Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

KAJIAN TAFSIR AL-QUR’AN: Telaah atas Kitab Taisirul Lathifil Mannani fi Khulashati Tafsiril Qur`an Karya Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di Anshory, Muhammad Isa
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 5, No 02 (2020): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v5i02.978

Abstract

Tafsir Maudhu'i is an interpretation that seeks to explain in a more focused and clear manner because the discussion is based on themes, so that the advantages of maudhu'i interpretation are dynamic, systematic, and easy to understand as a whole. As-Sa'di is a person who concentrates his knowledge in the field of "Tafsir" (Qur'an interpretation). It proved by his work in the form of 30 juz interpretations with the title of the book "Taisir Karimir Rohman fii Kalaamil Mannan". However, as-Sa'di also wrote a commentary book that used the "Maudhu'i interpretation method, which is entitled "Taisirul Lathifil Mannani fi Khulashati Tafsiril Qur`an".As-Sa'di described it based on the theme from which the related verses were collected, making it easier for the reader to understand the contents of the al-Qur'an. The theme he chose also covered the main teachings of Islam, from the theme of aqidah, Islamic law, and the stories of the prophets contained in the al-Qur'an. The description of this commentary book is very systematic, from choosing the theme to its discussion.
IMAM GHOZALI’S TEACHING PRINCIPLES Rokhimah, Siti; Khoir, Mulyanto Abdullah; Anshory, Muhammad Isa
Proceeding of International Conference of Islamic Education Vol. 1 (2023): Proceeding of International Conference of Islamic Education
Publisher : Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan besar bagi bangsa Indonesia adalah aspek pendidikan yang belum mampu memberikan hasil seperti yang diinginkan. Terutama dalam keseimbangan hasil belajar sesuai tujuan pendidikan yaitu mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Imam Al Ghozali adalah sember inspirasi atas pemikiran-pemikiran tentang konsep Pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemikiran-pemikiran Al Ghozali dalam prinsip mengajar. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-eksploratif. Sumber data primer berasal dari buku Imam Ghozali “Ihya’ ‘ulum Ad Dien”. Sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen lain yang berkaitan dengan fokus penelitian seperti jurnal, buku-buku, atau artikel. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis). Analisis dilakukan dengan pembahasan yang mendalam terhadap isi yang tertulis pada sumber data primer dan sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prinsip-prinsip mengajar menurut Al-Ghozali adalah: 1) guru memiliki perasaan kasih sayang terhadap siswa; 2) sifat jujur dan tekun dalam belajar; 3) kewibawaan guru dan sifat tawadhu’ siswa; 4) guru memiliki dan menghormati ilmu yang luas; 5) proses pendidikan harus bertahap; 6) guru memahami kemampuan siswa; dan 7) memantau dan mendampingi siswa.
Efforts to Improve Religious Attitudes Through Habituation of Dhuha Prayers at Mts Nu Tirto Pekalongan Anshory, Muhammad Isa; Nasarruddin, Razie Bin; Achmad, Dliya'uddin
Al-Hijr: Journal of Adulearn World Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah Pariangan Batusangkar, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55849/alhijr.v2i1.535

Abstract

The world of education has many goals, especially goals in the process of inculcating noble character in students. Noble morals can be achieved through a religious path, including the habit of praying dhuha. This study aims to determine 1) the effectiveness of the habituation of Duha prayer in increasing religious values, 2) Strategies in instilling religious values through the habit of Duha prayer. This study uses a qualitative approach with a descriptive method, namely in explaining the circumstances of the problem to be studied by using non-number terms. Data collection techniques in this study used the observation method to observe the process of efforts to increase the value of religiosity in students through dhuha prayers, interviews to receive data in the form of religious activities and strategies used in instilling religious values in students, and documentation to obtain data in the form of vision and mission , infrastructure, human resources. The data analysis techniques in this study were through data reduction, data modeling, and drawing conclusion/verification data. Sources of data obtained came from school principals, students, teachers, and PAI instructors at MTs Nu Tirto Pekalongan. The results of this study share that; 1) religious values that are instilled through the habit of praying dhuha at MTs NU Tirto Pekalongan mean worship values, anda moral values. 2) strategies in instilling religious values through the habituation of Duha prayer at MTs Nu Tirto Pekalongan namely reward and Punishment, exemplary, habituation, invitation (persuasive), rules or norms, and creating a religious atmosphere at school. The conclusion of this study is the character of religiosity through the habit of praying dhuha at MTs Nu Tirto Pekalongan by using various strategies in its development which are very clearly explained and synchronized to increase the religious character of students.
Activities of the Muhammadiyah Student Association (IPM) at SMK Muhammadiyah Karanganyar Agustina, Asri; Anshory, Muhammad Isa
SUHUF Vol 35, No 1 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/suhuf.v35i1.22616

