Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

EVALUASI KUAT LENTUR BETON BERTULANG BAMBU Kurniati, Dwi; Saputro, Imam Trianggoro
Jurnal Karkasa Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Karkasa - Desember 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i2.894

Abstract

Beton bertulang bambu merupakan alternatif konstruksi yang semakin diperkenalkan di dunia teknik sipil, terutama dalam rangka meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi biaya. Selama sepuluh tahun belakangan telah banyak penelitian yang menggabung berbagai formula guna mendapatkan standar yang pas dan bisa digunakan selutuh manusia di dunia. Penelitian ini mengkaji implikasi kuat lentur beton bertulang bambu, yang menggabungkan dua material berbeda, beton sebagai bahan struktur utama dan bambu sebagai material penguat. Dalam penelitian ini, fokus diberikan pada kekuatan lentur beton bertulang bambu, serta pengaruh bambu terhadap kinerja struktural komposit ini dalam berbagai kondisi beban. Pengujian material dilakukan terlebih dahulu, kemudian job mix design menggunakan metode Standar Nasional Indonesia tahun 2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton bertulang bambu memiliki potensi yang signifikan dalam meningkatkan daya dukung lentur, dengan keuntungan ekologis dan ekonomis, meskipun memerlukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh bambu terhadap ketahanan jangka panjang dan keawetan material. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beton normal memiliki kekuatan lentur maksimum rat-rata sebesar 3,89 MPa, beton bertulang bambu pada 28 hari memiliki kekuatan lentur maksimum 4,12 MPa.
KETAHANAN KUAT TEKAN BETON SERAT FIBER GLASS SEBAGAI BAHAN TAMBAH Kurniati, Dwi
Jurnal Karkasa Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Karkasa - Desember 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i2.898

Abstract

Beton merupakan material konstruksi yang banyak digunakan karena kekuatannya yang tinggi dan ketahanannya terhadap beban tekan. Namun, beton memiliki sifat rapuh yang dapat menyebabkan keretakan jika terkena beban tarik atau lentur. Penambahan serat fiber glass sebagai bahan tambah pada beton bertujuan untuk meningkatkan ketahanan kuat tekan sekaligus memperbaiki sifat mekanik beton, khususnya dalam menahan retak dan deformasi. Serat fiber glass dipilih karena memiliki karakteristik ringan, tahan terhadap korosi, serta memiliki kekuatan tarik yang tinggi. Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi penambahan serat fiber glass dengan persentase tertentu terhadap kuat tekan beton. Hasil uji kuat tekan menunjukkan bahwa beton dengan serat fiber glass memiliki peningkatan signifikan dalam kapasitas beban tekan dibandingkan beton normal. Selain itu, serat fiber glass juga mampu meningkatkan homogenitas beton dan mengurangi keretakan mikro yang sering terjadi pada beton konvensional. Penggunaan serat fiber glass tidak hanya meningkatkan kekuatan mekanik tetapi juga memberikan solusi untuk kebutuhan beton yang lebih tahan lama dan efisien. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan potensi besar dari serat fiber glass sebagai bahan tambah inovatif dalam pengembangan material konstruksi berkelanjutan.
Marketing of non-timber forest products as products from the Protected Forest Management Unit Batutegi, Lampung, Indonesia Kurniati, Dwi; Hardjanto, Hardjanto; Trison, Soni
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.13.4.723-738

