Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Remaja dan Pergaulan Bebas (Studi Tentang Perilaku Menyimpang Remaja di Jalan Bitowa, Kelurhan Bitowa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar) Ricky Samdani; Ashari Ismail; Idham Irwansyah Idrus
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 No.1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v6i1.72245

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Faktor pendorong remaja melakukan pergaulan bebas di Jalan Bitowa, Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. (2) Bentuk pergaulan bebas remaja di Jalan Bitowa, Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik purposive sampling untuk memilih subjek penelitian. Untuk mengumpulkan informasi spesifik mengenai permasalahan yang diteliti, digunakan metode pengumpulan data seperti dokumentasi, wawancara, dan observasi. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data yang dikumpulkan untuk penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Faktor pendorong remaja melakukan pergaulan bebas yaitu (a) Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri seseorang atau orang itu sendiri. Faktor ini biasanya berberbentuk karakteristik atau perilaku bawaan seseorang. (b) Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri seseorang. Faktor ini mencakup lingkungan tempat tinggal, teman bergaul, kurangnya pengawasan dari orang tua. (2) Bentuk pergaulan bebas remaja di Jalan Bitowa, Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar yaitu (a) merokok, (b) berpacaran, (c) mengonsumsi minuman alkohol, (d) seks bebas, (e) mengonsumsi obat-obatan terlarang. 
Perubahan Pola Kerja Perempuan Di Kawasan Hutan Pinus Malino Fitrawati rahayu; Ashari Ismail; Jusnawati Jusnawati
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 No.1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v6i1.84722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui bentuk perubahan pola kerja perempuan di Kawasan Hutan Pinus Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa; dan (2) menganalisis dampak perubahan pola kerja perempuan terhadap kondisi ekonomi keluarga, relasi sosial, dan peran domestik perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terjadi perubahan pola kerja perempuan dari buruh kebun yang bersifat musiman ke sektor perdagangan dan jasa pariwisata di kawasan Hutan Pinus Malino. Sebelumnya perempuan bekerja sebagai buruh kebun dengan pendapatan sekitar Rp100.000–Rp120.000 per hari, namun tidak menentu karena bergantung pada musim kerja; dan (2) perubahan pola kerja tersebut berdampak pada kondisi ekonomi dan sosial perempuan. Aktivitas berdagang memberikan tambahan pendapatan sekitar Rp20.000–Rp50.000 per hari pada hari biasa dan Rp50.000–Rp100.000 pada akhir pekan atau hari libur. Selain meningkatkan pendapatan keluarga, aktivitas ini juga memperluas relasi sosial perempuan dengan wisatawan, sesama pedagang, dan masyarakat sekitar. Namun, perempuan tetap menjalankan peran domestik sehingga menimbulkan beban kerja ganda. Secara teoretis, temuan penelitian ini sejalan dengan perspektif struktural fungsional yang memandang perubahan pola kerja perempuan sebagai bentuk penyesuaian sistem sosial terhadap perubahan struktur ekonomi lokal akibat berkembangnya sektor pariwisata, di mana keterlibatan perempuan dalam aktivitas ekonomi mencerminkan proses adaptasi dan integrasi sosial, sementara bertahannya peran domestik menunjukkan pemeliharaan nilai dan norma yang memunculkan konsekuensi laten berupa beban kerja ganda.
Kuasa Dan Pengetahuan (Studi Legitimasi Kuasa Sistem Senioritas Organisasi Daerah Bone Di Universitas Negeri Makassar) Muh Fitrah Hidayat; Ashari Ismail; Idham Irwansyah Idrus
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 No.1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v8i2.70361

