Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : MANGGALI

Sehat dan Cerdas: Edukasi, Solusi dan Inspirasi Penyajian Menu Cegah Stunting di Kelurahan Candi Kusbiantari, Dyah; Lestari, Budi Dyah; Nugrahastuti, Dewi; Sari, Ika Tyas Mustika
Manggali Vol 4 No 2 (2024): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v4i2.3393

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis sejak dalam kandungan hingga masa awal anak, yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan edukasi, solusi, dan inspirasi dalam penyajian menu untuk mencegah stunting di Kelurahan Candi. Metode yang digunakan adalah tatap muka langsung dengan presentasi dan diskusi pada 31 Juli 2024 di Balai Kelurahan Candi. Peserta terdiri dari 50 orang dengan melibatkan mahasiswa PG PAUD Universitas Ivet. Kegiatan ini dibagi menjadi empat tahapan: persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Hasil yang diharapkan adalah peningkatan pemahaman peserta terkait stunting, pencegahan, dan inspirasi penyajian makanan sehat bergizi seimbang. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi dan partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam pencegahan stunting.
Pemberdayaan Masyarakat sebagai Agen Perubahan dalam Intervensi Tumbuh Kembang Anak di Desa Tuko Kabupaten Grobogan Pramita, Dian; Lestari, Budi Dyah; Wirahno, Dewi Nugrahastuti; Kusbiantari, Dyah
Manggali Vol 5 No 2 (2025): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v5i2.4010

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan strategi efektif untuk meningkatkan kualitas intervensi tumbuh kembang anak, terutama di daerah dengan keterbatasan akses informasi dan layanan kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat Desa Tuko Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan, agar berperan sebagai agen perubahan dalam intervensi tumbuh kembang anak. Pendekatan partisipatif mencakup identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, implementasi, dan evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 85% berdasarkan pre-test dan post-test, terbentuk 30 agen perubahan (guru PAUD, kader, orang tua), dan implementasi nyata berupa kelas parenting dan posyandu interaktif. Partisipasi aktif peserta terlihat dari keterlibatan dalam diskusi, praktik stimulasi, serta sesi interaktif dengan berbagai ice breaking. Program ini membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat menjadi model efektif untuk mendukung tumbuh kembang anak berkelanjutan.
Antisipasi Kekerasan Pada Perempuan dan Anak Dalam Kajian Psikologis dan Pendidikan Anak Usia Dini di Kabupaten Banjarnegara Kusbiantari, Dyah; Agustiningrum, Maria Denok Bekti; Wirahno, Dewi Nugrahastuti; Lestari, Budi Dyah
Manggali Vol 4 No 1 (2024): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v4i1.3122

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Jawa Tengah menempati peringkat ketiga tertinggi di Indonesia pada tahun 2023, dengan 2.534 kasus dan 110 kasus anak pada Februari 2024, di mana 135 korban adalah perempuan. Kabupaten Banjarnegara mencatat 44 kasus pada tahun 2023, di mana 80% merupakan perempuan. Kekerasan terjadi di rumah dan sekolah, dengan kejadian terbanyak di rumah. Universitas Ivet dan PGRI Kabupaten Banjarnegara menggelar seminar untuk 120 guru PAUD, SD, SMP, SMA dan SMK, dengan 4 narasumber menggarisbawahi pentingnya pencegahan dan antisipasi terhadap kekerasan seksual, kekerasan dalam rimah tangga serta peran orang tua dalam mencegah bullying. Faktor-faktor penyebab kekerasan termasuk kesadaran hukum yang rendah, budaya patriarki, ekonomi lemah, perselingkuhan, pernikahan dini, stres keluarga, dan kurangnya komunikasi. Patriarki memperkuat dominasi laki-laki. Rendahnya harga diri dan pendidikan juga meningkatkan risiko kekerasan. Pendidikan seks diperlukan untuk melindungi anak dari kekerasan seksual, dengan penyesuaian terhadap usia dan pemahaman mereka. Masyarakat perlu memberikan dukungan, melaporkan kasus, dan menjaga keamanan bersama, sambil memberikan pelatihan dan pendidikan pemberdayaan perempuan, khususnya dalam pendidikan dan ekonomi.