Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengaruh Core Stability Exercise Terhadap Intensitas Low Back Pain Pada Petani di Desa Gabus Kabupaten Sragen Galuh Nawang Sari; Riyani Wulandari
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.186

Abstract

Indonesia, sektor pertanian menjadi perekonomian utama. Aktivitas pertanian ini dapat menyebabkan adanya low back pain. Survei Kesehatan Indonesia, menyatakan pada tahun 2021 terdapat 3,71% atau setara 12.914 kasus nyeri punggung bawah di Indonesia. Nyeri punggung bawah dapat mengakibatkan keterbatasan gerak yang menganggu aktivitas dan ketidaknyamanan. Salah satu penanganan adalah core stability exercise. Tujuan : Mengetahui pengaruh core stability exercise terhadap intensitas low back pain pada petani di Desa Gabus Kabupaten Sragen. Metode : Jenis penelitian ini kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian Quasi Experiment Desain. Populasi dari penelitian ini adalah 78 orang. Sampel penelitian ini petani di Desa Gabus Kabupaten Sragen berjumlah 15 responden. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrument menggunakan pengukuran tingkat nyeri punggung bawah menggunakan Numerical Rating Scale (NRS). Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil : Sebelum dilakukan intervensi core stability exercise pada responden didapatkan mayoritas petani memiliki keluhan nyeri sedang, dan setelah dilakukan intervensi core stability exercise pada petani di Desa Gabus didapatkan penurunan skala nyeri punggung bawah menjadi ringan. Didapatkan nilai p-value 0,001. Kesimpulan : Terdapat pengaruh core stability exercise terhadap intensitas low back pain pada petani di Desa Gabus Kabupaten Sragen.
Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif terhadap Nyeri Low Back Pain pada Pekerja Konveksi di Sukoharjo Mellyana Desinta Permata Sari; Riyani Wulandari
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.194

Abstract

ransangan nyeri Low Back Pain berulang dapat menyebabkan hiperaktivitas sistem saraf simpatis hingga menimbulkan nyeri kronis yang disertai peningkatan ketegangan otot. Apabila keluhan keluhan LBP dibiarkan terus menerus dan tidak tertangani dengan baik akan menyebabkan kelelahan kronis,  risiko terjadinya HNP, serta berubahnya anatomi tubuh secara permanen. Menurut WHO jumlah penderita LBP diperkirakan akan meningkat menjadi 843 juta orang pada tahun 2050. Keluhan LBP dapat ditangani dengan terapi non farmakologis berupa relaksasi otot progresif. Terapi ROP banyak digunakan karena tidak menimbulkan efek samping, mudah diaplikasikan, serta termasuk metode relaksasi dengan biaya yang rendah. Tujuan : mengetahui apakah ada pengaruh terapi relaksai otot progresif terhadap nyeri low back pain pada pekerja konveksi di Sukoharjo  Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Quasi Eksperimen dengan rancangan Pre-test Post-test without control group Design. Teknik sampling yang digunakan yaitu teknik non probability berupa total sampling dengan jumlah sampel 20 pekerja konveksi. Hasil : Hasil menggunakan uji Wilcoxon nilai p-value 0,000. Kesimpulan : Ada pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap nyeri Low Back Pain pada pekerja konveksi di Sukoharjo
EDUKASI PENGGUNAAN SISTEM SIPANDU UNTUK PENINGKATAN TRANSPARANSI PELAPORAN DAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN Asti Nurhayati; Riyani Wulandari; Muhlizardy Muhlizardy; Irvani Faizzah; Ceri Febila
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.52660