Abstract

Abstrak: KPHL Batutegi memiliki banyak potensi HHBK dan yang banyak dikembangkan yaitu kopi, gula aren dan madu. Pemasaran HHBK perlu mendapat perhatian karena yang banyak terjadi adalah pemasaran yang tidak efisien sehingga tidak memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat. Penelitian bertujuan mengidentifikasi saluran pemasaran, fungsi pemasaran dan efisiensi pemasaran berdasarkan margin pemasaran, farmer’s share dan ratio keuntungan terhadap biaya. Terdapat 3 saluran pemasaran kopi, 2 saluran pemasaran gula aren dan 2 saluran pemasaran madu. Fungsi pemasaran yang dilakukan petani, pedagang pengumpul, pedagang besar, eksportir, KUPS, Koperasi dan pengecer yaitu fungsi pertukaran, fungsi fisik dan fungsi fasilitasi. Saluran pemasaran yang efisien yaitu saluran pemasaran 1 kopi dengan margin pemasaran sebesar Rp. 18.294,78 per kilogram , farmer’s share sebesar 70,11% dan ratio keuntungan sebesar 2,46; saluran pemasaran 1 gula aren dengan margin pemasaran sebesar Rp.13.724,19 per kilogram, farmer’s share sebesar 100 % dan ratio keuntungan sebesar 15,03 serta saluran pemasaran 1 madu dengan margin pemasaran sebesar Rp. 224.112,70 per kilogram (madu Trigona) dan Rp. 124.494,35 per kilogram (madu Cerana dan Dorsata), farmers’s share sebesar 100 % dan ratio keuntungan sebesar 10,21 (madu Trigona) dan 6,47 (madu Cerana dan Dorsata).
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN SMART APPS CREATOR PADA TEKS EKSPLANASI KELAS XI SMK SWASTA PAB 2 HELVETIA Kurniati, Dwi; Rita, Rita; Safina, Nila
Jurnal Bahastra Vol 7, No 2 (2023): Edisi Maret 2023
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v7i2.6852

Abstract

This study aimed to describe the process of development, validation, feasibility, and effectiveness of using Android-based teaching materials with smart apps creators in explanatory texts for class XI SMK. This study was conducted in SMKS PAB 2 Helvetia. The research method is Research and Development (RD) with ADDIE model including: Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation with a population as 238 students. This study used a purposive sampling technique with a total of 36 students. The types of data in this study include qualitative and quantitative data. The result of this study is an android-based teaching material product. According to the results of validation from material experts I can be categorized as "Satisfactory" and feasible to be tested (77%). The results of material expert validation II can be categorized as "Very Satisfactory" and feasible to be tested (85%). Meanwhile, the results of media experts I can be categorized as "Very Satisfactory" and feasible to be tested (90%). The results of media experts II can be categorized as "Very Satisfactory" and feasible to be tested (91%). According to the results of the teacher's response, 94% was categorized as "Very Satisfactory" with decent qualifications. While the results of student responses from 36 students get a percentage that has been converted with the qualification "Very Satisfactory" as 92% and it was said to be effectively used. Then it can be concluded that the android-based teaching materials developed are effective and suitable to be used in learning in the classroom. 
Analisis Delta Rapor Pendidikan dan Penyusunan ARKAS pada Kurikulum Merdeka Indahwati, Rohmah; Hafsi, Ainur Rofiq; Jannah, Ukhti Raudhatul; Kurniati, Dwi
NGABDIMAS UNIRA Vol 3, No 2 (2023): Pengabdian kepada Masyarakat (Ngabdimas)
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/ngu.v3i2.2139

Abstract

KKG Gugus 3 Pademawu merupakan Kelompok Kerja Guru yang terdiri dari sekolah dasar yang berada di kecamatan Pademawu. KKG Gugus 3 Pademawu terdiri dari SDN Pademawu Timur 1, SDN Pademawu Timur 4, SDN Pademawu 5, SDN Tanjung 1, dan SDN Tanjung 2. KKG Gugus 3 ini belum pernah melakukan kegiatan analisis delta rapor satuan Pendidikan dari masing-masing sekolah. Bahkan memahami isi rapor Pendidikan masih bingung, dan belum paham penyusunan ARKAS terbaru di satuan pendidikannya. Untuk itu, perlu adanya analisis rapor Pendidikan dan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) terkait rapor Pendidikan. Berdasarkan permasalahan ini, dilakukan workshop Analisis Delta Rapor Pendidikan dan Penyusunan ARKAS pada Kurikulum Merdeka. Hasil pengabdian ini adalah peserta memahami tentang Analisa delta rapor Pendidikan dan mampu Menyusun ARKAS dengan format baru sesuai Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM).
POTENSI KERUSAKAN BANGUNAN BERTINGKAT SEDANG DENGAN SKENARIO GEMPA ‰¥ 5 SR SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA DI YOGYAKARTA Nurhidayatullah, Eka Faisal; Kurniati, Dwi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i1.409

