Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Penerapan Latihan William Flexion pada Petani dengan Low Back Pain di Desa Pringanom Kabupaten Sragen Eka Nikmah Wulandari; Riyani Wulandari
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2024): September: Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/quwell.v1i3.744

Abstract

Based on the data from Central Java shows that 40% people started from 20 until 65 years old suffered from LBP, estimated 18,2% for men and 13,6% for women. All farmer activities involve the spinal muscles which can caused farmers to suffer from low back pain. One steps to reduce LBP is apply the William Flexion. Describe the results observations application William Flexion to Farmer with Low Back Pain. This method descriptive analysis and a pain measurement scale with Visual Analog Scale (VAS). In this method implemented the William Flexion, measured level Low Back Pain after intervention has been carried out for 6 meetings in 2 weeks. After applying the William Flexion to the respondents, there was a reduction in the level of Low Back Pain. Application William Flexion to farmers with Low Back Pain can reduce level of pain.
Penerapan Terapi Slow Stroke Back Massage (SSBM) Sebagai Upaya Mengurangi Nyeri Kepala pada Pasien Dengan Hipertensi Novitasari, Azizah; Wulandari, Riyani
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.6723

Abstract

Prevalensi penderita hipertensi di Indonesia usia diatas  15 tahun pada tahun 2023 laki-laki 25,6% dengan jumlah 300.182 dan perempuan 32,8 % dengan jumlah 298.801. Penyakit hipertensi masih menempati proporsi terbesar di seluruh Penyakit Tidak Menular (PTM) yang dilaporkan, yaitu sebesar 72,0 %. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat mengurangi nyeri kepala pada penderita hipertensi yaitu Slow Stroke Back Massage (SSBM). Tujuan : Mengetahui hasil implementasi terapi Slow Stroke Back Massage (SSBM) sebagai upaya mengurangi nyeri kepala pada pasien penderita hipertensi. Metode : Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode studi kasus dengan desain penelitian deskriptif. Responden yang digunakan berjumlah 2 orang dengan kriteria inklusi 25-50 tahun, tekanan darah 140/90 mmHg, dan memiliki keluhan nyeri kepala.  Perlakuan diberikan selama 6 hari. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian didapatkan   adanya penurunan skala nyeri kepala pada kedua responden. Pada responden 1 dari skala nyeri 8 menjadi 3, sedangkan pada responden 2 dari skala nyeri 7 menjadi 3. Kesimpulan : Terapi Slow Stroke Back Massage (SSBM) dapat dijadikan sebagai teknik non farmakologi untuk menurunkan skala nyeri kepala pada penderita hipertensi.
Penerapan Terapi Slow Stroke Back Massage (SSBM) Sebagai Upaya Mengurangi Nyeri Kepala pada Pasien Dengan Hipertensi Novitasari, Azizah; Wulandari, Riyani
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.6723

Abstract

Prevalensi penderita hipertensi di Indonesia usia diatas  15 tahun pada tahun 2023 laki-laki 25,6% dengan jumlah 300.182 dan perempuan 32,8 % dengan jumlah 298.801. Penyakit hipertensi masih menempati proporsi terbesar di seluruh Penyakit Tidak Menular (PTM) yang dilaporkan, yaitu sebesar 72,0 %. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat mengurangi nyeri kepala pada penderita hipertensi yaitu Slow Stroke Back Massage (SSBM). Tujuan : Mengetahui hasil implementasi terapi Slow Stroke Back Massage (SSBM) sebagai upaya mengurangi nyeri kepala pada pasien penderita hipertensi. Metode : Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode studi kasus dengan desain penelitian deskriptif. Responden yang digunakan berjumlah 2 orang dengan kriteria inklusi 25-50 tahun, tekanan darah 140/90 mmHg, dan memiliki keluhan nyeri kepala.  Perlakuan diberikan selama 6 hari. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian didapatkan   adanya penurunan skala nyeri kepala pada kedua responden. Pada responden 1 dari skala nyeri 8 menjadi 3, sedangkan pada responden 2 dari skala nyeri 7 menjadi 3. Kesimpulan : Terapi Slow Stroke Back Massage (SSBM) dapat dijadikan sebagai teknik non farmakologi untuk menurunkan skala nyeri kepala pada penderita hipertensi.
PENGARUH BRAIN GYM TERHADAP KECEMASAN LANSIA DI DESA BEJEN KABUPATEN KARANGANYAR Dwiyani, Linda; Wulandari, Riyani
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 5 No. 2 (2025): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/g4gjqe88

