Claim Missing Document
Check
Articles

Formulasi Sediaan Gel Hand Sanitizer Dari Ekstrak Etanol Daun Belimbing Wuluh (Averhoa Blimbi L.) Kombinasi Gel Lidah Buaya (Aloe Vera) Irma Zarwinda; Elfariyanti; Azmalina Adriani; Mutia Agustina
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 9 No. 3 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v9i3.318

Abstract

Hand sanitizer gel merupakan pembersih tangan berbentuk gel yang berguna untuk membersihkan atau menghilangkan kuman pada tangan, dan sangat diperlukan dalam mencegah penyebaran virus corona. Hand sanitizer dapat dibuat dari daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) kombinasi gel lidah buaya (Aloe vera) karena mengandung senyawa antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi hand sanitizer ekstrak etanol daun belimbing wuluh kombinasi gel lidah buaya dengan variasi konsentrasi F0(0%), F1(1%), F2(2%), dan F3(3%) serta mengetahui mutu fisiknya. Sampel yang digunakan adalah 4 sediaan formulasi gel hand sanitizer ekstrak etanol daun belimbing wuluh kombinasi daun lidah buaya yaitu F0, F1, F2, dan F3. Pengujian dilakukan pada hari ke 1, 7 dan 14. Hasil pemeriksaan mutu fisik hand sanitizer pada keempat sediaan adalah homogen, warna yang dihasilkan tetap stabil, berbentuk gel dan berbau khas ekstrak daun belimbing wuluh. Hasil uji pH semua sedian memenuhi syarat yaitu 4-10. Semua sedian juga memenuhi syarat viskositas gel. Hasil uji iritasi sedian untuk F0, F1, dan F3 tidak menyebabkan iritasi namun sediaan F2 menyebabkan iritasi pada salah satu sukarelawan. Hasil uji daya sebar semua sedian juga memenuhi syarat yaitu yaitu 5- Dapat disimpulkan bahwa formulasi hand sanitizer ekstrak etanol daun belimbing wuluh kombinasi gel lidah buaya dengan variasi konsentrasi F0(0%), F1(1%), F2(2%), dan F3(3%) memiliki mutu fisik yang baik.
Formulasi dan Stabilitas Mutu Fisik Sediaan Lulur Serbuk dari Ampas Kopi Arabika (Coffea arabica) Gayo, Ubi Jalar Ungu (Ipomea batatas L) dan Rimpang Jahe (Zingiber officinale) Elfariyanti, Elfariyanti; Zarwinda, Irma; Zakaria, Nurmalia
Journal of Pharmaceutical and Health Research Vol 5 No 1 (2024): February 2024
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jharma.v5i1.4383

Abstract

Scrub is a traditional cosmetic preparation that has been prescribed for generations and is used to remove dead skin cells, dirt, and open pores so that air exchange is free and the skin becomes brighter and whiter. Previous research reported that Gayo Arabica coffee grounds discarded as waste contain antibacterial and antioxidant compounds. Purple sweet potatoes are reported to contain natural antioxidants because they contain anthocyanins and beta-carotene, apart from that, ginger rhizomes are reported to be able to inhibit the growth of bacteria that cause body odor on human skin. Therefore, these three ingredients have the potential to be used as ingredients for making natural powder scrubs. This research aimed to determine the effect of the proportion of Gayo Arabica coffee grounds, purple sweet potato, and ginger rhizome on the finished product of powdered scrub preparations as seen from the stability of their physical quality. The research method used was experimental in the laboratory with a Completely Randomized Design (CRD). The powder scrub formulation is made in 3 formulas (F1, F2, and F3) by varying the ratio of the amount of Gayo Arabica coffee grounds, purple sweet potato, and ginger rhizome respectively, namely F1 (1:3:1), F2 (2:2: 1) and F3 (3:1:1). The weight of each formula is 100 g. The physical quality stability test of the powder scrub preparation was carried out on the 1st, 7th, and 14th days including organoleptics, water content, homogeneity, pH, drying time, and adhesion. The test results showed that during 2 weeks of storage, the body scrub preparations that were made had met the requirements for good physical quality. In the organoleptic test, the color, shape, and odor of the preparation did not change, the preparation was homogeneous, the pH was stable at 6.2, and the water content was stable at below 10% where the F3 formula showed the lowest water content. The results of the drying time test meet the requirements, namely a minimum of 15 minutes and the adhesion test meets the requirements, namely greater than 1 second.
ANALISIS PEMANIS NATRIUM SIKLAMAT PADA MINUMAN THAI TEA YANG DIJUAL DI TEMPAT WISATA ULEE LHEU BANDA ACEH Rejeki, Dwi Putri; Zarwinda, Irma; Elfariyanti
PERISAI: Jurnal Pendidikan dan Riset Ilmu Sains Vol. 3 No. 1 (2024): Februari Jurnal PERISAI
Publisher : LPPM - Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/perisai.v3i1.683

