Claim Missing Document
Check
Articles

MODEL PENERIMAAN PETANI TERHADAP TEKNOLOGI SISTEM PERTANIAN ORGANIK DI KABUPATEN TASIKMALAYA Wiratmadja, Iwan Inrawan; Nurjanah, Noneng; Kurniawati, Amelia
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2017.16.1.6

Abstract

Abstract. The survey result of Indonesian Organic Alliance (AOI) shows that there were 40% increasing of organic food consumer during 2012 to 2013. This condition indicates that the availability of organic product should be increased. The purpose of this research is to develop a model which describes the factors that affect the farmersâ?? intention on implementing organic farming technology, especially in Tasikmalaya, Indonesia, and to identify the influence of perceived usefulness toward the attitude in implementing organic farming technology. The factors influencing farmersâ?? intention are identified through understanding about the influence of attitude, subjective norm, and behavioral control. Research model testing was conducted using the approach of Partial Least Square (PLS) with sample data obtained through interviews with 81 organic farmers in Tasikmalaya, West Java. The result of this research shows that perceived usefulness construct is significantly influence farmerâ??s attitude towards organic farming. Moreover, attitude, subjective norm, and behavioral control are also significantly influenced towards farmerâ??s intention to organic farming.Keywords: Acceptance of Technology, Theory of Planned Behavior, Theory of Acceptance Model, Organic Farming, Farmerâ??s Intention Abstrak. Hasil survei Aliansi Organis Indonesia (AOI) menunjukkan bahwa terjadi peningkatan konsumen pangan organic sebesar 40% pada periode 2012 hingga 2013. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa produksi hasil pertanian organik perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan faktor-faktor yang memengaruhi niat petani terhadap implementasi teknologi pertanian organik khususnya di Kabupaten Tasikmalaya, Indonesia, dan mengidentifikasi pengaruh keuntungan yang dirasakan terhadap sikap dalam mengimplementasikan teknologi pertanian organik. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap niat petani diidentifikasi melalui pemahaman mengenai pengaruh sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku. Pengujian model penelitian dilakukan menggunakan pendekatan Partial Least Square (PLS) dengan data sampel diperoleh dengan melakukan wawancara terhadap 81 petani organik di Kabupaten Tasikmalaya. Hasil dari pengujian model menunjukkan bahwa konstruk keuntungan secara signifikan memengaruhi sikap. Selain itu, konstruk sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku secara signifikan memengaruhi niat petani dalam penerimaan teknologi pertanian organik.Kata kunci: Penerimaan Teknologi, Theory of Planned Behavior, Theory of Acceptance Model, Pertanian Organik, Niat Petani 
OPTIMALISASI UMUR BTS, JUMLAH MAINTENANCE SITE CREW DAN PENENTUAN BIAYA MAINTENANCE DENGAN MENGGUNAKAN METODE LIFE CYCLE COST (STUDI KASUS: PT TELKOMSEL INDONESIA) Alfrianiko Anggriawan; Rd. Rohmat Saedudin; Amelia Kurniawati
JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri) Vol 2 No 03 (2015): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Juli 2015
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jrsi.v2i03.62

