Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Konsep Arsitektur Kontemporer pada Art 1 : New Museum and Art Space Yuliasari Yuliasari; Yeptadian Sari
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol 1 No 1 (2020): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v1i1.718

Abstract

Museum merupakan bangunan yang diperuntukkan sebagai tempat untuk pameran benda-benda karya seni yang memiliki nilai sejarah, seni dan ilmu. Namun pada kenyataannya, museum tidak lagi dianggap tempat penting karena kondisi beberapa museum di Indonesia kurang diperhatikan. Sehingga tingkat kunjungan masyarakat ke museum semakin menurun. Berdasarkan latar belakang tersebut maka perlu penerapan arsitektur kontemporer agar tempat yang tadinya dianggap demikian menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi masyarakat tanpa mengenal umur dan kalangan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami penerapan prinsip-prinsip konsep arsitektur kontemporer pada bangunan museum dan penerapannya jika mengacu pada prinsip ruang yang terkesan terbuka. Metode dalam penelitian ini menggunakan prinsip konsep arsitektur kontemporer menurut Ogin Schirmbeck. Penerapan arsitektur kontemporer pada bangunan museum menghasilkan desain bangunan yang tidak biasa dan berbeda dari museum-museum pada umumnya.
Penerapan Konsep Arsitektur Tropis Pada Bangunan Pendidikan "Studi Kasus Menara Phinisi UNM" Rifqi Rafsanjani Bambang; Yeptadian Sari
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol 2 No 1 (2021): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v2i1.4341

Abstract

Secara geografis Indonesia merupakan negara yang berada di wilayah garis khatulistiwa, tentunya menyebabkan Indonesia beriklim tropis. Keadaan ini cukup berpengaruh dalam kehidupan sehari- hari salah satunya dalam kegiatan belajar mengajar, kenyamanan thermal, visual serta akustik sangat diperlukan agar kegiatan tersebut berjalan dengan lancar. Maka dari itu penerapan arsitektur tropis pada bangunan pendidikan sangat diperlukan. Karakteristik bangunan tropis seperti orientasi massa bangunan, lahan terbuka hijau, material bangunan yang digunakan, secondary skin dan overstek yang tahan terhadap radiasi sinar matahari serta curah hujan yang lebat memberikan jawaban yang cukup tepat. Menara Phinisi yang berada di kampus Universitas Negeri Makassar merupakan objek yang akan diteliti secara kualitatif deskriptif yang diambil dari beberapa jurnal, buku serta literatur dari yang ada lalu di paraprase ulang, bagaimana konsep penerapannya serta bertujuan untuk mengetahui apa saja prinsip-prinsip arsitektur tropis pada bangunan pendidikan tersebut. Jadi hasil penelitian mendapatkan bahwa yang menjadi prinsip-prinsip arsitektur tropis adalah kenyamanan thermal, sirkulasi udara, penerangan alami pada siang hari dan pelindung dari radiasi sinar matahari dan hujan lebat yang terdapat pada studi kasus menara Phinisi.
Kajian Konsep Arsitektur Hijau Pada Bangunan Pusat Perbelanjaan Nipah Mall Silvi Nurfai'ni Julianti; Yeptadian Sari
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol 2 No 1 (2021): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v2i1.4357

