p-Index From 2021 - 2026
2.765
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Interaksi Online PIPER
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search
Journal : PIPER

UPAYA PERBAIKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS DENGAN PEMBERIAN POC Azolla microphylla Herlina Kurniawati; Ratri Yulianingsih; Listi Wahda
Publikasi Informasi Pertanian Vol 17, No 1 (2021): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v17i1.507

Abstract

Jagung manis (Zea mays Saccharata) adalah salah satu tanaman serealia di Indonesia,selain sebagai tanaman bahan pangan pokok pengganti beras dalam upaya diversifikasi pangan,jagung juga merupakan pakan ternak. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil produksi jagungadalah penambahan POC Azolla microphylla. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhPOC Azolla microphylla terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis, dan mengetahui dosisnyadalam menghasilkan pertumbuhan dan hasil jagung tertinggi. Penelitian ini menggunakan metodeeksperimen lapangan dan menggunakan rancangan lingkungan dengan pola rancangan acakkelompok. Perlakuan pada penelitian ini adalah POC Azolla microphylla yang terdiri dari limataraf yaitu B0 = Tanpa POC Azolla microphylla, B1 = 60 ml POC Azolla microphylla/ liter air/m2,B2 = 120 ml POC Azolla microphylla/ liter air/m2, B3 = 180 ml POC Azolla microphylla/liter air/m2, B4 = 240 ml POC Azolla microphylla/liter air/m2. Parameter yang diamati adalah tinggitanaman (cm), berat kotor dan berat bersih tongkol (gram). Data dianalisis dengan sidik ragamkemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberianPOC Azolla microphylla berpengaruh sangat nyata pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagungmanis. Pemberian 240 ml POC Azolla microphylla/liter air/m2 memberikan rerata pertumbuhandan hasil tertinggi yang ditunjukkan oleh peubah tinggi tanaman dengan rerata tertinggi yaitu 155,96cm, rerata berat tongkol kotor terberat yaitu 421,55 g, dan rerata berat tongkol bersih terberatyaitu 299,35 g.
Penggunaan Bokashi Kulit Buah Rambutan Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea resptans Poir) Herlina Kurniawati
Publikasi Informasi Pertanian Vol 16, No 31 (2020): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v16i31.442

Abstract

Kangkung darat merupakan sayuran yang bernilai ekonomi dan sebaranya cukup luas. Upaya yang dapat dilakukan agar produksi kangkung darat dapat ditingkatkan adalah dengan mengunakan pupuk organik dalam bentuk bokashi kulit buah rambutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bokashi kulit buah rambutan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat dan dosis bokashi yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat. Lingkup penelitian ini meliputi beberapa variabel yaitu: variabel bebas adalah pelakuan bokashi kulit buah rambutan; variabel terikat yaitu terdiri dari tinggi tanaman dan berat segar tanaman. Rancangan yang digunakan pada penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan perlakuan bokashi kulit buah rambutan terdiri dari 6 level, masing-masing level diulang sebanyak 5 kali. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap yang diamati dilakukan analisis ragam (Uji F) pada taraf nyata 5% dan 1%. Jika pada uji F perlakuan menunjukkan pengaruh yang nyata maka akan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bokashi kulit buah rambutan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat. Pemberian 2,5 kg dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat, rata-rata tinggi tanaman yang dihasilkan 23,9 cm dan rata-rata berat segar per tanaman 39,65 g. Kata Kunci : Bokashi, Produksi, Kangkung Darat, Pertumbuhan, Hasil
PEMANFAATAN MOL BATANG PISANG DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG UNGU Herlina Kurniawati; Ratri Yulianingsih; Yulianus Yulianus
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 1 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i1.620

