Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Salinity Effects on Anionic AEC Surfactant with Crude Oil: IFT, Phase Behavior, Solubilization, Microemulsion Viscosity Swadesi, Boni; Azmia, Fadhlan Barrul; Pratiknyo, Avianto Kabul; Kurniawan, Aditya; Suwardi
Journal of Earth Energy Science, Engineering, and Technology Vol. 8 No. 3 (2025): JEESET VOL. 8 NO. 3 2025
Publisher : Penerbitan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/tqms0g23

Abstract

The investigates the influence of NaCl salinity (0–32,000 ppm) on the performance of Alkyl Ethoxy Carboxylate (AEC) anionic surfactants for Enhanced Oil Recovery (EOR), using light crude oil as a model. Salinity fundamentally affects the system's Interfacial Tension (IFT), phase behavior, solubilization, and microemulsion rheology. The objectives were to map these effects and determine the optimal operational salinity and surfactant working concentration. The working concentration of 1.75% w/w was established above the Critical Micelle Concentration (CMC), determined from the breakpoint of the IFT curve versus log AEC concentration. IFT was precisely measured using a spinning-drop tensiometer. Phase behavior was characterized via a salinity scan to map the Winsor I–III–II transition, and the solubilization ratio was calculated from the equilibrium volume of the middle phase. Microemulsion viscosity was measured using a Brookfield DV3T viscometer with a stepwise shear protocol. The key results showed that an optimum salinity window produced ultra-low IFT, led to the formation of Winsor III microemulsions with a balanced oil/water solubilization ratio, and caused a viscosity peak that coincided with the Hydrophilic-Lipophilic Difference (HLD) ≈ 0 conditions. The microemulsions exhibited characteristic shear-thinning behavior across the tested shear rates. Salinity systematically controls the key physicochemical properties of the AEC–crude oil system. The findings provide: selecting the working concentration based on the CMC test and choosing the salinity at HLD ≈ 0 maximize residual oil mobilization while minimizing phase instability risks. Operational implications include precise brine selection, surfactant dosage control, and adaptive staged slug injection strategies.
Integrasi Artificial Intelligence dan Virtual Laboratory pada Pembelajaran melalui Pelatihan Guru MGMP Biologi Sidoarjo Savira, Nadyatul Ilma Indah; Kurniawan, Aditya; Fikri, Kamalia; Fatmawati, Yayuk
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i1.77876

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru MGMP Biologi Sidoarjo dalam mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI) dan Virtual Laboratory dalam pembelajaran biologi. Pelatihan difokuskan pada pemanfaatan AI untuk pembuatan prompt dalam menghasilkan game edukatif melalui Canva AI, serta penggunaan Virtual Laboratory sebagai media pendukung pemahaman konsep biologi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pemaparan materi, demonstrasi, praktik pembuatan media, diskusi, dan pendampingan. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi selama kegiatan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa guru mampu membuat media pembelajaran digital berbasis AI yang interaktif serta memahami pemanfaatan Virtual Laboratory sebagai pelengkap praktikum luring. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif pada setiap sesi praktik dan diskusi. Integrasi AI dan Virtual Laboratory terbukti memberikan alternatif solusi untuk pembelajaran biologi yang lebih inovatif, menarik, dan relevan dengan kebutuhan era digital. Kegiatan ini juga membangun kesadaran guru akan pentingnya penerapan teknologi secara berkelanjutan sebagai bagian dari transformasi pembelajaran. Dengan demikian, pelatihan ini berkontribusi terhadap peningkatan literasi digital dan kemampuan pedagogis guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran modern.
Techno-Economic Design of Onshore Gas Pipelines with High CO₂ and H₂S Content Pamungkas, Joko; Pramadewi , Indrianti; Hermawan, Yulius Deddy; Yuliestyan, Avido; Yusuf, Yusmardhany; Kurniawan, Aditya; Ramadhan, Muhammad Redo; Anggorowati, Heni; Perwitasari; Wulandari, Mutiara; Lazuardi, Muhammad Daffa
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 49 No 1 (2026)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/scog.v49i1.2023