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki iklim tropis, namun akibat dari adanya penebangan pohon, pencemaran polusi, pencemaran limbah, dan lain-lain yang dapat mengakibatkan terjadinya pemanasan global. Penerapan konsep arsitektur hijau sangat berdampak untuk mengurangi akibat dari pemanasan global dan menciptakan udara yang sehat untuk para manusia yang ada dilingkungan sekitarnya. Arsitektur hijau merupakan konsep desain yang memanfaatkan energi, memenuhi kebutuhan pada pengguna, ramah lingkungan serta harus menyesuaikan iklim setempat. Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode dengan cara ini yang melihat keadaan nyata pada kondisi situasi yang sebenarnya secara tidak langsung dan selanjutnya melakukan analisis yang di deskripsikan sehingga mendapatkan hasil dan kesimpulan. Arsitektur hijau yang dapat diterapkan pada penelitian ini yang menjadi studi kasus yaitu sebuah mall yang berada di Makassar yang bernama Nipah Mall menggunakan enam prinsip-prinsip yaitu hemat energi, memanfaatkan kondisi dan sumber energi alami, menanggapi keadaan tapak pada bangunan, memperhatikan pengguna bangunan, meminimalkan sumber daya baru, holistik.
Tinjauan Konsep Feminisme Pada Bangunan Natasha Skin Care Bandung Sebagai Pusat Kecantikan Almira Muthi Faliha; Yeptadian Sari
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol 2 No 1 (2021): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v2i1.4368

Abstract

The rapid development of the times makes technology more sophisticated, it makes information and communication sources accepted quickly, because of the role of the internet. Its influence on society can have both good and bad impacts for the continuity of life patterns in social interaction. The bad impact that is often experienced by women is usually a feeling of insecurity in their appearance when interacting socially, this problem makes women have to try to find ways so that they can be confident by looking attractive according to their expectations. Therefore, we need a place of beauty center that applies the concept of feminism architecture with feminine characteristics. The case study that will be discussed in this research is Natasha Skin Care, which is located on Jl. Supratman No. 84 Bandung, while the method used is descriptive qualitative. The results of this study can be said that the Natasha Skin Care building is almost close to the application of the concept of feminist architecture according to several criteria, namely in the selection of materials on the facade, the color of the interior and exterior and a clear division of space between public and private spaces.
Penerapan Arsitektur Metafora pada Bangunan Pendidikan Menara Pinisi Universitas Negeri Makassar Hendro Kurnianto; Yeptadian Sari
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol 1 No 1 (2020): JAD
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v1i1.709

Abstract

Indonesia telah menginjak usia 74 tahun, angka tersebut merupakan usia yang cukup matang bagi sebuah negara untuk berkembang diberbagai bidang. Salah satunya yaitu usaha untuk mengembangkan diri dibidang pendidikan. Usaha Indonesia untuk berkembang tersebut dapat dilihat dari pembangunan infrastruktur bangunan pendidikan dan perbaikan sistem pendidikan. Pendidikan karakter yang coba diterapkan pada sistem pendidikan di Indonesia merupakan salah satu bukti nyata usaha Indonesia untuk mengembangkan diri dibidang pendidikan. Pendidikan karakter adalah sebuah proses transformasi berdasarkan nilai-nilai pembentukan karakter. Selain itu, pendidikan karakter merupakan sebuah proses jangka panjang yang melibatkan banyak aspek, salah satunya lingkungan belajar yang termasuk di dalamnya yaitu bangunan pendidikan itu sendiri. Dalam dunia arsitektur terdapat suatu konsep arsitektur yang bisa mentrasnformasikan sebuah ide, nilai-nilai, atau gagasan ke dalam sebuah bentuk bangunan. Konsep itu dikenal dengan arsitektur metafora. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami penerapan metafora yang diterapkan pada bangunan pendidikan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan obyek penelitian adalah Menara Pinisi Universitas Negeri Makassar. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, fasad dan atap bangunan termasuk intagible metaphor, massa dan elemen penunjang termasuk tangible metaphor, sedangkan denahnya termasuk combined metaphor.
Pengadaan Taman Bermain Anak Untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda II Dusun Gunung Leutik Kabupaten Bogor Dedi Hantono; Ashadi; Ari Widyati Purwantiasning; anisa; Ratna Dewi Nur'aini; Yeptadian Sari
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.903 KB) | DOI: 10.31849/dinamisia.v4i2.3897