Abstract

Keselamatan pasien merupakan aspek krusial dalam pelayanan kesehatan, di mana insiden keselamatan sering terjadi namun kurang dilaporkan akibat kurangnya transparansi dan budaya pelaporan yang lemah. Sistem Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien Terpadu (SIPANDU) dirancang untuk memfasilitasi pelaporan insiden secara terintegrasi, namun efektivitasnya bergantung pada pemahaman dan penggunaan oleh tenaga kesehatan. Topik ini dipilih karena pentingnya meningkatkan transparansi pelaporan insiden untuk mencegah kesalahan medis berulang, membangun budaya keselamatan pasien, dan mendukung akreditasi rumah sakit, yang berdampak langsung pada kualitas pelayanan dan kepercayaan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode edukasi melalui workshop interaktif dan simulasi penggunaan sistem SIPANDU kepada 50 tenaga kesehatan di Rumah Sakit X. Metode meliputi sesi presentasi teori, demonstrasi praktis, dan evaluasi pra-pasca dengan kuesioner untuk mengukur tingkat pemahaman dan motivasi pelaporan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman penggunaan SIPANDU (dari 65% menjadi 85%), motivasi pelaporan insiden (naik 20%), dan frekuensi laporan insiden keselamatan pasien selama tiga bulan pasca-edukasi. Partisipan melaporkan peningkatan kepercayaan terhadap sistem dan budaya keselamatan yang lebih terbuka. Implementasi edukasi ini penting untuk memperkuat budaya keselamatan pasien secara berkelanjutan, mengurangi risiko insiden, dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Kesimpulannya, edukasi sistem SIPANDU efektif dalam mendorong transparansi dan transformasi budaya keselamatan pasien.
Pengaruh Isometric Handgrip Exercise terhadap Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi di Desa Gringging Kabupaten Sragen Opie Yunia Widiati; Riyani Wulandari
The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research Vol. 2 No. 3 (2024): September : The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/tjghpsr.v2i3.311

Abstract

Background: The prevalence of hypertension in Indonesia in 2021 reached 34.1% or more than 70 million people, and in Central Java in 2021 hypertension patients reached 37.57%. One of the interventions that supports is isometric handgrip exercise, to reduce blood pressure. Objective: To determine the effect of isometric handgrip exercise on blood pressure in elderly with hypertension in Gringging Village, Sragen Regency. Methods: The type of research is quantitative, the research method uses Pre-Exsperiment with One Group Pre Test-Post Test design. Using nonprobability sampling technique with purposive sampling method. Sampling as many as 15 respondents. The research instrument uses a sphygmomanometer. Data analysis with wilcoxon test. Results: in the study isometric handgrip exercise was given for 5 consecutive days with a time of 3 minutes and each hand got 2 contractions with a duration of 45 seconds per contraction. The results of the Wilcoxon test obtained a p-value of 0.000 <0.05. Conclusion: There is a significant effect of isometric handgrip exercise on blood pressure in elderly with hypertension in Gringging Village, Sragen Regency.
Penerapan Senam Ergonomik pada Lansia Penderita Hipertensi di Desa Kapurancak Kabupaten Boyolali Ajeng Prameswari; Riyani Wulandari
Calory Journal Medical Laboratory Journal Vol. 2 No. 3 (2024): September : Medical Laboratory Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/caloryjournal.v2i3.357

Abstract

Background: The number of hypertension cases in Boyol ali Regency in 2019 was 26,685 people. Hypertension not only reduces the quality of life, but can also be life-threatening. A lifestyle that is less considered will be one of the factors for hypertension in the elderly. There are two treatments that can be given to people with hypertension, namely pharmacological and non-pharmacological treatments. Non-pharmacological therapy that can be done is physical activity such as exercise, one of which is ergonomic gymnastics. Objective: To describe the results of the implementation of ergonomic gymnastics in elderly people with hypertension in Kapurancak Village, Boyolali Regency. Method: this application with a case study that uses descriptive data collection methods and makes observations on 2 elderly respondents with a history of grade 2 hypertension. The instruments used are observation sheets, and sphygmomanometer. Results: After ergonomic exercise therapy for 20-30 minutes with a frequency of four times in two weeks showed a decrease in blood pressure in both respondents from grade 2 hypertension to grade 1 hypertension. Conclusion: Ergonomic exercise therapy can reduce blood pressure in the elderly.