Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN KELOMPOK LANSIA DENGAN PROGRAM SIAP KAWAL DIABETES (SIKATES) DENGAN PENDEKATAN KOLABORASI INTERPROFESI MAHASISWA KESEHATAN Enita Dewi; Kartinah Kartinah; Luluk Ria Rakhma; Budi Hernawan; Wahyuni Wahyuni; Riska Cahyani Zahra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35420

Abstract

Abstrak: Upaya edukasi kesehatan mengenai manajemen diri pada lansia dengan Diabetes Mellitus (DM) masih belum berlangsung secara komprehensif dan kolaboratif. Variasi pengetahuan dan keterampilan lansia dalam merawat diri menegaskan perlunya pendekatan yang lebih terstruktur dan berbasis tim. Oleh karena itu, Program SIKATES dengan pendekatan kolaborasi interprofessional dikembangkan untuk meningkatkan kapasitas lansia dalam melakukan skrining dan perawatan diri. Program berlangsung selama enam bulan dan melibatkan tim dosen serta mahasiswa dari keperawatan, fisioterapi, kedokteran, dan gizi. Sebanyak 48 lansia kelompok “Peduli Insani” Mendungan berusia 50–85 tahun berpartisipasi dalam kegiatan ini. Rangkaian kegiatan meliputi skrining DM, penyuluhan kolaboratif mengenai pemeriksaan gula darah, diet DM, aktivitas fisik berupa senam, terapi pengobatan, latihan relaksasi, pendampingan aktivitas bermain angklung sebagai dukungan psikososial, serta evaluasi kadar gula darah. Evaluasi dilaksanakan melalui penilaian proses kegiatan serta pemberian kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai topik manajemen diri, yaitu pemeriksaan gula darah (50%), pemantauan gula darah (47,9%), pentingnya edukasi kesehatan (37,5%), aktivitas fisik (22,9%), sementara topik terapi farmakologi relatif kecil (2,1%). Kolaborasi interprofesi dalam monitoring glukosa dan pendampingan lansia diabetes efektif meningkatkan pemahaman dan perilaku sehat melalui pelayanan yang terpadu. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan kolaborasi interprofessional dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat kapasitas perawatan diri lansia dengan DM secara holistik dan humanis.Abstract: Efforts to provide health education on self-management for older adults with Diabetes Mellitus (DM) are still not implemented comprehensively and collaboratively. Variations in the knowledge and skills of the elderly in performing self-care highlight the need for a more structured, systematic, and team-based approach. Therefore, the SIKATES Program, employing an interprofessional collaborative model, was developed to enhance the capacity of older adults in conducting screening and self-care related to DM. The six-month program involved faculty members and students from the fields of nursing, physiotherapy, medicine, and nutrition. A total of 48 older adults aged 50–85 years from the “Peduli Insani” Mendungan group participated in this initiative. The program activities included DM screening, collaborative education on blood glucose examination, DM dietary management, physical activity through exercise, medical therapy, relaxation training, angklung music activities as psychosocial support, and blood glucose evaluation. Program evaluation was conducted through process assessments and pre- and post-education questionnaires. The results indicated increased knowledge among participants on several aspects of self-management, including blood glucose testing (50%), blood glucose monitoring (47.9%), the importance of health education (37.5%), and physical activity (22.9%), while knowledge related to pharmacological therapy demonstrated relatively small improvement (2.1%). Interprofessional collaboration in glucose monitoring and support for older adults with diabetes proved effective in enhancing understanding and healthy behavior through integrated services. These findings emphasize that interprofessional collaborative approaches offer an effective strategy to strengthen self-care capacity among older adults with DM in a holistic and humanistic manner.
Hubungan Pola Makan dengan Kadar Kolesterol pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kartasura Inayah Rizki Wulandari; Kartinah
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.417