Abstract

Produksi terung di Kabupaten Sintang perlu ditingkatkan. Tanah yang masih cukup tersediauntuk mengusahakan tanaman terung di Kabupaten Sintang adalah tanah PMK. Tanah PMK mempunyaiketerbatasan yaitu kandungan hara seperti unsur hara yang rendah, bahan organik rendah. Meningkatkanproduksi terung dapat dilakukan dengan memberikan MOL batang pisang. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui pengaruh MOL batang pisang terhadap pertumbuhan dan hasil terung ungu padatanah PMK dan mengetahui dosis MOL batang pisang yang menghasilkan pertumbuhan serta hasilterung ungu pada tanah PMK. Ruang Lingkup penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabelterikat. Dalam penelitian ini adalah dosis MOL batang pisang sebagai variabel bebas. Tinggi tanaman,jumlah buah, dan berat buah per tanaman sebagai variabel terikat. Penelitian ini menggunakan metodepercobaan lapangan, percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Perlakuanpada penelitian ini adalah MOL batang pisang, yang terdiri dari lima taraf yaitu: P0(tanpa MOL batangpisang), P1 (5 ml MOL batang pisang per liter air/petak), P2 (10 ml MOL batang pisang per liter air/petak), P3 (15 ml MOL batang pisang per liter air/petak), dan P4 (20 ml MOL batang pisang per literair/petak). Data dianalisis dengan sidik ragam kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ)pada taraf nyata 0,05 dan 0,01.Hasil penelitian diketahui bahwa Mol Batang pisang berpengaruh terhadaphasil tanaman terung pada tanah PMK yang terukur dari jumlah buah dan berat buah per tanaman.Pemberian 20 ml MOLbatang pisang/liter air menghasilkan jumlah buah dan berat buah tertinggi denganrata-rata jumlah buah 2,10 buah/tanaman dengan berat buah rata-rata 750,50 gr/tanaman.
PERANAN PUPUK KOMPOS KOTORAN KAMBING DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU Herlina Kurniawati; Markus Sinaga; Azmi Syahril
Publikasi Informasi Pertanian Vol 18, No 2 (2022): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v18i2.673

Abstract

Meningkatkan produksi kacang hijau dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara. Penambahankompos kotoran kambing berfungsi untuk meningkatkan aktivitas mikroba tanah,memperbaiki sifatfisik dan kimia tanah, dan meningkatkan ketersediaan hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh pemberianpupuk kompos kotoran kambing terhadap pertumbuhan dan hasil kacanghijau,serta dosis pupuk kompos kotoran kambing yang memberikan pertumbuhandan hasil terbaik kacanghijau. Penelitian ini menggunakanmetode eksperimen lapangan dengan pola dasarRancangan AcakKelompok (RAK) berupa 5 ulangan dan 5 taraf perlakuan yaitu, N0=tanpa pemberian pupuk komposkotoran kambing, N1=0,5 kg pupuk kompos kotoran kambing/m2, N2= 1 kg pupuk komposkotorankambing m2, N3= 1,5 kg pupuk kompos kotoran kambing/m2, N4= 2 kg pupukkompos kotorankambing/m2. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman(cm), jumlah polong, dan berat biji (gr).Data dianalisis dengan analisis sidikragam dan dilanjutkan dengan uji BNJ pada selangkepercayaan95% dan 99%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupukkompos kotoran kambingberpengaruh tidak nyata pada parameter tinggi tanaman,namun berpengaruh nyata pada jumlah polongdan berat biji. Pemberian dengan dosis 2 kg/m2 menghasilkan pertumbuhan danhasil terbaik kacanghijau. Dengan rata-rata jumlah polong 10,83 danrata-rata berat biji 8,43.
PEMANFAATAN BATANG PISANG SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium cepa L) Herlina Kurniawati; nurhadiah nurhadiah; Oregen Rivaldo
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.774

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang bermanfaat. Kebutuhan Bawangmerah di Indonesia mengalami peningkatan sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk. Peningkatanproduksi bawang merah dapat dilakukan dengan pemberian pupuk organik cair (POC) dari batangpisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh POC batang pisang terhadap pertumbuhandan hasil tanaman bawang merah, dan mengetahui dosis pemberian POC batang pisang terbaik untukpertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian ini menggunakan metode eksprimen lapangan danmenggunakan rancangan lingkungan dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK), perlakuan adalahPOC batang pisang yang terdiri dari enam taraf perlakuan yaitu B0 = Tanpa POC batang pisang; B1 =2,5 ml POC batang pisang; B2 = 5 ml POC batang pisang; B3 = 7,5 ml POC batang pisang; B4 = 10 mlPOC batang pisang; dan B5 = 12,5 ml POC batang pisang. Parameter yang diamati adalah tinggitanaman (cm), jumlah umbi (buah), dan berat umbi (gram). Data dianalisis dengan analisis sidik ragamkemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukan bahwa POCbatang pisang berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman namun tidak berpengaruh terhadapjumlah umbi bawang merah dan berat umbi bawang merah. Pemberian 12,5 ml POC batang pisangmemberikan rerata tinggi tanaman tertinggi yaitu 16,40 cm.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR D.I GROW TERHADAP HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogea, L.) Kurniawati, Herlina; Melki, Natalia Feronika
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19 No 2 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i2.927