Abstract

Abstrak Yogyakarta merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang mempunyai tingkat aktivitas kegempaan tinggi. Sejarah mencatat bahwa Yogyakarta berulang kali mengalami kejadian gempa merusak. Salah satu upaya pemerintah guna meminimalisir risiko gempa yaitu dengan menerbitkan dan memperbaharui peta gempa setiap periode tertentu. Studi terbaru menunjukkan bahwa nilai akselerasi gempa di beberapa daerah mengalami peningkatan dibandingkan dengan percepatan gempa terbaru tahun 2017. Peningkatan nilai akselerasi gempa tersebut menimbulkan kekhawatiran terutama terhadap kondisi bangunan eksisting, oleh karena itu perlu dilakukan prediksi akurat tentang bagaimana potensi kerusakan bangunan eksisting terhadap gempa besar kemungkinan terjadi sebagai upaya mitigasi bencana. Studi ini menggunakan data gempa dengan magnitude ‰¥ 5 Mw dari rentang waktu tahun 1900 sampai 2020 dengan radius 500 km terhadap objek penelitian. Probabilistic seismic hazard analysis digunakan untuk mendapatkan respon spektrum gempa probabilitas 2% dalam 50 tahun. Pushover analysis dilakukan dengan memodelkan bangunan eksisting untuk mendapatkan kurva kapasitas. Performance point didapatkan dari pertemuan antara kurva kapasitas dengan response spektrum. Kurva kapasitas juga digunakan untuk menentukan median spectral displacement  yang berfungsi dalam pembuatan fragility curve. Plotting antara performance point dengan fragility curve menghasilkan potensi kerusakan bangunan. Apabila gempa besar terjadi pada arah sumbu x potensi bangunan tidak mengalami kerusakan sama sekali sebesar 0,465%, rusak ringan 4,959%, sedang 45,940%, berat 37,880% dan hampir runtuh 10,756%. Sedangkan apabila gempa besar terjadi pada arah sumbu y potensi tidak terjadi kerusakan sama sekali yaitu 0,465%, rusak ringan 4,959%, sedang 45,940%, berat 37,880% dan hampir runtuh 10,756%. Potensi kerusakan bangunan akibat gempa besar didominasi oleh kerusakan sedang. Kata kunci: Gempa, Probabilistic seismic hazard analysis, Pushover analysis, Fragility curve, Potensi kerusakan bangunan   Abstract Yogyakarta is one of the provinces in Indonesia which has a high level of seismicty. Yogyakarta has  experienced destructive earthquakes repeatedly. One of the government's efforts to minimize the risk of earthquakes is by publishing and updating earthquake maps provisionally. Recent studies have shown that the earthquake acceleration in several areas has increased compared to the acceleration of the latest map. This increase raises concerns, especially regarding to the existing buildings. As disaster mitigation effort, it is necessary to make accurate predictions about how potential damage of existing buildings is likely to occur. This study used earthquakes data with magnitude of ‰¥ 5 Mw from 1900 to 2020 with a radius of 500 km toward the building. Probabilistic seismic hazard analysis was used to obtain response spectrum of 2% probability in 50 years. Pushover analysis was performed by modeling the existing building to obtain  capacity curve. Performance point was obtained from the meeting between capacity curve and response spectrum. Capacity curve was also used to determine the median spectral displacement to build fragility curve. The plotting results between performance point and fragility curve is building's damage potential. if a big earthquake occurs in the x-axis direction, the potential of no damage is 0.465%, slight  4.959%, moderate 45.940%, extensive 37.880% and nearly colapse 10.756%. Meanwhile, if a big earthquake occurs in the y-axis direction, Potential of no damage is 0.465%, slight 4.959%, moderate 45.940%, extensive 37.880%  and 10.756% almost collapse. The building's damage potential is dominated by moderate. Keywords: Earthquakes, Probabilistic seismic hazard analysis, Pushover analysis, Fragility curve, Building's damage potential
DESAIN PELAT CENDAWAN PADA STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG BERDASARKAN SNI Kurniati, Dwi; Saputro, Imam Trianggoro
Jurnal Karkasa Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Karkasa - Juli 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i1.791

