Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Arsitekta

The Tactical Urbanism in Indonesian City Spaces during the Covid-19 Pandemic Wakhidah Kurniawati
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 3 No. 01 (2021): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.929 KB) | DOI: 10.47970/arsitekta.v3i01.211

Abstract

The Covid-19 pandemic has changed the world order in all aspects of life. City space that was considered successful if it can accommodate residents' crowded activities has become deserted because of the lockdown and health protocols implementation. The meaning of urbanism is challenged because new interaction is put in place. Urban space activity adapts to new patterns and creates modified spaces. Tactical urbanism is one of the flexible design responses in the urban area to support the long-term goal of improving urban space quality. Tactical urbanism is currently being applied in several cities around the world in response to the Covid-19 pandemic. Urban space in Indonesia also applies tactical urbanism with Indonesian characteristics. This study aims to examine the implementation of tactical urbanism in Indonesian urban spaces. The method used is reviewing data from online publications published between March 2020 - March 2021 regarding tactical urbanism in urban spaces in Indonesia. The city space chosen is located in the urban kampung, traditional market, and a downtown public space. The result shows two patterns of tactical urbanism in urban areas in Indonesia during the pandemic era, namely reactive and momentary response in urban kampong and traditional market, and unified response with city planning in bike lanes program.
Manajemen Pengelolaan Kawasan Bersejarah di Desa Soditan, Lasem, Rembang Wakhidah Kurniawati; Retno Susanti; Nurini .; Rina Kurniati; Sugiono Sutomo; M. Rizki Islami
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 3 No. 02 (2021): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v3i02.244

Abstract

Desa Soditan merupakan salah satu desa warisan sejarah yang terletak di pusat Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Desa Soditan terletak di sepanjang Sungai Babagan Lasem dan Jalur Pantura yang dahulu disebut sebagai jalan raya pos De Groote Post Weg yang dibangun oleh Daendels. Di desa ini terdapat kawasan heritage Pecinan dengan Klenteng Cu An Kiong-nya, rumah candu Lawang Ombo, budaya khas Kopi Nglelet dan Batik Lasem. Saat ini kawasan bersejarah ini mengalami masalah degradasi fungsi, rusaknya bangunan khas Cina, dan semakin hilangnya sense of place kawasan. Untuk itulah, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep manajemen pengelolaan kawasan berdasar karakteristik khas kawasan. Adapun tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah mengeksplorasi potensi masalah Desa Soditan terkait pengembangan kawasan bersejarah, dan merumuskan konsep manajemen pengelolaan kawasan yang sesuai. Konsep manajemen pengelolaan yang yang ditawarkan adalah kemitraan antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Dari konsep manajemen pengelolaan yang disusun diharapkan dapat mendukung pelestarian cagar budaya di Desa Soditan di sektor pariwisata, memperkuat sense of place kawasan bersejarah, serta mampu mendukung perekonomian daerah dan masyarakat lokal.