Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

The Importance of Problem Based Learning Electronics Teaching Materials in Class 5 Types of Business Materials Ariffudin, Nurul; Asih, Puji; Asna, Rosida; Indrapangastuti, Dewi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.447 KB) | DOI: 10.20961/shes.v6i1.71196

Abstract

Rasa cepat bosan yang dialami siswa merupakan salah satu permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran materi jenis-jenis usaha dikarenakan kurang menariknya bahan ajar yang disajikan dalam pembelajaran oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan solusi dari rasa cepat bosan pada siswa dalam kegiatan belajar mengajar dan mengetahui hasil belajar setelah menggunakan bahan ajar elektronik berbasis PBL pada siswa kelas 5 materi jenis-jenis usaha. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi literatur. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan bahan ajar elektronik berbasis PBL pada siswa kelas 5  IPS materi jenis-jenis usaha merupakan salah satu solusi dari permasalahan rasa cepat bosan pada siswa ketika mengikuti kegiatan belajar mengajar. Bahan ajar elektronik berbasis PBL juga dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan pemahaman siswa kelas 5 terhadap materi jenis-jenis usaha. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahan ajar elektronik berbasis PBL pentinguntuk diterapkan pada pembelajaran kelas 5 materi jenis-jenis usaha.
The Role of Project Based Learning (PjBL) in Improving Elementary School Students Fathonah, Resyka Alifa; Handayani, Teni Okty; Indrapangastuti, Dewi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.644 KB) | DOI: 10.20961/shes.v6i1.71114

Abstract

Project Based Learning merupakan model pembelajaran yang menjadikan yang menjadikan peserta didik sebagai subjek atau pusat pembelajaran, menitikberatkan proses pembelajaran yang memiliki hasil akhir berupa produk. Peserta didik diberi kebebasan untuk menentukan aktivitas belajarnya sendiri, pembelajaran secara kolaboratif sampai diperoleh hasil berupa produk dengan pembelajaran yang berbasis produk siswa akan lebih aktif belajar dan mengeksplorasi dalam belajar. Kemampuan siswa dalam berpikir kritis yang akan membantu dalam tumbuh kembang siswa saat belajar. Tujuan artikel ini dilakukan untuk mengkaji peran model Project Based Learning dalam kemampuan belajar siswa di Sekolah Dasar. Penelitian ini termasuk kedalam metode yang mengkaji artikel ilmiah dari berbagai jurnal, teknik pengumpulan data ini menggunakan teknik studi pustaka dengan mengkaji berbagai literatur. Hasil penelitian ini menunjukan dari berbagai jurnal dan artikel bahwa model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan belajar siswa. Keberhasilan belajar siswa dapat dipandang dari dua sisi, yaitu dari sisi siswanya itu sendiri dan dari sisi gurunya. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu peran model pembelajaran Project Based Learning mampu meningkatkan belajar siswa Sekolah Dasar.
Teacher Professionalism and Challenges in Facing an Independent Curriculum Ditya, Ragil Anin; Putri, Sheila Yuliantono; Salsabilla M. W., Tiara; Indrapangastuti, Dewi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.713 KB) | DOI: 10.20961/shes.v6i1.71179

