Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR HEALING PADA BANGUNAN JOHNS HOPKINS HOSPITAL CHILDREN’S CENTER Muhammad Hafiizh; Yeptadian Sari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 7 No. 1 (2023): Purwarupa Vol 7 No 1 Maret 2023
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.7.1.81-86

Abstract

ABSTRAK. Definisi Arsitektur menurut Van Romondt adalah ruang di mana manusia hidup dengan bahagia sedangkan menurut Francis DK Ching (1979) Arsitektur membentuk mata rantai yang menghubungkan ruang, bentuk, teknologi dan fungsi Arsitektur, arsitektur merupakan lingkungan buatan manusia, termasuk ruang, bangunan, lingkungan, dan kota. Faktor lingkungan memainkan peran penting dalam proses penyembuhan dan karena itu juga harus memainkan peran penting dalam desain fasilitas kesehatan. Konsep desain yang menekankan unsur lingkungan didasarkan pada konsep lingkungan penyembuhan. Tantangan penelitian ini adalah bagaimana menerapkan arsitektur penyembuhan pada bangunan Johns Hopkins Hospital Children’s Center, dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami prinsip-prinsip arsitektur Healing environment. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan kualitatif untuk memperoleh data dan menggali konsep penyembuhan lingkungan dalam dunia arsitektur. Menurut Nousiainen, prinsip penyembuhan lingkungan terdiri dari sembilan unsur. Itu berarti cahaya yang sehat, nutrisi untuk semua indra, hubungan dengan alam, warna, kebersihan dan udara bersih, bentuk yang nyaman, denah lantai yang dapat dimodifikasi dan dukungan sosial, plus material alami. Untuk lingkungan yang mudah diakses, rumah sakit ini telah menerapkan prinsip penyembuhan lingkungan di gedungnya sebagaimana Johns Hopkins Hospital Children’s Center telah menerapkan delapan dari sembilan prinsip yang ada. Kata Kunci: Arsitektur, Healing Environment, Rumah Sakit, Prinsip ABSTRACT. The definition of Architecture according to Van Romondt is a space in which humans live happily while according to Francis DK Ching (1979) Architecture forms a link that connects space, form, technology and function Architecture, architecture is a man-made environment, including space, buildings, environments, and cities. Environmental factors play an important role in the healing process and therefore should also play an important role in the design of health facilities. Design concepts that emphasize environmental elements are based on the concept of a healing environment. The challenge of this study is how to apply healing architecture to the Johns Hopkins Hospital Children's Center building, and the purpose of this study is to understand the principles of healing environment architecture. This research uses descriptive and qualitative approaches to obtain data and explore the concept of environmental healing in the world of architecture. According to Nousiainen, the principle of environmental healing consists of nine elements. That means healthy light, nutrients for all senses, a connection with nature, color, cleanliness and clean air, comfortable shapes, modifiable floor plans and social support, plus natural materials. For an accessible environment, the hospital has applied environmental healing principles in its buildings just as Johns Hopkins Hospital Children's Center has applied eight of the nine principles. Keywords: Architecture, Healing Environment, Hospital, Principles
PREFERENSI WARNA DINDING RUANG DALAM PADA HUNIAN UNTUK MENGURANGI GEJALA GANGGUAN MENTAL BAGI PARA WANITA PASCABERSALIN Yeptadian Sari; Anggana Fitri Satwikasari; Yana Adharani
NALARs Vol 22, No 2 (2023): NALARs Volume 22 Nomor 2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.22.2.161-168

