Koesriharti Koesriharti
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 143 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK FOSFOR DAN SUMBER KALIUM YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.) Meylia, Rizky Dwi; Koesriharti, Koesriharti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/860

Abstract

Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) banyak dikonsumsi oleh masyarakat karena mengandung senyawa folat, likopen, karotenoid, vitamin A, C, dan E, serat dan mineral. Salah satu upaya dalam meningkatkan produksi tanaman tomat adalah dengan memenuhi kebutuhan fosfor dan kalium yang sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan produksi tanaman. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian untuk mempelajari pengaruh pemberian pupuk fosfor, sumber dan dosis kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan mulai  Juni hingga Oktober 2016 di UPT Pengembangan Benih Palawija, Singosari, Malang. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 10 perlakuan diulang 3 kali. Perlakuan pada penelitian ini terdiri dari P0 (Tanpa pemberian pupuk P2O5 dan K2O), P1 (50 kg ha-1 P2O5 + 60 kg ha-1 K2O (KCl), P2 (50 kg ha-1 P2O5 + 60 kg ha-1 K2O (K2SO4), P3 (50 kg ha-1 P2O5 + 60 kg ha-1 K2O (KNO3), P4 (100 kg ha-1 P2O5 + 120 kg ha-1 K2O (KCl), P5 (100 kg ha-1 P2O5 + 120 kg ha-1 K2O (K2SO4), P6 (100 kg ha-1P2O5 +  120 kg ha-1 K2O (KNO3), P7 (150 kg ha-1 P2O5 + 180 kg ha-1 K2O (KCl), P8 (150 kg ha-1 P2O5 + 180 kg ha-1 K2O (K2SO4), P9 (150 kg ha-1 P2O5 + 180 kg ha-1 K2O (KNO3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi pupuk fosfor dan sumber kalium dengan dosis 100 kg ha-1 P2O5 +120 kg ha-1 K2O (KCl) memberikan  tinggi tanaman , jumlah bunga per tandan, jumlah buah per tandan dan bobot per buah lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Sedangkan pada perlakuan 50 kg ha-1 P2O5 + 60 kg ha-1 K2O (KCl) menghasilkan jumlah buah panen pertanaman, bobot per buah dan bobot buah per tanaman lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Respon Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Terhadap Pemberian Pupuk Kalium dan Pupuk Daun Khuluqi, M. Azrul Ahsani; Armita, Deffi; Koesriharti, Koesriharti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/952

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum) mengalami penurunan produksi yang disebabkan rendahnya tekanan turgor sel sehingga kandungan air dalam umbi cepat menguap saat penyimpanan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui respon  bawang merah terhadap pemberian pupuk kalium dan pupuk daun serta mengetahui kombinasi pupuk yang terbaik. Penelitian dilaksanakan dilahan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Jatimulyo, Malang, pada bulan Oktober-Desember 2016. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan yaitu : P0: Tanpa pemupukan, P1: Pupuk daun seminggu sekali, P2: 100 kg.ha-1 Urea, 300 kg.ha-1 SP-36 dan 200 kg.ha-1 KCl, P3: 100 kg.ha-1 K2O (KNO3) + 2 g.l-1 pupuk daun seminggu sekali, P4: 120 kg.ha-1 K2O (KNO3) + 2 g.l-1 pupuk daunseminggu sekali, P5: 150 kg.ha-1 K2O (KNO3) + 2 g.l-1 pupuk daun seminggu sekali, P6: 100 kg.ha-1 K2O (KNO3) + 2 g.l-1 pupuk daun dua minggu sekali, P7: 120 kg.ha-1 K2O (KNO3) + 2 g.l-1 pupuk daun dua minggu sekali, P8: 150 kg.ha-1 K2O (KNO3) + 2 g.l-1 pupuk daun dua minggu sekali. Hasil penelitian pemberian pupuk kalium dan pupuk daun berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan per rumpun, luas daun, jumlah umbi, bobot segar umbi, bobot umbi kering matahari, bobot susut umbi, bobot umbi kering matahari per hektar dan indeks panen. Kombinasi pupuk paling baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman serta bobot susut umbi bawang merah yaitu 120 kg.ha-1 K2O (KNO3) + 2 g.l-1 pupuk daun seminggu sekali.
Aplikasi Pupuk Organik dan Nitrogen Pada Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) Santoro, Yhosiana; Wardiyati, Tatik; Koesriharti, Koesriharti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/971