Abstract

Selama lebih dari dua dekade ke belakang, perkembangan pembangunan gedung bertingkat di Indonesia cukup signifikan. Beton bertulang merupakan material utama yang digunakan dalam konstruksi pembangunan gedung-gedung tersebut. Konstruksi beton bertulang memiliki elemen struktur pelat lantai, kolom, balok, serta pelat atap. Konstruksi beton bertulang sangat umum, hal ini dikarenakan konstruksi beton bertulang lebih murah dibandingkan dengan konstruksi baja. Semakin berkembangnya teknologi informasi, semakin berkembang pula desain teknologi flatsalab menggunakan pelat cendawan tanpa adanya elemen balok. Metode flatslab ini mulai menjadi trend di Indonesia sejak sepuluh tahun belakangan ini, terdapat beberapa keuntungan dari pemanfaatan flat slab ini. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui ketebalan dari pelat, dan kolom dengan metode flatslab. Flatslab merupakan teknologi konstruksi bangunan gedung tanpa menggunakan stuktur balok. Dari analisa didapatkan bahwa tebal pelat sebesar 200mm dengan tulangan menggunakan diameter 13 dengan jarak 150mm. Sedangkan pelat cendawan memiliki ketebalan 350mm, dengan dimensi 2800mm x 2800mm dengan tulangan D13-10mm. terdapat dua tipe kolom yang digunakaan k1 800mm x 800mm dan k2 600mm x 600mm. Dapat disimpulkan bahwa desain gedung dengan menggunakan pelat cendawan aman dan dapat digunakan.
EVALUASI KUAT LENTUR BETON BERTULANG BAMBU Kurniati, Dwi; Saputro, Imam Trianggoro
Jurnal Karkasa Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Karkasa - Desember 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i2.894

Abstract

Beton bertulang bambu merupakan alternatif konstruksi yang semakin diperkenalkan di dunia teknik sipil, terutama dalam rangka meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi biaya. Selama sepuluh tahun belakangan telah banyak penelitian yang menggabung berbagai formula guna mendapatkan standar yang pas dan bisa digunakan selutuh manusia di dunia. Penelitian ini mengkaji implikasi kuat lentur beton bertulang bambu, yang menggabungkan dua material berbeda, beton sebagai bahan struktur utama dan bambu sebagai material penguat. Dalam penelitian ini, fokus diberikan pada kekuatan lentur beton bertulang bambu, serta pengaruh bambu terhadap kinerja struktural komposit ini dalam berbagai kondisi beban. Pengujian material dilakukan terlebih dahulu, kemudian job mix design menggunakan metode Standar Nasional Indonesia tahun 2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton bertulang bambu memiliki potensi yang signifikan dalam meningkatkan daya dukung lentur, dengan keuntungan ekologis dan ekonomis, meskipun memerlukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh bambu terhadap ketahanan jangka panjang dan keawetan material. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beton normal memiliki kekuatan lentur maksimum rat-rata sebesar 3,89 MPa, beton bertulang bambu pada 28 hari memiliki kekuatan lentur maksimum 4,12 MPa.
KETAHANAN KUAT TEKAN BETON SERAT FIBER GLASS SEBAGAI BAHAN TAMBAH Kurniati, Dwi
Jurnal Karkasa Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Karkasa - Desember 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i2.898