Abstract

Inetrior merupakan bagian penting dari sebuah ruang yang dapat mempengaruhi pengguna ruangnya, dapat bermanfaat maupun merugikan penghuninya. Penghuni sebuah ruang bisa memiliki kondisi kesehatan yang bermacam-macam, salah satunya adalah keadaan penghuni wanita yang baru saja melahirkan yang memiliki kondisi khusus yang dapat mengakibatkan gangguan mental, yaitu keadaan yang biasa disebut sebagai baby blues, depresi pascapersalinan, dan atau psikosis pascabersalin. Banyak usaha penyembuhan di sekitar lingkungan wanita pascabersalin untuk mengurangi gejala gangguan mental tersebut, salah satunya dengan memperhatikan arsitektur di lingkungan wanita tersebut, termasuk diantaranya adalah dengan mengetahui warna-warna pada ruang dalam yang digunakan oleh para wanita pascapartum untuk mencegah terjadinya gangguan mental. Penelitian ini bermaksud untuk mencari tahu warna-warna yang dapat mempengaruhi suasana hati dan mencegah terjadinya gangguan mental pada wanita pascabersalin. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif statistik deskriptif. Penelitian ini menemukan bahwa di antara warna primer, sekunder dan perpaduan antara keduanya, warna yang disepakati dapat memperbaiki suasana hati dan mencegah gangguan mental pada penghuninya adalah warna kuning, biru dan hijau. Berdasarkan roda gradasi warna, ditemukan pula bahwa selain warna primer, sekunder dan perpaduannya, warna-warna tersier seperti warna krem yang merupakan perpaduan antara kuning dan putih, merah muda yang merupakan perpaduan antara merah dan putih dan hijau muda yang merupakan perpaduan antara warna biru, kuning dan putih, juga merupakan warna yang dianggap mampu mengurangi gejala gangguan mental pascapersalinan.
Penanggulangan Gejala Stres Pasca Melahirkan Melalui Desain Arsitektural Untuk Komunitas Ibu Hebat Jabodetabek Anggana Fitri Satwikasari; Yeptadian Sari; Nur Romdhona; Karlina Rohadatul Aisy
Jurnal Abdi Masyarakat (JAM) Vol 9, No 1 (2023): JAM (Jurnal Abdi Masyarakat)-September 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jam.v9i1.18775

Abstract

Post-partum Depression atau PPD adalah depresi yang terjadi setelah melahirkan disebabkan oleh ketidakseimbangan zat kimia di otak dan dialami oleh 10% ibu yang melahirkan. Ibu pasca melahirkan dapat mengalami stres dikarenakan beberapa penyebab, salah satunya adalah kualitas tempat tinggal yang kurang nyaman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan bagi para ibu yang sedang hamil maupun baru saja melahirkan mengenai upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi stres dan meningkatkan mood mereka. Upaya-upaya ini difokuskan pada penyuluhan dan konsultasi ide-ide penataan ulang ruang dalam dan ruang luar hunian yang sekiranya dapat dilakukan oleh masing-masing ibu. Dari sekitar 15-25 anggota Komunitas Ibu Hebat yang berlokasi di Perumahan Bumi Cimanggis Indah 2 Kota Depok, sebagian besar mengeluhkan beberapa permasalahan di hunian mereka seperti buruknya kualitas pencahayaan dan penghawaan alami, keberadaan vegetasi/penghijauan yang kurang, dan sulitnya aksesibilitas ruang tidur ke fasilitas lain di dalam rumah seperti kamar mandi dan dapur. Tim pengabdian kepada masyarakat kemudian mengusulkan 2 opsi perubahan tata ruang dalam dan luar yang dapat diupayakan para ibu dengan harapan jika hunian mereka lebih sesuai dengan kebutuhan kenyamanan para ibu, maka kualitas kebahagiaan keluarga mereka juga dapat meningkat.
Penanggulangan Isu Masalah Banjir di Kampung Pulo Jakarta Timur Muhammad Fadhil Abdillah; Farhan Fahrezzy; Tegar Ari Erlangga; Muhammad Sidiq Alnawawi; Khadijah Warda Sufairo; Yeptadian Sari
Local Engineering Vol. 1 No. 2 (2023): December
Publisher : CV. Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/lejlace.v1i2.81

Abstract

Pada umumnya, manusia menciptakan semua perkembangan ekonomi berdasarkan modal sumber daya alam. Demi perkembangan itu, tanpa sadar terjadi pelbagai kerusakan lingkungan hidup dan mengganggu keberlanjutan sumber daya alam. Karena itulah, manusia dijadikan pelaku utama dalam merusak sumber daya alam di dunia ini. Kampung Pulo, menjadi salah satu daerah yang banyak ditemukan masalah terkati lingkungan alamnya seperti, banjir, rawan kebakaran, dan lain-lain. Oleh karena itu kajian penanggulangan isu masalah banjir merupakan salah satu strategi yang diperlukan saat ini, terutama di Kampung Pulo, Jakarta Timur.
Penyelesaian Permasalahan Parkir Liar pada Permukiman di Kelurahan Galur Jakarta Pusat Nurhuda Ali Muhammad; Rafli Ferdiansyah; Dewinta Firda Giriana; Abrar Azizi Tricy; Andre Lafiza; Yeptadian Sari
Local Engineering Vol. 1 No. 2 (2023): December
Publisher : CV. Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/lejlace.v1i2.82