Abstract

Tomat merupakan salah satu jenis sayuran buah yang mempunyai prospek yang baik dalam pengembangan agribisnis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk organik dan nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Tomat. Penelitian dilakukan dilahan depan UNITRI, jalan Telagawarna, Malang, pada bulan Juni-September 2014. Penelitian  menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 12 Perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. 12 Perlakuan ini meliputi P1 80 Kg N/ha Urea, P2 40 Kg N/ha Urea + 40 Kg N/ha ZA, P3 60 Kg N/ha Urea + 20 Kg N/ha ZA, P4 80 Kg N/ha ZA, P5 Pupuk Kandang Ayam 10 ton/ha + 80 Kg N/ha Urea, P6 Pupuk Kandang Ayam 10 ton/ha + 40 Kg N/ha Urea + 40 Kg N/ha ZA, P7 Pupuk Kandang Ayam 10 ton/ha + 60 Kg N/ha Urea + 20 Kg N/ha ZA, P8 Pupuk Kandang Ayam 10 ton/ha + 80 Kg N/ha ZA, P9 Kompos 10 ton/ha + 80 Kg N/ha Urea, P10 Kompos 10 ton/ha + 40 Kg N/ha Urea + 40 Kg N/ha ZA, P11 Kompos 10 ton/ha + 60 Kg N/ha Urea + 20 Kg N/ha ZA, dan P12 Kompos 10 ton/ha + 80 Kg N/ha ZA. Pengamatan tanaman tomat dilakukan secara non destruktif dan pengamatan panen. Hasil dari penelitian menunjukkan perlakuan aplikasi pupuk organik dan nitrogen hanya berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman, tidak pada panen. Perlakuan yang cenderung dapat meningkatkan hasil panen yaitu pada perlakuan P6 dengan pupuk kandang ayam 10 Ton + 40 Kg Urea + 40 Kg ZA.
Pengaruh Kombinasi Nutrisi AB Mix dan Pupuk Organik Cair Azolla Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca Sativa L.) pada Hidroponik Sistem Sumbu (Wick System) Dita, Franciska Bella Ayu Dita; Koesriharti, Koesriharti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 9 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1453

Abstract

Tanaman Selada mengandung banyak gizi yang baik untuk tubuh, tetapi di Indonesia lahan pertanian semakin terbatas. Sehingga untuk memproduksi selada dengan cara yang sederhana yakni menggunakan hidroponik sistem sumbu. Pupuk organik cair Azolla dapat digunakan sebagai larutan nutrisi hidroponik, namun harus dikombinasikan dengan nutrisi AB mix yang memiliki unsur hara yang lengkap agar dapat menunjang pertumbuhan dan hasil tanaman dengan baik. Dikarenakan unsur hara pada pupuk organik cair Azolla saja belum dapat memenuhi kebutuhan tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mempelajari kombinasi nutrisi AB mix dan pupuk organik cair Azolla yang dapat menunjang pertumbuhan dan hasil tanaman selada (Lactuca sativa L.) pada hidroponik sistem sumbu. Penelitian ini menggunakan RAK dengan 8 kombinasi perlakuan dan 4 ulangan. Dilakukan di Greenhouse FP UB pada bulan Februari-Mei 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P1 (100%AB mix) dan P3 (85%AB mix+15%POC Azolla) lebih baik pada semua parameter pertumbuhan, kadar klorofil b dan kadar klorofil total dibandingkan dengan perlakuan lainnya. P1 (100%AB mix) mendapatkan hasil selada terbaik pada luas daun per tanaman, bobot segar total, bobot segar konsumsi dan kadar klorofil a dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa perlakuan kombinasi nutrisi AB mix dan Pupuk Organik Cair Azolla berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Selain itu pada perlakuan P1 (100% AB mix) dan P3 (85% AB mix+15% POC Azolla) menunjukkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair dan Pupuk Npk Terhadap Pertumbuhan dan Hasil pada Tanaman Terung (Solanum Melongena L.) Ayuningtyas, Vinny; Koesriharti, Koesriharti; Murdiono, Wisnu Eko
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 11 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1489