Abstract

Natrium siklamat merupakan pemanis buatan yang memiliki tingkat kemanisan 30 kali lebih manis dari sukrosa. Menurut BPOM RI NO 4 Tahun 2014, batas penggunaan natrium siklamat sebesar 250 mg/Kg Berat Bahan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan natrium siklamat dan kadarnya pada minuman Thai tea yang dijual di ulee lheuu Kecamatan Meuraxa kota Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Akafarma Banda Aceh menggunakan metode kualitatif (pengendapan) dan kuantitatif (gravimetri). Sampel dalam penelitian ini adalah 10 minuman thai tea yang dijual di Ulee lheuu Kecamatan Meuraxa kota Banda Aceh yang diambil secara random sampling. Hasil Penelitian didapatkan bahwa dari 10 sampel yang diuji yaitu 5 sampel positif mengandung natrium siklamat dengan kadar sampel TBC sebesar 4654 mg/kg, TS1 7240 mg/kg, TM 6148 mg/kg, TS2 7355 mg/kg, dan TV 11370 mg/kg. Hal ini dapat disimpulkan bahwa kadar natrium siklamat pada Kode sampel TBC, TS1, TM, TS2 dan TV Melebihi ambang batas yang telah di tetapkan BPOM RI No.4 Tahun 2014.
Pelatihan Pembuatan Healthy Drink Telang Lemonade Zarwinda, Irma; Andalia, Rizki; Rinaldi, Rinaldi; Zakaria, Nurmalia
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jabdimas.v6i1.14454

Abstract

Indonesia kaya akan bahan alam yang memliki banyak manfaat bagi kesehatan seperti tanaman bunga telang dan lemon dimana bisa diolah menjadi minuman kesahatan (healthy drink). Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan mengenai cara pembuatan Healthy Drink Telang Lemonade. Metode kegiatan yang digunakan adalah demonstrasi, ceramah dan diskusi yang dilaksanakan pada hari Sabtu Tanggal 26 Febuari 2022 pada pukul 08.00 s.d. selesai, di SMK Farmasi Cut Mutia Kota Banda Aceh. Bahan dan peralatan yang digunakan di kegiatan ini seperti spanduk, brosur, alat peraga yang digunakan berupa bahan dan alat untuk membuat healthy drink seperti bunga telang, lemon, selasih, daun mint, air hangat, es batu, madu dan sendok serta gelas. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah siswa dan siswi SMK Farmasi Cut Mutia Kota Banda Aceh yang beranggotakan ± 23 orang.  Tingkat pengetahuan siswa dan siswi tentang healthy drink telang lemonade tergolong rendah yaitu 61,875% sehingga pelatihan ini perlu dilakukan agar siswa dan siswi mengetahui informasi lebih lanjut mengenai khasiat dan manfaat dari bunga telang, sedangkan tingkat kepuasan siswa dan siswi SMK Farmasi Cut Mutia Kota Banda Aceh terhadap kegiatan ini sebesar 100% yang artinya tergolong sangat tinggi. Kegiatan pengabdian ini berjalan dengan lancar dan tepat sasaran serta antusiasme siswa dan siswi terhadap kegiatan ini sangat tinggi. Oleh karena itu, penentuan sasaran dan pemilihan metode penyampaian sangat berpengaruh terhadap keberhasilan suatu kegiatan pengabdian.
ANALISIS NATRIUM BENZOAT PADA SIRUP PALA PRODUKSI KOTA TAPAKTUAN PROVINSI ACEH Irma Zarwinda; Elfariyanti; Safera Maulinda; Dwi Putri Rejeki
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v1i1.5

