Claim Missing Document
Check
Articles

EDUKASI PENGGUNAAN SISTEM SIPANDU UNTUK PENINGKATAN TRANSPARANSI PELAPORAN DAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN Asti Nurhayati; Riyani Wulandari; Muhlizardy Muhlizardy; Irvani Faizzah; Ceri Febila
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.52660

Abstract

Keselamatan pasien merupakan aspek krusial dalam pelayanan kesehatan, di mana insiden keselamatan sering terjadi namun kurang dilaporkan akibat kurangnya transparansi dan budaya pelaporan yang lemah. Sistem Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien Terpadu (SIPANDU) dirancang untuk memfasilitasi pelaporan insiden secara terintegrasi, namun efektivitasnya bergantung pada pemahaman dan penggunaan oleh tenaga kesehatan. Topik ini dipilih karena pentingnya meningkatkan transparansi pelaporan insiden untuk mencegah kesalahan medis berulang, membangun budaya keselamatan pasien, dan mendukung akreditasi rumah sakit, yang berdampak langsung pada kualitas pelayanan dan kepercayaan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode edukasi melalui workshop interaktif dan simulasi penggunaan sistem SIPANDU kepada 50 tenaga kesehatan di Rumah Sakit X. Metode meliputi sesi presentasi teori, demonstrasi praktis, dan evaluasi pra-pasca dengan kuesioner untuk mengukur tingkat pemahaman dan motivasi pelaporan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman penggunaan SIPANDU (dari 65% menjadi 85%), motivasi pelaporan insiden (naik 20%), dan frekuensi laporan insiden keselamatan pasien selama tiga bulan pasca-edukasi. Partisipan melaporkan peningkatan kepercayaan terhadap sistem dan budaya keselamatan yang lebih terbuka. Implementasi edukasi ini penting untuk memperkuat budaya keselamatan pasien secara berkelanjutan, mengurangi risiko insiden, dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Kesimpulannya, edukasi sistem SIPANDU efektif dalam mendorong transparansi dan transformasi budaya keselamatan pasien.
Penerapan “SIPANDU” Terhadap Transparansi dan Budaya Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Asti Nurhayati; Riyani Wulandari; Muhlizardy Muhlizardy; Erintya Asanti; Muhammad Zihad Hafid; Aslam Adzkia Al Qudsi
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 12, No 1 (2026): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, April 2026
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v12i1.2555

Abstract

Latar Belakang: Keselamatan pasien merupakan salah satu isu penting dalam pelayanan kesehatan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Data menunjukkan bahwa insiden keselamatan pasien masih sering terjadi di rumah sakit, baik berupa kesalahan medis, infeksi nosokomial, maupun kesalahan pemberian obat. Bahkan, sebuah laporan menyebutkan bahwa sekitar 12,5% pasien rawat inap mengalami kejadian tidak diharapkan (KTD). Di Jawa Tengah sendiri, tercatat lebih dari 500 kasus insiden keselamatan pasien, dengan hampir separuhnya terkait kesalahan medis. Kondisi ini semakin diperburuk dengan sistem pelaporan yang masih dilakukan secara manual, menggunakan formulir kertas yang tidak hanya memperlambat proses tetapi juga membatasi transparansi. Tujuan: penelitian ini adalah melilai bagaimana implementasi sistem pelaporan insiden keselamatan pasien terpadu (SIPANDU) di rumah sakit Metode: Penelitian ini dilakukan di RS Ja’far Medika, penelitian ini merupakan penelitian mix methode dengan sampel sejumlah 70 orang. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara Focus group discussion (FGD) dan melakukan analisis menggunakankuesioner. Hasil: Hasil dari penelitian ini adalah bahwasanya impelentasi SIPANDU di rumah sakit sangat baik, terbukti hampir 75% pengguna mampu menggunakan sipandu dengan baik. Selain itu sistem ini juga meningkatkan pelaporan insiden keselamatan pasien. Kesimpulan: Implementasi sipandu di rumah sakit dinilai baik dalam meningkatkan mutu dan keselamatan pasien
Pengaruh Isometric Handgrip Exercise terhadap Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi di Desa Gringging Kabupaten Sragen Opie Yunia Widiati; Riyani Wulandari
The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research Vol. 2 No. 3 (2024): September : The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/tjghpsr.v2i3.311

