Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Status Konservasi Ikan Terancam Punah yang Diperdagangkan Keluar Kota Sorong (Studi Kasus: Ikan Hiu Berdasarkan Identifikasi di Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Sorong) Vista Dhea Nurastri; Ilham Marasabessy
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan Vol 3 No 1 (2021): JURNAL RISET PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.477 KB)

Abstract

Usaha perikanan hiu di wilayah Indonesia timur (Provinsi Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat) dari tahun ketahun mengalami peningkatan, karena memiliki nilai ekonomis tinggi. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui komoditi produk, spesies dominan dan status konservasi ikan hiu yang diperdagangkan keluar Kota Sorong. Manfaatnya dapat menjadi bahan informasi bagi stakeholders yang memanfaatkan jenis ikan hiu dan sebagai pertimbangan dalam pengambilan kebijakan perdagangan hiu secara nasional. Identifikasi dilakukan melalui foto ID (identifikasi berdasarkan foto) pada sirip punggung pertama, sirip dada, dan sirip ekor bagian bawah. Hasil identifikasi disandingkan dengan secondary data (kajian, riset dan log book lalulintas perdagangan) hiu yang keluar dari Kota Sorong. Analisis deskriptif kualitatif menggunakan aplikasi Microsoft excel dengan membuat tabulasi data klasifikasi jenis, ukuran, berat dan status konservasi dalam bentuk matrik. Komoditi hiu yang diperdagangkan keluar Kota Sorong terdiri dari 4 produk yaitu, sirip, daging, kulit, tulang dan minyak. Produk terbanyak hiu kenjen/lanjaman (Carcharhinus falciformis) dan paling rendah hiu garuda/monas (Hemipristis elongata). Status konservasi (IUCN Red List) ikan hiu yang di perdagangkan keluar Kota Sorong pada bulan November 2020 termasuk dalam kategori Endangered (EN) 1 spesies, Vulnerable (VU) 1 spesies, 7 spesies Near Threatened (NT) dan 2 spesies berada dalam kategori Data Deficient (DD).
Keadaan Sosial dan Ekonomi Nelayan Ikan Karang Kampung Malaumkarta Distrik Makbon Kabupaten Sorong Papua Barat Muhammad Iksan Badarudin; Ilham Marasabessy; Fernando PB Sareo
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan Vol 3 No 2 (2021): JURNAL RISET PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.833 KB)

Abstract

Perairan Pulau Um di Kampung Malaumkarta secara geografis berada di Utara Papua Barat, termasuk dalam kawasan segi tiga terumbu karang dunia (coral triangle), tentunya memiliki potensi keanekaragaman sumberdaya alam laut yang besar. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keadaan sosial dan ekonomi nelayan ikan karang di Kampung Malumkarta, harapannya dapat melengkapi data base dalam upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan tradisional. Pengambilan data primer dilakukan melalui observasi secara langsung (insitu) di lokasi kajian, meliputi aspek sosial dan ekonomi nelayan ikan karang. Menggunakan analisis deskriptif evaluative untuk mengukur keadaan sosial dan mengetahui tingkat ekonomi melalui analisis keuntungan yaitu total penerimaan dikurangi total biaya. Kehidupan sosial dan ekonomi rumahtangga nelayan ikan karang di Kampung Malaumkarta relatif rendah, secara umum masyarakat sangat menggantungkan kehidupannya pada pemanfaatan sumberdaya perikanan. Asumsi nilai total keuntungan nelayan ikan karang selama bulan Agustus – September 2020 sebesar, Rp. 1.263.750,-. Potensi sumberdaya ikan karang di perairan Pulau Um relatif  baik dan memiliki kontribusi bagi peningkatan perekonomian nelayan lokal.
Konektivitas Upaya dan Hasil Penangkapan Ikan di Pulau Soop Kota Sorong Papua Barat Mohamad Iksan Badarudin; Ilham Marasabessy; Supriadi Supriadi
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan Vol 4 No 1 (2022): JURNAL RISET PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.265 KB) | DOI: 10.33506/jrpk.v4i1.1681