Abstract

This study develops a simulation-based techno-economic framework for designing an onshore gas trunkline system to accommodate production from newly developed wells in the X and Y Fields. The system transports 35 MMSCFD of untreated natural gas containing approximately 60 mol% CO₂ and 70 ppm H₂S, where high acid gas content and declining wellhead pressure impose constraints on pressure delivery, flow velocity, material selection, and lifecycle cost. Steady-state hydraulic simulations were performed using UniSim R490 to evaluate early- and mid-life production scenarios based on pressure drop and erosional velocity ratio (EVR) in accordance with API RP 14E. Comparative analysis of candidate pipeline diameters shows that a 12-inch trunkline maintains a minimum delivery pressure of 50 psig while keeping EVR below unity, thereby satisfying hydraulic and mechanical integrity requirements without excessive recompression. The integration of an onshore booster compressor mitigates reservoir pressure decline and sustains gas transport to the central processing facility. Material selection analysis identifies duplex stainless steel and SS 316 as technically viable options for CO₂-H₂S service under controlled operating conditions. Techno-economic evaluation indicates that the selected configuration minimizes total lifecycle cost relative to alternative designs, with estimated CAPEX of USD 228.43 million and annual OPEX of USD 142.19 million. The results demonstrate that integrated hydraulic optimization, sour-service material selection, and economic assessment provide a robust and economically optimized design approach for onshore sour gas pipeline systems.
PENGARUH PENINDAKAN PELANGGARAN KENDARAAN OVERDIMENSI DAN OVERLOADING TERHADAP ANGKA KECELAKAAN LALU LINTAS DI WILAYAH HUKUM POLRESTA BUKITTINGGI (STUDI KASUS POLRESTA BUKITTINGGI) Kurniawan, Aditya; Munandar, Syaiful
YUSTISI Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/yustisi.v13i1.22733

Abstract

Sejak tahun 2009, isu mengenai kendaraan overdimensi dan overloading (ODOL) telah menjadi perhatian serius di Indonesia. Kendaraan dengan muatan yang melebihi kapasitas dan dimensi ini tidak hanya mempercepat kerusakan infrastruktur jalan, tetapi juga menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kecelakaan lalu lintas. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan berbagai regulasi untuk mengendalikan permasalahan ODOL, kenyataannya pelanggaran masih sering terjadi di lapangan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah. Bagaimana Tingkat Pelanggaran kendaraan Overdimensi Overloading (ODOL), Bagaimana Proses Penindakan Pelanggaran Kendaraan Overdimensi Overload terhadap angka kecelakaan lalu lintas dan Bagaimana Upaya Penindakan Pelanggaran Kendaraan Overdimensi Overload terhadap angka Kecelakaan lalu lintas Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dan empiris yang berguna memberikan data dan informasi mengenai Pelanggaran Kendaraan Overdimensi dan Overloading terhadap angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polresta Bukittinggi. Kemudian data dianalisis secara sistematis. Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran kendaraan overdimensi dan overloading (ODOL) masih belum berjalan secara optimal. Masih ada sejumlah hambatan yang membuat upaya penertiban kendaraan ODOL di lapangan kurang efektif. Salah satu hambatan utama adalah rendahnya kesadaran masyarakat, khususnya para pengemudi dan pelaku usaha transportasi, terhadap bahaya dan dampak dari pelanggaran ODOL. Selain itu, pengawasan dan penindakan dari pihak berwenang juga masih lemah, baik karena keterbatasan sumber daya, kurangnya fasilitas, maupun belum maksimalnya koordinasi antar instansi. Kata Kunci: Overdimensi, Overloading, Kecelakaan lalu lintas
PENGARUH PENINDAKAN PELANGGARAN KENDARAAN OVERDIMENSI DAN OVERLOADING TERHADAP ANGKA KECELAKAAN LALU LINTAS DI WILAYAH HUKUM POLRESTA BUKITTINGGI (STUDI KASUS POLRESTA BUKITTINGGI) Kurniawan, Aditya; Munandar, Syaiful
YUSTISI Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/yustisi.v13i1.22733