Abstract

Pertumbuhan jumlah pengguna jasa telekomunikasi di Indonesia meningkat periode 2009-2013. Pada tahun 2013 tercatat jumlah pengguna jasa seluler mencapai 300 juta pelanggan yang melebihi jumlah penduduk Indonesia yang diperkirakan berjumlah 243,6 juta. PT Telkomsel Indonesia merupakan salah satu perusahaan penyedia jasa telekomunikasi yang tercatat memiliki pelanggan sebanyak 131,5 juta dan menguasai sekitar 49% pangsa pasar jasa telekomuniksai seluler. Salah satu infrastruktur penting dalam mendukung kegiatan operasional operator seluler adalah Base Transceiver Station (BTS). Jika terjadi kerusakan pada BTS yang menyebabkan BTS down, maka akan berakibat hilangnya potential revenue dan hilangnya kepercayaan konsumen. Selain itu penggunaan yang cukup lama juga dapat menyebabkan penuaan BTS dan meningkatnya hazard rate. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis umur optimal dari BTS tersebut. Jika BTS mengalami kerusakan akan ditangani oleh maintenance site crew. Jika jumlah site crew banyak akan meningkatkan maintenance cost yang harus dikeluarkan perusahaan, namun jika jumlahnya kurang akan meningkatkan shortage cost. Oleh karena itu juga perlu dilakukan penentuan jumlah maintenance site crew optimal. Metode yang digunakan untuk optimasi tersebut adalah metode life cycle cost. Metode life cycle cost mengkombinasikan umur mesin dan jumlah site crew untuk mendapatkan life cycle cost minimal. Berdasarkan data TTF dan TTR dilakukan plotting distribusi dan penentuan distribusi yang mewakili. Selanjutnya dilakukan pengolahan data sustaining cost dan acquisition cost untuk mendapatkan life cycle cost terkecil. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan life cycle cost terkecil adalah Rp54,467,056,568.00 dengan umur optimal 5 tahun dan jumlah maintenance site crew 5.
PERANCANGAN FRAMEWORK KONTEN ¬E-LEARNING PADA KEGIATAN MAINTENANCE MESIN BERDASARKAN KNOWLEDGE CONVERSION DENGAN METODE SECI Amelia Kurniawati; Luciana Andrawina; Rayinda Pramuditya Soesanto
JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri) Vol 1 No 01 (2014): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Juli 2014
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Knowledge merupakan informasi yang melibatkan aksi dan keputusan atau informasi dengan arahan [1]. Knowledge dibagi menjadi 2 (dua) tipe, yaitu tacit knowledge dan explicit knowledge. Tacit knowledge adalah knowledge yang terdiri atas model mental, kepercayaan, pengalaman dan merupakan personal, konteks spesifik yang sulit diformulasikan, dicatat, atau diartikulasikan [2]. Explicit knowledge merupakan knowledge yang dapat dikondifisikan dan ditransmisikan dalam sebuah bahasa yang sistematis dan formal, seperti dalam bentuk dokumen, database, web, e-mail, e-learning, grafik, dan lain-lain [2]. Knowledge merupakan aset perusahaan yang penting masa kini. Oleh karena itu, knowledge harus didokumentasikan dengan baik. Dalam penelitian ini dilakukan dokumentasi terhadap tacit knowledge yang dimiliki oleh operator maintenance untuk suatu mesin. Mesin yang dijadikan objek dalam penelitian ini adalah mesin Toshiba BMC 80.5. Penelitian ini bertujuan untuk membuat kerangka kerja pembuatan konten e-learning dengan mendokumentasikan tacit knowledge operator maintenance dalam melakukan kegiatan maintenance mesin menjadi sebuah explicit knowledge, yaitu best practice berupa panduan pelaksanaan kegiatan maintenance dengan menggunakan metode SECI. Hasil rancangan berupa best practice digunakan sebagai bahan pada proses pengembangan e-Learning. Penelitian ini menghasilkan best practice kegiatan maintenance mesin yang digunakan sebagai bahan dalam membuat rancangan konten e-Learning.
RANCANGAN FRAMEWORK KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM UNTUK PENGELOLAAN PARKIR BERDASARKAN KNOWLEDGE MANAGEMENT TRIAD Luciana Andrawina; Amelia Kurniawati; Umar Yunan Kurnia Septo Hediyanto
JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri) Vol 1 No 01 (2014): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Juli 2014
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan dan retribusi parkir merupakan permasalahan yang kompleks, pengelolaannya memerlukan suatu aplikasi. Knowledge management system (KMS) merupakan suatu sistem berbasis teknologi informasi yang memfasilitasi kegiatan pengaturan knowledge organisasi untuk menciptakan business value. Di dalam perancangan KMS dapat dilakukan dengan pendekatan Knowledge management Triad yang fokus pada tinjauan terintegrasi antara people, process, dan technology. Kajian ini memberikan framework untuk menjadi landasan awal penelitian yang berhubungan dengan rancangan KMS pengelolaan retribusi dan parkir.
MEMBANGUN MOBILE GAME SEBAGAI ASSISTIVE TECHNOLOGY UNTUK MEMBANTU MENGEMBANGKAN SOCIAL INTERACTION SKILL PADA PENDERITA ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD) MENGGUNAKAN METODE AGILE DEVELOPMENT Ricky Tri Wanda Putra Simamora; Amelia Kurniawati; Warih Puspitasari
JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri) Vol 2 No 01 (2015): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Januari 2015