Abstract

Pemanfaatan sumberdaya perairan laut di Pulau Soop mengalami dinamika yang cenderung berubah dari masa ke masa. Penelitian bertujuan mengetahui konektivitas usaha dan hasil tangkapan ikan di perairan laut Pulau Soop untuk pengembangan sektor kelautan dan perikanan secara berkelanjutan. Analisis CPUE (catch per unit effort). Data penginderaan jauh menggunakan peta citra satelit landsat 8, peta Badan Informasi Geospasial, untuk mengetahui keadaan geografis dan potensi ekologi Perairan Pulau Soop. Analisis deskriptif kuantitatif dibuat untuk menjelaskan dinamika perikanan skala kecil dalam prespektif pengelolaan berkelanjutan yang berkembang di Pulau Soop, analisis pemetaan menggunakan perangkat lunak Arcmap Gis 10.3.1 dibuat untuk memperoleh peta lokasi berdasarkan kajian terkait potensi perikanan pada usaha perikanan nelayan Pulau Soop. Parameter CPUE dianalisis untuk menduga potensi lestari perikanan skala kecil. Maximum Sustainable Yield (MSY) di perairan laut di Pulau Soop selama tahun 2016 – 2019 sebesar 3.802.50 ton per tahun, dengan jumlah tangkapan yang diperbolehkan sebesar 3.042.00 ton/tahun (80% dari MSY). Selama satu tahun jumlah trip upaya tangkapan tidak boleh melebihi 195.000.00 trip.
Tingkat Kerapatan dan Tutupan Relatif Mangrove di Taman Wisata Klawalu Kota Sorong Papua Barat Ilham Marasabessy; Iksan Badarudin; Aswin Rumlus
Grouper: Fisheries Scientific Journal Vol 12, No 1 (2021): Grouper : Jurnal Ilmiah Fakultas Perikanan Universitas Islam Lamongan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v12i1.76

Abstract

Taman wisata mangrove kalawalu berada di selatan kota Sorong, memiliki luas area wisata sebesar 1 ha. Dinamika ekologi dan karakteristik mangrove klawalu belum banyak diketahui. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kerapatan dan tutupan jenis mangrove di kawasan wisata klawalu, diharapkan dapat menjadi informasi dalam pengelolaan kawasan wisata mangrove klawalu. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai September 2019, di taman wisata mangrove Klawalu Kota Sorong. Pengamatan mangrove dilakukan secara insitu pada 2 lokasi yaitu, stasiun area wisata exsisting dan di luar area wisata. Menggunakan metode transek kuadran dengan variasi ukuran sesuai kebutuhan pengambilan data. Menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, untuk menghitung kerapatan dan tutupan relatif mangrove juga merujuk pada matrik kesesuaian kawasan ekowisata bahari.  Mangrove di kedua stasiun, secara umum tumbuh dalam zonasi homogen. Terdapat 4 jenis mangrove dalam satu zonasi yaitu, Rhizophora apiculata, Rhizophora stylosa, Avicennia alba dan Avicennia lanata. Tergolong tipe mangrove sejati, memiliki karakteristik perpaduan antara zonasi mangrove tengah dan payau. Keragaman mangrove rendah, namun memiliki kerapatan dan tutupan relatif tinggi. Kerapatan mangrove tertinggi berada di luar kawasan wisata, sebesar 4473 m2 (66.04%) dari spesies Rhizopora dan kerapatan terendah Avicenia sebesar 1751 m2 (33.06%). Tutupan relatif mangrove, tertinggi Rhizopora, sebesar 800 m2 (65.71%), sedangkan tutupan terendah Avicenia sebesar 367 m2 (34.29%). Kerapatan di area wisata exsisting, tertinggi sebesar 784 m2 (69.23%) untuk spesies Rhizopora dan terendah Avicenia sebesar 466 m2 (30.77%). Tutupan mangrove tertinggi dari spesies Rhizopora sebesar 300 m2 (56.02%) dan terendah Avicenia sebesar 200 m2 (43.08%). Katakunci: Mangrove, wisata,  pesisir, zonasi
Kajian Geomorfologi Kawasan Wisata Batu Lubang Ahmad Fahrizal; Ilham Marasabessy; Ilham Ilham; Neneng S. Kalidi; Neil A. Fonataba
Jurnal Airaha Vol 11 No 01: June 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1278.669 KB) | DOI: 10.15578/ja.v11i01.285