Abstract

Background: The prevalence of hypertension in Indonesia in 2021 reached 34.1% or more than 70 million people, and in Central Java in 2021 hypertension patients reached 37.57%. One of the interventions that supports is isometric handgrip exercise, to reduce blood pressure. Objective: To determine the effect of isometric handgrip exercise on blood pressure in elderly with hypertension in Gringging Village, Sragen Regency. Methods: The type of research is quantitative, the research method uses Pre-Exsperiment with One Group Pre Test-Post Test design. Using nonprobability sampling technique with purposive sampling method. Sampling as many as 15 respondents. The research instrument uses a sphygmomanometer. Data analysis with wilcoxon test. Results: in the study isometric handgrip exercise was given for 5 consecutive days with a time of 3 minutes and each hand got 2 contractions with a duration of 45 seconds per contraction. The results of the Wilcoxon test obtained a p-value of 0.000 <0.05. Conclusion: There is a significant effect of isometric handgrip exercise on blood pressure in elderly with hypertension in Gringging Village, Sragen Regency.
Penerapan Senam Ergonomik pada Lansia Penderita Hipertensi di Desa Kapurancak Kabupaten Boyolali Ajeng Prameswari; Riyani Wulandari
Calory Journal Medical Laboratory Journal Vol. 2 No. 3 (2024): September : Medical Laboratory Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/caloryjournal.v2i3.357

Abstract

Background: The number of hypertension cases in Boyol ali Regency in 2019 was 26,685 people. Hypertension not only reduces the quality of life, but can also be life-threatening. A lifestyle that is less considered will be one of the factors for hypertension in the elderly. There are two treatments that can be given to people with hypertension, namely pharmacological and non-pharmacological treatments. Non-pharmacological therapy that can be done is physical activity such as exercise, one of which is ergonomic gymnastics. Objective: To describe the results of the implementation of ergonomic gymnastics in elderly people with hypertension in Kapurancak Village, Boyolali Regency. Method: this application with a case study that uses descriptive data collection methods and makes observations on 2 elderly respondents with a history of grade 2 hypertension. The instruments used are observation sheets, and sphygmomanometer. Results: After ergonomic exercise therapy for 20-30 minutes with a frequency of four times in two weeks showed a decrease in blood pressure in both respondents from grade 2 hypertension to grade 1 hypertension. Conclusion: Ergonomic exercise therapy can reduce blood pressure in the elderly.
Penerapan SIPANDU Terhadap Transparansi dan Budaya Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Asti Nurhayati; Riyani Wulandari; Muhlizardy Muhlizardy; Erintya Asanti; Muhammad Zihad Hafid; Aslam Adzkia Al Qudsi
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol. 12 No. 1 (2026): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, April 2026
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v12i1.2555

Abstract

Latar Belakang: Keselamatan pasien merupakan salah satu isu penting dalam pelayanan kesehatan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Data menunjukkan bahwa insiden keselamatan pasien masih sering terjadi di rumah sakit, baik berupa kesalahan medis, infeksi nosokomial, maupun kesalahan pemberian obat. Bahkan, sebuah laporan menyebutkan bahwa sekitar 12,5% pasien rawat inap mengalami kejadian tidak diharapkan (KTD). Di Jawa Tengah sendiri, tercatat lebih dari 500 kasus insiden keselamatan pasien, dengan hampir separuhnya terkait kesalahan medis. Kondisi ini semakin diperburuk dengan sistem pelaporan yang masih dilakukan secara manual, menggunakan formulir kertas yang tidak hanya memperlambat proses tetapi juga membatasi transparansi. Tujuan: penelitian ini adalah melilai bagaimana implementasi sistem pelaporan insiden keselamatan pasien terpadu (SIPANDU) di rumah sakit Metode: Penelitian ini dilakukan di RS Ja’far Medika, penelitian ini merupakan penelitian mix methode dengan sampel sejumlah 70 orang. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara Focus group discussion (FGD) dan melakukan analisis menggunakankuesioner. Hasil: Hasil dari penelitian ini adalah bahwasanya impelentasi SIPANDU di rumah sakit sangat baik, terbukti hampir 75% pengguna mampu menggunakan sipandu dengan baik. Selain itu sistem ini juga meningkatkan pelaporan insiden keselamatan pasien. Kesimpulan: Implementasi sipandu di rumah sakit dinilai baik dalam meningkatkan mutu dan keselamatan pasien
Penerapan Senam Bugar Lansia Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Desa Gentan, Bendosari Septina Wati; Riyani Wulandari
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2023): September : Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v2i3.2032