Abstract

Sejak tahun 2009, isu mengenai kendaraan overdimensi dan overloading (ODOL) telah menjadi perhatian serius di Indonesia. Kendaraan dengan muatan yang melebihi kapasitas dan dimensi ini tidak hanya mempercepat kerusakan infrastruktur jalan, tetapi juga menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kecelakaan lalu lintas. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan berbagai regulasi untuk mengendalikan permasalahan ODOL, kenyataannya pelanggaran masih sering terjadi di lapangan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah. Bagaimana Tingkat Pelanggaran kendaraan Overdimensi Overloading (ODOL), Bagaimana Proses Penindakan Pelanggaran Kendaraan Overdimensi Overload terhadap angka kecelakaan lalu lintas dan Bagaimana Upaya Penindakan Pelanggaran Kendaraan Overdimensi Overload terhadap angka Kecelakaan lalu lintas Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dan empiris yang berguna memberikan data dan informasi mengenai Pelanggaran Kendaraan Overdimensi dan Overloading terhadap angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polresta Bukittinggi. Kemudian data dianalisis secara sistematis. Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran kendaraan overdimensi dan overloading (ODOL) masih belum berjalan secara optimal. Masih ada sejumlah hambatan yang membuat upaya penertiban kendaraan ODOL di lapangan kurang efektif. Salah satu hambatan utama adalah rendahnya kesadaran masyarakat, khususnya para pengemudi dan pelaku usaha transportasi, terhadap bahaya dan dampak dari pelanggaran ODOL. Selain itu, pengawasan dan penindakan dari pihak berwenang juga masih lemah, baik karena keterbatasan sumber daya, kurangnya fasilitas, maupun belum maksimalnya koordinasi antar instansi. Kata Kunci: Overdimensi, Overloading, Kecelakaan lalu lintas
PERUBAHAN TANDA TANGAN FISIK DAN DIGITAL BERDASARKAN PERSPEKTIF HUKUM PERDATA DAN PUTUSAN PENGADILAN NEGERI Kurniawan, Aditya; Nugraheni, Anjar Sri Ciptorukmi
Jurnal Privat Law Vol 13, No 1 (2025): JANUARI-JUNI
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/privat.v13i1.54164

Abstract

AbstractThis article aims to analyze the regulation of changes in physical and digital signatures based on the Civil Code and the Information and Electronic Transactions Law, the problems of changing physical and digital signatures in Indonesia and the juridical implications for someone who changes signatures. The research method used is normative legal research which has a prescriptive nature by using a statutory approach and a case approach. The source of this research comes from primary and secondary legal materials with legal material collection techniques based on literature studies and analyzed by syllogistic legal reasoning techniques with deductive methods. The result of this study is the regulation of changes in a physical signature based on Article 1867-1894 of the Civil Code and digital signatures on Law Number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions. The problem that occurs in society regarding changes in physical and digital signatures is that there are no standard rules to regulate this and the result of changes in signatures made by someone, namely a signature will remain valid as long as the signer acknowledges that the signature is his.Key words: change; digital signature;  physical signature; problematicAbstrak Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan perubahan tanda tangan fisik maupun digital berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, problematika perubahan tanda tangan fisik dan digital di Indonesia serta implikasi yuridis terhadap seseorang yang melakukan perubahan tanda tangan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang memiliki sifat preskriptif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Sumber penelitian ini berasal dari bahan hukum primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan bahan hukum yang didasarkan pada studi pustaka serta dianalisis dengan teknik penalaran hukum yang bersifat silogisme dengan metode deduktif. Hasil penelitian ini adalah pengaturan perubahan suatu tanda tangan fisik yang didasarkan pada Pasal 1867-1894 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata serta tanda tangan digital pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Problematika yang terjadi dalam masyarakat mengenai perubahan tanda tangan fisik maupun digital adalah tidak adanya aturan yang baku untuk mengatur hal tersebut serta akibat dari perubahan tanda tangan yang dilakukan oleh seseorang yaitu suatu tanda tangan akan tetap berlaku sepanjang penandatangan mengakui bahwa tanda tangan tersebut adalah miliknya. Kata kunci: perubahan; problematika; tanda tangan digital; tanda tangan fisik
Simulation of Gas Sweetening Process using Extended NRTL and Stages Efficiency as Modeling Approach Kurniawan, Aditya; Yusuf, Yusmardhany; Hazimizzufar, Ahnaf; Herviansyah, Wildan Zanuar
Equilibrium Journal of Chemical Engineering Vol 8, No 1 (2024): Volume 8, No 1 July 2024
Publisher : Program studi Teknik Kimia UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/equilibrium.v8i1.88301

