Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENYULUHAN "CETING ITU PENTING” PADA IBU BALITA DI DESA TELUKAN GROGOL SUKOHARJO Putri Rahayu; Ariska Mahanani Putri; Aurellia Santya Martatia; Puan Aisyah Khairunnisa; Adhwa Aulia Hanif; Inas Luthfia Azzahra; Fauzia Alya Putri; Hasna Ghoida; Zita Digna Pratiwi; Amalia Dyah Pratiwi; Nurul Hafipah; Kartinah; Aan Sofyan
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1, No. 2, Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i2.5811

Abstract

Pendahuluan: Stunting adalah masalah kesehatan yang serius di Indonesia yang berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif anak-anak, terutama pada periode emas pertumbuhan. Dalam konteks pencegahan, peningkatan pengetahuan pada ibu balita mengenai stunting sangat penting. Edukasi dan pemberian informasi kepada ibu balita dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap mereka terhadap pencegahan stunting. Metode: Kegiatan penyuluhan kesehatan dilakukan pada ibu balita di Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo melalui metode penyuluhan media leaflet bertemakan “cegah stunting itu penting (Ceting)” dengan 30 responden ibu balita yang mengikuti Posyandu di Kantil 1 dan Kantil 5 Kelurahan Telukan. Hasil pelaksanaan kegiatan: Penyuluhan mengenai pencegahan stunting dan pembagian PMT berupa puding jambu biji dan dimsum ayam udang. Setelah dilakukan intervensi penyuluhan mengenai stunting dan pemberian leaflet dapat diketahui bahwa penyuluhan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan ibu peserta posyandu balita. Diketahui bahwa setelah dilakukan post-test pengetahuan para ibu peserta posyandu balita meningkat dengan persentase sebesar 87% dari semula 76,7%. Kesimpulan dan Saran: Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat mengenai pencegahan stunting yang telah dilakukan di Desa Telukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan pada ibu balita peserta posyandu dengan peningkatan 10%. Saran yang dapat yaitu perlu adanya program pengabdian lanjutan yaitu pengenalan pembuatan PMT untuk balita.
PENYULUHAN PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN STUNTING PADA IBU DENGAN BALITA DI DESA MADEGONDO, GROGOL, SUKOHARJO Danuartha Vandika; Zahra Faisha Salsabila; Nur Fauziyah; Hanny Nur Rahmani; Bunga Cintantya Rudisty; Rizky Amalia Nur'aini; Ouwada Aiko Suda; Yuli Nurmasari; Nasywa Amila Shabira; Shafira Azzahra; Devira Novi Aprillia; Nisrina Devi Wienasari; Aan Sofyan; Kartinah
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1. No. 3, September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i3.6062

Abstract

Stunting pada anak-anak berdampak signifikan terhadap komposisi tubuh, perkembangan motorik, pertumbuhan fisik, dan fungsi neurokognitif mereka. Global Nutrition Report 2022 menunjukkan prevalensi stunting dan anemia pada perempuan usia subur masih menjadi masalah serius di banyak negara. Pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi stunting sebagai prioritas nasional dengan berbagai program intervensi, termasuk pemberian ASI eksklusif dan kampanye gizi seimbang. Pada posyandu Kelurahan Madegondo terdapat sebanyak 12,06% dari 58 anak dengan kategori gizi kurang. Di Desa Madegondo, data menunjukkan berbagai kategori gizi dan tinggi badan pada anak-anak, dengan upaya pemerintah untuk mengatasi stunting melalui berbagai program. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu dengan balita, penerapan pedoman gizi seimbang, dan mendemostrasikan ulang Massage tuina sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan meliputi ceramah dan tanya jawab tentang pencegahan stunting dan gizi seimbang serta demonstrasi Massage tuina sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan nafsu makan, serta evaluasi dengan pre-test dan pos-test untuk menilai perubahan pengetahuan ibu dengan balita. Media yang digunakan adalah powerpoint precentation, leaflet, dan video YouTube. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu dengan balita yang menunjukkan nilai pretest 8,32, sementara pos-test meningkat menjadi 9,16. Ini menunjukkan efektivitas pendekatan edukasi yang komprehensif dalam meningkatkan pemahaman ibu dengan balita dalam upaya pencegahan stunting. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu dengan balita tentang upaya pencegahan stunting. Saran yang diberikan adalah perlunya keberlanjutan program melalui Posyandu dan dukungan berkelanjutan dari kader kesehatan untuk memastikan kepatuhan pemeriksaan pertumbuhan dan perkembangan serta konsumsi makanan dengan gizi seimbang.
Hubungan Karakteristik Personal dengan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Gatak Eka Ayu Puspitasari; Kartinah Kartinah
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.21473

