) kompos kotoran sapi 10 ton ha-1 + biokultur, (P7) pupuk anorganik (50 kg N ha-1, 150 kg P2O5 ha-1 dan 50 kg K2O ha-1), (P8) pupuk anorganik (50 kg N ha-1, 150 kg P2O5 ha-1 dan 50 kg K2O ha-1) + biokultur, (P9) pupuk anorganik (100 kg N ha-1, 300 kg P2O5 ha-1 dan 100 kg K2O ha-1) dan (P10) pupuk anorganik (100 kg N ha-1, 300 kg P2O5 ha-1 dan 100 kg K2O ha-1) + biokultur. Hasil penelitian menunjuk-kan bahwa perlakuan pemberian pupuk an-organik berupa 100 kg N ha-1, 300 kg P2O5 ha-1 dan 100 kg K2O ha-1 (P9) menghasilkan bobot segar polong panen per hektar lebih tinggi daripada perlakuan lainnya, tetapi ti-dak berbeda nyata dengan pemberian pu-puk anorganik berupa 50 kg N ha-1, 150 kg P2O5 ha-1, 50 kg K2O ha-1 dan biokultur (P8) dan 100 kg N ha-1, 300 kg P2O5 ha-1, 100 kg K2O ha-1 dan biokultur (P10). Kata kunci : Biokultur, Buncis, Pupuk, Hasil Panen.
UJI EFEKTIVITAS APLIKASI PYRACLOSTROBIN TERHADAP BEBERAPA LEVEL CEKAMAN AIR PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays) Sanjaya, Retik Puji Ayu; Santoso, Mudji; Koesriharti, Koesriharti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.191 KB) | DOI: 10.21776/135

Abstract

Tanaman jagung (Zea mays L.,) salah satu jenis tanaman biji-bijian (Warisno, 1998) merupakan tanaman dengan tingkat penggunaan air sedang, berkisar antara 400-500 mm. Pyraclostrobin yaitu kelompok strobilurin fungisida yang dapat menghambat respirasi. Jabs et al.,(2002) menyatakan bahwa bahan aktif pyraclostrobin berperan sebagai anti senescence sehingga dapat mempertahankan daun tetap hijau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Pyraclostrobin dengan peningkatan beberapa taraf pemberian air pada tanaman jagung (Zea mays) serta mampu menunjukkan hasil yang berbeda Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca kebun percobaan Universitas Brawijaya, desa Jatikerto, kabupaten Malang. Penelitian ini dilaksanakan bulan Agustus sampai Oktober 2012. Benih yan digunakan adalah jagung varietas Pioneer 21, serta SPAD untuk mengetahui jumlah klorofil yan terkandung. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama penyemprotan ZPT Pyraclostrobin (P) sebagai petak utama yang terdiri dari Po (Kontrol) dan P1 (Disemprot Pyraclostrobin 400ppm). Kemudian faktor kedua level stress air (A) sebagai anak petak yang terdiri dari A1 (100%), A2 (50%), A3 (25%) dan A4 (15%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi antara perlakuan Pyraclostrobin dan Cekaman Air hanya terjadi pada bobot 100 biji. Pada perlakuan Pyraclostobin tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Perlakuan Cekaman Air menunjukkan berpengaruh nyata terhadap semua parameter. Semakin menurun persentase kapasitas lapang, maka semakin menurun pada tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah klorofil, bobot tongkol berklobot, bobot tongkol tanpa klobot, bobot kering tongkol, bobot pipilan kering serta bobot 100 biji. Kata kunci:  Cekaman Air, Pyraclostrobin, Jagung, ZPT.
RESPON DUA VARIETAS TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.) TERHADAP APLIKASI ZAT PENGATUR TUMBUH NAPHTHALENE ACETIC ACID (NAA) Puspitasari, Yuli Dwi; Aini, Nurul; Koesriharti, Koesriharti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.759 KB) | DOI: 10.21776/145