Abstract

Perkembangan anak usia dini yang terpenting berada pada masa emasnya. Untuk menjaga potensi mereka dapat dilakukan beberapa stimulus diantaranya stimulus taktil yaitu berupa rangsangan gerak. Sekolah sebagai sarana utama dalam menghasilkan anak yang berpendidikan memerlukan sarana dan prasarana yang memadai. Khusus pendidikan anak usia dini, sarana bermain sangat diperlukan untuk melakukan stimulus taktil yang dibutuhkan para siswa sekolah pada level dasar. Atas dasar hal tersebut maka kegiatan pengabdian masyarakat ini mengadakan ruang bermain anak pada ruang publik agar dapat diakses oleh mereka dengan mudah. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa taman bermain yang telah dibuat dapat meningkatkan aktivitas pendidikan dengan melihat perkembangan jumlah pengunjung pondok baca.
KAJIAN KONSEP DESAIN UNIVERSAL PADA BANGUNAN PUBLIK BERSEJARAH allisa zahrah amani; Yeptadian Sari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 6 No. 1 (2022): Purwarupa Vol 6 No 1 Maret 2022
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.6.1.49-54

Abstract

ABSTRAK. Terdapat banyak bangunan bersejarah yang terbengkalai dan memiliki kerusakan, tetapi bangunan tersebut masih bisa digunakan kembali dengan dilakukannya perbaikan. Setelah dilakukan perbaikan bangunan tersebut dapat digunakan menjadi bermacam bangunan yang salah satunya adalah bangunan publik. Bangunan yang dapat dikunjungi oleh seluruh masyarakat, oleh karena itu dibutuhkan bangunan yang dapat mengakomodasi keragaman kebutuhan manusia yang berbeda. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan menggunakan konsep desain universal, dengan menerapkan konsep desain ini kebutuhan penyandang disabilitas dari berbagai kalangan dapat dipenuhi. Oleh karena itu penelitian ini membahas bangunan royal pavilion yang telah mengalami renovasi seiring berjalannya waktu dan akhirnya mengaplikasikan beberapa prinsip desain universal Kata Kunci: Publik, Terbengkalai, Universal ABSTRACT.  Many historic buildings are found abandoned and damaged, but these buildings can be reused with repairs. After repairing the building, the building can be used into various types, specifically public building. Buildings that can be visited by the whole community, therefore we need buildings that can accommodate the diversity of different human needs. This can be realized by using a universal design concept, by applying this concept the needs of persons with disabilities from various backgrounds can be met. Therefore, this study discusses the royal pavilion building which has undergone renovations over time, and finally applies some universal design principles Keywords: Abandoned, Public, Universal
Pengenalan Arsitektur Melalui Ketrampilan Dwimatra menggunakan Media Mosaik pada Anak Santri Yeptadian Sari; Anisa Anisa; Jundi Jundullah Afgani; Sepli Yandri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik (JPMT)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jpmt.3.1.25-30

Abstract

Pengenalan Arsitektur Melalui Ketrampilan Dwimatra menggunakan Media Mosaik pada Anak Santri merupakan program pengabdian masyarakat prodi Arsitektur bekerjasama dengan Yayasan Arrahmah Duta Mekar Asri Cileungsi dengan tujuan utama Bersama meningkatkan kualitas didik anak santri. Permainan Mosaik ini dilakukan pada anak usia TK sehingga kerjasama diwakili oleh TPA Arrahmah dengan melibatkan santri sebanyak 24 orang.  Permasalahan yang ditemui adalah anak santri usia TK masih dalam masa belajar sambil bermain, sehingga dibutuhkan permainan-permainan untuk mengenalkan arsitektur. Sehingga metode pelaksanaan yang digunakan adalah bermain menyusun mosaik secara berkelompok, dengan alas gambar mosaik berupa rumah tradisional. Hasil dari pengabdian masyarakat ini anak santri : (1) Mampu berekspresi dengan mosaik;  (2) Meningkatkan kemampuan motorik; (3) Meningkatkan kemampuan Kognitif; (4) Mampu bekerjasama dalam kelompok; (5) Meningkatkan kreatifitas; dan (6) Relaksasi dalam belajar sambil bermain. Kata kunci: arsitektur, mosaik, ketrampilan dwimatra
Penyuluhan Arsitektur Ramah Usia bagi Komunitas Ibu Hebat Anisa Anisa; Yeptadian Sari; Ratna Dewi Nur'aini; Wafirul Aqli; Jundi Jundullah Afgani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik (JPMT)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jpmt.4.1.43-48