Abstract

Permukiman adalah gabungan antara beberapa rumah yang telah dilengkapi oleh sarana dan prasarana dasar. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendiskusi perihal dampak parkir liar pada permukiman di Kelurahan Galur. Karya ilmiah ini menerapkan pendekatan melalui pendekatan fakta yang merupakan pendekatan yang berdasarkan fakta - fakta yang terjadi di lapangan. Berdasarkan hasil studi dapat disimpulkan bahwa kekurangan lahan parkir pada rumah tinggal pemilik kendaraan dapat menyebabkan penggunaan ruas jalan sebagai parkir liar dan membuat kemacetan yang banyak terjadi di permukiman Kelurahan Galur.
The Identification of Ethnic Architecture Application on the Beringharjo Market Building in Yogyakarta Aulia Widya Chandra; Dedi Hantono; Ari Widyati Purwantiasning; Lutfi Prayogi; Yeptadian Sari; Sepli Yandri
International Journal of Architecture and Urbanism Vol. 8 No. 1 (2024): International Journal of Architecture and Urbanism
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijau.v8i1.14322

Abstract

Indonesia is an archipelago country that consists of various ethnic groups which have different cultural traditions according to the region itself. This cultural tradition has existed for generations, and it should be maintained and preserved by the Indonesian. The development of times, it makes the local value ​​of traditional culture slowly disappear. In prevention, the application of this ethnic architecture concept can preserve the culture of a nation. One of building that has the ethnic architecture concept is the Beringharjo Market in Yogyakarta. This research uses a qualitative descriptive method using a case study approach that aims to know how the application of the Ethnic Architecture concept in the Beringharjo Market. The construction of this market reflects the Javanese ethnic culture that prioritizes harmony. The space planning of Beringharjo Market contains Javanese philosophy and the mixture of ethnicities, one of them is European ethnicity. We can see the mixture through the shape of building, this market adopts European style and traditional Javanese style. The acculturation process of two cultures that is Javanese and European cultures shows us that the mixture culture is not limited to the locality but also across continents since the olden days. We can apply the glory of the palace to this market building that has a lower degree, especially to some elements of this building using some adjustments.
KONSEP ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN BEITOU PUBLIC LIBRARY Nugraha, Aditya Fhazar; Sari, Yeptadian
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 7 No 2 (2020): December
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v7i2a3

Abstract

Abstrak_ Bangunan perpustakan memiliki banyak manfaat dimana terdapat banyak ilmu pengetahuan yang bisa dimanfaatkan dengan baik, namun ketertarikan untuk menggunakan perpustakaan tersebut perlu yang Namanya kualitas pelayanan dan juga tersedianya buku yang lengkap sehingga dapat menarik lebih banyak pengguna untuk dapat mengunjungi perpustakaan. Peranan prinsip rancangan bangunan arsitektur hijau lebih efisien digunakan pada bangunan perpustakaan karena prinsip ini sangat membantu bangunan dalam menciptakan ruang yang nyaman sehingga pengunjung yang datang merasa nyaman berada didalam bangunan.Kata kunci : Perpustakaan; Bangunan; Arsitektur Hijau. Abstract_ Library building has many benefits where there is a lot of knowledge that can be put to good use. Still, the interest to use the library needs to be called Quality of service and also the availability of complete books so that it can attract more users to be able to visit the library. The role of green architecture building design principles is more efficiently used in library buildings because this principle is very helpful in building structures to create a comfortable space so that visitors who feel comfortable in the building.Keywords:  Library; Building; Green Architecture.
TELAAH PERMEABILITAS PADA KAWASAN BERSEJARAH CLARKE QUAY DI SINGAPURA Purwantiasning, Ari Widyati; Prayogi, Lutfi; Hantono, Dedi; Sari, Yeptadian
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 9 No 1 (2022): June
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v9i1a2

