Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Latihan William Flexion pada Petani dengan Low Back Pain di Desa Pringanom Kabupaten Sragen Eka Nikmah Wulandari; Riyani Wulandari
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2024): September: Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/quwell.v1i3.744

Abstract

Based on the data from Central Java shows that 40% people started from 20 until 65 years old suffered from LBP, estimated 18,2% for men and 13,6% for women. All farmer activities involve the spinal muscles which can caused farmers to suffer from low back pain. One steps to reduce LBP is apply the William Flexion. Describe the results observations application William Flexion to Farmer with Low Back Pain. This method descriptive analysis and a pain measurement scale with Visual Analog Scale (VAS). In this method implemented the William Flexion, measured level Low Back Pain after intervention has been carried out for 6 meetings in 2 weeks. After applying the William Flexion to the respondents, there was a reduction in the level of Low Back Pain. Application William Flexion to farmers with Low Back Pain can reduce level of pain.
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN MASYARAKAT DAERAH RAWAN BANJIR DI DESA WARUKKALONG KABUPATEN NGAWI Pratama, Adhi Predika; Wulandari , Riyani
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2023): Volume 1 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v1i4.20253

Abstract

Bencana alam sering terjadi di Indonesia. Banjir mendominasi bencana alam yang melanda hampir seluruh pelosok Indonesia, dengan 1.288 kejadian (42,1%). Jawa Timur berada di urutan kedua dengan 211 kejadian bencana untuk tahun 2021, termasuk 118 bencana banjir. Sungai Bengawan Madiun mengalir melalui Kecamatan Kwadungan di Kabupaten Ngawi, yang merupakan daerah dataran rendah dengan ketinggian 52-54 meter di atas permukaan laut. Banjir dapat memberikan dampak kesehatan mental jangka panjang berupa kecemasan dan kerusakan fisik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan pada penduduk di daerah rawan banjir di Desa Warukkalong Kabupaten Ngawi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang tinggal di daerah rawan banjir di Desa Warukkalong, Kabupaten Ngawi, sebagian besar adalah remaja berusia 18-25 tahun (35,23%), berjenis kelamin perempuan (56,8%), berpendidikan SMA/SMK (40,9%), dan memiliki tingkat kecemasan yang ringan (93,18%).
Penerapan Terapi Slow Stroke Back Massage (SSBM) Sebagai Upaya Mengurangi Nyeri Kepala pada Pasien Dengan Hipertensi Novitasari, Azizah; Wulandari, Riyani
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.6723

Abstract

Prevalensi penderita hipertensi di Indonesia usia diatas  15 tahun pada tahun 2023 laki-laki 25,6% dengan jumlah 300.182 dan perempuan 32,8 % dengan jumlah 298.801. Penyakit hipertensi masih menempati proporsi terbesar di seluruh Penyakit Tidak Menular (PTM) yang dilaporkan, yaitu sebesar 72,0 %. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat mengurangi nyeri kepala pada penderita hipertensi yaitu Slow Stroke Back Massage (SSBM). Tujuan : Mengetahui hasil implementasi terapi Slow Stroke Back Massage (SSBM) sebagai upaya mengurangi nyeri kepala pada pasien penderita hipertensi. Metode : Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode studi kasus dengan desain penelitian deskriptif. Responden yang digunakan berjumlah 2 orang dengan kriteria inklusi 25-50 tahun, tekanan darah 140/90 mmHg, dan memiliki keluhan nyeri kepala.  Perlakuan diberikan selama 6 hari. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian didapatkan   adanya penurunan skala nyeri kepala pada kedua responden. Pada responden 1 dari skala nyeri 8 menjadi 3, sedangkan pada responden 2 dari skala nyeri 7 menjadi 3. Kesimpulan : Terapi Slow Stroke Back Massage (SSBM) dapat dijadikan sebagai teknik non farmakologi untuk menurunkan skala nyeri kepala pada penderita hipertensi.
Penerapan Terapi Slow Stroke Back Massage (SSBM) Sebagai Upaya Mengurangi Nyeri Kepala pada Pasien Dengan Hipertensi Novitasari, Azizah; Wulandari, Riyani
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.6723