Abstract

Produksi kacang tanah di Kabupaten Melawi masih rendah yaitu 12,24 kuintal per ha per tahun, dengan luas 136 hektar. Rendahnya produksi ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya produksi adalah kurang tepatnya pengolahan tanah dan nutrisi tanaman, diantaranya pemupukan  yang harus diberikan seperti pupuk organik cair D.I Grow. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair D.I Grow terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah; dan mengetahui dosis pupuk organik cair DI Grow yang memberikan pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan lima ulangan, perlakuan dalam penelitian ini adalah pemberian pupuk DI Grow yang terdiri dari enam taraf perlakuan. D0 = tidak diberi D.I Grow; D1 = 2,5 ml D.I Grow per liter air; D2= 5 ml DI Grow per liter air; D3 = 7,5 ml D.I Grow per liter air; D4 = 10 ml D.I Grow per liter air; dan D5 = 12,5 ml D.I Grow per liter air. Data dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam dan uji BNJ pada taraf 95% dan 99%.Hasil pengamatan dan analisis data diketahui bahwa pupuk organik cair D.I Grow berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah, dan pemberian pupuk organik cair D.I Grow 7,5 ml per liter air memberikan pengaruh yang nyata terhadap berat polong isi dan berat biji per tanaman dengan rata-rata 73,00 gram dan 26,25 gram.
PERANAN KOMPOS SEKAM PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG KUCAI (Allium schoenoprasum L) Sukasih, Nining Sri; Kurniawati, Herlina; Sinaga, Markus; Saputra, Korin
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19 No 2 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i2.936

Abstract

Sekam padi m erupakan limbah pengolahan padi. Pembuatan kompos berbahan sekam padi merupakan salah satu Upaya pemanfaatan limbah pengolahan padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan kompos sekam padi terhadap tanaman bawang kucai dan mengetahui dosis kompos sekam padi yang memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi pada tanaman bawang kucai. Penelitian ini  menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 5 taraf perlakuan dengan 5 ulangan. Dosis kompos sekam padi terdiri dari , 0 kg kompos sekam, 1 kg kompos sekam pad, 2 kg kompos sekam padi, 3 kg kompos sekam padi dan 4 kg kompos sekam padi. Parameter yang diamati  tinggi tanaman dan berat segar tanaman . Hasil penelitian menunjukan bahwa parameter tinggi tanaman dan berat segar tanaman bawang kucai berperanan nyata pada pemberian dosis kompos sekam padi sebanyak 4 kg dengan rerata tertinggi yaitu tinggi tanaman 39,40 cm, jumlah umbi 2,50 dan berat segar tanaman 31,60 gr.
PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG KETAN (Zea mays var Cerantina) DENGAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR KULIT BUAH-BUAHAN Kurniawati, Herlina; Nurhadiah, Nurhadiah; Karlina, Devi
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 1 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i1.1118