Abstract

Upaya peningkatan mutu buah tomat dapat dilakukan dengan pemberian ZPT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon dua varietas tomat terhadap aplikasi NAA pada konsentrasi yang berbeda. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan 3 ulangan. Petak utama, varietas tomat terdiri 2 macam, yaitu V1: varietas Juliet F1, V2: varietas Tombatu F1. Anak petak, konsentrasi NAA terdiri 6 taraf, yaitu P0: 0 ppm, P1: 30 ppm, P2: 60 ppm, P3: 90 ppm, P4: 120 ppm dan P5: 150 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi NAA yang diberikan pada saat awal berbunga, pada varietas Juliet F1 dengan NAA 30 ppm dapat meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah anak daun pada akhir pengamatan. Pada varietas Tombatu F1 dengan NAA 60 ppm menunjukkan jumlah biji per buah lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan kontrol dan perlakuan aplikasi NAA 150 ppm. Pada jumlah buah terbentuk per tandan atas, konsentrasi NAA 30 ppm sampai 150 ppm yang diaplikasikan pada tanaman tomat varietas Juliet F1 dan varietas Tombatu F1 dapat menurunkan jumlah buah terbentuk per tandan atas. Varietas Juliet F1 menunjukkan persentase fruit drop lebih rendah, bobot per buah dan bobot buah panen lebih kecil, jumlah buah panen per tanaman lebih tinggi dan umur panen pertama serta umur panen terakhir lebih lambat dibandingkan dengan varietas Tombatu F1. Aplikasi NAA pada tanaman tomat dapat menurunkan jumlah bunga per tanaman, jumlah buah per tanaman, jumlah bunga per tandan, jumlah buah terbentuk per tandan, jumlah buah panen, bobot buah panen dan bobot per buah. Aplikasi NAA 150 ppm menurunkan diameter buah tomat. Kata kunci: Tomat, Varietas, NAA, Hasil Buah
PENGATURAN INTERVAL PEMBERIAN AIR DAN DOSIS NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae L. var. alboglabra) VARIETAS NOVA Wahyuningsih, Inovian; Suryanto, Agus; Koesriharti, Koesriharti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.863 KB) | DOI: 10.21776/208