Abstract

This study aims to analyze the implementation of character education through the organizational activities of the Muhammadiyah Student Association (IPM) at SMK Muhammadiyah Karanganyar. In addition, the paper attempts to determine the supporting and inhibiting factors for the implementation of character education through the organizational activities of the IPM at SMK Muhammadiyah Karanganyar. This study was conducted at SMK Muhammadiyah Karanganyar, Pekalongan Regency. The research method used in this research is a qualitative research method with a descriptive approach. The data collection techniques used were interviews, observation, and documentation with three stages of data analysis, namely data reduction, data presentation and data verification. The results of this study concluded that the implementation of character education through the organizational activities of the Muhammadiyah Student Association (IPM) at the Karanganyar Muhammadiyah Vocational School was carried out systematically, namely, through the planning, implementation and evaluation stages. Activities that support character education at the Karanganyar Muhammadiyah Vocational School are recitation of Qur’an, singing Indonesia Raya songs and Monday and Friday infaq program. Among the supporting factors of the program are collaboration with teachers, self-awareness of students, careful planning of activities while the inhibiting factors are lack of self-confidence, lack of communication, differences of opinion and lack of responsibility
WORKSHOP PELATIHAN PENULISAN SEJARAH PESANTREN UNTUK PARA GURU PESANTREN DI EKS KARESIDENAN SURAKARTA Anshory, Muhammad Isa; Mujiburrohman, M; Nurachman, Azhar; Santoso, Baron
AL HAZIQ: Journal of Community Service Vol. 03, No. 2 Desember 2024
Publisher : Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54090/haziq.616

Abstract

Pesantren adalah lembaga pendidikan tradisional Islam yang hidup dan berkembang di negeri ini sejak ratusan tahun yang lalu. Sebagai lembaga pendidikan Islam yang cukup berumur, pesantren membuktikan dirinya menjadi salah satu benteng pertahanan umat Islam, pusat dakwah dan pusat pengembangan masyarakat muslim di Indonesia. Menurut data Kemenag, setidaknya ada 39.043 pesantren pada 2022/2023, dengan total jumlah santri sebanyak 4,08 juta. Jumlah pesantren paling banyak terdapat di Jawa Barat, yakni 12.121 unit. Untuk Jawa Tengah, terdapat 5.084 unit. Merujuk kepada data Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah pada 2020/2021, terdapat sekitar 408 pesantren di eks. Karesidenan Surakarta. Perkembangan pesat pesantren tentunya diikuti peran aktif lembaga ini dalam membina masyarakat. Sayangnya, masih sedikit pesantren menyadari dan memandang perlu untuk menuliskan sejarahnya. Mereka belum mempunyai buku sejarahnya masing-masing. Berangkat dari masalah ini, kiranya perlu dilaksanakan pengabdian kepada masyarakat berupa workshop pelatihan penulisan sejarah pesantren untuk para guru pesantren di eks. Karesidenan Surakarta. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan bekal kepada para guru dan pengelola pesantren mengenai cara menyusun buku sejarah pesantren. Adapun metode pendekatan yang digunakan terdiri dari empat tahapan, yaitu: 1) tahapan persiapan; 2) tahapan pelaksanaan atau pemaparan materi; 3) tahapan sesi tanya jawab; dan 4) tahapan evaluasi. Kegiatan ini mendapat respon positif dari para peserta yang datang dari berbagai pesantren di wilayah eks. Karesidenan Surakarta.
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Tanggung Jawab Santriwati Munzillah, Indiarti Muafiqoh; Anshory, Muhammad Isa
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2024 - Januari 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i1.3374