Abstract

Hasil jagung ketan di Kabupaten Sintang lebih rendah dari potensi produksinya, oleh karenanya perlu ditingkatkan. Peningkatan hasil jagung ketan di Kabupaten Sintang dapat dilakukan dengan  pemberian pupuk organik, salah satunya adalah pupuk organik cair dari kulit buah-buahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair kulit buah-buahan terhadap pertumbuhan dan hasil jagung ketan serta mengetahui konsentrasinya yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik. Penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor perlakukan dalam penelitian ini adalah Pupuk Organik Cair (POC) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan dan 5 kali pengulangan. Lima taraf perlakuan yang dimaksud sebagai berikut: P0 = Tanpa POC kulit buah-buahan per petak, P1 = 10%  POC kulit buah-buahan per petak, P2 = 20%  POC kulit buah-buahan per petak, P3 = 30%  POC kulit buah-buahan per petak, P4 = 40% POC kulit buah-buahan per petak. Parameter dalam penelitian ini adalah diameter batang, berat tongkol kotor, dan berat tongkol bersih. POC kulit buah-buahan tidak berpengaruh pada parameter diameter batang namun berpengaruh pada berat tongkol kotor dan berat tongkol bersih. Berat tertinggi akibat pemberian POC kulit buah-buahan dicapai pada konsentrasi 20% POC per petak, pada konsentrasi tersebut menghasilkan rerata berat tongkol kotor  152 g dan rerata berat tongkol bersih 137 g.
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS SOLID DAN POC BATANG PISANG PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA HASIL SAWI HIJAU Sinaga, Markus; Kurniawati, Herlina; Lambertus, Lambertus
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 2 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i2.1283

Abstract

Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, memiliki potensi pertanian yang cukup besar, dengan ketersediaan lahan pertanian yang luas. Salah satu komoditas sayuran yang dapat kembangkan dan dibudidayakan di wilayah ini adalah sawi hijau (Brassica juncea L.) namun, kendala yang dihadapi adalah kondisi lahan pertanian yang kurang subur karena sebagian besar adalah tanah podsolik merah kuning. Salah satu upaya untuk untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produksi tanaman melalui pemberian kompos solid dan pupuk organik cair (POC) batang pisang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pemberian Kompos Solid dan POC batang pisang beserta interaksinya pada tanah PMK terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau. Variabel penelitian terdiri dari dua yaitu: pemberian kompos solid dan POC batang pisang sebagai variabel bebas, tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, dan bobot segar sebagai variabel terikat. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen lapangan, menggunakan rancangan faktorial dengan pola dasar Rancangan Acak Kelompok. Perlakuan pada penelitian ini kompos solid dan POC batang pisang. Masing-masing faktor perlakuan terdiri dari 3 taraf yang dikombinasikan, dan 3 ulangan, yaitu: S0 (tidak diberi kompos solid), S1 (1,5 kg kompos solid m-1), S2 (3 kg kompos solid m-1) P0 (tidak diberi POC batang pisang), P1 (150 ml POC batang pisang m-1), P2 (300 ml POC batang pisang m-1).  Data hasil pengamatan diuji dengan analisis ragam (uji F) dan dilanjutkan dengan uji Duncans Multiple Range Test (DMRT) selang kepercayaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 3 kg kompos solid dan 300 ml POC batang pisang menghasilkan tinggi tanaman, luas daun, dan berat segar tertinggi
PENINGKATAN PRODUKSI CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) MELALUI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) BATANG PISANG Yulianingsih, Ratri; Sinaga, Markus; Kurniawati, Herlina; Jumanto, Jumanto
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 2 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i2.1316

Abstract

Produksi cabai rawit di Kabupaten Sintang masih rendah, yaitu 2,96 ton/ha. Salah satu penyebab rendahnya produksi cabai rawit adalah rendahnya kandungan bahan organik dalam tanah PMK. Kekurangan bahan organik tersebut dapat diatasi dengan pemberian pupuk organik cair batang pisang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan produksi cabai rawit melalui pemberian pupuk organik cair batang pisang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 taraf perlakuan yaitu P0 =  Kontrol (tanpa pemberian POC batang pisang), P1 = 200 ml POC batang pisang per liter air; P2 = 400 ml liter air per liter air; P3 = 600 ml POC batang pisang per liter air; P4 = 800 ml POC batang pisang per liter air. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah buah, dan berat buah. Data dianalisis dengan Analisis Sidik Ragam dan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada selang kepercayaan 95% dan 99%. Hasil penelitian dan analisa data menunjukkan bahwa pemberian POC batang pisang berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit. Pemberian POC batang pisang sebanyak 800 ml per liter air memberikan rata-rata pertumbuhan dan hasil tertinggi, ditunjukkan dengan tinggi tanaman 32,65 cm, rata-rata jumlah buah 18,98, dan rata-rata berat buah 60,89 gram.