Abstract

Gas sweetening is a process to remove CO₂ and H₂S from natural gas. The current established technology is by using Amine contactor where the solvent used is in form of Amine solution. To simulate the effect of different solvent, electrolyte-NRTL is used to model the equilibrium, and mass transfer-kinetic is used to model the rate-based processes. This modeling approach is rather complex and available only in commercial and proprietary process simulation software. Therefore we propose an alternative modeling approach where we use extended NRTL and stage efficiency to model the acid gas absorption processes. We find that this approach is quite good to describe CO₂ absorption, yet unsuccessful to calculate the H₂S absorption. Inadequate vapor liquid equilibrium parameter regression for H₂S, specifically at low partial pressure might cause the problem. However the stage efficiency approach shows good result where it is comparable to rate-based model and corresponds to current understanding of physico-chemical phenomenon of acid gas absorption. Keywords:Gas sweetening, Unisim design, Simulation, NRTL, Stage efficiency
Co-Authors Afni, Amanda Lailia Nur Anjar Sri Ciptorukmi Nugraheni Anugerah, Nabella Maya Ardi, Iwan Aminto Ardiyansyah, Nur Avido Yuliestyan Azmia, Fadhlan Barrul Badarsila, Adinda Citra Bambang Riyanta, Bambang Bevo Wahono Bhisma Murti Boni Swadesi Buinda , Meista Bilgis Dewi Arini, Liss Dyah Dhendy Zaki Ridwan Ernasari, Ernasari Erni Ummi Hasanah Fadullah, Ikhsan Fakhri Farida Indriani Fiarani, Hajar Syifa Gandakusuma, Imo Gusmiarni, Gusmiarni Hasanah, Erni Ummi Hazimizzufar, Ahnaf Helmy Mukti Himawan, Helmy Mukti Hermawan Prasetyanto Herviansyah, Wildan Zanuar Ike Lusi Meilina Joko Pamungkas Kamalia Fikri Khamdani, Haris Kholilatul Wardani, Kholilatul Kuswati Kuswati Lazuardi, Muhammad Daffa Liss Dyah Dewi Arini Luky Adrianto M.Z, Yumarlin Maharani, Nadia Devi Maryani Maryani Muhajir Muhajir, Muhajir Muhamad Soleh Mujiyana Mujiyana Munandar, Syaiful Nadyatul Ilma Indah Savira Nanda Wulandari, Nanda Nurhidayat, Rojabita Dwirgahayu Nurina Rahmalia Nurul Insani Shullia Nuzuladzmi, Rafida Nariswari Oktaviane Rara Ayuningtias perwitasari Prabowo, Abram Setyo Pramadewi , Indrianti Pratiknyo, Avianto Kabul Raharti, Rini Rahman, Muhammad Budi Nur Ramadhan, Muhammad Redo Reny Yuniasanti Retno Lantarsih Reza, Agnanda Santosa, Tito Hadji Agung Sari, Mey Reza Selviana Selfi Julian Friski Sherly Aryanti Slamet Hariyadi Sosiati, Harini Sukamto Sukamto Suminto, Joko Suwardi Syafitri, Try Ssa Devi Tamtomo , Didik Taryo Totok Suwanda Ummi Hasanah, Erni Wahyudi, Danang Warso Warso, Warso Widodo Widodo Wulandari, Mutiara Yayuk Fatmawati, Yayuk Yudha, Fitroh Anugrah Kusuma Yulius Deddy Hermawan Yumarlin M. Z. Yusuf, Yusmardhany