Abstract

Natrium benzoat merupakan garam natrium dari asam benzoat yang sering digunakan pada bahan makanan. Menurut Peraturan Kepala BPOM RI No. 36 tahun 2013, batas penggunaan natrium benzoat pada sirup adalah 5 mg/kg berat badan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan natrium benzoat dan kadarnya dalam sirup pala yang diproduksi di Kota Tapaktuan Provinsi Aceh. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan analisis kualitatif secara uji warna, dan kuantitatif secara spektrofotometri UVVis. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Akafarma dan Laboratorium Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala. Populasi dari penelitian ini seluruh sirup pala yang diproduksi di Kota Tapaktuan Provinsi Aceh. Pengambilan sampel dilakukan secara totally sampling. Sampel yang digunakan dalam Penelitian ini adalah sirup pala CR, MS, DN, UR, dan YN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel positif menggunakan bahan pengawet natrium benzoat pada masing-masing sirup pala. Kadar natrium benzoat yang didapatkan berturut-turut pada masing-masing sirup pala CR, MS, DN, UR, dan YN adalah 0,012 mg/kg, 0,012 mg/kg, 0,019 mg/kg, 0,022 mg/kg, dan 0,026 mg/kg berat badan. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan pengawet natrium benzoat pada sirup pala tersebut tidak melebihi ambang batas yang telah ditetapkan. Kata kunci: natrium benzoat, sirup pala, spektrofotometri UV-Vis.
Minuman es campur, Natrium Siklamat, Gravimetri ANALISIS NATRIUM SIKLAMAT PADA MINUMAN ES CAMPUR YANG DIJUAL DI PASAR KAMPUNG BARU KECAMATAN BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH: Analisis Natrium Siklamat Pada Minuman Es Campur Yang Dijual Di Pasar Kampung Baru Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh irma zarwinda; Merida Sasnita; Elfariyanti; Nurmalia Zakaria
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v1i2.16

Abstract

ABSTRAK Natrium siklamat merupakan pemanis buatan yang memiliki tingkat kemanisan 30 kali dari sukrosa. Menurut BPOM RI Nomor 4 Tahun 2014, batas penggunaan natrium siklamat sebesar 250 mg/Kg. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui natrium siklamat dan kadar pada es campur yang dijual di pasar Kampung Baru Kecematan Baiturrahman Kota Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik secara kualitatif (reaksi pengendapan) dan kuantitatif (metode gravimetri) yang dilakukan di Laboratorium Akafarma Banda Aceh. Sampel dalam penelitian ini adalah 5 minuman es campur yang diproduksi di pasar Kampung Baru,teknik pengambilan sampel dilakukan secaratotally sampling. Hasil uji reaksi pengendapan didapatkan adanya endapan putih pada semua sampel es campur,yang artinya positif mengandung natrium siklamat. Hasil uji kadar natrium siklamat pada es campur kode Ar, Br, Cn, Dn, dan Enberturut-turut adalah15.500 mg/Kg;8.620 mg/Kg;4.080 mg/Kg;8.440 mg/Kg; dan12.120 mg/Kg Berat Bahan. Kesimpulanya es campur yang dijual di pasar Kampung Baru Kecematan Baiturrahman Kota Banda Aceh mengandung natrium siklamat, dan kadarnyamelebihi ambang batas yang telah ditetapkan oleh BPOM RI No.4 Tahun 2014. Kata Kunci :Minuman es campur, Natrium Siklamat, Gravimetri
FORMULASI HARD CANDY DARI ASAM SUNTI irma zarwinda
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v2i1.34