Abstract

Latar Belakang: Jumlah lansia seluruh dunia terus bertambah, diperkirakan pada tahun 2021-2050, jumlah lansia yang berusia lebih dari 60 tahun mencapai 17%. Dengan semakin bertambahnya jumlah lansia, risiko mereka mengalami kecemasan juga meningkat. Saat ini, sekitar 10-20% lansia mengalami gangguan kecemasan. Untuk mengatasi gangguan kecemasan, bisa dilakukan dengan caara non farmakologi, salah satunya melalui brain gym. Tujuan: Mengetahui pengaruh brain gym terhadap tingkat kecemasan lansia di Desa Bejen Kabupaten Karanganyar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimental. Pendekatan yang digunakan desain one group prestest-pretest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan populasi 250 lansia dan sampel 17 lansia. Pelaksanaan brain gym dilakukan 2x dalam jangka 2 minggu, masing-masing sesi selama 13 menit. Analisis data yang digunakan yaitu Analisa univariat dan bivariat. Hasil: pada analisis univariat sebelum intervensi mayoritas responden mengalami kecemasan sedang (76,5%), setelah dilakukan intervensi mayoritas responden mengalami kecemasan ringan (58,8%). Dalam uji Wilcoxon test diperoleh hasil nilai sig.(2-tailed) (0,000) <0,05 maka Ha diterima. Kesimpula: Ada pengaruh sebelum dan sesudah dilakukan brain gym terhadap kecemasan. Diharapkan kader posyandu mampu mengaplikasikan brain gym sebagai salah satu program rutin dalam upaya menurunkan kecemasan lansia
Pengaruh Senam Ergonomik Terhadap Tekanan Darah Lansia Penderita Hipertensi di Kelurahan Gayam Kabupaten Sukoharjo Nur Rohmanni Yuliana; Riyani Wulandari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): November : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v5i3.7837

Abstract

Hypertension is a major health problem among the elderly and a significant risk factor for cardiovascular disease. In Central Java, the prevalence of hypertension among the elderly ranked the highest in Indonesia in 2021 at 32.5%, and by 2024, it had markedly increased to 71.47%. This alarming rise highlights the urgent need for effective and practical interventions that can be implemented at the community level. One non-pharmacological intervention that has been shown to help lower blood pressure is ergonomic exercise, a form of physical activity designed to be safe, low-impact, and suitable for older adults. This study aimed to determine the effect of ergonomic exercise on the blood pressure of elderly individuals with hypertension in Gayam Village, Sukoharjo Regency. This research employed a quantitative, pre-experimental design using a one-group pretest–posttest approach. The sample consisted of 17 elderly respondents selected through purposive sampling. Blood pressure measurements were obtained using a sphygmomanometer. The ergonomic exercise intervention was administered three times per week, with each session lasting 23 minutes, over a set intervention period. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test to assess differences in systolic and diastolic blood pressure before and after the intervention. The analysis revealed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a statistically significant reduction in blood pressure following the exercise program. These findings suggest that ergonomic exercise can effectively reduce blood pressure in elderly individuals with hypertension and may serve as a supportive, low-cost, and easily implemented intervention in community health programs. It is recommended that ergonomic exercise be incorporated into routine elderly health promotion activities to help control hypertension and improve overall cardiovascular health.
Pengaruh Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap Tekanan darah pada Lansia dengan Hipertensi Aminatun Indah Kumalasari; Riyani Wulandari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): November : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v5i3.7930