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran yang efektif tidak dapat dicapai dengan hanya memperkenalkan mode belajar yang berbeda, tetapi juga memerlukan motivasi belajar anak dan menjaga agar anak termotivasi dan terlibat sampai tujuan pendidikan tercapai. Game merupakan sebuah media yang sangat disukai oleh berbagai kalangan khususnya anak-anak. Game based learning adalah salah satu media pembelajaran kreatif yang dapat menarik motivasi pengguna. Pada penelitian ini membahas tentang pembuatan game based learning sebagai teknologi pendukung untuk mengembangkan social interaction skill pada anak ADHD (Attenttion Deficit Hiperactivity Disorder). ADHD adalah gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan kesulitan menaruh perhatian, hiperaktif, impulsif (bertindak sebelum berpikir) serta mempunyai kesulitan untuk berinteraksi dengan lingkungan. Aplikasi game based learning yang dibangun adalah mobile web application menggunakan teknologi HTML5 dan javascript dengan menggunakan metode agile development. Terdapat tiga objektif pada penelitian ini yaitu cooperation learning, self control learning, dan responsibility learning. Penelitian ini juga disertai dengan pengujian User Acceptance Test (UAT) langsung kepada target user mengenai fungsionalitas dan survei terhadap user mengenai kualitas tampilan serta manfaat dalam menggunakan aplikasi ini.
ANALISIS KARAKTERISTIK MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS REKAYASA INDUSTRI ANGKATAN 2013 TELKOM UNIVERSITY MENGGUNAKAN KNOWLEDGE CONVERSION 5C Carina Yustitia Setiadi; Amelia Kurniawati; Rayinda P. Soesanto
JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri) Vol 1 No 01 (2014): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Juli 2014
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pembelajaran yang diterapkan di Telkom University pada tingkat awal perkuliahan, mahasiswa mengikuti program Tahap Persiapan Bersama (TPB). Tujuan dari TPB yaitu memberikan landasan yang kuat tentang sains dan teknologi bagi mahasiswa baru. Untuk meningkatkan business value dari Telkom University, maka dilakukan penelitian pada keberhasilan belajar mahasiswa TPB untuk melihat kesesuaian antara tujuan institusi dengan fakta yang terjadi di lapangan dengan menggunakan proses konversi data menjadi informasi 5C yang terdiri dari Contextualized, Categorized, Calculated, Corrected, dan Condensed. Proses konversi dimulai dari proses identifikasi data, memahami manfaat data, pengelompokan data ke dalam kategori tertentu, melakukan perhitungan, melakukan koreksi, dan meringkas informasi. Data yang digunakan diantaranya data pribadi mahasiswa (jenis kelamin, usia dan perbedaan tempat tinggal dengan orang tua), data nilai IP semester 1, dan data hasil kuesioner MSLQ yang telah disesuaikan dengan studi kasus. Komponen motivasi terbagi menjadi enam bagian yaitu Intrinsic Goal, Extrinsic Goal, Task Value, Control of Learning Beliefs, Self Efficacy dan Test Anxiety. Nilai mahasiswa dikelompokkan menjadi lima kelompok. Berdasarkan hasil analisis dan hasil pengolahan data maka diperoleh kesimpulan bahwa data yang dikonversi menjadi informasi dapat menjadi bahan evaluasi keberhasilan belajar mahasiswa TPB Fakultas Rekayasa Industri 2013 bagi pihak institusi. Penelitian selanjutnya dapat meneruskan proses konversi dari informasi ke knowledge dengan metode 4C yaitu comparison, consequence, connection, dan conversation.
PENGEMBANGAN PROGRAM PREVENTIVE MAINTENANCE DENGAN MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM II) DAN PERHITUNGAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DI PLANT AMMONIA PT PUPUK KUJANG 1A Ichmandira Bintang Pamungkas; Haris Rachmat; Amelia Kurniawati
JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri) Vol 1 No 01 (2014): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Juli 2014
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Pupuk Kujang adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi pupuk dimana perusahaan tersebut memproduksi berbagai jenis pupuk diantaranya jenis ammonia, urea, dan granular. Untuk memproduksi sesuai dengan target produksi tentu didukung oleh mesin dan peralatan disetiap tahapan prosesnya dan harus dioperasikan dengan efektif dan efisien, untuk mengoperasikan mesin dan peralatan secara efektif dan efisien diperlukan sistem perawatan mesin yang baik. Metode penelitian yang digunakan adalah Reliability Centered Maintenance II dengan memadukan analisis kualitatif yang meliputi FMEA dan RCM II Decision Worksheet. Metode Reliability Centered Maintenance II ini digunakan untuk menentukan kegiatan interval perawatan berdasarkan pada RCM II Decision Worksheet sesuai dengan fungsi dan sistem kerja pada equipment kritis dan FMEA digunakan untuk mengidentidikasi penyebab kegagalan dan efek yang ditimbulkan dari kegagalan tersebut. Metode lain yang digunakan yaitu dengan perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Six Big Losses untuk mengidentifikasi faktor penyebab penurunan efektivitas mesin produksi.
Usulan Perbaikan Kualitas Layanan Maskapai Penerbangan X Menggunakan Integrasi QFD dan Model Kano Dede Jatmika Prawira; Muhamad Iqbal; Amelia Kurniawati
Jurnal Teknik Industri Vol. 13 No. 2 (2012): Agustus
Publisher : Department Industrial Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/JTIUMM.Vol13.No2.142-150