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan hakikat guru yang profesional serta tantangan guru dalam menghadapi kurikulum merdeka. Prosedur penelitian ini meliputi (1) Menganalisis masalah penelitian, (2) Menentukan kata kunci sesuai dengan topik penelitian, (3) Memilih literatur acuan yang digunakan dalam penelitian. (4) Memilih istilah yang sesuai dengan bidang kajian, dan (5) Melakukan pencarian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa profesionalitas guru merupakan tanggung jawab yang melekat pada guru, dan dapat direalisasikan untuk mengembangkan potensi dalam dirinya. Terdapat 16 pilar yang menekankan sikap dan perilaku pendidik untuk mengembangkan potensi dirinya, kurikulum merdeka menguatkan orientasi pengembangan karakter dan kompetensi melalui penyederhanaan konten dan pemberian fleksibilitas, dalam pelaksanaan kurikulum merdeka guru dituntut untuk melek akan teknologi, dan menjadi guru kreatif dan inovatif, tantangan yang harus dihadapi guru meliputi kesiapan pendidik dan kesiapan peserta didik. Kurikulum merdeka menguatkan orientasi pengembangan karakter dan kompetensi melalui penyederhanaan konten dan pemberian fleksibilitas. Terdapat 16 pilar yang menekankan sikap dan perilaku guru untuk mengembangkan potensi peserta didik. Dalam pelaksanaannya dibutuhkan guru yang profesional, karena kurikulum merdeka menuntut guru untuk melek teknologi, mengajar sesuai dengan pencapaian dan perkembangan peserta didik, guru harus saling meningkatkan value dirinya, serta harus menjadi guru yang kreatif dan inovatif. Tantangan yang dihadapi guru meliputi kesiapan pendidik dan kesiapan peserta didik.
Permasalahan Konseptual dan Kontekstual dalam Pembelajaran Bangun Datar di Sekolah Dasar: Sebuah Kajian Literatur Restiani, Ning Dainty; Indrapangastuti, Dewi; Wahyudi, Achmad Basari Eko
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.107685

Abstract

Pembelajaran bangun datar di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membangun dasar pemahaman geometri dan kemampuan berpikir spasial siswa. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai permasalahan baik secara konseptual maupun kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan dalam pembelajaran bangun datar serta menggali pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas pengajaran bangun datar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur yang dianalisis secara tematik melalui sintesis berbagai sumber ilmiah dari database bereputasi dalam rentang tahun 2021-2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang masih berpusat pada guru, minimnya penggunaan media konkret dan interaktif, serta kurangnya integrasi konteks kehidupan sehari-hari menjadi faktor utama yang menghambat pemahaman siswa. Sebagai solusi, beberapa strategi yang direkomendasikan antara lain penggunaan media manipulatif dan digital interaktif, penerapan model pembelajaran kontekstual dan berbasis proyek, serta penguatan pelatihan guru dalam merancang pembelajaran geometri yang bermakna dan sesuai tahap perkembangan kognitif siswa. Simpulan dari kajian ini menegaskan pentingnya pembelajaran yang bersifat aktif, kontekstual, dan berbasis pengalaman nyata untuk meningkatkan pemahaman konseptual siswa terhadap bangun datar di sekolah dasar.
Analisis Problematika Pembelajaran Bangun Ruang dan Alternatif Strategi Pemecahannya dalam Pelajaran Matematika di Sekolah Dasar Hilmawan, Adiyatma Zaki Nabil; Fauzi, Aditya Zaki Gemawan; Hartini, Kristina Aspri; Indrapangastuti, Dewi; Wahyudi, Achmad Basari Eko
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107316

