Claim Missing Document
Check
Articles

UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN LABAN (Vitex Pinnata L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli YUNI DEWI SAFRIDA; Munaziatul Jannah; Irma Zarwinda; Hardiana
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v3i1.80

Abstract

Daun Vitex pinnata L. merupakan suatu tanaman yang dipercaya dapat dijadikan sebagai obat yaitu demam dan luka. Daun laban mengandung flavonoid, saponin, tannin, triterpenoid atau steroid, dan glikosida yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Pada penelitian ini dilakukan uji daya hambat ekstrak etanol daun laban (Vitex Pinnata L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Eschrichia coli. Tujuan penelitian untuk mengetahui daya hambat ekstrak etanol daun laban terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Eschrichia coli pada konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Metode yang digunakan adalah secara Difusi Disk. Sampel yang digunakan adalah daun laban, penelitian ini dilakukan di Labolatorium AKAFARMA pada bulan ferbuari 2021. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol daun laban mampu menghambat pertumbuhan bakteri Stapylococcus aureus dan Eschrichia coli. Dengan diameter zona hambat yang dihasilkan bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 100% yaitu 10 mm. Sedangkan diameter zona hambat yang dihasilkan bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 100% yaitu 9 mm. Respon hambatan yang dihasilkan oleh bakteri Stapylococcus aureus dan Escherichia coli pada konsentrasi 25%, 50%, 75%, 100% di golongkan dalam kategori sedang..
STUDI FORMULASI SEDIAAN SABUN MANDI PADAT EKSTRAK ETANOL TANAMAN LIDAH BUAYA (Aloe vera L) DENGAN PENAMBAHAN BASIS MINYAK ZAITUN (Olea Euroaea) Rinaldi; Azmalina Adriani; Irma Zarwinda; Desi Milanda
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v3i1.81

Abstract

Lidah buaya (Aloe vera L.) dikenal sebagai tanaman hias dan banyak digunakan sebagai bahan dasar obat-obatan dan kosmetik. Lidah buaya memiliki fungsi sebagai antiseptik, menghaluskan dan melembabkan kulit. Lidah buaya mengandung senyawa lignin atau selulosa, vitamin A, B1, B2, C, D, E, K dan mineral seperti kalsium, zat besi, sodium dan potasium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sabun mandi padat ekstrak etanol lidah buaya dan minyak zaitun. Sabun mandi padat diformulasikan dengan ekstrak etanol lidah buaya pada konsentrasi 0% (F0), 3% (F1), 6% (F2) dan 9% (F3). Uji mutu sediaan sabun mandi padat meliputi uji organoleptik, uji pH, uji stabilitas busa, uji alkali bebas dan uji iritasi selama 14 hari penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan sediaan sabun mandi padat ekstrak etanol lidah buaya memiliki bau lemon, berbentuk padat, warna kream dengan pH 10, dengan stabilitas busa pada hari ke-3 F0:17,4%, F1:57,9%, F2:80,5% dan F3:87,0% dan pada hari ke-14 F0:87,2%, F1:80%, F2:82,5%, dan F3:85% dan kadar alkali bebas F0:0,0008%, F1:0,0038%, F2:0,00096% dan F3:0,0024%. Hasil dari uji iritasi meliputi kulit gatal dan kulit kemerahan sehingga dapat disimpulkan bahwa formula sabun mandi padat F0, F1, F2 dan F3 memenuhi syarat SNI pada parameter organoleptik, pH, stabilitas busa dan kadar alkali
Formulasi Sediaan Krim Body Scrub Dari Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa blimbi L.) dan Ampas Kopi Arabika Gayo (Coffea arabica L.) Sebagai Eksfolian Zarwinda, Irma; Elfariyanti, Elfariyanti; Safira, Rifa Risti; Rizki, Putri Humaira
Journal of Pharmaceutical and Health Research Vol 5 No 3 (2024): October 2024
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jharma.v5i3.6164

