Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Penerapan Abdominal Sretching Exercise Sebagai Upaya Penurunan Intensitas Dismenore Pada Remaja Putri Di Desa Mudal, Boyolali Wahyu Tri Wulandari; Riyani Wulandari
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore atau rasa nyeri menstruasi merupakan keluhan ginekologis akibat ketidakseimbangan hormon progesteron, gejala yang dapat timbul berupa lemas, malas, hilang konsentrasi, nyeri abdomen, sakit punggung dan kram yang dapat menggangu aktivitas. Angka kejadian dismenore di Indonesia sebesar 64,25%, terdiri atas 54,8% dengan dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder. Salah satu penanganan non farmakologis yang dapat dilakukan untuk menurunkan intensitas dismenore adalah abdominal stretching exercise yang dapat meningkatkan kadar hormon endorphin. Tujuan; Mengetahui hasil implementasi abdominal stretching exercise terhadap penurunan intensitas dismenore pada remaja putri. Metode; Penerapan ini dilaksanakan dengan studi kasus dan mengobservasi kejadian atau peristiwa yang sudah terjadi pada dua responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dengan Numerik Rating Scale (NRS). Hasil; Setelah dilakukan penerapan abdominal stretching exercise pada kedua responden, selama 10-15 menit pada tiga hari pertama menstruasi secara berturut-turut menunjukkan adanya penurunan intensitas dismenore menjadi kategori tidak nyeri dan nyeri ringan. Kesimpulan; Abdominal stretching exercise dapat menurunkan intensitas dismenore pada remaja putri
EDUKASI PENGGUNAAN SISTEM SIPANDU UNTUK PENINGKATAN TRANSPARANSI PELAPORAN DAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN Nurhayati, Asti; Wulandari, Riyani; Muhlizardy, Muhlizardy; Faizzah, Irvani; Febila, Ceri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.52660

Abstract

Keselamatan pasien merupakan aspek krusial dalam pelayanan kesehatan, di mana insiden keselamatan sering terjadi namun kurang dilaporkan akibat kurangnya transparansi dan budaya pelaporan yang lemah. Sistem Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien Terpadu (SIPANDU) dirancang untuk memfasilitasi pelaporan insiden secara terintegrasi, namun efektivitasnya bergantung pada pemahaman dan penggunaan oleh tenaga kesehatan. Topik ini dipilih karena pentingnya meningkatkan transparansi pelaporan insiden untuk mencegah kesalahan medis berulang, membangun budaya keselamatan pasien, dan mendukung akreditasi rumah sakit, yang berdampak langsung pada kualitas pelayanan dan kepercayaan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode edukasi melalui workshop interaktif dan simulasi penggunaan sistem SIPANDU kepada 50 tenaga kesehatan di Rumah Sakit X. Metode meliputi sesi presentasi teori, demonstrasi praktis, dan evaluasi pra-pasca dengan kuesioner untuk mengukur tingkat pemahaman dan motivasi pelaporan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman penggunaan SIPANDU (dari 65% menjadi 85%), motivasi pelaporan insiden (naik 20%), dan frekuensi laporan insiden keselamatan pasien selama tiga bulan pasca-edukasi. Partisipan melaporkan peningkatan kepercayaan terhadap sistem dan budaya keselamatan yang lebih terbuka. Implementasi edukasi ini penting untuk memperkuat budaya keselamatan pasien secara berkelanjutan, mengurangi risiko insiden, dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Kesimpulannya, edukasi sistem SIPANDU efektif dalam mendorong transparansi dan transformasi budaya keselamatan pasien.
Application Information Technology For Posyandu Cadres: SI-MASTING For Early Detection of Stunting Sri Widayati, Rina; Amalina, Nur; Pramuja Inngam Fanani, Galih; Suratman, Suratman; Uswatun Khasanah, Aulia; Wulandari, Riyani
International Journal Of Community Service Vol. 5 No. 4 (2025): November 2025 ( Indonesia - Thailand - Malaysia - Timor Leste - Philippines )
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijcs.v5i4.906

Abstract

Stunting remains a major public health issue in Indonesia, with a prevalence of 21.6% in 2022 (SSGI). Early detection at Posyandu is often constrained by manual recording, which is time-consuming, error-prone, and difficult to integrate with health systems. This study aimed to implement SI-MASTING (Stunting Early Detection Information System) to improve the effectiveness and accuracy of child growth monitoring. The study was conducted at Posyandu Sanggrahan, Sukoharjo, involving 95 cadres through Focus Group Discussions (FGDs) and User Acceptance Testing (UAT), along with trials on 11 toddlers. Results showed that SI-MASTING reduced the average recording time from 7.1 minutes to 2.4 minutes per child (66.2% efficiency) and decreased the error rate from 15.4% to 2.1% (86.3% accuracy improvement). Detection of children at risk of stunting increased from 48% to 92% (44% improvement). Cadre satisfaction was high, with an average score of 4.52 out of 5; ease of use received the highest rating of 4.67, followed by application speed at 4.58. In case testing, 45% of toddlers were identified as stunted, with the highest prevalence of 50% in the 12–18 month age group. In conclusion, SI-MASTING effectively accelerates early stunting detection, enhances data accuracy, and empowers cadres in nutritional interventions. The system has strong potential for integration with e-Puskesmas and replication in other regions as part of the national strategy to accelerate stunting reduction.
Hubungan Aktivitas Fisik dan Fase Pengobatan TB dengan Status Gizi pada Pasien TB Parustik Dina Kusumaningroh; Tri Susilowati; Riyani Wulandari
Journal of Ners and Midwifery Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v5i1.ART.p001-007