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis upaya yang dilakukan oleh guru PAI (Pendidikan Agama Islam) dalam membentuk karakter tanggung jawab pada santriwati di Pondok Pesantren Imam Bukhari, Solo, khususnya pada santriwati kelas 1 Tsanawiyyah putri. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dalam kerangka penelitian kualitatif deskriptif, yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Imam Bukhari, khususnya di area Putri, Karanganyar, Jawa Tengah. Data yang digunakan terdiri dari data primer, yang diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung dengan guru Pendidikan Agama Islam kelas 1 Tsanawiyyah, serta data sekunder yang diambil dari buku, jurnal, dan catatan sejarah jumlah siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi, menggunakan panduan wawancara, daftar periksa observasi, pedoman dokumentasi, dan rencana studi kasus. Proses analisis data meliputi tiga tahap: reduksi data (penyaringan data relevan), penyajian data (menyusun data dalam bentuk narasi atau matriks), dan penarikan kesimpulan (menganalisis data untuk memperoleh pemahaman mendalam). Validitas dan keandalan hasil penelitian diperiksa melalui triangulasi data dari berbagai sumber, yang memungkinkan peneliti untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif terhadap fenomena yang diteliti. Penelitian di Pondok Pesantren Imam Bukhari menunjukkan bahwa upaya guru dalam membentuk karakter tanggung jawab pada santriwati kelas 1 Tsanawiyyah dilakukan melalui strategi pembelajaran yang efektif dan pembiasaan yang konsisten. Guru memberikan keteladanan, menyisipkan nasehat dari kisah nabi dan sahabat, serta melakukan pengawasan dan peringatan untuk membimbing santriwati agar memiliki rasa tanggung jawab dalam setiap tindakan.
Dinamika Dakwah di Surakarta Pascagestapu (Gerakan September Tiga Puluh) Anshory, Muhammad Isa; Khoir, Mulyanto Abdullah
Pawarta: Journal of Communication and Da'wah 2023: Vol 1(1) February
Publisher : Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54090/pawarta.144

Abstract

Surakarta as a small city, is a very busy market city to offer various beliefs and ideologies. Competition among adherents of these beliefs and ideologies is something that cannot be avoided. After the 1965 PKI rebellion, also known as Gestapu (September Thirty Movement), Muslims faced two challenges to da'wah. First, the latent danger of communism. Second, competition with Christian missions. This paper aims to describe how Islamic leaders respond to these two challenges. The method used the historical method consisted of four stages, namely heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Based on this research, Islamic leaders in Surakarta respond to the challenges of post-gestapu da'wah by collaborating in carrying out various activities, such as activating tabligh, holding Zuhur lectures at the Surakarta Grand Mosque, conveying da'wah messages via radio broadcasts, and carrying out regeneration of da'wah interpreters through madrasah diniyah and Al-Mukmin Islamic Boarding School.
Toleransi dan Prinsip-prinsip Hubungan Antarumat Beragama dalam Perspektif Dakwah Islam Khoir, Mulyanto Abdullah; Anshory, Muhammad Isa
Pawarta: Journal of Communication and Da'wah 2023: Vol 1(2) August
Publisher : Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54090/pawarta.302