Abstract

Abstrak− Body scrub adalah salah satu sediaan farmasi yang digunakan untuk mengangkat sisa kotoran, sel-sel kulit mati, debu, dan minyak pada kulit dengan bantuan bahan scrub sebagai pengampelas kulit. Daun belimbing wuluh dan ampas kopi arabika Gayo terbukti mengandung senyawa aktif antioksidan dan antibakteri, selain itu, penggunaannya dalam rangka memanfaatkan potensi kearifan lokal provinsi Aceh dan sangat pontensial sebagai bahan pembutan body scrub berbahan alam. Tujuan penelitian untuk mengetahui stabilitas mutu fisik sediaan body scrub ekstrak daun belimbing wuluh dan ampas kopi arabika Gayo serta efektivitasnya sebagai eksfolian. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Formulasi krim body scrub dalam penelitian ini dibuat dalam 4 formula dengan memvariasikan proporsi ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) berturut-turut yaitu F0(0%), F1(1%), F3(2%), dan F3(3%), sedangkan proporsi bubuk ampas kopi arabika Gayo dibuat tetap. Parameter yang diuji adalah mutu fisik, uji iritasi dan uji efektivitas body scrub (eksfolian). Hasil penelitian selama 14 hari penyimpanan. Organoleptis keempat body scrub memiliki bentuk semi padat, berwarna coklat hingga coklat kehitaman, dan aroma kopi. Nilai pH berkisaran dari 7,7-8 dan semua sediaan homogen. Tipe emulsi minyak dalam air, memiliki daya sebar kisaran 5,4 – 5,9. Semua formula tidak menimbulkan iritasi dan tingkat kecerahan kulit sukaerelawan meningkat 1 tingkat dilihat dari kertas indikator. Hasil uji kelembaban kulit, F2 dan F3 menunjukkan hasil paling baik, dengan persentases kenaikan 13%, sedangkan F0 meningkat 5% dan F1 6%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sediaan body scrub yang telah dibuat memiliki hasil yang baik dan stabil serta dapat digunakan sebagai eksfolian. Kata Kunci: ampas kopi arabika Gayo; body scrub; daun belimbing wuluh; eksfolian.
Transformasi Siswa SMK Menjadi Ahli Kosmetik Alami melalui Pelatihan Pembuatan Serum Ekstrak Daun Teh Adriani, Azmalina; Safrina , Safrina; Rinaldi, Rinaldi; Safrina, Yuni Dewi; Suzanni, Mulia Aria; Zarwinda, Irma
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.16698

Abstract

Background: Pelatihan produksi serum ekstrak daun teh dilatarbelakangi oleh keamanan dan khasiat produk kosmetik alami yang akan mengalami peningkatan permintaan di pasar dan lebih jauh lagi fakta bahwa daum teh (Camellia sinensis) kaya akan polifenol dapat menjadi bahan fungsional yang dapat meningkatkan kesehatan kulit. Hal ini menjadi urgensi dalam rangka meningkatkan kesadaran dan ketrampilan masyarakat terutama gen Z dalam memanfaatkan herbal sebagai material dasar kosmetik. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa SMK Cut Meutia Banda Aceh menjadi ahli dalam kosmetik alami dalam pengembangan produk berbasis bahan herbal. Metode: Dilakukan melalui tiga tahapan: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan ini melibatkan 24 peserta siswa SKM Cut Meutia Banda Aceh dengan pendekatan interaktif yang mencakup sosialisasi, praktik langsung, dan evaluasi menggunakan kuesioner untuk menilai kepuasan serta pemahaman peserta. Pelatihan berlangsung di Laboratorium Farmasi Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh pada 6 Maret 2024, dengan dukungan dari 3 narasumber dan 3 instruktur. Hasil: 100% peserta merasa sangat puas dengan materi pelatihan, dan sebagian besar peserta menyatakan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan mereka. Selain itu, pelatihan ini mendorong minat peserta untuk mengembangkan usaha kecil di bidang kosmetik alami, berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi lokal melalui UMKM. Kesimpulan: Kegiatan ini berhasil memperkuat keterampilan praktis siswa serta mendorong inovasi berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan.
Evaluasi Fisik dan Uji Kesukaan Sediaan Masker Gel Peel Off Serbuk Cangkang Telur (Pullum Ovum) dan Madu (Apis) Zakaria, Nurmalia; Fauziah; Sari, Amelia; Zarwinda, Irma; Elfariyanti
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v4i2.85