Abstract

Terung (solanum melongena L.) merupakan salah satu tanaman sayuran yang berbentuk buah. Salah satu tanaman terung yang sering di konsumsi yaitu terung ungu. Produksi tanaman terung mulai tahun 2009 – 2014 meningkat, akan tetapi tahun 2016 mengalami penurunan produksi, menjadi sekitar 509.724 ton. Faktor yang menyebabkan penurunan produksi terung yaitu turunnya produktivitas tanah dan kurangnya ketersediaan unsur hara yang terdapat didalam tanah. Penelitian dilakukan dikebun percobaan Universitas Brawijaya,  Desa Jatikerto Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang dengan ketinggian tempat 400 mdpl dan curah hujan rata–rata 151–400 mm/tahun. Penelitian ini dilakukan pada bulan April–Juli 2019 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK ) dengan 2 faktor, faktor pertama (P0) tanpa POC dan (P1) POC 5cc/l, lalu faktor ke dua yaitu ( N1) NPK 100 kg/ha, (N2) NPK 200 kg/ha, (N3) NPK 300 kg/ha, (N4) NPK 400 kg/ha, dan (N5) NPK 500 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1N4 menghasilkan bobot buah panen pertanaman yang lebih tinggi dan memperlambat umur panen terakhir dibandingkan perlakuan yang lain. perlakuan 5 ml pupuk organik cair mampu meningkatkan tinggi tanaman tetapi dapat memperlambat umur panen pertama dibandingkan tanpa pupuk organik cair. Perlakuan pemberian 400 kg/ha menghasilkan jumlah buah panen per tanaman yang lebih tinggi.
Pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) Kotoran Sapi Diperkaya Unsur N, Ca dan Fe Terhadap Hasil dan Kandungan Klorofil Tanaman Selada (Lactuca Sativa L.) Zainuddin, Muchamad Anwar; Rahayu, Aldila Putri; Koesriharti, Koesriharti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 12 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1506

Abstract

Tanaman selada merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang banyak diminati oleh masyarakat di Indonesia. Selada hijau memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Usaha tani tanaman selada banyak mengalami permasalahan yaitu lahan pertanian yang semakin sempit dan minimnya ketersediaan unsur organik didalam tanah. Sistem rakit apung yaitu budidaya sayuran yang diapungkan diatas larutan nutrisi. Pada sistem hidroponik, pertumbuhan dan perkembangan sangat bergantung pada pemberian nutrisi. AB Mix merupakan larutan nutrisi hidroponik yang didalamnya terkandung unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan oleh tanaman. Kandungan nitrogen (N) kotoran sapi yaitu 1,33 ppm,  fosfat (P) : 0,28 ppm, kalium (K): 0,21 ppm, kalsium (Ca): 0,22 ppm dan besi (Fe): 0,05 ppm. Namun, unsur hara yang terkandung didalam kotoran sapi belum dapat menggantikan AB Mix karena kebutuhan akan unsur hara tanaman selada yaitu Nitrogen (N) : 160 ppm, Kalsium (Ca) : 175 ppm dan besi (Fe) : 5 ppm. Sehingga perlu penambahan untuk memaksimalkan proses pertumbuhan dan hasil serta kandungan klorofil selada hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Pupuk Organik Cair kotoran sapi diperkaya unsur N, Ca dan Fe pada konsentrasi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan RAK dengan 10 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Penelitian dilaksanakan di Greenhouse Lahan Jatimulyo, Kelurahan Lowokwaru, Kota Malang pada bulan April sampai dengan mei 2020. Hasil penelitian bahwa penggunaan perlakuan AB Mix menunjukkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada yang terbaik dibandingkan dengan perlakuan pupuk organik cair yang diperkaya unsur hara N, Ca dan Fe.
Pengaruh Perbedaan Media Tanam dan Jenis Larutan Nutrisi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) dengan Sistem Hidroponik Substrat Daniyah, Rokibatun; Koesriharti, Koesriharti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 12 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1509