Abstract

Background; The increasing life expectancy of the population causes the number of elderly (elderly) to continue to increase globally, according to the World Health Organization (2019), amounting to 22% of the total world population. Hypertension itself in the elderly, if not treated, causes heart and blood vessel disorders, functional changes, and physical function disorders that will affect Daily Living Activities (ADL). For this reason, there need to be appropriate efforts to overcome hypertension. Elderly fitness gymnastics is a series of forms of physical exercise to increase the strength of the heart muscle. The objectives of the research; were to know the results of the implementation of the application of elderly fitness gymnastics on blood pressure in elderly with hypertension. Methods; This application uses the case study method to determine the decrease in blood pressure values with an Omron digital tensimeter. Result; Blood pressure before doin elderly fitness exercises for respondents in the category of degree 2 hypertension and blood pressure after doing elderly fitness exercises for respondents in the high nornal category. There was decrease blood pressure in respondents after the elderly fitness exercise intervention. Summary; Elderly fitness exercises can reduce the blood pressure of the elderly with hypertension.
Application Information Technology For Posyandu Cadres: SI-MASTING For Early Detection of Stunting Rina Sri Widayati; Nur Amalina; Galih Pramuja Inngam Fanani; Suratman Suratman; Aulia Uswatun Khasanah; Riyani Wulandari
International Journal Of Community Service Vol. 5 No. 4 (2025): November 2025 ( Indonesia - Thailand - Malaysia - Timor Leste - Philippines )
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijcs.v5i4.906

Abstract

Stunting remains a major public health issue in Indonesia, with a prevalence of 21.6% in 2022 (SSGI). Early detection at Posyandu is often constrained by manual recording, which is time-consuming, error-prone, and difficult to integrate with health systems. This study aimed to implement SI-MASTING (Stunting Early Detection Information System) to improve the effectiveness and accuracy of child growth monitoring. The study was conducted at Posyandu Sanggrahan, Sukoharjo, involving 95 cadres through Focus Group Discussions (FGDs) and User Acceptance Testing (UAT), along with trials on 11 toddlers. Results showed that SI-MASTING reduced the average recording time from 7.1 minutes to 2.4 minutes per child (66.2% efficiency) and decreased the error rate from 15.4% to 2.1% (86.3% accuracy improvement). Detection of children at risk of stunting increased from 48% to 92% (44% improvement). Cadre satisfaction was high, with an average score of 4.52 out of 5; ease of use received the highest rating of 4.67, followed by application speed at 4.58. In case testing, 45% of toddlers were identified as stunted, with the highest prevalence of 50% in the 12–18 month age group. In conclusion, SI-MASTING effectively accelerates early stunting detection, enhances data accuracy, and empowers cadres in nutritional interventions. The system has strong potential for integration with e-Puskesmas and replication in other regions as part of the national strategy to accelerate stunting reduction.
Pengaruh Pelvic Tilt Exercise Terhadap Penurunan Nyeri Punggung Bawah Pada Pengrajin Batik Di Kampung Batik Laweyan Surakarta Al Fat-h Azzahra; Riyani Wulandari
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 21 No. 1 (2026): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/djik.v21i1.3083

