Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Tumbuhan Berbahaya dan Beracun Kawasan Cagar Alam Bojonglarang Jayanti, Cianjur, Jawa Barat Sara, Harni Mutia; Kusmoro, Joko
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.184 KB)

Abstract

Dalam pemantauan BKSDA Kabupaten Cianjur selama 30 tahun terakhir komposisi vegetasi hutan hujan dataran rendah dan hutan pantai Cagar Alam Bojonglarang Jayanti mengalami penurunan jumlah populasi. Observasi tumbuhan dilakukan sebagai upaya prinsip konservasi yaitu penelitian, perlindungan, dan pemanfaatan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis yaitu dengan memaparkan data penelitian hasil analisis. Pengambilan data dilakukan dengan mengeksplorasi jenis tumbuhan berbahaya dan beracun yang dicatat dan didokumentasikan di kawasan Cisela, Cikawung, dan Jayanti. Hasil pengambilan data tercatat 6 jenis tumbuhan berbahaya, 46 tumbuhan beracun,dan 4 jenis tumbuhan berbahaya dan beracun. Kandungan metabolit sekunder yang diketahui berdasarkan studi literatur diantaranya Etanol, Saponin, Alkaloid, Asam sianida, Triterpen, Flavonoid, Asam Kafeat, Fenol , Tanin, Minyak Atsiri, Bergenin, Rotenon dan Resinyang terkandung pada organ akar, batang, daun, bunga, buah, biji dan umbi. Bagian organ berbahaya diantaranya batang dan daun berduri serta pelepah yang memiliki trikoma
Perbandingan Struktur dan Komposisi Vegetasi Kawasan Rajamantri dan Batumeja Cagar Alam Pananjung Pangandaran, Jawa Barat Nurjaman, Deden; Kusmoro, Joko; Santoso, Pribadi
Jurnal Biodjati Vol 2 No 2 (2017): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v2i2.1304

Abstract

Abstrak,Cagar Alam Pananjung Pangandaran merupakan kawasan konservasi, kawasan tersebut dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian Barat (Rajamantri) merupakan hutan wisata sedangkan bagian Timur (Batumeja) merupakan area yang tertutup bagi wisatawan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui  perbandingan struktur dan komposisi vegetasi pada transek Rajamantri dan Batumeja Cagar Alam Pananjung Pangandaran.Tumbuhan yang ditemukan di transek Batumeja yaitu 36 jenis dari 25 famili, transek Rajamantri ditemukan 38 jenis dari 31 famili. Indeks Nilai Penting tertinggi pada transek Batumeja kategori pohon Buchanania arborescens (84,07%), kategori tiang Buchanania arborescens (73,49%), kategori pancang Dyospiros oblonga (53,93%) dan kategori anakan Syzigium lineatum (38,24%). Pada transek Rajamantri, Indeks Nilai Penting tertinggi pada kategori pohon yaitu Syzygium densiflora (82,36%), kategori tiang Psycotria palentonic(52,99%). Kategori pancang Dyospiros oblonga (53,93%), dan kategori anakan Psycotria palentonic (115,98%). Penelitian struktur dan komposisi vegetasi, pada transek Batumeja Indek Nilai Penting tertinggi yaitu pada kategori pohon. Pada transek Rajamantri Indek Nilai Penting tertinggi yaitu kategori anakan. Perbandingan struktur dan komposisi vegetasi pada kedua transek tidak begitu berbeda nyata atau komposisi jenisnya hampir sama. 
IDENTIFIKASI TUMBUHAN BERDASARKAN STRUKTUR POLEN SEBAGAI SUMBER PAKAN LEBAH MADU (Apis cerana Fabricius, 1793) DI MARIBAYA, LEMBANG, KAWASAN TEPI TAMAN HUTAN RAYA IR. H. DJUANDA, KABUPATEN BANDUNG BARAT Azzahra, Hanani Rosy; Cika Asti Amalia; Ati, Aurel Satyaning; Aldila Diani Ramadan; Pribadi, Teguh; Shanida, Sya Sya; Kusmoro, Joko; Husodo, Teguh
Berita Biologi Vol 25 No 1 (2026): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2026.10211

Abstract

Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda merupakan kawasan konservasi yang membentang dari Dago Pakar hingga Maribaya. Maribaya merupakan salah satu kawasan di sekitar tepi kawasan Tahura, dimana terdapat potensi pemanfaatan lebah madu. Lebah madu Asia (Apis cerana) merupakan salah satu serangga yang berada di Tahura dan memiliki potensi sebagai penyerbuk bagi vegetasi di sekitarnya. Polen yang dikumpulkan oleh lebah dapat merefleksikan komposisi vegetasi berbunga di sekitarnya. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui keragaman polen yang mendominasi sumber pakan lebah madu A. cerana di Peternakan Lebah ‘Madu Maribaya Sari Alam Legend Bee’ pada Kawasan Maribaya. Penelitian ini dilakukan di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda dari bulan Mei - Agustus 2024. Identifikasi tumbuhan dilakukan berdasarkan analisis polen yang diperoleh melalui jebakan polen dan diidentifikasi menggunakan metode asetolisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kawasan Maribaya ditemukan 17 famili polen yang terdiri atas 24 spesies. Spesies polen yang paling dominan adalah kipait (Tithonia diversifolia) dengan persentase sebesar 68,21%. Temuan ini menunjukkan bahwa T. diversifolia berperan sebagai sumber polen utama bagi A. cerana, meskipun termasuk tumbuhan semak invasif.