Abstract

Batu Lubang Village has now become a tourist village, several coastal areas in this village have characteristics that can be an attraction for tourists with all the characteristics, beauty and authenticity of the environment, namely underwater life in the waters, the shape of the beach with beach sand, waterfalls. , caves, etc.), coastal forests which have a rich variety of plants, birds and other animals. This study aims to identify the geomorphological conditions of the Batu Hole Pantai tourist area as a first step to determine the characteristics of the Batu Hole Pantai tourist area, Makbon District, Sorong Regency. This research was conducted in the village of Batu Hole Beach in August-September. Geomorphological parameters discussed include beach type, beach width and length, land cover, beach slope, and water depth. Analysis of the data used is based on Geographic Information Systems (GIS). The results of the data were analyzed descriptively qualitatively. The results showed that the characteristics of Batu Hole tourism have beach types from sandy to rocky, beach width of more than 15 meters, flat beach slope, land cover in the form of open land, mangroves, and near coconut trees, depth of coastal waters including shallow category, and basic substrate. The waters vary from sandy, loam to sandy and rocky.
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT KEPULAUAN AYAU KABUPATEN RAJA AMPAT TERHADAP KESELAMATAN PELAYARAN DI ALUR PELAYARAN SEMPIT Siswanto Siswanto; Arief Nashrul Firdani; Lay Tjarles; Muji Setiyono; Alfian Jainul Cahya; Ilham Marasabessy; Yuniar Ayu Hafita; Heri Sutanto; Moejiono Moejiono; I Komang Hedi P; Marcelinus Petrus Saptono; Johanes Ohoiwutun; Sony Rumalutur
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol 23, No 1 (2022): September
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4289.859 KB) | DOI: 10.33556/jstm.v23i1.329

Abstract

Kepulauan Ayau merupakan salah satu pulau terluar yang ada di Indonesia berada di bagian Indonesia Timur yang berada di bagian utara dari Provinsi Papua Barat. Sulitnya akses menuju ke kepulauan Ayau selain dari jaraknya yang jauh dari Pulau Waigeo juga terdapat karang-karang laut indah yang mengelilingi kepulauan Ayau. Karang-karang tersebut menyebabkan kapal harus berhati-hati untuk masuk kedalam perairan kepulauan Ayau ketika melewati alur pelayaran sempit untuk dapat sandar di pulau Abidon. Penelitian ini menggunakan analisa fishbone dalam menentukan faktor – faktor penunjang keselamatan pelayaran di alur pelayaran sempit kepulauan Ayau.  Alur pelayaran dikepulauan Ayau tidak terdapat buoy sebagai rambu pemandu pada alur pelayaran sempit. Upaya yang dilakukan oleh masyarakat sekitar terhadap keselamatan pelayaran adalah memasang ranting kayu pada batu karang yang dangkal sebagai penanda alur pelayaran. Kearifan lokal yang peduli dengan keselamatan pelayaran ini berharap bisa memandu kapal untuk bisa mampir dan menunjukan keindahan karang laut di kepulauan Ayau.
Kerentanan Pandemi Covid-19 Pada Sektor Perikanan Skala Kecil (Studi Kasus: Nelayan Jembatan Puri Klaligi Kota Sorong) Yudha Tambay; Iksan Badarudin; Ilham Marasabessy; Ellen Loupatty; Reiner B. Hitalessy
Jurnal Riset Perikanan dan Kelautan ##issue.vol## 4 ##issue.no## 2 (2022): JRPK
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jrpk.v4i2.2089