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan masalah kesehatan yang sering dialami pengrajin batik karena posisi duduk tidak ergonomis, kebiasaan membungkuk, dan durasi kerja lama sehingga menurunkan produktivitas serta kualitas hidup pengrajin. Salah satu upaya non farmakologisnya adalah pelvic tilt exercise untuk meredakan ketegangan otot, memperbaiki postur tubuh dan meningkatkan sirkulasi darah, sehingga menurunkan nyeri punggung bawah. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pelvic tilt exercise terhadap penurunan nyeri punggung bawah pada pengrajin batik di Kampung Batik Laweyan Surakarta. Metode: menggunakan desain pre experimental dengan one-group pre test–post test design. Populasi 111 pengrajin batik yang mengalami nyeri punggung bawah. Sampel 15 responden dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilakukan di Batik Mahkota Laweyan dan Batik Aryu Laweyan, Surakarta. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil: menunjukkan sebelum intervensi, 8 responden (53,3%) mengalami nyeri kategori sedang dan 7 responden (46,7%) kategori ringan. Setelah intervensi, 14 responden (93,3%) mengalami penurunan nyeri menjadi kategori ringan dan 1 responden (6,7%) masih kategori sedang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0,000<0,05. Kesimpulan: Pelvic tilt exercise berpengaruh signifikan menurunkan nyeri punggung bawah pada pengrajin batik di Kampung Batik Laweyan Surakarta
The Effectiveness of An Internet of Things (IoT)-Based Smart Safety Band in Reducing Fall Risk Among Hospitalized Patients Wulandari, Riyani; Nurhayati, Asti; Muhlizardy, Muhlizardy; Suwannaphant, Kritkantorn
JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Vol. 15 No. 2 (2026): August 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmmr.v15i2.751

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of an Internet of Things (IoT)-based Smart Safety Band in reducing fall risk among hospitalized patients, using a validated fall risk assessment tool rather than Early Warning Score (EWS) as the primary outcome measure, as EWS is an indicator of physiological deterioration and not a direct measure of fall risk. A quasi-experimental pretest-posttest control group design was employed over one month. Fifty hospitalized patients with hypertension were assigned to either an intervention group (n=25) that used the Smart Safety Band or a control group (n=25) that received standard care. Fall risk was measured using a validated fall risk scale, while EWS was used solely for routine physiological monitoring. Data were analyzed using Mann-Whitney and Wilcoxon signed-rank tests. The results showed that the Smart Safety Band intervention significantly reduced fall risk scores compared to the control group (p < 0.000), with the intervention group demonstrating a considerably lower mean rank and a 44% reduction in fall rates among high-risk patients. The IoT-based Smart Safety Band is effective at reducing fall risk among hospitalized patients. In contrast, EWS remains an indicator of physiological deterioration and should not be misinterpreted as a direct measure of fall risk. Further research is recommended to validate these findings across broader populations. Ethical approval was granted by the Health Research Ethics Committee of Universitas Aisyiyah Yogyakarta (No. 3786/KEP-UNISA/X/2024).
Penerapan Rubber Band Resistance Exercise terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Karanganyar Fitriana Andini Putri; Riyani Wulandari
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Bulan Oktober
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i2.311

Abstract

Latar Belakang Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit kronis dengan angka kejadian yang terus meningkat di seluruh dunia. Kondisi ini memerlukan upaya pengendalian kadar gula darah. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah Rubber Band Resistance Exercise, yang meningkatkan sensitivitas insulin dan pemanfaatan glukosa otot sehingga menurunkan kadar gula darah. Tujuan Mendeskripsikan kadar gula darah puasa sebelum dan sesudah penerapan Rubber Band Resistance Exercise pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di wilayah Karanganyar. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus pada dua penderita Diabetes Melitus Tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi dilakukan 3 kali selama 1 minggu dengan durasi 30 menit setiap sesi. Kadar gula darah puasa diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan glucometer. Hasil Sebelum intervensi, kadar gula darah puasa responden pertama 164 mg/dL dan responden kedua 159 mg/dL. Setelah intervensi, kadar gula darah puasa menurun menjadi 158 mg/dL dan 151 mg/dL. Penurunan masing-masing sebesar 6 mg/dL dan 8 mg/dL. Kesimpulan Rubber Band Resistance Exercise dapat membantu menurunkan kadar gula darah puasa pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2 dan berpotensi menjadi alternatif intervensi nonfarmakologis dalam pengendalian kadar gula darah.