p-Index From 2021 - 2026
2.765
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Interaksi Online PIPER
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search
Journal : PIPER

PEMANFAATAN KULIT NANAS SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY Kurniawati, Herlina; Nurhadiah, Nurhadiah; Meri, Meri
Publikasi Informasi Pertanian Vol 20 No 2 (2024): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v20i2.1319

Abstract

Tanaman pakcoy (Brassica rapa) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang cukup populer & banyak dikonsumsi masyarakat, serta termasuk jenis tanaman yang banyak dibudidayakan petani saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair (POC) kulit nanas terhadap pertumbuhan & hasil serta dosis POC limbah kulit nanas yang dapat menghasilkan pertumbuhan dan hasil tertinggi tanaman pakcoy. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri atas 5 taraf  perlakuan yaitu N0: Tidak diberi pupuk organik cair (kontrol); N1: 60 ml POC kulit nanas /L/m2; N2: 120 ml POC kulit nanas /L/m2; N3: 180 ml POC kulit nanas /L/m2; N4: 240 ml POC kulit nanas /L/m2. Masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm) & berat basah tanaman (gram). Untuk mengetahui pengaruh POC kulit nanas dilakukan analisis sidik ragam, dilanjutkan dengan uji DMRT pada selang kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pupuk organik cair kulit nanas berpengaruh terhadap pertumbuhan & hasil tanaman  pakcoy. Perlakuan N4 dengan 240 ml POC limbah kulit nanas /L/m2 menghasilkan pertumbuhan & hasil terbaik, yang ditunjukkan dengan tinggi tanaman rata-rata 16,55 cm & berat basah tanaman 3,69 gram. Pada perlakuan ini, POC kulit nanas telah dapat meningkatkan kadar unsur hara dalam tanah sehingga dapat menunjang proses metabolisme tanaman dalam pertumbuhan & hasil tanaman pakcoy.
STRATEGI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TANAMAN LOBAK DENGAN APLIKASI PUPUK HAYATI DAN PUPUK ORGANIK Sinaga, Markus; Kurniawati, Herlina; Yulianingsih, Ratri
Publikasi Informasi Pertanian Vol 21 No 1 (2025): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v21i1.1516

Abstract

Lobak putih (Raphanus sativus) merupakan sayuran kaya nutrisi yang berpotensi meningkatkan kesehatan masyarakat. Namun, produktivitasnya di Kabupaten Sintang masih rendah, salah satunya akibat kesuburan tanah yang kurang optimal karena dominasi tanah Podsolik Merah Kuning (PMK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk hayati dan pupuk organik terhadap produktivitas tanaman lobak. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktorial dengan dua faktor: pupuk hayati (0, 5, dan 10 g/m²) dan pupuk organik kompos kulit buah (1, 2, dan 3 kg/m²), masing-masing dengan tiga ulangan. Variabel terukur meliputi tinggi tanaman, bobot daun, panjang dan diameter umbi, serta bobot umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi aplikasi 10 g pupuk hayati dan 2 kg pupuk organik per meter persegi (H2P2) memberikan hasil terbaik pada sebagian besar parameter: tinggi tanaman, bobot daun, diameter umbi, dan bobot umbi tanaman-1. Sementara kombinasi 5 g pupuk hayati dan 2 kg pupuk organik (H1P2) menghasilkan panjang umbi tertinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pupuk hayati dan organik secara signifikan meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman lobak. Strategi ini direkomendasikan sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas sayuran secara berkelanjutan di lahan marginal.
PENGARUH PEMBERIAN SOLID LIMBAH KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KECIPIR (Psophocarpus tetragonolobus) Kartana, Syarif Nizar; Kurniawati, Herlina; Buteres, Alber Eriko
Publikasi Informasi Pertanian Vol 21 No 1 (2025): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v21i1.1550

Abstract

Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) merupakan tanaman yang dapat tumbuh di daerah tropis, dikenal masyarakat karena buah mudanya sering dimanfaatkan sebagai sayur. Usaha budidaya tanaman kecipir di Kabupaten Sekadau masih belum terlalu menjadi perhatian para petani sementara permintaan  masyarakat akan tanaman kecipir semakin meningkat. Budidaya tanaman kecipir di Kabupaten Sekadau menghadapi berbagai kendala, terutama masalah tanah yang kurang subur karena mayoritas didominasi dari jenis tanah Podsolik Merah Kuning yang memiliki tingkat kesuburan tanah yang rendah. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk memperbaiki tingkat kesuburan tanah yang rendah ini adalah dengan pemberian solid yang keberadaannya cukup banyak di Kabupaten Sekadau. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian solid terhadap pertumbuan dan hasil tanamn kecipir dimana hasil penelitan ini diharapkan dapat menjadi tambahan pengetahuan bagi petani dalam membudidayakan tanaman kecipir. Penelitan ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK),terdiri dari lima perlakuan yaitu K­0 : tidak diberi Solid/m2  K1 :2,4  kg Solid/m2  K2 : 4,8 kg Solid/m2 K3 :7,2 kg Solid/m2  K4 : 9,6 kg Solid/m2 Parameter yang diamati adalah berat basah berangkasan tanaman (g), Jumblah polong tanaman  (g), berat polong tanaman (g). data hasil analisis uji beda nyata jujur (BNJ) Pemberian 4,8 kg solid/ m2 menghasilkan berat berankasan tertinggi 386,00 g/ tanaman, jumlah polong 21,60 polong/ tanaman, dan berat polong 340,75 g/ tanaman.
PENGARUH SOLID SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG HIJAU (Solanum melongena L.) Sukasih, Nining Sri; Kurniawati, Herlina; Oktapia, Sari
Publikasi Informasi Pertanian Vol 21 No 1 (2025): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v21i1.1555