Abstract

Prevalensi penderita hipertensi di Indonesia usia diatas  15 tahun pada tahun 2023 laki-laki 25,6% dengan jumlah 300.182 dan perempuan 32,8 % dengan jumlah 298.801. Penyakit hipertensi masih menempati proporsi terbesar di seluruh Penyakit Tidak Menular (PTM) yang dilaporkan, yaitu sebesar 72,0 %. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat mengurangi nyeri kepala pada penderita hipertensi yaitu Slow Stroke Back Massage (SSBM). Tujuan : Mengetahui hasil implementasi terapi Slow Stroke Back Massage (SSBM) sebagai upaya mengurangi nyeri kepala pada pasien penderita hipertensi. Metode : Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode studi kasus dengan desain penelitian deskriptif. Responden yang digunakan berjumlah 2 orang dengan kriteria inklusi 25-50 tahun, tekanan darah 140/90 mmHg, dan memiliki keluhan nyeri kepala.  Perlakuan diberikan selama 6 hari. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian didapatkan   adanya penurunan skala nyeri kepala pada kedua responden. Pada responden 1 dari skala nyeri 8 menjadi 3, sedangkan pada responden 2 dari skala nyeri 7 menjadi 3. Kesimpulan : Terapi Slow Stroke Back Massage (SSBM) dapat dijadikan sebagai teknik non farmakologi untuk menurunkan skala nyeri kepala pada penderita hipertensi.
PENGARUH BRAIN GYM TERHADAP KECEMASAN LANSIA DI DESA BEJEN KABUPATEN KARANGANYAR Dwiyani, Linda; Wulandari, Riyani
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 5 No. 2 (2025): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/g4gjqe88

Abstract

Latar Belakang: Jumlah lansia seluruh dunia terus bertambah, diperkirakan pada tahun 2021-2050, jumlah lansia yang berusia lebih dari 60 tahun mencapai 17%. Dengan semakin bertambahnya jumlah lansia, risiko mereka mengalami kecemasan juga meningkat. Saat ini, sekitar 10-20% lansia mengalami gangguan kecemasan. Untuk mengatasi gangguan kecemasan, bisa dilakukan dengan caara non farmakologi, salah satunya melalui brain gym. Tujuan: Mengetahui pengaruh brain gym terhadap tingkat kecemasan lansia di Desa Bejen Kabupaten Karanganyar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimental. Pendekatan yang digunakan desain one group prestest-pretest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan populasi 250 lansia dan sampel 17 lansia. Pelaksanaan brain gym dilakukan 2x dalam jangka 2 minggu, masing-masing sesi selama 13 menit. Analisis data yang digunakan yaitu Analisa univariat dan bivariat. Hasil: pada analisis univariat sebelum intervensi mayoritas responden mengalami kecemasan sedang (76,5%), setelah dilakukan intervensi mayoritas responden mengalami kecemasan ringan (58,8%). Dalam uji Wilcoxon test diperoleh hasil nilai sig.(2-tailed) (0,000) <0,05 maka Ha diterima. Kesimpula: Ada pengaruh sebelum dan sesudah dilakukan brain gym terhadap kecemasan. Diharapkan kader posyandu mampu mengaplikasikan brain gym sebagai salah satu program rutin dalam upaya menurunkan kecemasan lansia
Penguatan Rasa Percaya Diri Siswa dalam Berkomunikasi di Sekolah Inklusi Khoirunisa, Salsabila; Muhroji, Muhroji; Wulandari, Riyani; Pratiwi, Anggia Suci
Buletin KKN Pendidikan Vol. 6, No. 1, Juni 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v6i1.23644