Abstract

Cangkang telur (Pullum Ovum) dan memiliki kandungan 97% kalsium karbonat, fosfor, magnesium, natrium, kalium, seng, mangan, besi, dan tembaga. Madu merupakan humektan alami dimana madu bisa menarik air dan mempertahankannya di dalam lapisan kulit sehingga terhidrasi dan kenyal. Kombinasi kedua bahan ini diharapkan mampu memberikan efek perawatan pada kulit wajah sebagai anti aging untuk kulit wajah. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan serbuk cangkang telur dan madu dalam sediaan masker gel peel off dan melakukan evaluasi fisika, uji iritasi dan uji kesukaan panelis. Penelitian bersifat eksperimen yang dilaksanakan di Laboratorium Farmasetika Akafarma Banda Aceh pada tahun 2022. Masker gel peel off dibuat dalam 4 formula dengan variasi konsentrasi serbuk cangkang telur yaitu 1% (F1), 2% (F2), 3% (F3). Basis yang digunakan yaitu Polivinyl Alkohol (PVA) dan Hidroxy Propyl Methyl Cellulosa (HPMC) dan dilakukan evaluasi fisik terhadap sediaan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan ketiga formula masker gel peel off memenuhi syarat evaluasi fisika dan uji iritasi. Hasil uji kesukaan menunjukkan bahwa formula yang paling disukai responden dari segi bentuk F1, dari segi warna F1 dan F2, dari segi aroma yaitu F2. Maka disimpulkan bahwa Serbuk cangkang telur dan madu dapat diformulasikan dalam sedian masker gel peel off dengan karakteristik fisik dan hasil uji iritasi yang baik. Kata kunci : Cangkang telur, Madu, Formulasi, Masker gel peel-off, Evaluasi sediaan
Analisis Kandungan Pemanis Buatan Siklamat, Sakarin dan Aspartam Pada Permen Gulali (Halus Manis) Yang Beredar Di Kecamatan Baiturahman Kota Banda Aceh Zarwinda, Irma; Zakaria, Nurmalia; Elfariyanti
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v5i1.161

Abstract

Pemanis buatan merupakan Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang dapat memberikan rasa manis pada produk makanan, akan tetapi tidak memiliki nilai gizi. Penggunaan pemanis buatan dalam produk pangan diatur dalam Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) nomor 11 tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan pemanis buatan sakarin, siklamat, dan aspartam pada jajanan gulali yang beredar di Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh memenuhi standar yang ditetapkan BPOM atau tidak. Jenis penelitian adalah kualitatif dan kuantitatif. Metode analisis kualitatif menggunakan reaksi warna dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), sedangkan analisis kuantitatif menggunakan metode gravimetri. Sampel pada penelitian ini berjumlah 3 (Tiga) sampel yang diambil secara total sampling. Hasil analisis kualitatif didapatkan bahwa ketiga sampel gulali positif mengandung pemanis siklamat, sedangkan sakarin dan aspartam menunjukkan hasil negatif. Hasil penetapan kadar siklamat didapatkan pada sampel 1 yaitu sebesar 5.123 mg/kg, sampel 2 sebesar 9.366 mg/kg, dan sampel 3 sebesar 8.694 mg/kg. Kadar pemanis siklamat ketiga sampel melebihi ambang batas yang ditetapkan BPOM yaitu 500 mg/kg berat bahan.
Studi Keamanan Pangan Pada Sirup Pala Produksi Kota Tapaktuan: Kajian Pemanis Siklamat dan Pengawet Asam Benzoat Elfariyanti; Zarwinda, Irma; Ayuni; Maulinda, Safera
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v5i1.164