Abstract

Abstrak_ Dalam sebuah perencanaan kota, konsep dan teori tentang perencanaan kota menjadi penting sebagai dasar-dasar pemikirannya. Salah satu teori dan konsep yang diperkenalkan oleh Kevin Lynch adalah teori tentang permeabilitas di dalam sebuah Kawasan. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji tentang sebuah Kawasan bersejarah di Singapura yaitu Clarke Quay dengan menggunakan teori permeabilitas yang diperkenalkan oleh Kevin Lynch. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memahami bagaimana sebuah Kawasan bersejarah memiliki kemampuan permeabilitas bagi penggunanya. Telaah yang telah dilaksanakan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif naratif dengan mengangkat Kawasan Clarke Quay di Singapura sebagai studi kasus untuk dikaji menggunakan teori permeabilitas. Penelitian dilakukan selama enam bulan dan diselesaikan dengan analisis pemetaan menggunakan prinsip-prinsip permeabilitas. Hasil akhir yang dicapai adalah dengan memperlihatkan bagaimana sebuah Kawasan bersejarah harus memiliki kemampuan permeabilitas bagi penggunanya, sehingga Kawasan tersebut juga memiliki legibilitas atau kejelasan seperti yang disampaikan oleh Kevin Lynch dalam teorinya. Kata kunci : Permeabilitas; Kawasan Bersejarah; Kevin Lynch; Clarke Quay Abstract_ In an urban planning, concepts and theories about urban planning become important as the basics of thought. One of the theories and concepts introduced by Kevin Lynch is the theory of permeability in an area. This paper aims to examine a historic area in Singapore, namely Clarke Quay using the permeability theory introduced by Kevin Lynch. In addition, this study also aims to understand how a historic area has permeability capabilities for its users. This study has been carried out using a qualitative method with a descriptive narrative approach by using the Clarke Quay area in Singapore as a case study to be studied using the permeability theory. The study was conducted for six months and was completed by mapping analysis using the permeability principles. The final result achieved is to show how a historicarea must have permeability capabilities for its users, so that the area also has legitimacy or clarity as stated by Kevin Lynch in his theory. Keywords : Permeability; Historical Site; Kevin Lynch; Clarke Quay
Usulan Desain Penataan Kawasaan Permukiman Nelayan di Tanjung Pasir dengan Konsep Menata Tanpa Menggusur Sari, Yeptadian; Purwantiasning, Ari Widyati; Hantono, Dedi; Erlangga, Agus; Putri, Alifvia Malinda; Meisanti, Meisanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 10 (2023): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i10.562

Abstract

Kawasan Tanjung Pasir merupakan kawasan yang besar dan memiliki banyak potensi alam yang luar biasa, namun pada kenyataannya saat ini kawasan ini tidak memiliki fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak, dan tidak terintegrasi dengan baiknya area wisata Tanjung Pasir dan permukiman warga membuat kawasan ini tidak dapat dimaksimalkan  secara ekonomi oleh warga. Kondisi saat ini kawasan Pantai Tanjung Pasir Tangerang masih sangat sederhana, meskipun sudah terlihat adanya upaya penataan. Namun Kondisi pantai yang ada sangat kotor akan sampah-sampah yang berserakan dan minim fasilitas membuat wisata di dalam kawasan ini tidak maksimal dengan kurangnya minat berwisata air seperti renang di laut. Abrasi yang terjadi di zona permukiman nelayan yang semakin tahun permukain air lautnya menaik sehingga keberadaan GSP 100m tidak terlihat lagi membuat warga cemas akan kondisi hunian dan lingkungannya.Oleh sebab itu, pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk melakukan pendampingan penataan kembali kawasan Pantai Tanjung Pasir tanpa menggusur keadaan eksisting yang ada pada kawasan tersebut. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam beberapa langkah, namun hal yang pertama dilakukan adalah dengan mengidentifikasi dan mengobservasi keadaan eksisting kawasan kampung nelayan Tanjung Pasir, setelah itu akan diketahui isu dan permasalahan dari kawasan tersebut sehingga dapat dicari solusi penyelesaian permasalahannya dari sisi arsitektural. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah usulan desain kawasan Tanjung Pasir baik kawasan permukimannya, kawasan pariwisatanya maupun dari sisi infrastrukturnya tanpa menggusur bangunan dan fasilitas eksisting.
Study on the Application of Healing Architecture in a Multi-Family Residential Building (Case Study: The Zora) Iqbal, Muhammad; Sari, Yeptadian
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v3i9.1814

