Claim Missing Document
Check
Articles

Observasi Sarana Terminal Brawijaya Bayuwangi Melalui Assessment Indikator Sanitasi Lingkungan Salmalia, Salmalia; Nurdin, Ambia; Khairuman, Khairuman; Rahayu, Dian; Kurnia, Reza
Public Health Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/876c1244

Abstract

Tempat-tempat umum berpotensi sebagai tempat terjadinya penularan penyakit, pencemaran lingkungan, ataupun gangguan kesehatan lainnya sehingga diperlukan sanitasi untuk mewujudkan lingkungan yang bersih guna melindungi kesehatan masyarakat dari kemungkinan penularan penyakit dan gangguan kesehatan lainnya. Terminal Brawijaya merupakan salah satu tempat umum yang ramai didatangi umum untuk melakukan kegiatan transportasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran umum sanitasi terminal Brawijaya pada tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan observasi yang menggunakan metode observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada instrumen lembar inspeksi sanitasi terminal. Instrumen penelitian berisi 5 variabel antara lain bagian luar, ruang tunggu, sarana sanitasi, kesehatan dan keselamatan kerja, dan penunjang. Hasil penelitian sanitasi terminal Brawijaya dengan 5 variabel menunjukkan bahwa secara keseluruhan telah memenuhi syarat sanitasi terminal dengan total skor yang didapatkan 1675 dan tergolong kategori baik yaitu sebesar 76,13%. Supaya sanitasi terminal Brawijaya tetap terjaga dan menjadi lebih baik lagi diperlukan peningkatan terhadap variabel sanitasi yang meliputi jamban dan urinoir, tempat cuci tangan, dan pembuangan air hujan dan air kotor.
Pengobatan Tradisional Menggunakan Media Daun Sirih Mutiara, Rama; Nurdin, Ambia; Rahayu, Dian; Khairuman, Khairuman; Kurnia, Reza
Public Health Journal Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/yp3naq75

Abstract

Pengobatan Tradisional menggunakan media daun sirih merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat Madura. Salah satu tradisi yang masih dilakukan masyarakat Madura di Desa Wajok Hilir adalah pengobatan tradisional dengan menggunakan daun sirih atau dalam kalangan Madura disebut pengobatan tradisional asempur. Akar permasalahan dalam penelitian ini, masih banyak tradisi pengobatan tradisional tersebut yang digunakan oleh masyarakat Madura akan tetapi terdapat kurang pengetahuan generasi saat ini akan makna simbolik yang terkandung dalam pengobatan tradisional tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengobatan tradisional menggunakan daun sirih sudah ada sejak lama di Mustakim, Arkanudin , Pabali Musa. Pengobatan Tradisional Menggunakan Media Daun Sirih pada Etnis Madura di Desa Wajok Hilir Kecamatan Siantan Kabupaten Mempawah 11 pulau Madura Jawa Timur. Asal usul pengobatan tradisional ini bermula dari kisah nabi Musa AS yang menderita penyakit  begitu lama sehingga mendapatkan petunjuk dari Allah SWT untuk mengobati penyakitnya dengan menggunakan daun sirih yang mempunyai makna yang terkandung didalamnya. Faktor-faktor masyarakat Madura menggunakan pengobatan tradisional daun sirih antara lain faktor ekonomi, faktor waktu, dan faktor praktis
Simulasi Pemadam Api pada Pegawai Puskesmas Langkahan Kurnia, Reza; Nazar, Ahlun
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2025): NOVEMBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/yr4mws73

Abstract

Kegiatan simulasi pemadam api merupakan salah satu upaya peningkatan kesiapsiagaan pegawai terhadap potensi kebakaran di lingkungan kerja, terutama pada fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada pegawai dalam menghadapi keadaan darurat kebakaran serta meningkatkan budaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Kegiatan dilaksanakan melalui metode pelatihan, praktik langsung penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), dan simulasi evakuasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan pegawai menggunakan APAR, memahami prosedur evakuasi, serta meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan risiko kebakaran. Dapat disimpulkan bahwa simulasi pemadam api berperan penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan keselamatan kerja di lingkungan Puskesmas Langkahan.
Analisis Beban Kerja dan Stres Kerja pada Pegawai Puskesmas Langkahan Aceh Utara Nazar, Ahlun; Kurnia, Reza
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/qfd74508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dan stres kerja pada tenaga kesehatan di Puskesmas Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Beban kerja yang berlebihan sering kali menjadi salah satu faktor utama penyebab meningkatnya tingkat stres kerja di kalangan tenaga kesehatan. Stres kerja yang tinggi dapat berdampak negatif terhadap kinerja, kesehatan mental, serta efektivitas pelayanan kepada masyarakat. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional, menggunakan metode cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 40 tenaga kesehatan, yang sekaligus menjadi sampel penelitian dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tertutup yang mengukur tingkat beban kerja dan stres kerja berdasarkan skala Likert. Analisis data menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui distribusi frekuensi, dan uji korelasi Spearman Rank untuk menguji hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami beban kerja dalam kategori sedang hingga tinggi, serta tingkat stres kerja yang cenderung meningkat seiring dengan peningkatan beban kerja. Hasil uji statistik diperoleh nilai p <0,05, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara beban kerja dan stres kerja pada tenaga kesehatan di Puskesmas Langkahan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi beban kerja yang diterima tenaga kesehatan, semakin tinggi pula tingkat stres kerja yang mereka alami. Diharapkan pihak instansi dapat melakukan pengaturan beban kerja yang lebih proporsional, memberikan dukungan psikologis, serta menciptakan lingkungan kerja yang kondusif untuk menurunkan risiko stres kerja.