Abstract

Understanding the foundational concepts and dimensions of geometric solids represents a critical component of mathematical competency at the elementary education level. However, numerous studies have consistently reported that students continue to experience significant challenges in grasping the properties and structures of three-dimensional figures. This article aims to investigate the recurring obstacles encountered in teaching spatial geometry at the elementary school level and to explore evidence-based pedagogical strategies to address them, drawing upon findings from prior scholarly research. The method used is a systematic literature study of scientific articles published between 2016 and 2025, with inclusion criteria being articles discussing difficulties in learning mathematics in elementary schools, particularly on the topic of geometric shapes, and published in nationally or internationally accredited journals. Exclusion criteria include articles that are not relevant to the focus of geometric shapes, not based on empirical research, or not available in full text. Articles were searched using the keywords: "learning difficulties", "elementary school mathematics", and "geometric shapes". The results of the study indicate that students' difficulties in learning geometric shapes are closely related to a weak understanding of basic concepts, misconceptions about mathematical terms, low learning motivation, and the lack of optimization of the use of learning media. Several recommended strategies to overcome these problems include: (1) the use of interesting and concrete learning media; (2) strengthening basic concepts before students are introduced to more complex concepts; (3) the application of active and enjoyable learning methods; (4) increasing students' active involvement in the learning process; and (5) the use of visual, narrative, and exploratory educational media, such as Pop-Up Books and math comics. This study is expected to be the basis for designing a more effective and enjoyable learning activity approach to introduce the concept of spatial shapes to students at elementary school level.Penguasaan terhadap konsep dan ukuran bangun ruang termasuk kompetensi dasar esensial pada kegiatan belajar matematika di jenjang sekolah dasar. Berbagai temuan penelitian menunjukkan bahwa siswa masih mengalami hambatan yang cukup signifikan dalam memahami materi ini. Studi ini dirancang untuk melakukan identifikasi serta analisis mendalam terhadap permasalahan yang timbul dalam pembelajaran bangun ruang di tingkat sekolah dasar, serta mengeksplorasi strategi alternatif yang dapat diterapkan untuk mengatasinya berdasarkan temuan-temuan studi sebelumnya. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis terhadap artikel-artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam kurun waktu 2016 hingga 2025, dengan kriteria inklusi berupa artikel yang membahas kesulitan pembelajaran matematika di sekolah dasar, khususnya pada topik bangun ruang, dan dipublikasikan dalam jurnal terakreditasi nasional atau internasional. Kriteria eksklusi mencakup artikel yang tidak relevan dengan fokus bangun ruang, tidak berbasis penelitian empiris, atau tidak tersedia dalam teks lengkap. Artikel ditelusuri menggunakan kata kunci: “kesulitan pembelajaran”, “matematika sekolah dasar”, dan “bangun ruang”.  Hasil kajian menunjukkan bahwa kesulitan siswa dalam mempelajari bangun ruang berkaitan erat dengan lemahnya pemahaman terhadap konsep dasar, miskonsepsi terhadap istilah matematika, rendahnya motivasi belajar, serta kurangnya optimalisasi penggunaan media pembelajaran. Beberapa strategi yang direkomendasikan untuk mengatasi permasalahan tersebut antara lain: (1) pemanfaatan media pembelajaran yang menarik dan bersifat konkret; (2) penguatan konsep dasar sebelum siswa dikenalkan pada konsep yang lebih kompleks; (3) penerapan metode pembelajaran yang aktif dan menyenangkan; (4) peningkatan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran; serta (5) penggunaan media edukatif berbasis visual, naratif, dan eksploratif, seperti Pop-Up B,ok dan komik matematika. Kajian ini diharapkan menjadi landasan dalam merancang pendekatan kegiatan belajar yang lebih efektif dan menyenangkan guna memperkenalkan konsep bangun ruang kepada siswa di jenjang sekolah dasar.
Analisis Implementasi Model Kooperatif Tipe STAD dalam Pembelajaran IPAS untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Rahmadhani, Setiyawati; Indrapangastuti, Dewi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107438

Abstract

Education is a crucial element in developing human resources; however, IPAS (Science and Social Studies) learning in elementary schools often faces challenges, such as limited instructional innovation and low student concentration. The cooperative learning model Student Team Achievement Division (STAD) offers a promising alternative as it promotes collaboration, creativity, and critical thinking. This study aims to analyze the implementation of the STAD model in IPAS learning through a literature review. A total of 20 sources published between 2020 and 2025 were systematically analyzed. The findings indicate that the STAD model is effective in improving students’ learning outcomes, motivation, attitudes, and knowledge, while also significantly enhancing students’ skills such as communication, collaboration, and independence. Moreover, the model contributes to creating an active, interactive, and enjoyable learning environment. The implementation of the STAD cooperative learning model in IPAS education at the elementary school level shows a significant improvement in various aspects of student learning outcomes. It is recommended that this research be continued by examining the factors that influence the successful implementation of the STAD model in a broader context.Pendidikan adalah elemen krusial untuk mengembangkan sumber daya manusia, namun pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar kerap menghadapi tantangan, seperti rendahnya inovasi pembelajaran dan kurangnya konsentrasi siswa. Model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) menjadi alternatif yang potensial karena mendorong kerja sama, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model STAD dalam pembelajaran IPAS melalui studi literatur. Sebanyak 20 literatur dari tahun 2020–2025 dianalisis menggunakan pendekatan sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa model STAD efektif dalam meningkatkan hasil belajar, motivasi, sikap, pengetahuan, serta secara signifikan mengembangkan keterampilan siswa seperti komunikasi, kolaborasi, dan kemandirian. Selain itu, model ini turut membentuk lingkungan belajar yang aktif, interaktif, dan menyenangkan. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam berbagai aspek hasil belajar siswa. Disarankan agar penelitian ini dapat dilanjutkan dengan mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi model STAD dalam konteks yang lebih luas.
Analisis Problematika Pembelajaran Bilangan Pecahan dan Alternatif Strategi Pemecahannya di Sekolah Dasar Indrapangastuti, Dewi; Sari, Novita Riana; Wahyudi, Achmad Basari Eko
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107402