Abstract

Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya untuk mencegah pangan dari cemaran biologi, fisik, dan kimia yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Produk hasil pangan dalam bentuk olahan hasil produksi Industri Rumah Tangga perlu dievaluasi keamanannya terutama dalam penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pemanis dan pengawet buatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis keamanan produk sirup pala yang diproduksi di kota Tapaktuan dari pemanis siklamat dan pengawet asam benzoat, apakah memenuhi syarat Peraturan Kepala BPOM nomor 11 tahun 2019 tentang BTP atau tidak. Metode penelitian menggunakan analisis kualitatif menggunakan reaksi warna dan pengendapan, sedangkan analisis kuantitatif menggunakan metode gravimetri dan spektrofotometri UV Vis. Sampel penelitian berjumlah 5 sampel sirup pala dari produsen yang berbeda yang diambil secara total sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa semua sampel sirup pala positif mengandung siklamat dan asam benzoat. Kadar siklamat yang didapatkan jauh melebihi ambang batas yang ditetapkan BPOM yaitu 500 mg/Kg bahan. Kadar siklamat sampel A-E berturut-turut sebesar 26.910 mg/Kg; 21.850 mg/Kg; 22.020 mg/Kg; 24.430 mg/Kg; dan 26.040 mg/Kg. Adapun kadar asam benzoat masih di bawah ambang batas yang diperbolehkan (600 mg/Kg), yaitu berturut-turut sebesar 58,50 mg/Kg; 70,13 mg/Kg; 58,50 mg/Kg; 79,66 mg/Kg; dan 95,53 mg/Kg. Produk sirup pala produksi kota Tapaktuan masih aman untuk dikonsumsi jika tidak melebihi dari 15 mL per hari. Kata kunci : sirup pala; siklamat; asam benzoat; gravimetri; spektrofotometri UV Vis
Penyuluhan tentang Zat Kimia Berbahaya yang Terkandung di dalam Kosmetik Bagi Kader PKK di Desa Doy Ulee Kareng Banda Aceh Lidyawati; Rosa Mardiana; Dwi Putri Rejeki; Sasmiati Farach Dita; Verawati; Nurjannah; Irma Zarwinda; Elfariyanti; Fita Nelyza
Jurnal Mitra Pengabdian Farmasi Vol. 2 No. 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Akademi Farmasi YPPM Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cosmetics are considered very important in today's life, not only women who use cosmetics but men also use it for their needs and lifestyle. There are also a lot of cosmetic products marketed by manufacturers, so people have to be more observant in choosing cosmetics that are safe to use, because not all producers pay attention to the safety quality of the ingredients of the products they produce, if people are wrong in choosing cosmetic products/using cosmetics that contain hazardous chemicals will cause health problems. The method used in this community service is counseling by providing knowledge about safe cosmetics, and prohibited and dangerous chemicals that are often used in cosmetics, then followed by a question and answer session. Furthermore, the PKK cadres were given a questionnaire which aims to determine the level of understanding of the PKK cadres after being given counseling. The activity was carried out in Doy Village, Ulee Kareng District, Banda Aceh. The results of the questionnaire show that 96 percent of PKK cadres understand how to choose safe cosmetics.
Analisis mutu bubuk kopi arabika gayo yang dijual di toko oleh-oleh khas Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh Zarwinda, Irma; Elfariyanti, Elfariyanti; Zakaria, Nurmalia; Humaira, Humaira
Journal of Pharmaceutical and Sciences Suppl. 1, No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v6i5-si.311

Abstract

Gayo Arabica coffee is a typical coffee produced from plantations in the Gayo area of Aceh Province, especially Bener Meriah Regency. This research aims to determine the quality of packaged coffee powder that does not have a distribution permit, which is sold in souvenir shops in Bener Meriah Regency, Aceh Province. The method used in this research is quantitative analytical descriptive. The sample used in this research was coffee powder that did not have a distribution permit, which was taken as a total sampling in 5 souvenir shops in 4 sub-districts in Bener Meriah Regency. The results of organoleptic observations on coffee powder with codes P1, P2, P3, and P4 were in the form of coarse powder, while P5 was in the form of fine powder. P1 and P2 coffee grounds are dark brown, and P3, P4, and P5 are brown. The taste of coffee powder P1, P2, P3, and P5 has no taste, and P4 tastes bitter. The overall aroma of the sample is typically aromatic. The water content test results were 0.74%, 0.66%, 0.58%, 0.14%, and 1.40%, respectively. The ash content test results were obtained: 4.60%, 4.47%, 4.37%, 44.65%, and 4.50%, respectively. The coffee essence levels were 23.97%, 25.80%, 25.70%, 25.10%, and 30.2%, respectively. The results of the quality analysis of Gayo Arabica coffee powder in the souvenir shop of Bener Meriah Regency, province, have met the quality requirements by SNI 01-3542-2004.
Effectiveness of the 5E Learning Cycle Model in Vocational Pharmaceutical Chemistry Learning: A Review Dwi Putri Rejeki; Fita Nelyza; Irma Zarwinda; Eva Novita
DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/diajar.v5i1.6766

Abstract

This study is a systematic literature review aimed at analyzing the effectiveness of the Learning Cycle 5E instructional model in enhancing students’ conceptual understanding and scientific attitudes, while also examining its potential application in Pharmaceutical Chemistry learning at the vocational higher education level. This review addresses the growing need for active learning models that can bridge conceptual understanding with the practical competency demands of pharmaceutical education. The analysis employed a narrative synthesis approach, reviewing relevant research articles based on four main dimensions: learning context, research focus, research methodology, and reported key findings. The results indicate that the Learning Cycle 5E model consistently improves students’ conceptual understanding, reduces misconceptions, and fosters the development of scientific attitudes such as curiosity, responsibility, openness to evidence, and reflective thinking. In addition, several studies report that integrating the Learning Cycle 5E model with interactive learning technologies, including digital media and student-centered learning tools, enhances student motivation and active engagement in the learning process. Although most of the reviewed studies are situated within general chemistry education, the findings demonstrate strong relevance and high potential for application in Pharmaceutical Chemistry learning contexts. Therefore, this review recommends further implementation-based research in vocational higher education to strengthen empirical evidence and optimize the design of active, contextual, and reflective pharmaceutical learning.