Abstract

Cabai keriting merupakan salah satu komoditas hortikultural yang penting dan di budidayakan di Indonesia. Seiring peningkatan penduduk Indonesia, kebutuhan cabai juga meningkat. Namun, produksi cabai keriting masih tergolong rendah, faktor rendahnya produksi cabai di Indonesia disebabkan hama dan penyakit yang menyebabkan gagal panen dan penyempitan lahan pertanian. Konversi lahan pertanian menjadi non pertanian menyebabkan produksi cabai rendah dan bersaing dengan tanaman hortikultural lainnya. Terdapat beberapa cara meningkatkan produksi cabai, salah satunya dengan menggunakan sistem hidroponik substrat. Penggunaan POC dari kotoran hewan ternak seperti urin sapi, kotoran kambing dan urin kelinci sebagai nutrisi tanaman, menjadi alternatif pengganti nutrisi AB mix serta meningkat pertumbuhan dan hasil tanaman cabai dengan sistem hidroponik substrat. Substrat yang digunakan yaitu arang sekam, cocopeat dan pasir mudah di dapatkan dan memiliki harga yang relatif murah sehingga mampu menekan biaya produksi tanaman cabai. Penelitian di laksanakan November 2019-Maret 2020 di Grobogan, Jawa tengah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 3 ulangan dan 2 faktor perlakuan yang terdiri dari, faktor pertama yaitu 3 macam media tanam terdiri dari M1 (arang sekam+pasir), M2 (cocopeat+pasir), dan M3 (arang sekam+cocopeat+pasir). Faktor kedua yaitu 4 macam nutrisi tanaman yang terdiri dari nutrisi AB mix (N1), POC urin sapi (N2), POC kotoran kambing (N3), dan POC urin kelinci (N4). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan media tanam M1 (arang sekam+pasir) memberikan hasil pertumbuhan dan hasil lebih baik jika di bandingkan M2 (cocopeat+pasir) dan M3 (arang sekam+cocopeat+pasir). Namun perlakuan POC belum mampu menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai yang lebih baik dari perlakuan nutrisi AB mix.
Pengaruh Tingkat EC (Electrical Conductivity) Dan Nutrisi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L. var chinensis) Pada Hidroponik Sistem Sumbu (Wick System) Labeda, Amelia Gabriela; Koesriharti, Koesriharti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1606

Abstract

Pakcoy merupakan jenis sayuran yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia karena mudah untuk didapatkan dan baik dikonsumsi segar tanpa diolah maupun dalam bentuk olahan. Selain itu, tanaman pakcoy juga diminati karena mengandung protein, lemak, karbohidrat, Ca, P, Fe, vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin E dan vitamin K yang sangat baik untuk kesehatan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi pakcoy yaitu melalui teknik budidaya secara hidroponik. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui dan mendapatkan nilai EC (Electrical Conductivity) dan kombinasi nutrisi yang tepat sehingga dapat memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy terbaik pada sistem hidroponik sumbu. Bahan yang digunakan didalam penelitian yaitu benih pakcoy varietas Green, Nutrisi AB Mix Kebun Sayur Surabaya, biourin kelinci, dan pH up. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2021 hingga Juli 2021 di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. Hasil percobaan ini menunjukkan adanya interaksi antara perlakuan tingkat EC dan kombinasi nutrisi terhadap diameter batang. Perlakuan tingkat EC berpengaruh nyata terhadap bobot segar total tanaman pakcoy dengan pertumbuhan pakcoy terbaik dengan pemberian EC sebesar 2 mS/cm. Perlakuan kombinasi nutrisi berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy seperti panjang tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun per tanaman, bobot segar total, dan kadar klorofil dengan nutrisi terbaik pada nutrisi 100% AB mix dan kombinasi nutrisi 75% AB mix + 25% biourin kelinci.
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Konsentrasi Nutrisi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Pagoda (Brassica narinosa L.H. Bailey) pada Hidroponik Substrat Khumairo’, Kukuh; Koesriharti, Koesriharti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1619