Abstract

Rasa percaya diri merupakan timbulnya keyakinan dalam diri individu terhadap kemampuan yang dimilikinya. Dengan percaya diri anak akan mudah memahami dan mengenal dirinya sendiri. Kurangnya rasa percaya diri menyebabkan terhambatnya pengembangan potensi diri pada anak. Anak dengan rasa percaya diri tinggi akan mampu berkomunikasi dengan baik di lingkunganya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya-upaya guru dalam menumbuhkan kepercayaan diri anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam membangun komunikasi di sekolah inklusi. Jenis kualitatif desain deskriptif. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik interaktif. Hasil menunjukan: 1. Upaya guru dalam menumbuhan kepercayaan diri pada anak berkebutuhan khusus (ABK) dilakukan dengan memberikan motivasi, apresiasi, pujian, menciptakan rasa aman, nyaman, mencari potensi anak, mendorong anak mengikuti lomba, ekstrakulikuler, menerapkan skill berani dan memberi hak yang sama. 2. Dalam membangun komunikasi yang baik guru melatih emosional anak, memberikan pemahaman tentang persatuan, memberikan bimbingan membaca, menulis, menciptakan komunikasi bermakna, menggunakan media gerakan tubuh media tulisan, menjadi juru bicara dan membebaskan anak untuk berinteraksi di lingkungan sekitar. Berbagai upaya tersebut dinilai mampu meningkatkan rasa percaya diri anak dalam berkomunikasi di lingkungan sekolah. Terutama anak-anak berkebutuhan khusus yang merasa dirinya berbeda dengan anak-anak regular.
Penerapan Abdominal Sretching Exercise Sebagai Upaya Penurunan Intensitas Dismenore Pada Remaja Putri Di Desa Mudal, Boyolali Wahyu Tri Wulandari; Riyani Wulandari
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore atau rasa nyeri menstruasi merupakan keluhan ginekologis akibat ketidakseimbangan hormon progesteron, gejala yang dapat timbul berupa lemas, malas, hilang konsentrasi, nyeri abdomen, sakit punggung dan kram yang dapat menggangu aktivitas. Angka kejadian dismenore di Indonesia sebesar 64,25%, terdiri atas 54,8% dengan dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder. Salah satu penanganan non farmakologis yang dapat dilakukan untuk menurunkan intensitas dismenore adalah abdominal stretching exercise yang dapat meningkatkan kadar hormon endorphin. Tujuan; Mengetahui hasil implementasi abdominal stretching exercise terhadap penurunan intensitas dismenore pada remaja putri. Metode; Penerapan ini dilaksanakan dengan studi kasus dan mengobservasi kejadian atau peristiwa yang sudah terjadi pada dua responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dengan Numerik Rating Scale (NRS). Hasil; Setelah dilakukan penerapan abdominal stretching exercise pada kedua responden, selama 10-15 menit pada tiga hari pertama menstruasi secara berturut-turut menunjukkan adanya penurunan intensitas dismenore menjadi kategori tidak nyeri dan nyeri ringan. Kesimpulan; Abdominal stretching exercise dapat menurunkan intensitas dismenore pada remaja putri
Hubungan Aktivitas Fisik dan Fase Pengobatan TB dengan Status Gizi pada Pasien TB Parustik Dina Kusumaningroh; Tri Susilowati; Riyani Wulandari
Journal of Ners and Midwifery Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v5i1.ART.p001-007