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan oleh tim dari Jurusan Arsitektur bekerjasama dengan sebuah Komunitas yang membahas tentang Arsitektur Ramah Usia. Arsitektur merupakan sebuah wadah bagi manusia untuk berkegiatan. Arsitektur digunakan oleh manusia selama hidupnya mulau dari bayi hingga lansia. Karena itulah penting arsitektur bisa ramah terhadap semua rentang usia. Permasalahannya adalah seringkali arsitektur hanya fokus mewadahi kenyamanan rentang usia tertentu seperti usia anak-anak hingga dewasa. Padahal dari bayi hingga lansia semuanya membutuhkan kenyamanan yang sama dalam berkegiatan. Metode yang dilakukan pada pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan secara daring. Penyuluhan daring membutuhkan teknologi dan metode penyampaian yang berbeda dengan luring, karena itulah tim pengmas melakukan beberapa tahap dalam pengabdian masyarakat ini. Secara umum ada 4 tahapan yang dilakukan yaitu mulai dari persiapan, publikasi dan pendaftaran, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan. Hasil yang didapatkan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah tercapainya pemahaman mengenai arsitektur yang ramah usia kepada para peserta, dalam rangka desain yang lebih baik dan lebih nyaman untuk semua penggunanya. Kata kunci: arsitektur, ramah usia, universal
PENDAMPINGAN VERIFIKASI PERENCANAAN UNIT SEKOLAH BARU UNTUK PENGADAAN SEKOLAH LUAR BIASA DI MUKOMUKO BENGKULU Dedi Hantono; Ari Widyati Purwantiasning; Lutfi Prayogi; Yeptadian Sari
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.20357