Abstract

The global elderly population (>60 years) has reached 1.4 billion, with a high vulnerability to cardiovascular disease, including hypertension, which affects approximately 1.28 billion individuals worldwide. Hypertension in the elderly is often chronic and requires long-term management, both pharmacological and non-pharmacological approaches. While antihypertensive medications have proven effective, long-term side effects can include kidney disorders, electrolyte imbalances, and decreased quality of life due to drug dependence. Therefore, the development of non-invasive, affordable, and low-risk alternative interventions is crucial. One non-pharmacological approach currently being studied is the Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), an emotional healing method that combines spiritual elements, positive affirmations, and stimulation of the body's meridian points. SEFT works through the autonomic nervous system and is believed to reduce psychological stress that contributes to high blood pressure. This therapy is easy to learn, can be performed independently, and does not require special equipment, making it highly suitable for use in elderly communities with limited access to advanced medical services. The purpose of this study was to determine the impact of SEFT therapy on blood pressure in hypertensive elderly people at the Nakula Elderly Integrated Health Post (Posyandu). This study also aims to provide a scientific basis for developing a spiritual and emotional-based community intervention model to lower blood pressure in the elderly, while supporting a promotive-preventive approach in the primary health care system. Furthermore, it is important to understand that blood pressure in the elderly is influenced not only by physiological factors but also by psychological conditions such as stress, anxiety, and feelings of loneliness, which are common in old age.
Penguatan Rasa Percaya Diri Siswa dalam Berkomunikasi di Sekolah Inklusi Khoirunisa, Salsabila; Muhroji, Muhroji; Wulandari, Riyani; Pratiwi, Anggia Suci
Buletin KKN Pendidikan Vol. 6, No. 1, Juni 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v6i1.23644

Abstract

Rasa percaya diri merupakan timbulnya keyakinan dalam diri individu terhadap kemampuan yang dimilikinya. Dengan percaya diri anak akan mudah memahami dan mengenal dirinya sendiri. Kurangnya rasa percaya diri menyebabkan terhambatnya pengembangan potensi diri pada anak. Anak dengan rasa percaya diri tinggi akan mampu berkomunikasi dengan baik di lingkunganya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya-upaya guru dalam menumbuhkan kepercayaan diri anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam membangun komunikasi di sekolah inklusi. Jenis kualitatif desain deskriptif. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik interaktif. Hasil menunjukan: 1. Upaya guru dalam menumbuhan kepercayaan diri pada anak berkebutuhan khusus (ABK) dilakukan dengan memberikan motivasi, apresiasi, pujian, menciptakan rasa aman, nyaman, mencari potensi anak, mendorong anak mengikuti lomba, ekstrakulikuler, menerapkan skill berani dan memberi hak yang sama. 2. Dalam membangun komunikasi yang baik guru melatih emosional anak, memberikan pemahaman tentang persatuan, memberikan bimbingan membaca, menulis, menciptakan komunikasi bermakna, menggunakan media gerakan tubuh media tulisan, menjadi juru bicara dan membebaskan anak untuk berinteraksi di lingkungan sekitar. Berbagai upaya tersebut dinilai mampu meningkatkan rasa percaya diri anak dalam berkomunikasi di lingkungan sekolah. Terutama anak-anak berkebutuhan khusus yang merasa dirinya berbeda dengan anak-anak regular.
Penerapan Abdominal Sretching Exercise Sebagai Upaya Penurunan Intensitas Dismenore Pada Remaja Putri Di Desa Mudal, Boyolali Wahyu Tri Wulandari; Riyani Wulandari
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore atau rasa nyeri menstruasi merupakan keluhan ginekologis akibat ketidakseimbangan hormon progesteron, gejala yang dapat timbul berupa lemas, malas, hilang konsentrasi, nyeri abdomen, sakit punggung dan kram yang dapat menggangu aktivitas. Angka kejadian dismenore di Indonesia sebesar 64,25%, terdiri atas 54,8% dengan dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder. Salah satu penanganan non farmakologis yang dapat dilakukan untuk menurunkan intensitas dismenore adalah abdominal stretching exercise yang dapat meningkatkan kadar hormon endorphin. Tujuan; Mengetahui hasil implementasi abdominal stretching exercise terhadap penurunan intensitas dismenore pada remaja putri. Metode; Penerapan ini dilaksanakan dengan studi kasus dan mengobservasi kejadian atau peristiwa yang sudah terjadi pada dua responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dengan Numerik Rating Scale (NRS). Hasil; Setelah dilakukan penerapan abdominal stretching exercise pada kedua responden, selama 10-15 menit pada tiga hari pertama menstruasi secara berturut-turut menunjukkan adanya penurunan intensitas dismenore menjadi kategori tidak nyeri dan nyeri ringan. Kesimpulan; Abdominal stretching exercise dapat menurunkan intensitas dismenore pada remaja putri
Application Information Technology For Posyandu Cadres: SI-MASTING For Early Detection of Stunting Sri Widayati, Rina; Amalina, Nur; Pramuja Inngam Fanani, Galih; Suratman, Suratman; Uswatun Khasanah, Aulia; Wulandari, Riyani
International Journal Of Community Service Vol. 5 No. 4 (2025): November 2025 ( Indonesia - Thailand - Malaysia - Timor Leste - Philippines )
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijcs.v5i4.906