Abstract

Sawi pagoda dikonsumsi karena kandungan gizinya yang baik. Ketersediaan produksi sawi pagoda dapat ditingkatkan dengan memperhatikan penggunaan media tanam dan pemberian konsentrasi nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi, pengaruh komposisi media tanam, dan pengaruh konsentrasi nutrisi terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pagoda pada hidroponik substrat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juli 2021 di greenhouse Jatimulyo Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah komposisi media tanam dengan 2 taraf yaitu M1 (pasir dan arang sekam 1:1) dan M2 (cocopeat dan arang sekam 1:1). Faktor kedua adalah konsentrasi nutrisi dengan 5 taraf yakni N1 (800 ppm), N2 (950 ppm), N3 (1100 ppm), N4 (1250 ppm), dan N5 (1400 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi nyata antara komposisi media tanam dan konsentrasi nutrisi terhadap bobot segar total dan panjang akar sawi pagoda. Perlakuan cocopeat dan arang sekam 1:1 + konsentrasi nutrisi 1250 ppm dan 950 ppm memberikan pengaruh yang sama terhadap bobot segar total dan panjang akar sawi pagoda. Komposisi media tanam cocopeat dan arang sekam 1:1 menunjukkan tinggi tanaman, jumlah daun, lebar tajuk, bobot segar konsumsi, dan luas daun per tanaman sawi pagoda yang lebih tinggi daripada pasir dan arang sekam 1:1. Konsentrasi nutrisi 1250 ppm memberikan jumlah daun yang lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrasi nutrisi 1100 ppm dan 1400 ppm.
Pengaruh Perlakuan Giberelin dan Fosfor terhadap Pertumbuhan serta Hasil Tanaman Kubis Bunga (Brassica oleracea var. botrytis) Fadholi, Mohamad; Koesriharti, Koesriharti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1628