Abstract

Mathematics instruction on fractional numbers in elementary schools often poses significant challenges for students due to its abstract nature and limited connection to real-life contexts. These difficulties contribute to poor conceptual understanding and low academic performance among students. This study aims to analyze the problems encountered in the teaching of fractions and to formulate alternative strategies to address them. The research adopts a qualitative descriptive design using a literature review method. The subjects of this study are elementary school students. Data were collected through an extensive review of 14 scientific journals, reference books, and relevant research reports published within the last ten years. The analysis was carried out systematically through stages of abstract screening, comprehensive reading of selected literature, and extraction of relevant information based on the study’s thematic focus. The findings reveal that students’ difficulties in learning fractions are influenced by three main factors: weak understanding of basic fractional concepts, limited instructional methods and media employed by teachers, and psychological and environmental factors that hinder the learning process. Recommended alternative strategies include the implementation of Problem-Based Learning (PBL), the Realistic Mathematics Education (RME) approach, the use of concrete materials and educational games, and the active involvement of parents in supporting the learning process. Innovative, contextual, and interactive instructional approaches have proven effective in enhancing students’ conceptual understanding of fractions in a more meaningful and applicable manner.Pembelajaran matematika pada materi bilangan pecahan di sekolah dasar seringkali menimbulkan kesulitan bagi siswa karena sifatnya yang abstrak dan minimnya keterkaitan dengan konteks nyata. Kesulitan ini berdampak pada rendahnya pemahaman konsep dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika dalam pembelajaran bilangan pecahan serta merumuskan alternatif strategi pemecahannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan metode kajian pustaka. Subjek penelitian adalah siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek kajian adalah siswa sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui penelusuran pustaka dari 14 jurnal ilmiah, buku referensi, dan laporan penelitian yang relevan dalam rentang waktu tahun 2017-2025. Proses analisis dilakukan secara sistematis melalui tahapan telaah abstrak, pembacaan menyeluruh terhadap literatur terpilih, dan penarikan informasi berdasarkan fokus kajian, Hasil kajian menunjukkan bahwa kesulitan siswa dalam pembelajaran pecahan dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu: lemahnya pemahaman konsep dasar pecahan, keterbatasan metode dan media pembelajaran yang digunakan guru, serta faktor psikologis dan lingkungan belajar yang kurang mendukung. Alternatif strategi yang direkomendasikan meliputi penerapan model Problem-Based Learning (PBL), pendekatan Realistic Mathematics Education (RME), penggunaan media konkret dan permainan edukatif, serta keterlibatan orang tua dalam mendukung proses belajar. Pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan interaktif terbukti dapat meningkatkan pemahaman konsep pecahan secara lebih bermakna dan aplikatif bagi siswa sekolah dasar.
Pendampingan Penyusunan Bestpractice Untuk Guru Sekolah Dasar Wahyudi, Achmad Basari Eko; Indrapangastuti, Dewi; Wijayanti, Murwani Dewi; Wahyono, Wahyono
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 11, No 1 (2023): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v11i1.64909