Abstract

Architecture is not only about physical development but also about creating an environment that supports the well-being of its residents. The concept of Healing Architecture has become an increasingly popular topic in recent years, focusing on the design and organization of spaces to support the health and well-being of their occupants. The concept of Healing Architecture is the concept of how the physical environment significantly impacts the mental and physical health of its residents. Compound residential buildings, often residences for many individuals and families, have great potential to apply the principles of Healing Architecture. However, research on the application of Healing Architecture in compound residential buildings is still limited. Therefore, this study aims to fill this knowledge gap by conducting an in-depth study of the application of Healing Architecture in compound residential buildings. This research will use a qualitative descriptive approach to understand how the principles of Healing Architecture are applied in the context of compound residential buildings. This method allows the research to explore and describe this phenomenon in detail and understand the influences and impacts that may arise from applying Healing Architecture in this context. The purpose of this research is to provide new and practical insights into how Healing Architecture can be applied in the design of compound residential buildings to support the welfare of its residents. The application of healing architecture principles in The Zora Area can be seen in the use of environmentally friendly materials, sufficient natural lighting, green open spaces, designs that support social interaction, and architectural elements that calm and reduce stress.
Co-Authors Abda Abda Abrar Azizi Tricy Adharani, Yana Ahila Shofiqoh Ahkamal Ulyaa Ahmad Syarif Maulana Aisy, Karlina Rohadatul Akbar Razak allisa zahrah amani Almira Muthi Faliha Almira Muthi Faliha Aminuyati Andre Lafiza Anggana Fitri Satwikasari anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Ari Widyati Purwantiasning Arisal Arisal Arisal, Arisal Ashadi Astri Handayani Aulia Widya Chandra Azizah T. B. Alkathiri Danyah Sami Ali Bin Ghanem Dedi Hantono Dedi Hantono Dedi Hantono Dedi Hantono Dedi Hantono Dedi hantono, Dedi Dewinta Firda Giriana Emi Susilowati Emi Susilowati Erlangga, Agus Fadwah Maghfurah Faliha, Almira Muthi Farhan Fahrezzy Fikri Dzulfikar Gian Wahyu Riyadi Gugun Suarno Adiputra Halimah, Hana Helen Intan Sapitri Hendro Kurnianto Hendro Kurnianto Husna Desi Jundi Jundullah Afgani Jundi Jundullah Afgani Karlina Rohadatul Aisy Khadijah Warda Sufairo Lily Mauliani Lily Mauliani Lily Mauliani Lily Mauliani Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi, Lutfi M.Arifandy Abdul Gani Meisanti, Meisanti Mita Rahayu Permata Muhammad Alwan Rosyadi Muhammad Alwan Rosyadi Muhammad Fadhil Abdillah Muhammad Farras Baskara Muhammad Hafiizh Muhammad Sidiq Alnawawi Murni Rachmawati Musthapha, Zainal Mutia Setya Wardany Nabila Azzura Putri Prasyam Nabila Azzura Putri Prasyam nugraha, aditya fhazar Nur Romdhona Nurhuda Ali Muhammad PUTRI, ALIFVIA MALINDA Rafli Ferdiansyah rahman rahman Rahmatyas Aditantri Ratna Dewi Nur'aini Rifa Nur Habibah Rifa Nur Habibah Rifqi Rafsanjani Bambang Sakinah Ruhi Sya'bania Sella Siti Ainul Jannah Sidabutar, Yuanita F D Silvi Nurfai'ni Julianti Tegar Ari Erlangga Tomi Aprianto Ully Irma Maulina Hanafiah vidi herdiana Wafirul Aqli Yandri, Sepli Yuliasari Yuliasari