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit yang menjadi perhatian global. Penyakit ini disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis, kasus TB terbanyak di RS di Surakarta terdapat di BBKPM Surakarta. Infeksi TB ini akan mempengaruhi status gizi pada penderita, dimana penderita akan tampak kurus sehingga diperlukan pengobatan OAT (tahap awal dan lanjutan) dan aktivitas yang cukup untuk meningkatkan status gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan fase pengobatan TB dengan status gizi pada pasien TB paru di BBKPM Surakarta. Jenis penelitian adalah analitik dengan rancangan cross sectional, sampel dalam penelitian ini sebanyak 92 pasien. Teknik sampling menggunakan purposive dan quota sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisa data menggunakan teknik analisa spearman rank correlation, chi-square dan regression logistic pada taraf signifikansi 95%. Hasil uji bivariat dengan spearman rank correlation menyatakan ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan status gizi (= 0,029 < 0,05), hasil uji bivariat chi-square membuktikan adanya hubungan fase pengobatan TB dengan status gizi (= 0,009 < 0,05). Sedangkan hasil uji regresi logistik menyatakan bahwa fase pengobatan TB berpeluang 0,382 kali lebih besar dibandingkan aktivitas fisik untuk mempengaruhi status gizi. Ada hubungan aktivitas fisik dan fase pengobatan TB dengan status gizi pada pasien TB paru di BBKPM Surakarta. Diharapkan perawat dapat memberikan edukasi tentang pola makan dan kebutuhan nutrisi untuk pasien TB paru dan pasien menjaga atau mengatur aktivitas fisik serta mencukupi asupan nutrisi agar dapat meningkatkan status gizi.
Pengaruh Core Stability Exercise Terhadap Intensitas Low Back Pain Pada Petani di Desa Gabus Kabupaten Sragen Galuh Nawang Sari; Riyani Wulandari
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.186

Abstract

Indonesia, sektor pertanian menjadi perekonomian utama. Aktivitas pertanian ini dapat menyebabkan adanya low back pain. Survei Kesehatan Indonesia, menyatakan pada tahun 2021 terdapat 3,71% atau setara 12.914 kasus nyeri punggung bawah di Indonesia. Nyeri punggung bawah dapat mengakibatkan keterbatasan gerak yang menganggu aktivitas dan ketidaknyamanan. Salah satu penanganan adalah core stability exercise. Tujuan : Mengetahui pengaruh core stability exercise terhadap intensitas low back pain pada petani di Desa Gabus Kabupaten Sragen. Metode : Jenis penelitian ini kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian Quasi Experiment Desain. Populasi dari penelitian ini adalah 78 orang. Sampel penelitian ini petani di Desa Gabus Kabupaten Sragen berjumlah 15 responden. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrument menggunakan pengukuran tingkat nyeri punggung bawah menggunakan Numerical Rating Scale (NRS). Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil : Sebelum dilakukan intervensi core stability exercise pada responden didapatkan mayoritas petani memiliki keluhan nyeri sedang, dan setelah dilakukan intervensi core stability exercise pada petani di Desa Gabus didapatkan penurunan skala nyeri punggung bawah menjadi ringan. Didapatkan nilai p-value 0,001. Kesimpulan : Terdapat pengaruh core stability exercise terhadap intensitas low back pain pada petani di Desa Gabus Kabupaten Sragen.
Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif terhadap Nyeri Low Back Pain pada Pekerja Konveksi di Sukoharjo Mellyana Desinta Permata Sari; Riyani Wulandari
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.194

Abstract

ransangan nyeri Low Back Pain berulang dapat menyebabkan hiperaktivitas sistem saraf simpatis hingga menimbulkan nyeri kronis yang disertai peningkatan ketegangan otot. Apabila keluhan keluhan LBP dibiarkan terus menerus dan tidak tertangani dengan baik akan menyebabkan kelelahan kronis,  risiko terjadinya HNP, serta berubahnya anatomi tubuh secara permanen. Menurut WHO jumlah penderita LBP diperkirakan akan meningkat menjadi 843 juta orang pada tahun 2050. Keluhan LBP dapat ditangani dengan terapi non farmakologis berupa relaksasi otot progresif. Terapi ROP banyak digunakan karena tidak menimbulkan efek samping, mudah diaplikasikan, serta termasuk metode relaksasi dengan biaya yang rendah. Tujuan : mengetahui apakah ada pengaruh terapi relaksai otot progresif terhadap nyeri low back pain pada pekerja konveksi di Sukoharjo  Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Quasi Eksperimen dengan rancangan Pre-test Post-test without control group Design. Teknik sampling yang digunakan yaitu teknik non probability berupa total sampling dengan jumlah sampel 20 pekerja konveksi. Hasil : Hasil menggunakan uji Wilcoxon nilai p-value 0,000. Kesimpulan : Ada pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap nyeri Low Back Pain pada pekerja konveksi di Sukoharjo