Abstract

Pertumbuhan tanaman kailan yang baik dan hasil yang tinggi dapat dicapai dengan memperhatikan syarat-syarat pertumbuhan dan melakukan pemeliharaan tanaman yang baik. Pemeliharaan yang penting diperhatikan ialah kebutuhan air dan pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interval pemberian air dan dosis pupuk nitrogen yang tepat agar diperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman kailan yang optimal. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2014 di rumah kaca, desa Tegalweru, Dau-Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial yang diulang 3 kali. Interval pemberian air sebagai faktor 1 dan dosis pupuk nitrogen sebagai faktor 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum tidak terjadi interaksi antara per-lakuan interval pemberian air dengan dosis nitrogen pada semua variabel pengamatan. Interaksi terjadi hanya pada umur peng-amatan 15 hari setelah transplanting pada variabel luas daun. Perlakuan yang meng-untungkan ialah interval pemberian air 6 hari sekali dan dosis nitrogen 0 kg.ha-1 karena me-nunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan interval pemberian air 2 hari sekali dan dosis nitrogen 150 kg.ha-1. Penanaman dalam polibag pada rumah kaca yang diberi paranet menyebabkan produksi yang rendah yaitu 39,63 g per tanaman (7,92 ton ha-1), tinggi tanaman yang rendah yaitu 22,12 cm, jumlah daun yang rendah yaitu 7,49 helai dan luas daun yang kecil yaitu 4321,876 cm2. Kata kunci : Kailan, Interval Pemberian Air, Nitrogen, Hasil Panen
Co-Authors Adelia, Prita Fatma Afifi, Listia Nur Afifi, Listia Nur Agus Suryanto Agus Suryanto Aini Nurul Aini, Nurul Akbar Alif Utama Haqi Alfarisiy, Naufal Afif Andi Kurniawan Annisa Istiqomah, Annisa Armita, Deffi Armita, Deffi Asih, Samsiyah Budi Asih, Samsiyah Budi Astutik, Apriana Dwi Astutik, Apriana Dwi Atari, Nindya Atari, Nindya Ayuningtyas, Vinny Barunawati, Nunun Bazaz, Haikal Akmam Damaiyanti, Dewi Ratih Rizki Damanik, Rofida Nurliawati Damanik, Rofida Nurliawati Daniyah, Rokibatun Dewi Ratih Rizki Damaiyanti Dina, Annisa Dita, Franciska Bella Ayu Dita Dwi Putra, Muhammad Fadli Dwi Putra, Muhammad Fadli Eko Widaryanto Ekowati, Delvi Violita Ekowati, Delvi Violita Emir, Muhammad Nazri Emir, Muhammad Nazri Erlen Agus Satriowibowo Fadholi, Mohamad Ghifari, Ahmad Fillah Ghifari, Ahmad Fillah Haidlir, Mutiara Nisa Haidlir, Mutiara Nisa Hambali, Puspa Fadillah Hambali, Puspa Fadillah Heddy, Y.B.Suwasono Herwanda, Rangga Herwanda, Rangga Indriya, Suli Indriya, Suli Inovian Wahyuningsih, Inovian Kanwal, N. D. S. Karlina, Nabilla Prilly Karlina, Nabilla Prilly Kartikasari, Oktavian Kartikasari, Oktavian Karyawati, Anna Satyana  Khoir, Mochammad Shofarul Khoir, Mochammad Shofarul Khuluqi, M. Azrul Ahsani Khuluqi, M. Azrul Ahsani Khumairo’, Kukuh Kurniawan, Faridh Kurniawan, Faridh Labeda, Amelia Gabriela Lia Rachmawati Lilis Styaningrum Mahmudah, Laili Hayatul Mahmudah, Laili Hayatul Mariani, Sekty Denny Mariani, Sekty Denny Meylia, Rizky Dwi Meylia, Rizky Dwi Moch. Dawam Maghfoer Mochammad Dawam Maghfoer Mochammad Nawawi Mochammad Roviq Moctava, Mohammad Aries Mohammad Aries Moctava Mudji Santosa Mudji Santoso Murdiono, Wisnu Eko Murdiono, Wisnu Eko Nawawi, Mochammad Nihayati, Ellis Nindita, Ajeng Devi Nindita, Ajeng Devi Ninuk Herlina Noviana, Dini Atika Noviana, Dini Atika Novinda Pratiwi Nunun Barunawati, Nunun Nur Winda Rachmadhani Nursanti, Sri Nursanti, Sri Nurul Jannah, Risda Felia Nurul Jannah, Risda Felia Oktavian Erta Ananda Putri Oktavianti, Lala Dwi Oktavianti, Lala Dwi Pradesta, Adisti Zahrotul Pradesta, Adisti Zahrotul Pradita, Nabila Pradita, Nabila Pratiwi, Novinda Prita Fatma Adelia Puspita Sari, Rifa Meri Puspita Sari, Rifa Meri Puspita, Dahniar Yudha Puspita, Dahniar Yudha Puspitasari, Yuli Dwi Qorina Syafitri, Pranita Puspa Qorina Syafitri, Pranita Puspa Rachmadhani, Nur Winda Rachmah, Chasanatur Rachmah, Chasanatur Rahayu, Aldila Putri Retik Puji Ayu Sanjaya Rinaldi, Ridwan Aries Rinaldi, Ridwan Aries Roedy Soelistyono Rohmawati, Fauziah Aini Rohmawati, Fauziah Aini Roviq, Muhammad Saitama, Akbar Sanjaya, Retik Puji Ayu Santoro, Yhosiana Santoro, Yhosiana Santoso, Mudji Sari, Beti Purnama Sari, Beti Purnama Sasongko, Danang Pujo Satriowibowo, Erlen Agus Setiatma, Faiz Tyas Setiatma, Faiz Tyas Shofiah Yasmin Styaningrum, Lilis Styarini, Ririn Styarini, Ririn Sunaryo Sunaryo Sunaryo, Sunaryo Sutarto, Ulfa Annisa Sutarto, Ulfa Annisa Syarifuddin, Muhammad Hadi Tatik Wardiyati Titiek Islami Wahyuningsih, Inovian Wardhani, Vanya Rizqi Kusuma Wardhani, Vanya Rizqi Kusuma Waskito, Kiki Waskito, Kiki Widiyanti, Tirani Widiyanti, Tirani Wirayuda, Bahtiar Wulandari, Palupi Wulandari, Palupi Wulansari, Dessy Wulansari, Dessy Y.B.Suwasono Heddy Yasmin, Shofiah Yuli Dwi Puspitasari Zainuddin, Muchamad Anwar