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit yang menjadi perhatian global. Penyakit ini disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis, kasus TB terbanyak di RS di Surakarta terdapat di BBKPM Surakarta. Infeksi TB ini akan mempengaruhi status gizi pada penderita, dimana penderita akan tampak kurus sehingga diperlukan pengobatan OAT (tahap awal dan lanjutan) dan aktivitas yang cukup untuk meningkatkan status gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan fase pengobatan TB dengan status gizi pada pasien TB paru di BBKPM Surakarta. Jenis penelitian adalah analitik dengan rancangan cross sectional, sampel dalam penelitian ini sebanyak 92 pasien. Teknik sampling menggunakan purposive dan quota sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisa data menggunakan teknik analisa spearman rank correlation, chi-square dan regression logistic pada taraf signifikansi 95%. Hasil uji bivariat dengan spearman rank correlation menyatakan ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan status gizi (= 0,029 < 0,05), hasil uji bivariat chi-square membuktikan adanya hubungan fase pengobatan TB dengan status gizi (= 0,009 < 0,05). Sedangkan hasil uji regresi logistik menyatakan bahwa fase pengobatan TB berpeluang 0,382 kali lebih besar dibandingkan aktivitas fisik untuk mempengaruhi status gizi. Ada hubungan aktivitas fisik dan fase pengobatan TB dengan status gizi pada pasien TB paru di BBKPM Surakarta. Diharapkan perawat dapat memberikan edukasi tentang pola makan dan kebutuhan nutrisi untuk pasien TB paru dan pasien menjaga atau mengatur aktivitas fisik serta mencukupi asupan nutrisi agar dapat meningkatkan status gizi.
Pengaruh Core Stability Exercise Terhadap Intensitas Low Back Pain Pada Petani di Desa Gabus Kabupaten Sragen Galuh Nawang Sari; Riyani Wulandari
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.186

Abstract

Indonesia, sektor pertanian menjadi perekonomian utama. Aktivitas pertanian ini dapat menyebabkan adanya low back pain. Survei Kesehatan Indonesia, menyatakan pada tahun 2021 terdapat 3,71% atau setara 12.914 kasus nyeri punggung bawah di Indonesia. Nyeri punggung bawah dapat mengakibatkan keterbatasan gerak yang menganggu aktivitas dan ketidaknyamanan. Salah satu penanganan adalah core stability exercise. Tujuan : Mengetahui pengaruh core stability exercise terhadap intensitas low back pain pada petani di Desa Gabus Kabupaten Sragen. Metode : Jenis penelitian ini kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian Quasi Experiment Desain. Populasi dari penelitian ini adalah 78 orang. Sampel penelitian ini petani di Desa Gabus Kabupaten Sragen berjumlah 15 responden. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrument menggunakan pengukuran tingkat nyeri punggung bawah menggunakan Numerical Rating Scale (NRS). Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil : Sebelum dilakukan intervensi core stability exercise pada responden didapatkan mayoritas petani memiliki keluhan nyeri sedang, dan setelah dilakukan intervensi core stability exercise pada petani di Desa Gabus didapatkan penurunan skala nyeri punggung bawah menjadi ringan. Didapatkan nilai p-value 0,001. Kesimpulan : Terdapat pengaruh core stability exercise terhadap intensitas low back pain pada petani di Desa Gabus Kabupaten Sragen.
Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif terhadap Nyeri Low Back Pain pada Pekerja Konveksi di Sukoharjo Mellyana Desinta Permata Sari; Riyani Wulandari
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.194

Abstract

ransangan nyeri Low Back Pain berulang dapat menyebabkan hiperaktivitas sistem saraf simpatis hingga menimbulkan nyeri kronis yang disertai peningkatan ketegangan otot. Apabila keluhan keluhan LBP dibiarkan terus menerus dan tidak tertangani dengan baik akan menyebabkan kelelahan kronis,  risiko terjadinya HNP, serta berubahnya anatomi tubuh secara permanen. Menurut WHO jumlah penderita LBP diperkirakan akan meningkat menjadi 843 juta orang pada tahun 2050. Keluhan LBP dapat ditangani dengan terapi non farmakologis berupa relaksasi otot progresif. Terapi ROP banyak digunakan karena tidak menimbulkan efek samping, mudah diaplikasikan, serta termasuk metode relaksasi dengan biaya yang rendah. Tujuan : mengetahui apakah ada pengaruh terapi relaksai otot progresif terhadap nyeri low back pain pada pekerja konveksi di Sukoharjo  Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Quasi Eksperimen dengan rancangan Pre-test Post-test without control group Design. Teknik sampling yang digunakan yaitu teknik non probability berupa total sampling dengan jumlah sampel 20 pekerja konveksi. Hasil : Hasil menggunakan uji Wilcoxon nilai p-value 0,000. Kesimpulan : Ada pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap nyeri Low Back Pain pada pekerja konveksi di Sukoharjo