Abstract

Pandemi covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini dan berimplikasi terhadap sektor kelautan dan perikanan, hal ini mengakibatkan terjadi penurunan pendapatan secara kolektif bagi pelaku usaha dan khususnya bagi masyarakat pesisir yang berprofesi sebagai nelayan dan melakukan penangkapan ikan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari (subsisten). Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui kerentanan pandemi covid-19 di wilayah pesisir khususnya nelayan jembatan puri Klaligi serta mengetahui strategi yang tepat untuk meningkatkan perekonomian nelayan jembatan puri Klaligi di masa normal baru. Analisis yang digunakan adalah analisis Skala likert dan analisis usaha pendapatan dengan menggunakan Regresi linier sederhana. Hasil dari penelitian didaptakan bahwa kerentanan pandemi di wilayah pesisir khususnya nelayan RT I RW V jembatan puri kelurahan Klaligi termasuk tinggi karena tingkat kasus terkonfirmasi positif terbanyak pada distrik Sorong manoi, 11 responden masuk kedalam kategori sangat rendah dengan interval ≤ 80 dan responden sebanyak 60% mengatakan pelaksanaan protokol kesehatan kurang baik diterapkan oleh masyarakat nelayan. Diperoleh hubungan linier antara modal usaha dan pendapatan nelayan dengan persamaan liniernya y = 128.58 + 1.6311X, sehingga strategi yang tepat untuk meningkatkan perekonomian nelayan jembatan puri di masa normal baru, pihak pemerintah memberikan bantuan stimulus modal usaha dan mengadakan pelatihan pragmatis penangkapan ikan dan pengolahan hasil tangkapan guna peningkatan pengetahuan dan keahlian nelayan yang diadakan oleh dinas kelautan dan perikanan kota sorong.
Penilaian EAFM pada Domain Teknik Penangkapan Ikan di Pulau Sangat Kecil Terluar dan Terdepan Indonesia (Studi Kasus Gugus Pulau Ayau,Raja Ampat) Ilham Marasabessy; Vicky Rizky A. Katili; Muhamad Ali Ulat; Kadarusman Kadarusman; Amir Mahmud Suruwaky; Ismail Ismail; Mohamad Iksan Badarudin; Roger Tabalessy; Dwi indah widyayanti; Siswanto siswanto
JURNAL ENGGANO Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.7.2.156-174

Abstract

Management and utilization of the fisheries resources in the Indonesia”s outermost tiny island, became a crucial concern, in order to ensure the economic improvement of the local communities and the sustainability of the ecosystem. This study aims to determine the value of the status of fisheries resources in the domain of fishing techniques across the Ayau Archipelago. Evaluation of EAFM implementation status is carried out by the adding up of the scores for each criterion and then dividing by the number of indicators. The index score is obtained from the average value of the flag model in the fishing technique domain. The total index value obtained is then analyzed using a multi-criteria system comparing the total index value of all attributes/indicators with the maximum total index. Arcmap GIS 10.3.1 for mapping was made to obtain the coordinates and area of the island. The results analysis of the composite value EAFM is 68.8%. Our Analysis also indicate that fishing capacity and fishing effort as well as crew certification of fishing boat have low scores with the index values of 315 and 60 respectively. Howover, small scale fisheries management in the Ayau archipelago attracts much special attention from related sectors for further improvement.  the management of small-scale fisheries in the Ayau Islands from a technical and implementation point of view needs to be improved.
PENINGKATAN NILAI JUAL IKAN ASIN DI PULAU RENI, DISTRIK KEPULAUAN AYAU, KABUPATEN RAJA AMPAT, PAPUA BARAT: THE INCREASING SALE VALUE OF SALTED FISH IN RENI ISLAND, AYAU ISLANDS DISTRICT, RAJA AMPAT DISTRICT, WEST PAPUA Asthervina Widyastami Puspitasari; Agung Setia Abadi; Kadarusman Kadarusman; Mustamir Kamaruddin; Marcelinus Petrus Saptono; Charliany Hetharia; Ivonne M. Leiwakabessy; Nasrul Fauzi; Ilham Marasabessy; Ratna Ratna; Luluk Suryani; Roger R. Tabalessy; Ernawati Ernawati
Buletin SWIMP Vol 3 No 01: MAY 2023
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bs.v3i02.51

Abstract

Lack of technical knowledge about salted fish packaging causes the selling price of salted fish on Reni Island to be low. Salted fish is a flagship product in Reni Island. This aims of this program to provide additional knowledge and skills for the community, especially housewives on Reni Island regarding the handling and packaging of salted fish. This activity was held on October 14, 2021 on the coast of Reni, Ayau Islands, Raja Ampat Regency, West Papua Province in collaboration between 10 (ten) universities in the Sorong Raya area (DIKTISORAYA Forum). The methods used include lectures, training, and discussions. Procedures for handling and packaging salted fish include: sorting fish by type and size; weighing; labeling and packaging. Salted fish handling and packaging activities run smoothly, efficiently and effectively. The suggestions for community service that should be done on Reni Island are offline and online marketing training and microeconomic management as a trigger for improving the welfare of the people of Reni Island.