Abstract

Muh Fitrah Hidayat 2024, Kuasa Dan Pengetahuan (Studi Legitimasi Kuasa Sistem Senioritas Organisasi Daerah Bone Di Universitas Negeri Makassar)Program Studi Sosiologi Jurusan Sosiologi Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Dan Hukum, Universitas Negeri Makassar. Dinamika kekuasaan dan pengetahuan dalam konteks legitimasi senioritas dalam organisasi perangkat daerah Bone. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana kekuatan senioritas diberikan dan diakui dalam struktur organisasi, serta dampaknya terhadap pengambilan keputusan dan motivasi kepemimpinan. Studi ini juga mengeksplorasi peran pengetahuan dan penalaman dalam legitimasi kekuasaan senioritas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan beberapa pejabat dan anggota organisasi daerah Bone di Universitas Negeri Makassar. Data ini kemudian dianalisis menggunakan analisis konten untuk mengidentifikasi pola kunci dan temuan dinamika pengetahuan dan kekuasaan dalam konteks senioritas. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekuatan senioritas diakui sebagai prinsip penting dalam organisasi perangkat daerah Bone. Orang-orang yang telah lama berada di organisasi dan memiliki banyak pengalaman akan dihormati dan lebih diberdayakan dalam pengambilan keputusan. Namun, studi ini juga menunjukkan tantangan dalam menerapkan konsep senioritas secara efektif, termasuk kemampuan generasi muda untuk stagnan dan menolak perubahan. Selanjutnya, pengetahuan dan pengalaman diketahui memainkan peran penting dalam mendukung legitimasi kekuasaan senioritas. Individu dengan pemahaman mendalam tentang sejarah, budaya, dan dinamika organisasi Bone dapat berkontribusi secara berarti dalam pengambilan keputusan dan kepemimpinan. Namun, penelitian ini juga menimbulkan pertanyaan bagaimana pengetahuan baru dan ide-ide inovatif dapat diintegrasikan ke dalm sistem senioritas yang mapan. Singkatnya, penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang bagaimana kekuasaan dan pengetahuan berinteraksi dalam kerangka legitimasi senioritas dalam organisasi regional Bone. Implikasi dari temuan ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan strategi yang lebih adaptif dan holistik dalam manajemen kekuasaan dan pengambilan keputusan di organisasi serupa. 
Maudu Lompoa in the Trajectory of History: Continuity of Tradition and Socio-Economic Impact in Cikoang (2019–2024) Nurul Hidayanti Syarif; Ashari Ismail; M. Rasyid Ridha; Bakhtiar Bakhtiar
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 2 (2026): April
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i2.1106

Abstract

The preservation of the Maudu Lompoa tradition in Cikoang Village, Takalar Regency, South Sulawesi, faces significant challenges due to economic mobility, population migration, and pressures from globalization during the 2019–2024 period. These socio-economic dynamics threaten the continuity of intangible cultural heritage, particularly in the transmission of intergenerational values and in community participation patterns. This study aims to examine (1) the forms of community adaptation in maintaining the Maudu Lompoa tradition, (2) the role of the tradition in strengthening cultural identity and social resilience, and (3) its socio-economic impacts on the Cikoang community during 2019–2024. This study employed a qualitative approach combining ethnographic and historical methods, applying the stages of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Data were collected through in-depth interviews with traditional leaders, Sayyid groups, and non-Sayyid community members; participant observation of the ritual procession; and secondary documentary sources. Purposive and snowball sampling were used until data saturation was achieved, and the data were analyzed using inductive thematic analysis and triangulation. The results reveal that the Cikoang community adapts through cross-generational value transmission and flexible symbolic participation—such as migrants contributing via remittances or family representatives. The tradition functions as a mechanism for collective identity formation through Islamic-local cultural syncretism and strengthens social resilience through mutual cooperation (gotong royong). Socio-economically, the tradition generates local economic turnover through ritual-related consumption and reinforces a values-based economic ethic grounded in spiritual blessings, sincerity, and communal solidarity. These findings indicate that tradition sustainability is achieved through dynamic cultural negotiation rather than rigid preservation, with implications for cultural tourism policy development in Takalar Regency.