Abstract

ABSTRAK Hard candy adalah jenis permen yang mempunyai tekstur keras dan tampak bening serta mengkilap, bahan utama dalam pembuatan hard candy adalah sukrosa, sirup glukosa dan air serta bahan tambahan lain sebagai perasa dan pewarna alami. Sebagai komponen perasa dan pewarna alami digunakan asam sunti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu permen keras dari formulasi hard candy dari asam sunti dengan variasi konsentrasi FI (5%), F2 (8%), dan F3 (11%) sesuai persyaratan SNI 3547.1:2008 tentang Kembang Gula Keras. Metode yang digunakan dalam penelitin ini adalah metode eksperimen laboratorium. Parameter uji mutu yang dilakukan meliputi uji organoleptik, uji kadar air, dan uji kadar abu. Hasil penelitian uji organoleptik ketiga formulasi hard candy ekstrak asam sunti FI, F2,dan F3, memiliki warna, rasa, dan bau sesuai persyaratan SNI 3547.1:2008. Hasil penelitian uji kadar air hard candy ekstrak asam sunti FI, F2,dan F3 berturut-turut adalah 0,55%, 0.84%, dan 0,97%, memenuhi syarat mutu kadar air yaitu tidak lebih dari 3,5%. Hasil pengujian kadar abu ketiga formulasi berturut-turut adalah 0,069%, 0,184%, dan 0,129%, sesuai persyaratan mutu kadar abu yaitu tidak lebih dari 2.0%. Dapat disimpulkan dari hasil uji mutu fisik tersebut memenuhi syarat mutu sesuai SNI 3547.1:2008 tentang Kembang Gula Keras. Kata Kunci : Hard Candy , Asam sunti, Formulasi,Sukrosa ABSTRACT Hard candy is a type of candy that has a hard texture and looks clear and shiny, the main ingredients in making hard candy are sucrose, glucose syrup and water as well as other additives as natural flavors and dyes. As a component of natural flavors and dyes in the manufacture of hard candy is sunti. This study aims to determine the quality of hard candy from the formulation of sunti acid with various concentrations of FI (5%), F2 (8%), and F3 (11%) according to the requirements of SNI 3547.1:2008 concerning Hard Sugar Confectionery. The method used in this research is a laboratory experimental method. Parameters of quality test carried out include organoleptic test, water content test, and ash content test. The results of the organoleptic test of the three hard candy formulations of sunti acid extract FI, F2, and F3, had color, taste, and odor according to the requirements of SNI 3547.1:2008. The results of the test of the water content of the sunti acid extract of hard candy FI, F2, and F3 respectively were 0.55%. 0.84%, and 0.97%, meet the quality requirements of water content, which is not more than 3.5%. The results of the ash content test of the three formulations were 0.069%, 0.184%, and 0.129%, respectively, according to the quality requirements of the ash content, which was not more than 2.0%. From the result of the quality test, it meets the requirements according to SNI 3547.1:2008 concerning Hard Sugar Confectionery. Keywords : Hard Candy, Sunti Acid, Formulation, Sucrosa
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL KULIT PISANG KEPOK (Musa balbisiana) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli Fauziah Fauziah; Yuni Dewi Safrida; Muhammad Azmi; Irma Zarwinda
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v2i2.65

Abstract

Tanaman yang berpotensi sebagai obat alami adalah pisang kepok (Musa balbisiana). Salah satu bagian pisang kepok yang dapat dipercaya memiliki efek farmakologis yaitu kulitnya karena mengandung senyawa aktif seperti Alkaloid, Saponin, Tanin, Flavonoid dan Kuinon dimana senyawa tersebut mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui berapa daya hambat dan konsentrasi optimum antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Pisang Kepok (Musa balbisiana) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia colidengan perlakuan konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh, pada bulan Maret – Mei 2022. Metode yang digunakan yaitu eksperimental secara Difusi Disk (cara cakram). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kulit Pisang Kepok yang diperoleh dari Pedagang gorengan di Ulee Kareng, dengan kriteria kulit yang diambil dalam keadaan berwarna kuning, teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%, zona hambat yang didapat berturut – turut sebesar 18 mm, 23 mm, 25 mm, dan 28 mm. Berdasarkan hasil maka dapat disimpulkan Ekstrak Etanol Kulit Pisang Kepok (Musa balbisiana) mampu menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli, dan hasil secara maksimal didapatkan pada konsentrasi 100 % dengan diameter zona hambat 28 mm.
UJI CEMARAN BAKTERI COLIFORM PADA AIR MINUM ISI ULANG DARI DEPOT AIR DI KELURAHAN LAMGAROT ACEH BESAR: UJI CEMARAN BAKTERI COLIFORM PADA AIR MINUM ISI ULANG DARI DEPOT AIR DI KELURAHAN LAMGAROT ACEH BESAR Hardiana Hardiana; Yuni Dewi Safrida; Irma Zarwinda
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v3i1.77