Abstract

Hidup berdampingan meski berbeda agama bukan hal baru dalam perjalanan bangsa Indonesia. Para pendahulu republikpun telah memberikan contoh nyata toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun demikian, problem-problem toleransi masih sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk kesalahpahaman dalam memahami makna toleransi yang berakibat kesalahan dalam interaksi dan hubungan antar umat beragama. Dengan latar belakang inilah penelitian ini dibuat. Penelitian ini mencoba melihat berbagai fenomena sosial yang terjadi terkait hubungan antar umat beragama dengan dinamikanya serta mendeskripsikannya berdasarkan data-data yang diperoleh, baik data terkait subyek secara individu, kelompok, lembaga maupun masyarakat. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa Islam sangat menjaga toleransi, menghormati hak-hak manusia dan menempatkan dalamderajat yang tinggi dan mulia. Karena itu, perlu adanya kesepahaman bersama dengan asas saling menghormati dan menghargai satu dengan lainnya. Juga perlu langkah-langkah praktis untukmembangun toleransi yang bermartabat agar hubungan antar umat beragama terjalin harmonis tidak saling curiga dan penuh dengan kebersamaan. Beberapa langkah tersebut adalah: 1). Saling menghormati dan menghargai keyakinan orang lain tanpa harus mencampuradukkan keyakinan tersebut. 2). Membangun saling menghormati dan menghargai dengan menghilangkan sikap saling curiga. 3). Membangun masyarakat dengan keyakinan bahwa keragaman adalah kekayaan bangsa Indonesia. 4). Bersama-sama menatap masa depan untuk kemajuan dan kemakmuran masyarakat Indonesia. 5). Banyak melakukan dialog karena banyak-titik-titik persamaan untuk kemaslahatan berbangsa dan bernegara, bukan untuk mencari titik perbedaan apalagi mempertentangkannya.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKIDAH DALAM QS. ASY-SYU’ARA Anshory, Muhammad Isa; Hafid, Muhammad Syarifudin
Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman Vol 6, No 2 (2022): Mumtaz: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Keislaman
Publisher : Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36671/mumtaz.v6i02.406

Abstract

This study intends to identify and analyze the signs in the verse contained in the letter as-Syua'ara that have relevance to the values of aqidah education. In particular, this study describes a) describing the values of creed education b) describing the values of creed education that can be understood in the letter as-Syu'ara. This study uses a qualitative approach with technical literature (Library research). The method used is content analysis technique. The results of this study indicate that the educational values of faith in this letter as-Syua'ara reinforce the purity of aqidah and glorify God and are oriented to the afterlife
Pemberantasan Buta Huruf Al-Quran di Desa Bakalan Kecamatan Jumapolo Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah Anshory, Muhammad Isa; Muslimin, Edy; Fandi, Fandi; Solikah, Sofiya Maratus; Lestari, Fitria Puji
Khidmatul Ummah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 01 (2023): Khidmatul Ummah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STAI Al-Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/khidmatul.v4i01.4813

Abstract

Al-Quran merupakan sumber petunjuk dan pedoman hidup bagi umat Islam. Agar seseorang bisa meraih petunjuk Al-Quran, ia harus berinteraksi dengannya secara benar. Setelah mengimani Al-Quran, ia harus belajar membacanya. Menurut data tahun 2020, dari 229 juta jiwa jumlah penduduk Muslim di Indonesia, 65% atau 149 juta jiwa belum bisa membaca Al-Quran. Hal ini menjadi PR bersama umat Islam di negeri ini. Berangkat dari masalah ini, dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh team mahasiswa bersama dosen Institut Islam Mambaul Ulum (IIM) Surakarta di Desa Bakalan Kecataman Jumapolo Kabupaten Karanganyar, dirumuskanlah tema berupa pemberantasan buta huruf Al-Quran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan upaya pemberantasan buta huruf Al-Quran yang dilakukan di Desa Bakalan. Kegiatan PKM ini termasuk jenis penelitian lapangan yang dilaksanakan dengan menggunakan metode observasi. Setelah dilakukan observasi, disusunlah program-program PKM yang menggunakan beberapa metode, seperti ceramah, praktik, permainan, dan tanya jawab. Adapun hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Pemberantasan buta huruf Al-Quran di Desa Bakalan diturunkan dalam tiga program utama, yaitu mengajar TPA, pelatihan manajemen TPA, dan wakaf Al-Quran. Ketiga program ini mendapat respons yang cukup baik dari warga masyarakat maupun pemerintah desa.