Abstract

X Airlines is experiencing quality improvement issue related to complaints addressed to their service. Complaints are increasing in holiday and feast day, especially on January, August, September, and October. Improvement is needed to produce better service and better sevice is one of the key aspect of customer satisfaction. Customer satisfaction of X Airlines was measured based on several attributes. The service quality attributes were also grouped into must be, one dimensional, attractive, indifferent, questionable, and reverse category. The quality improvement was designed by using Quality Function Deployment (QFD) method and Kano Model. The result showed that customer’s satisfaction in all service quality attributes were still not being met the requrement. The key attribute indentified on satisfaction measurement and the Kano Category were the on time of departure corresponding to the schedule (one dimensional category), the efficient language storage facilities (one dimensional category), the tasty and good quality of the food (one dimensional category), and skilled staffs in serving the customer avoid tardiness, giving compensation when tardiness happened, conducting airlines staff service excellence program, conducting cooking class program, and providing high technology and up to date entertainment facilities on the plane.
Model Penilaian dan Pemilihan Trade Show Bagi Industri Kreatif di Sektor Mode Afrin Fauzya Rizana; Rayinda P. Soesanto; Amelia Kurniawati
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 16, No. 1, Juni 2017
Publisher : Department of Industrial Engineering Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jiti.v16i1.3872

Abstract

The article identifies the criteria for choosing a trade show and develops a basic model of exhibition selection for creative industry players before deciding to participate in a trade show. It is necessary to ensure that expenses in terms of business, money, and time, will be worth the results. Based on literature review and interviews, six criteria were used, namely location, booth position, organizational reputation, cost estimation, prestige, and reputation of other participants. After selection criteria are identified, then calculations are performed to measure the criteria weight by using the AHP approach. Based on weight calculations, it was found that booth positions had the highest importance weight, followed by trade show location, organizers reputation, cost estimation, prestige and reputation of other participants. The weight value is then used to calculate the trade show's prediction value. The predicted value generated from the model is then compared to the value of the past data. The model has an accuracy rate of 89% and does not have a significant difference between the value generated by the model and the value of the past data.
RANCANGAN PROGRAM PENINGKATAN KELULUSAN TEPAT WAKTU MAHASISWA TINGKAT SATU PADA PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TELKOM DENGAN MENGGUNAKAN METODE KNOWLEDGE CONVERSION 5C-4C Annisa Ufaira; Amelia Kurniawati; Litasari Widyastuti Suwarsono
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 5, No 2 (2018): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.5.2.81-90