Abstract

ABSTRACT Type 2 Diabetes Mellitus is one of the chronic diseases whose prevalence continues to rise globally, including in Indonesia. Various individual factors such as age, sex, educational level, occupation, marital status, family history, and dietary patterns have the potential to influence blood glucose levels. This study aims to analyze the relationship between personal characteristics and blood glucose levels among elderly individuals diagnosed with type 2 metabolic disorder at Gatak Primary Health Center. The study employs a descriptive-analytic approach using a cross-sectional design. A total of 57 elderly respondents were selected through non-probability sampling techniques. Data were collected using questionnaires and fasting blood glucose tests. The Chi-Square test was used to examine the bivariate association between variables. The findings indicate significant associations between age, sex, occupation, dietary habits, and family history with blood glucose levels (p 0.05). Meanwhile, no statistically significant associations were found for educational level, marital status, and daily activity (p 0.05). It can be concluded that certain personal characteristics such as age, biological category, occupation, dietary habits, and hereditary factors are associated with blood glucose levels in individuals with type 2 metabolic disorder. These findings highlight the importance of individualized approaches in managing type 2 metabolic conditions among the elderly. Keywords: Type 2 Diabetes Mellitus, Personal Characteristics, Elderly, Blood Glucose Level, Gatak Primary Health Center Background.   ABSTRAK Diabetes Melitus tipe 2 merupakan salah satu penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia. Berbagai faktor individu seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, status perkawinan, riwayat keluarga, serta pola makan berpotensi memengaruhi kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik personal dengan kadar gula darah pada lansia penderita metabolik tipe 2 di Puskesmas Gatak. Studi ini menerapkan pendekatan deskriptif analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional). Subjek dalam penelitian ini sebanyak 57 responden lansia yang menerapkan teknik pengambilan sampel non-probabilitas, dengan instrumen pengumpulan data berupa angket. serta pemeriksaan kadar gula darah puasa. Uji Chi-Square dimanfaatkan untuk mengkaji keterkaitan dua variabel secara bivariat. Hasil temuan mengindikasikan adanya keterkaitan yang bermakna diantara variabel usia, jenis kelamin, pekerjaan, kebiasan makan, dan riwayat keturunan dengan tingkat gula dalam aliran darah (p 0,05). Sementara itu, variabel tingkat pendidikan, status perkawinan, dan aktivitas harian tidak ditemukan asosiasi yang bermakna secara statistik (p 0,05). Dapat disimpulkan beberapa karakteristik personal seperti umur, kategori biologis, pekerjaan, kebiasaan makan, dan riwayat keturunan memiliki keterkaitan terhadap tingkat glukosa darah pada individu dengan Metabolik tipe 2. Temuan tersebut mengindikasikan perlunya pendekatan yang mempertimbangkan karakteristik individu dalam upaya pengelolaan metabolik tipe 2 pada kelompok lansia. Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Kadar Gula Dalam Darah, Karakteristik Personal Lansia, Uji Chi-Square. 
Pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok Role Play Drama Sosial Terhadap Peningkatan Fungsi Sosial Pada Lansia: Studi Kasus Refansa Desfa Dinata; Kartinah Kartinah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57931

Abstract

Meningkatnya populasi lansia membawa tantangan pada penurunan fungsi sosial akibat isolasi dan berkurangnya interaksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) dengan metode role play drama sosial terhadap peningkatan fungsi sosial lansia. Desain penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan one group pre-test post-test terhadap delapan responden di BPSTW Abiyoso, Yogyakarta, yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Social Connectedness Scale (SCS) dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif serta narasi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan fungsi sosial yang signifikan pada seluruh responden setelah diberikan intervensi selama tiga hari. Sebelum intervensi, hanya 25% responden yang berada pada kategori fungsi sosial tinggi, namun setelah intervensi proporsinya meningkat menjadi 62,5%. Sebaliknya, kategori fungsi sosial rendah menurun dari 37,5% menjadi 12,5%. Temuan ini membuktikan bahwa stimulasi psikososial yang terstruktur melalui drama sosial efektif dalam mengaktifkan kembali keterampilan komunikasi, empati, dan rasa keterhubungan sosial pada lansia. Intervensi ini direkomendasikan sebagai model keperawatan gerontik yang inovatif dan efisien untuk diterapkan di panti sosial maupun komunitas.
Co-Authors Aan Sofyan Abi Muhlisin Adhwa Aulia Hanif Afrischa Yusti Nabrita Agus Sudaryanto Agustia Cahyani Amalia Dyah Pratiwi Arina Maliya Ariska Mahanani Putri Arum Pratiwi Arum Pratiwi Arysyad Miftahudin Aurellia Santya Martatia Azzukhrufilail Ashiyami Bilqis Aziz Bharata Ajie, Anjani Budi Hernawan Budi Kristanto Budi Kristanto Bunga Cintantya Rudisty Damayanti, Silvianita Danuartha Vandika Devi Sulistiawati Devira Novi Aprillia Dian Hudiyawati Dyah Intan Puspitasari Eka Ayu Puspitasari Enita Dewi Erna Herawati Estu Werdani, Kusuma Faizah Betty Rahayuningsih Fariz Farisulhaq, Ahmad Fauzia Alya Putri Febrian Trinugraha Galuh Restuti Hanny Nur Rahmani Hasna Ghoida Ikhlash ALkautsar Inas Luthfia Azzahra Intan Roesyati Kusnanto Kusnanto Lutfi Arofatul Inayah Muh Fathoni Rohman Muhammad Luqman Prihananda Musa Bangkit Alfaruq Musalamah, Siti Nanda Putri Ary Pamungkas Nasywa Amila Shabira Nieldya Nofandrilla Niken Enggal Dwi Astuti Nindya Erina Putri Nisrina Devi Wienasari NUR FAUZIYAH Nuralis Setyadi Nurul Hafipah Ouwada Aiko Suda Puan Aisyah Khairunnisa Puji Kristini Putri Rahayu Putri Wulandari Rahman, Ahmad Fadhlur Refansa Desfa Dinata Regita Aulia Sari Reni Kartika Sari Riska Cahyani Zahra Riska Cahyani Zahra Rizka Endrayani Rizki Amin Nur Rahman Rizki Kurniawan Rizky Amalia Nur'aini Shafira Azzahra Sidqon Mustofa Sri Eko Purbowinoto Sulastri Supratman Supristyani , Her Wachidah Yuniartika Wahyuni Wahyuni Wulandari, Inayah Rizki Yuli Nurmasari Yunita Ayu Rahmawati Zahra Faisha Salsabila Zita Digna Pratiwi