Abstract

Stunting remains a major public health issue in Indonesia, with a prevalence of 21.6% in 2022 (SSGI). Early detection at Posyandu is often constrained by manual recording, which is time-consuming, error-prone, and difficult to integrate with health systems. This study aimed to implement SI-MASTING (Stunting Early Detection Information System) to improve the effectiveness and accuracy of child growth monitoring. The study was conducted at Posyandu Sanggrahan, Sukoharjo, involving 95 cadres through Focus Group Discussions (FGDs) and User Acceptance Testing (UAT), along with trials on 11 toddlers. Results showed that SI-MASTING reduced the average recording time from 7.1 minutes to 2.4 minutes per child (66.2% efficiency) and decreased the error rate from 15.4% to 2.1% (86.3% accuracy improvement). Detection of children at risk of stunting increased from 48% to 92% (44% improvement). Cadre satisfaction was high, with an average score of 4.52 out of 5; ease of use received the highest rating of 4.67, followed by application speed at 4.58. In case testing, 45% of toddlers were identified as stunted, with the highest prevalence of 50% in the 12–18 month age group. In conclusion, SI-MASTING effectively accelerates early stunting detection, enhances data accuracy, and empowers cadres in nutritional interventions. The system has strong potential for integration with e-Puskesmas and replication in other regions as part of the national strategy to accelerate stunting reduction.
Hubungan Aktivitas Fisik dan Fase Pengobatan TB dengan Status Gizi pada Pasien TB Parustik Dina Kusumaningroh; Tri Susilowati; Riyani Wulandari
Journal of Ners and Midwifery Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v5i1.ART.p001-007

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit yang menjadi perhatian global. Penyakit ini disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis, kasus TB terbanyak di RS di Surakarta terdapat di BBKPM Surakarta. Infeksi TB ini akan mempengaruhi status gizi pada penderita, dimana penderita akan tampak kurus sehingga diperlukan pengobatan OAT (tahap awal dan lanjutan) dan aktivitas yang cukup untuk meningkatkan status gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan fase pengobatan TB dengan status gizi pada pasien TB paru di BBKPM Surakarta. Jenis penelitian adalah analitik dengan rancangan cross sectional, sampel dalam penelitian ini sebanyak 92 pasien. Teknik sampling menggunakan purposive dan quota sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisa data menggunakan teknik analisa spearman rank correlation, chi-square dan regression logistic pada taraf signifikansi 95%. Hasil uji bivariat dengan spearman rank correlation menyatakan ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan status gizi (= 0,029 < 0,05), hasil uji bivariat chi-square membuktikan adanya hubungan fase pengobatan TB dengan status gizi (= 0,009 < 0,05). Sedangkan hasil uji regresi logistik menyatakan bahwa fase pengobatan TB berpeluang 0,382 kali lebih besar dibandingkan aktivitas fisik untuk mempengaruhi status gizi. Ada hubungan aktivitas fisik dan fase pengobatan TB dengan status gizi pada pasien TB paru di BBKPM Surakarta. Diharapkan perawat dapat memberikan edukasi tentang pola makan dan kebutuhan nutrisi untuk pasien TB paru dan pasien menjaga atau mengatur aktivitas fisik serta mencukupi asupan nutrisi agar dapat meningkatkan status gizi.