Abstract

Beton merupakan material konstruksi yang banyak digunakan karena kekuatannya yang tinggi dan ketahanannya terhadap beban tekan. Namun, beton memiliki sifat rapuh yang dapat menyebabkan keretakan jika terkena beban tarik atau lentur. Penambahan serat fiber glass sebagai bahan tambah pada beton bertujuan untuk meningkatkan ketahanan kuat tekan sekaligus memperbaiki sifat mekanik beton, khususnya dalam menahan retak dan deformasi. Serat fiber glass dipilih karena memiliki karakteristik ringan, tahan terhadap korosi, serta memiliki kekuatan tarik yang tinggi. Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi penambahan serat fiber glass dengan persentase tertentu terhadap kuat tekan beton. Hasil uji kuat tekan menunjukkan bahwa beton dengan serat fiber glass memiliki peningkatan signifikan dalam kapasitas beban tekan dibandingkan beton normal. Selain itu, serat fiber glass juga mampu meningkatkan homogenitas beton dan mengurangi keretakan mikro yang sering terjadi pada beton konvensional. Penggunaan serat fiber glass tidak hanya meningkatkan kekuatan mekanik tetapi juga memberikan solusi untuk kebutuhan beton yang lebih tahan lama dan efisien. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan potensi besar dari serat fiber glass sebagai bahan tambah inovatif dalam pengembangan material konstruksi berkelanjutan.
Pemetaan Spectral Accelaration Daerah Yogyakarta Dengan Pendekatan Probabilistic Seismic Hazard Analysis Nurhidayatullah, Eka Faisal; Kurniati, Dwi
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 16 No. 3 (2020)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.16.3.217-229.2020

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki tingkat aktivitas seismik yang tinggi, sudah berulang kali mengalami kejadian bencana gempa yang merugikan. Berbagai upaya untuk meminimalisir dampak bencana gempa bumi sudah dilakukan sebelumnya. Salah satunya yaitu dengan menerbitkan dan memperbaharui peta gempa secara berkala. Indonesia sedari lama menggunakan gempa sebagai acuan perencanaan infrastruktur, yaitu sejak tahun 1983 hingga yang terbaru yaitu peta gempa tahun 2017. Namun gempa berkekuatan 6,3 SR yang terjadi pada bulan Mei 2006 menunjukkan masih banyak bangunan terutama engineered yang hancur. Melihat begitu dahsyatnya dampak yang ditimbulkan oleh gempa tersebut maka mitigasi lebih lanjut terkait dengan bencana gempa perlu dilakukan untuk meminimalisir kerugian apabila bencana sejenis kembali terjadi dikemudian hari. Perlu dilakukan pembuatan peta gempa berskala mikro (daerah) guna perencanaan, estimasi kerusakan bangunan, korban jiwa dan kerugian secara ekonomi akibat kejadian gempa dimasa datang mengingat peta gempa yang dirilis pemerintah sampai saat ini masih berskala makro (nasional). Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis angka percepatan tanah permukaan dengan luaran berupa peta gempa berskala mikro pada wilayah provinsi Yogyakarta. Data gempa diperoleh dari rekaman gempa dengan maksimum radius 500 km dari pusat kota Yogyakarta yang telah dipublikasi oleh USGS antara tahun 1900 sampai dengan 2020. Declustering dilakukan terhadap data historis dan sebaran peta gempa sehingga hanya digunakan gempa utama dengan magnitude ≥ 5 Mw. Dalam studi ini digunakan fungsi atenuasi Campel-Bozorgonia NGA (2008) untuk gempa Sesar, Atkinson-Boore Worldwide Data NGA (2003) intraslab dan interface untuk gempa subduksi benioff serta megahtrust. Nilai spectral acceleration (Sa) diperoleh dengan  menggunakan pendekatan Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA). Hasil analisis probabilistik percepatan gerakan tanah kemudian dikembangkan menjadi peta pada beberapa periode ulang gempa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh peta probabilitas terlampaui 7% dalam 75 tahun didapatkan nilai spectral acceleration percepatan tanah puncak (PGA) berada dikisaran 0,525 – 0,688g, periode pendek 1,055 – 1,7g serta periode 1 detik 0,535 -0,695g. Pada peta probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun diperoleh nilai spectral acceleration PGA yaitu 0,6 – 0,79g, periode pendek 1,325 – 2,1 g serta periode panjang 0,65 -0,85 g. Sedangkan pada peta probabilitas terlampaui 2% dalam 100 tahun, nilai spectral acceleration PGA berada diantara 0,66 – 0,86g, periode pendek  1,625 – 2,465g serta periode 1 detik 0,755 -0,995g. Tingkat aktivitas kegempaan pada klaster subduksi megathrust 1 serta sesar opak dilihat dari a-value, b-value  serta Mc ditengarai memicu adanya peningkatan nilai spectral acceleration wilayah Yogyakarta dibanding peta hazard tahun 2017.