Abstract

Latar Belakang: Dari beberapa masalah kesehatan, kolesterol ditemukan lebih umum terjadi pada lansia. High-Density Lipoprotein (HDL) dan Low-Density Lipoprotein (LDL) adalah dua jenis kolesterol utama. Hiperkolesterolemia terjadi ketika kadar kolesterol dalam darah lebih tinggi dari kisaran normal, yaitu <200 mg/dL. Tujuan: Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi hubungan pola makan dengan kadar kolesterol pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional berdasarkan pendekatan cross-sectional, 50 sampel dipilih secara purposive sampling dengan kriteria berusia ≥60 tahun, bersedia untuk mengisi kuesioner, komunikatif, dan individu tercatat secara administratif/sipil merupakan penduduk di Wilayah Kerja Puskesmas Kartasura. Pola makan dinilai melalui kuesioner pola makan dan kadar kolesterol diukur menggunakan alat GCU. Hasil: Hasil uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara pola makan dan kadar kolesterol dengan kekuatan lemah. Nilai Continuity Correction (p-value=0,046) dan Contingency Coefficient sebesar 0,311 (r=0,311). Kesimpulan: Di Wilayah Kerja Puskesmas Kartasura, terdapat korelasi antara pola makan dengan kadar kolesterol pada lansia.
Co-Authors Aan Sofyan Abi Muhlisin Adhwa Aulia Hanif Afrischa Yusti Nabrita Agus Sudaryanto Agustia Cahyani Ahmad Fariz Farisulhaq Amalia Dyah Pratiwi Anjani Bharata Ajie Arina Maliya Ariska Mahanani Putri Arum Pratiwi Arum Pratiwi Arysyad Miftahudin Atrina Madina Suci Aurellia Santya Martatia Azzukhrufilail Ashiyami Bilqis Aziz Budi Hernawan Budi Hernawan Budi Kristanto Budi Kristanto Bunga Cintantya Rudisty Danuartha Vandika Devi Sulistiawati Devira Novi Aprillia Dian Hudiyawati Dinda Anggraini Puspaningtyas Dyah Intan Puspitasari Eka Ayu Puspitasari Enita Dewi Enita Dewi Erna Herawati Estu Werdani, Kusuma Faizah Betty Rahayuningsih Fauzia Alya Putri Febrian Trinugraha Galuh Restuti Hanny Nur Rahmani Hasna Ghoida Her Supristyani Ikhlash ALkautsar Inas Luthfia Azzahra Inayah Rizki Wulandari Intan Roesyati Kusnanto Kusnanto Livya Apriani Rukmana Luluk Ria Rakhma Lutfi Arofatul Inayah Meta Saskia Muh Fathoni Rohman Muh Fathoni Rohman Muhammad Luqman Prihananda Musa Bangkit Alfaruq Nanda Putri Ary Pamungkas Nasywa Amila Shabira Nazwa Aura Salsabila Nieldya Nofandrilla Niken Enggal Dwi Astuti Nindya Erina Putri Nisrina Devi Wienasari NUR FAUZIYAH Nuralis Setyadi Nurul Hafipah Ouwada Aiko Suda Puan Aisyah Khairunnisa Puji Kristini Putri Rahayu Putri Wulandari Rahman, Ahmad Fadhlur Refansa Desfa Dinata Refina Anggraini Regita Aulia Sari Reni Kartika Sari Riska Cahyani Zahra Riska Cahyani Zahra Riska Cahyani Zahra Rizka Endrayani Rizki Amin Nur Rahman Rizki Kurniawan Rizky Amalia Nur'aini Shafira Azzahra Sidqon Mustofa Silvianita Damayanti Siti Musalamah Sri Eko Purbowinoto Sulastri Supratman Vinda Nuri Fadhila Wachidah Yuniartika Wahyuni Wahyuni Wahyuni Wahyuni Yuli Nurmasari Yunita Ayu Rahmawati Zahra Faisha Salsabila Zita Digna Pratiwi