Abstract

Education as the primary means of improving human intellectuality and the progress of a nation should be accessible to anyone, including children with physical and mental limitations. In certain areas in Indonesia, many areas still have difficulty accessing educational facilities for children with special needs. In general, they have large enough land but have a limited budget to build school buildings. This appalling condition has prompted the Ministry of Education and Culture to provide assistance for the construction of school buildings with special requirements in areas with limited budgets. The assistance is expected to be right on target, so the Ministry of Education and Culture requires verification before assisting. Because many regions have submitted proposals, the Ministry of Education and Culture requires a companion team from universities as a team of verifiers to assess the eligibility they receive from several regions in Indonesia. The Department of Architecture, University of Muhammadiyah Jakarta, was appointed as a team of verifiers on proposals from Tanjung Mulya Village, Mukomuko Regency, Bengkulu Province. This village has provided a plot of land for the planned construction of a school building for special needs. The community needs that. In conducting the verification, the verifier team used a survey method to see the physical and non-physical conditions of the site and the village environment to conform to the standards and regulations for the construction of schools with special needs owned by the Ministry of Education and Culture. In the final stage of verification, a conclusion and recommendation were made that Tanjung Mulya Village, located in Mukomuko Regency, was eligible to receive assistance for the construction of the New School Unit for Special Schools (USB-SLB. ABSTRAK: Pendidikan sebagai sarana utama dalam peningkatan intelektualitas manusia dan kemajuan suatu bangsa sudah seharusnya bisa diakses oleh siapa saja termasuk anak yang memiliki keterbatasan fisik dan mental. Pada beberapa daerah tertentu di Indonesia masih banyak ditemui daerah yang mengalami kesulitan dalam mengakses sarana pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus tersebut. Pada umumnya mereka memiliki lahan yang cukup luas namun memiliki keterbatasan anggaran untuk membangun gedung sekolah. Kondisi yang cukup memprihatinkan tersebut memberi dorongan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memberikan bantuan pembangunan gedung sekolah dengan persyaratan khusus pada daerah yang memiliki keterbatasan anggaran. Bantuan tersebut diharapkan tepat sasaran sehingga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memerlukan verifikasi terlebih dahulu sebelum memberikan bantuan. Oleh karena cukup banyak daerah yang mengajukan usulan maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memerlukan tim pendamping yang berasal dari perguruan tinggi sebagai tim verifikator untuk menilai kelayakan yang mereka terima dari beberapa daerah di Indonesia. Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Jakarta ditunjuk sebagai tim verifikator terhadap usulan yang berasal dari Desa Tanjung Mulya, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Desa ini sudah menyediakan sebidang tanah untuk rencana pembangunan gedung sekolah berkebutuhan khusus yang diperlukan oleh masyarakatnya. Dalam melakukan verifikasi, tim verifikator menggunakan metode survei untuk melihat kondisi fisik dan non fisik tapak maupun lingkungan desanya untuk menyesuaikan dengan standar dan peraturan pembangunan sekolah berkebutuhan khusus yang dimiliki Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada tahap akhir verifikasi dihasilkan suatu kesimpulan dan rekomendasi bahwa Desa Tanjung Mulya yang berada di Kabupaten Mukomuko ini layak untuk mendapat bantuan pembangunan Unit Sekolah Baru Sekolah Luar Biasa (USB-SLB).
Co-Authors Abda Abda Abrar Azizi Tricy Adharani, Yana Ahila Shofiqoh Ahkamal Ulyaa Ahmad Syarif Maulana Aisy, Karlina Rohadatul Akbar Razak allisa zahrah amani Almira Muthi Faliha Almira Muthi Faliha Aminuyati Andre Lafiza Anggana Fitri Satwikasari anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Ari Widyati Purwantiasning Arisal Arisal Arisal, Arisal Ashadi Astri Handayani Aulia Widya Chandra Azizah T. B. Alkathiri Danyah Sami Ali Bin Ghanem Dedi Hantono Dedi Hantono Dedi Hantono Dedi Hantono Dedi Hantono Dedi hantono, Dedi Dewinta Firda Giriana Emi Susilowati Emi Susilowati Erlangga, Agus Fadwah Maghfurah Faliha, Almira Muthi Farhan Fahrezzy Fikri Dzulfikar Gian Wahyu Riyadi Gugun Suarno Adiputra Halimah, Hana Helen Intan Sapitri Hendro Kurnianto Hendro Kurnianto Husna Desi Jundi Jundullah Afgani Jundi Jundullah Afgani Karlina Rohadatul Aisy Khadijah Warda Sufairo Lily Mauliani Lily Mauliani Lily Mauliani Lily Mauliani Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi, Lutfi M.Arifandy Abdul Gani Meisanti, Meisanti Mita Rahayu Permata Muhammad Alwan Rosyadi Muhammad Alwan Rosyadi Muhammad Fadhil Abdillah Muhammad Farras Baskara Muhammad Hafiizh Muhammad Sidiq Alnawawi Murni Rachmawati Musthapha, Zainal Mutia Setya Wardany Nabila Azzura Putri Prasyam Nabila Azzura Putri Prasyam nugraha, aditya fhazar Nur Romdhona Nurhuda Ali Muhammad PUTRI, ALIFVIA MALINDA Rafli Ferdiansyah rahman rahman Rahmatyas Aditantri Ratna Dewi Nur'aini Rifa Nur Habibah Rifa Nur Habibah Rifqi Rafsanjani Bambang Sakinah Ruhi Sya'bania Sella Siti Ainul Jannah Sidabutar, Yuanita F D Silvi Nurfai'ni Julianti Tegar Ari Erlangga Tomi Aprianto Ully Irma Maulina Hanafiah vidi herdiana Wafirul Aqli Yandri, Sepli Yuliasari Yuliasari