Abstract

Di kecamatan Mirit masih dijumpai guru yang mengalami kesulitan dalam melakukan praktik terbaik pembelajaran, sehingga diperlukan upaya untuk menumbuhkan sikap dan ketrampilan menulis untuk guru. Untuk keperluan tersebut, tim pelaksana melakukan kegiatan PKM yang bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas bestpractice yang disusun oleh guru-guru SD di Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen, dan respon peserta sebagai khalayak sasaran adalah 33 orang kepala sekolah dan guru SD. Materi tentang konsep bestpractice disampaikan dengan setting lecture dan whole class discussion, kemudian dilanjutkan dengan workshop penyusunan bestpractice. Secara umum peserta merespon positif karena 33 peserta (100%) menyatakan bahwa kegiatan pendampingan ini sangat bermanfaat, meskipun waktunya terlalu singkat.
Pengembangan E-modul IPAS Berbasis Kearifan Lokal Melalui Media Heyzine Flipbook untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis pada Siswa Kelas V Sari, Novita Riana; Suryandari, Kartika Chrysti; Indrapangastuti, Dewi
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 2 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i2.88675

Abstract

Pembelajaran dengan mengintegrasikan kearifan lokal penting dilakukan untuk mengenalkan kearifan lokal yang ada di lingkungan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kebutuhan siswa terhadap e-modul berbasis kearifan lokal, (2) Menguji keBaikan e-modul berbasis kearifan lokal, (3) menganalisis keefektifan penggunaan e-modul berbasis kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan metode R&D dengan model ADDIE (analyze, design, development,implementation, evaluation). Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi, angket, dan tes (pretest dan posttest). Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu analisis data kuantitatif, kualitatif, dan uji keefektifan (N-gain dan effect size). Hasil penelitian yaitu pengembangan e-modul IPAS berbasis kearifan lokal melalui tahapan model ADDIE. E-modul IPAS berbasis kearifan lokal ini berhasil dikembangkan, dibuktikan dengan hasil penilaian dari para ahli diperoleh kesimpulan bahwa e-modul IPAS berbasis kearifan lokal yang dikembangkan telah memenuhi kriteria yaitu minimal “Baik”. Hasil perhitungan N-gain pada kelas eksperimen sebesar 76% dengan klasifikasi tinggi. Hasil perhitungan effect size 1,32 dengan klasifikasi sangat besar,dan perbandingan persentase rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa kelas eksperimen lebih tinggi dari siswa kelas kontrol. Kesimpulan pada penelitian dan pengembangan ini e-modul IPAS berbasis kearifan lokal Baik digunakan dalam pembelajaran dan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada siswa kelas V.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dengan Media Keranjang Asyik untuk Meningkatkan Pembelajaran Matematika tentang Perkalian BIilangan Cacah Pada Siswa Kelas IIA SDN 2 Pejagoan Tahun Ajaran 2023/2024 Anin Ditya, Ragil; Wahyudi, Wahyudi; Indrapangastuti, Dewi
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 12, No 3 (2024): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v12i3.85998

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan media keranjang asyik, (2) meningkatkan pembelajaran matematika tentang perkalian bilangan cacah, dan (3) mendeskripsikan kendala solusi. Penelitian ini merupakan PTK kolaboratif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Teknik analisis data dilakukan menggunakan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah: (1) langkah model PBL dengan media keranjang asyik yaitu: orientasi masalah, pengorganisasian belajar, pembimbingan, penyajian hasil, analisis dan evaluasi, (2) terjadi peningkatan pada hasil belajar siswa yaitu persentase rata-rata siklus I = 71,88, siklus II = 85,94%, dan siklus III = 100%, (3) kendala yang dihadapi: belum semua siswa aktif dalam pembelajaran, belum semua siswa aktif berdiskusi dan menaggapi, dan siswa belum percaya diri. Solusinya: melakukan tanya jawab selama pembelajaran, memberi motivasi, dan memberi arahan agar siswa aktif. Simpulan penelitian ini adalah penerapan model PBL dapat meningkatkan pembelajaran matematika tentang perkalian bilangan cacah kelas IIA SDN 2 Pejagoan.