Abstract

Kubis bunga salah satu sayuran yang memiliki harga jual yang tinggi serta memiliki kandungan gizi yang baik untuk tubuh. Pada tahun 2019 produksi kubis bunga mencapai 7.371,40 ton. Namun pada tahun 2020 mengalami penurunan yaitu 6,295,10 ton (Dinas Pertanian Kota Batu, 2021). Sehingga perlu adanya upaya peningkatan produksi dengan menerapkan teknologi budidaya yang efektif dan efisien. Salah satunya penggunaan hormone giberelin dan teknik pemupukan fosfor yang memiliki peranan dalam proses pembungaan dan pembuahan. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui bagaimana pengatuh hormon giberelin, dosis fosfor, dan hubungan interaksi antara kedua perlakuan terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2021 sampai Juli 2021, Jl. Raya Karangan Donowarih, Karangploso, Malang. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor yaitu pemberian hormon giberelin yang terdiri dari 2 taraf yaitu 0 ppm atau kontrol (G0), dan 150 ppm (G1) dan dosis fosfor yang terdiri dari 5 taraf yaitu 0 kg/ha (P0), 100 kg/ha (P1), 150 kg/ha (P2), 200 kg/ha (P3), dan 250 kg/ha (P4). Terdapat interaksi antara perlakuan hormon giberelin dan dosis fosfor terhadap tinggi tanaman pada umur 3 minggu setelah tanam. Perlakuan pemberian hormon giberelin 150 ppm dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen tanaman kubis bunga pada semua parameter pengamatan. Perlakuan dosis fosfor 250 kg/ha dapat meningkatkan pertumbuhan khususnya tinggi tanaman dan hasil panen tanaman kubis bunga (diameter bunga, bobot segar bunga, bobot segar tanaman total, dan hasil panen per hektar).
Co-Authors Adelia, Prita Fatma Afifi, Listia Nur Afifi, Listia Nur Agus Suryanto Agus Suryanto Aini Nurul Aini, Nurul Akbar Alif Utama Haqi Alfarisiy, Naufal Afif Andi Kurniawan Annisa Istiqomah, Annisa Armita, Deffi Armita, Deffi Asih, Samsiyah Budi Asih, Samsiyah Budi Astutik, Apriana Dwi Astutik, Apriana Dwi Atari, Nindya Atari, Nindya Ayuningtyas, Vinny Barunawati, Nunun Bazaz, Haikal Akmam Damaiyanti, Dewi Ratih Rizki Damanik, Rofida Nurliawati Damanik, Rofida Nurliawati Daniyah, Rokibatun Dewi Ratih Rizki Damaiyanti Dina, Annisa Dita, Franciska Bella Ayu Dita Dwi Putra, Muhammad Fadli Dwi Putra, Muhammad Fadli Eko Widaryanto Ekowati, Delvi Violita Ekowati, Delvi Violita Emir, Muhammad Nazri Emir, Muhammad Nazri Erlen Agus Satriowibowo Fadholi, Mohamad Ghifari, Ahmad Fillah Ghifari, Ahmad Fillah Haidlir, Mutiara Nisa Haidlir, Mutiara Nisa Hambali, Puspa Fadillah Hambali, Puspa Fadillah Heddy, Y.B.Suwasono Herwanda, Rangga Herwanda, Rangga Indriya, Suli Indriya, Suli Inovian Wahyuningsih, Inovian Kanwal, N. D. S. Karlina, Nabilla Prilly Karlina, Nabilla Prilly Kartikasari, Oktavian Kartikasari, Oktavian Karyawati, Anna Satyana  Khoir, Mochammad Shofarul Khoir, Mochammad Shofarul Khuluqi, M. Azrul Ahsani Khuluqi, M. Azrul Ahsani Khumairo’, Kukuh Kurniawan, Faridh Kurniawan, Faridh Labeda, Amelia Gabriela Lia Rachmawati Lilis Styaningrum Mahmudah, Laili Hayatul Mahmudah, Laili Hayatul Mariani, Sekty Denny Mariani, Sekty Denny Meylia, Rizky Dwi Meylia, Rizky Dwi Moch. Dawam Maghfoer Mochammad Dawam Maghfoer Mochammad Nawawi Mochammad Roviq Moctava, Mohammad Aries Mohammad Aries Moctava Mudji Santosa Mudji Santoso Murdiono, Wisnu Eko Murdiono, Wisnu Eko Nawawi, Mochammad Nihayati, Ellis Nindita, Ajeng Devi Nindita, Ajeng Devi Ninuk Herlina Noviana, Dini Atika Noviana, Dini Atika Novinda Pratiwi Nunun Barunawati, Nunun Nur Winda Rachmadhani Nursanti, Sri Nursanti, Sri Nurul Jannah, Risda Felia Nurul Jannah, Risda Felia Oktavian Erta Ananda Putri Oktavianti, Lala Dwi Oktavianti, Lala Dwi Pradesta, Adisti Zahrotul Pradesta, Adisti Zahrotul Pradita, Nabila Pradita, Nabila Pratiwi, Novinda Prita Fatma Adelia Puspita Sari, Rifa Meri Puspita Sari, Rifa Meri Puspita, Dahniar Yudha Puspita, Dahniar Yudha Puspitasari, Yuli Dwi Qorina Syafitri, Pranita Puspa Qorina Syafitri, Pranita Puspa Rachmadhani, Nur Winda Rachmah, Chasanatur Rachmah, Chasanatur Rahayu, Aldila Putri Retik Puji Ayu Sanjaya Rinaldi, Ridwan Aries Rinaldi, Ridwan Aries Roedy Soelistyono Rohmawati, Fauziah Aini Rohmawati, Fauziah Aini Roviq, Muhammad Saitama, Akbar Sanjaya, Retik Puji Ayu Santoro, Yhosiana Santoro, Yhosiana Santoso, Mudji Sari, Beti Purnama Sari, Beti Purnama Sasongko, Danang Pujo Satriowibowo, Erlen Agus Setiatma, Faiz Tyas Setiatma, Faiz Tyas Shofiah Yasmin Styaningrum, Lilis Styarini, Ririn Styarini, Ririn Sunaryo Sunaryo Sunaryo, Sunaryo Sutarto, Ulfa Annisa Sutarto, Ulfa Annisa Syarifuddin, Muhammad Hadi Tatik Wardiyati Titiek Islami Wahyuningsih, Inovian Wardhani, Vanya Rizqi Kusuma Wardhani, Vanya Rizqi Kusuma Waskito, Kiki Waskito, Kiki Widiyanti, Tirani Widiyanti, Tirani Wirayuda, Bahtiar Wulandari, Palupi Wulandari, Palupi Wulansari, Dessy Wulansari, Dessy Y.B.Suwasono Heddy Yasmin, Shofiah Yuli Dwi Puspitasari Zainuddin, Muchamad Anwar