Abstract

Terung hijau merupakan salah satu komoditi hortikultura bernilai ekonomi tinggi. Salah satu tanah yang dapat digunakan untuk budidaya tanaman terung hijau yaitu tanah Podsolik Merah Kuning (PMK). Tanah PMK sebagai media tanam memiliki kendala seperti struktur tanah pejal pH rendah, ketersediaan unsur hara dan bahan organik rendah. Upaya untuk mengatasinya adalah dengan pemberian bahan pembenah tanah seperti solid sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian solid sawit   terhadap pertumbuhan dan hasil dari tanaman terung hijau dan mengetahui dosis solid sawit  yang memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi pada tanaman terung hijau. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK),  Perlakuan dalam penelitian ini adalah  solid  sawit yang terdiri dari  5 taraf perlakuan yaitu S0 = 0 solid sawit, S1= 1,5 kg/m2 solid sawit, S2 = 3 kg/m2 solid sawit S3 = 4,5 kg/m2 solid sawit dan S4 = 6 kg/m2 solid sawit. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah buah (buah)  dan berat buah (gram). Hasil penelitian menunjukkan bahwa solid sawit berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung  hijau. Pemberian dosis 6  kg solid sawit (S4) merupakan perlakuan terbaik dan menghasilkan hasil tertinggi pada parameter pengamatan tinggi tanaman terung hijau dengan rerata 61,69 cm,  jumlah buah dengan rerata (555,75 buah), dan berat buah dengan rerata (0,73 gram).
RESPON HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR BUAH PEPAYA Kurniawati, Herlina; Sinaga, Markus; Yohanes, Yohanes
Publikasi Informasi Pertanian Vol 21 No 1 (2025): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v21i1.1574

Abstract

Peningkatan hasil tanaman kacang tanah dapat dilakukan dengan memperbaiki media tanamnya, sehingga tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Usaha ini dapat dilakukan dengan memberikan bahan organik pada tanah, salah satunya adalah pupuk organik cair (POC) dari buah pepaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC buah pepaya terhadap hasil tanaman kacang tanah dan dosis yang memberikan hasil tertinggi. Penelitian ini menggunakan metode percobaan lapangan, pelaksanaan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan terdiri atas 5 taraf perlakuan dengan 5 pengulangan. Lima taraf perlakuan yang dimaksud yaitu P0 = tidak diberi POC buah pepaya, P1 = 225 ml POC buah pepaya /L/petak, P2 = 450 ml POC buah pepaya/L/petak, P3 = 675 ml POC buah pepaya/L/petak, P4 = 900 ml POC buah pepaya/L/petak. Parameter yang diamati adalah jumlah polong per tanaman, berat biji per tanaman, dan berat per 100 biji per tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa POC buah pepaya pada berpengaruh sangat nyata terhadap hasil tanaman kacang tanah. Taraf perlakuan P4 dengan dosis 900 ml POC buah pepaya/L/petak menunjukkan rata-rata hasil tertinggi untuk jumlah polong per tanaman sebesar 33,10 buah, berat biji per tanaman sebesar 34,40 gram, dan berat per 100 biji per tanaman sebesar 17,75 gram.
PENGARUH BOKASHI BATANG PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Sukasih, Nining Sri; Kurniawati, Herlina; Ferry, Kristian
Publikasi Informasi Pertanian Vol 21 No 2 (2025): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v21i2.1729

Abstract

Produksi tanaman jagung manis di Kabupaten Melawi masih rendah dari potensi hasilnya.  Rendahnya produksi jagung manis disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kurangnya nutrisi tanaman. Penambahan nutrisi tanaman dapat dilakukan dengan pemberian bokashi batang pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bokashi batang pisang   terhadap pertumbuhan dan hasil dari tanaman jagung manis dan mengetahui dosis bokashi batang pisang  yang memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi pada tanaman jagung manis. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK),  Perlakuan dalam penelitian ini adalah bokashi batang pisang yang terdiri dari  5 taraf perlakuan yaitu B0 = 0 bokashi batang pisang, B1= 1 kg/m2  = 250 gram/tanaman bokashi batang pisang, B2 = 2 kg/m2 = 500 gram/tanaman bokashi batang pisang B3 = 3 kg/m2 = 750 gram/tanaman bokashi batang pisang dan B4 = 4 kg/m2  = 1000 gram/tanaman bokashi batang pisang. Parameter yang diamati adalah diameter batang (mm), berat tongkol dengan kelobot (gram) dan berat tongkol tanpa kelobot (gram). Hasil dari penelitian menunjukkan  bahwa pemberian bokashi batang pisang  berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Perlakuan  bokashi batang pisang 4 kg/m2 merupakan perlakuan terbaik   menghasilkan  diameter batang 21,54 mm,  berat tongkol dengan kelobot  249,70 gram dan berat tongkol tanpa kelobot 179 gram.