Abstract

Air minum isi ulang merupakan air yang telah melalui proses pengolahan yang berasal dari mataair dan telah melewati tahapan dalam membersihkan kandungan airnya. Mutu air sangatmenentukan kelayakan air tersebut dikonsumsi. Air yang dapat dikonsumsi yaitu air yang bebasdari jenis bakteri yang berbahaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya cemaranbakteri coliform di dalam air minum isi ulang di Kelurahan Lamgarot Aceh Besar. Penelitian inidilakukan menggunakan metode MPN. Sampel air minum isi ulang yang diambil yaitu dari 5depot air minum di Kelurahan Lamgarot Aceh Besar. Teknik pengambilan dilakukan secara totalsampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa pada uji praduga terhadap 5 sampel air minum isiulang semuanya positif bakteri coliform, dengan hasil indeks MPN yang ditunjukkan pada ujipenegasan yaitu pada sampel air minum A dan B (Rizka RO dan Dekya RO) dengan indeks MPN1898/100 ml, sampel air minum C (Riz Q RO) dengan indeks MPN 18/100 ml, sampel air minumD (Simpang 4 RO) dengan indeks MPN 15/100 ml, dan sampel air minum E (Ikhsan RO) denganindeks MPN 11/100 ml. Hasil ini menunjukkan semua sampel air minum isi ulang di KelurahanLamgarot Aceh Besar secara mikrobiologis tidak layak dikonsumsi karena tidak memenuhipersyaratan Permenkes RI Nomor 429/MENKES/PER/IV/2010 yaitu 0/100 ml atau harus bebasdari mikroorganisme pathogen yang biasanya berasal dari tinja
PEMBUATAN KERTAS INDIKATOR ALAMI DARI EKSTRAK BUAH JAMBLANG SEBAGAI PENENTU SIFAT ASAM DAN BASA SUATU LARUTAN: PEMBUATAN KERTAS INDIKATOR ALAMI DARI EKSTRAK BUAH JAMBLANG SEBAGAI PENENTU SIFAT ASAM DAN BASA SUATU LARUTAN Azmalina Adriani; Arina Ahsana; Irma Zarwinda; Irfan Mustafa
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v3i1.79

Abstract

Buah Jamblang merupakan buah yang memiliki warna ungu tua, warna ungu pada buah disebabkan oleh antosianin, antosianin merupakan pembentuk pigmen warna merah, ungu dan biru pada tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai indikator alami, yang dapat menggantikan indikator sintesis seperti Methyl orange, Phenolthalein dan Metil merah. Penelitian ini bertujuan untuk membuat kertas indikator asam basa dari ekstrak buah jamblang sebagai pengganti indikator lakmus. Metodelogi penelitian ini adalah Eksperimental Laboratorium. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia Akafarma Banda Aceh pada bulan Mei 2022. Pengambilan sampel secara total sampling dengan ekstrak buah jamblang yang diperoleh dengan cara maserasi menggunakan etanol 96% sebagai pelarut. Indikator dibuat dari kertas saring yang dicelupkan dalam ekstrak buah jamblang dan dikeringkan. Dilakukan pengujian ekstrak buah jamblang pada sampel jeruk nipis, sprite, cuka, shampo, detergen dan baking soda. Dari hasil diperoleh kertas indikator ekstrak buah jamlang mengalami perubahan warna seperti sprite merah keungguan, jeruk nipis merah, cuka unggu, shampo biru, detergen unggu kebiruan serta baking soda berwarna kuning kehijauan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kertas indikator dari ekstrak buah jamblang dapat digunakan sebagai kertas indikator alami dalam penentuan asam basa.