Abstract

Program Studi Teknik Industri merupakan prodi di Universitas Telkom yang terakreditasi A sehingga menjadi prodi yang diminati oleh calon mahasiswa baru. Terbukti dengan adanya peningkatan jumlah mahasiswa sebesar 24% pada tahun 2015. Peningkatan jumlah mahasiswa tidak sebanding lurus dengan pencapaian kelulusan tepat waktu di tingkat satu karena terjadi penurunan sebesar 13,34%. Ketua Prodi TI mengatakan bahwa keterlambatan lulus tingkat satu dapat mempengaruhi akreditasi program studi. Keterlambatan lulus tingkat satu dapat dilihat dari IP, IPK, dan nilai huruf setiap mata kuliah tingkat satu. Ketiga hal tersebut merupakan bentuk dari prestasi belajar seorang mahasiswa. Prestasi belajar dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dalam penelitian ini, faktor yang diidentifikasi untuk diketahui keterkaitannya dengan prestasi belajar yaitu faktor dosen, motivasi belajar, strategi belajar, asal sekolah dan kota, kegiatan yang dilakukan mahasiswa ketika di tingkat satu, dan tunjangan beasiswa ketika ditingkat satu. Faktor-faktor tersebut diidentifikasi menggunakan knowledge conversion 5c-4c dengan cara mengkonversikan data menjadi informasi dengan diberi 5 nilai tambah yaitu contextualized, categorized, calculated, corrected dan condensed. Kemudian mengkonversikan informasi menjadi knowledge dengan diberi 4 nilai tambah yaitu comparison, consequences, connection, dan conversation. Berdasarkan hasil knowledge conversion, program yang dapat meningkatkan ketepatan waktu lulus tingkat satu di periode selanjutnya dengan cara melalui seminar mengenai self-awareness dan goal setting, pertemuan terjadwal dengan dosen wali, dan cara dosen dalam mengajar.
Co-Authors Abdurrahman, Raihan Afrin Fauzya Rizana Agilhandani, Astri Dewi Agus Achmad Suhendra Agustina Asih Rumanti Alfrianiko Anggriawan Alfrianiko Anggriawan Alfrianiko Anggriawan, Alfrianiko Andiani, Ilsha Angeline, Maria Rachel Annisa Ufaira Anugrah, Rismada Krisna Arieftyarto Taufik Ramadhan Astri Dewi Agilhandani Atikah Sayyidatu Nisaa Augustina Asih Rumanti Bima Dwica Ananto Boby Hera Sagita Brandon Dwinata Tjiandra Budi Praptono Carina Yustitia Setiadi Carina Yustitia Setiadi, Carina Yustitia Darmasatya , Nyoman Darmawan, Aranissa Mentari Dede Jatmika Prawira Dede Jatmika Prawira, Dede Jatmika Desy Hafriyani Devi Pratami Dewi , Nadia Aprilia Eldwin Ilham Murpratomo Eralltami Eralltami Fahmy Habib Hasanudin Fahmy Habib Hasanudin FANDI ACHMAD Faqih Azka Widyaputra Fifin Nur Hanifah Fransiskus Tatas Dwi Atmaji Geovany, Evania Sinta Grace Agustina Gurnita, Rizki Fajar Ahmad Haris Rachmat Herawan, Muhammad Setialdi Hilman Dwi Anggana Ichmandira Bintang Pamungkas Ichmandira Bintang Pamungkas, Ichmandira Bintang Ika Arum Puspita Irfan Darmawan Irsyad, Farrel Asyrofil Isnaeni Yuli Arini Judi Alhilman Litasari Widyastuti, Litasari Luciana Andrawina Lutfia Septiningrum Muhamad Iqbal Muhamad Iqbal Muharam Ginanjar Jatnika Murpratomo, Eldwin Ilham Najib, Muhammad Aqli Naufal F , Muhammad Hafizh Ngurah Wira Nugraha Nia Ambarsari Nurdinintya Athari Supratman Nurjanah, Noneng Pramuditya, Rayinda Rani Gusti Angesti Ranti Tika Gantika Rayinda P. Soesanto Rayinda P. Soesanto Rayinda P. Soesanto, Rayinda P. Rayinda Pramuditya Soesanto Rd. Rohmat Saedudin Reyhan, Muhammad Reza Satya Rahmawan Ricky Tri Wanda Putra Simamora Ricky Tri Wanda Putra Simamora, Ricky Tri Wanda Putra Ridho, Muhammad Sa’id Rizki Nasibah Rachmania Rohayati , Yati Rosi Pratiwi Safana, Fathia Dhiya Safitri, Salsabila Saputra, Timoteus Nico Shinta Meiliana Herdiani Simbolon, Yudika Aldi Briyan Tri Wiji Astuti Umar Yunan Umar Yunan Kurnia Septo Hediyanto Veronika Sari Asih Wahyu Ardi Wibawa Warih Puspitasari Widiyanto, Muhammad Riefki Winata, Satria Panji Wiratmadja, Iwan Inrawan Yati Rohayati, Yati Yodi Nurdiansyah Yudha Arif Budiman Zulkarnain, Ibnu